Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.
Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.
Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.
Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.
Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?
•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"
"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22: Video call dengan kakak
Beberapa menit menghabiskan waktu di rooftop rumahnya, Anindia dan Keanu pun kembali ke kamarnya. Besok adalah hari Minggu, membuat mereka merasa lebih santai malam ini.
Di dalam kamarnya, Anindia berbaring di atas tempat tidur dengan tangan Keanu yang menjadi bantalnya. Sementara tangan Keanu yang satunya membelai lembut rambut Anindia, sesekali mengecup kening Anindia, menunjukkan rasa kasih sayang nya. Bahkan, tatapan Keanu tak sedikitpun luput dari istrinya itu.
"Gimana di rooftop tadi? Suka?" Ujar Keanu di sela-sela keheningan.
Anindia menganggukkan kepalanya diiringi dengan senyuman manisnya. Ia benar-benar sangat suka dan mengagumi pemandangan malam dari rooftop itu. Bahkan menurutnya, rooftop rumah Keanu sudah seperti hotel bintang lima.
"Suka banget, tenang rasanya di sana," ujar Anindia kemudian.
Keanu tersenyum menanggapinya, ia kembali menciumi Anindia di kening dan di pipi, seakan gemas dengan istrinya itu. Terakhir, Keanu ingin mencium bibir Anindia, bahkan Anindia pun langsung memejamkan matanya teringat momen ciuman pertama mereka tadi pagi.
Keanu mendekatkan wajahnya, bahkan nafasnya terasa hangat di wajah Anindia. Namun, momen itu langsung terhenti ketika suara dering telepon dari ponsel Anindia berbunyi.
Drreett... Drreett...
"Siapa?" Ujar Keanu penasaran bahkan terdengar sangat protektif.
Anindia langsung beranjak dan meraih ponselnya di atas meja, ia langsung menyunggingkan senyum ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Orang yang paling dirindukannya ternyata kini menghubungi nya melalui panggilan video.
"Kak Arina," ujar Anindia dengan begitu antusias.
Keanu mengernyitkan dahi, ia tidak tahu siapa orang yang dimaksud oleh Anindia. Terlebih ia pun tidak tahu kakak-kakak Anindia karena memang tidak pernah bertemu sebelumnya.
Tanpa pikir panjang, Anindia pun langsung mengangkat panggilan itu yang langsung menunjukkan seorang wanita berusia 23 tahunan di seberang layar. Ya, wanita itu adalah Arina, kakak perempuan Anindia yang kini sudah menjadi seorang dosen di kota Yogyakarta.
"Halo kak, assalamualaikum... Gimana kabarnya?" Sapa Anindia dengan seutas senyum.
"Waalaikumsalam, Alhamdulillah kakak sehat. Kamu gimana kabarnya, dik?" Ujar Arina kemudian.
Keanu hanya terdiam di tempat, memperhatikan Anindia dan orang di balik layar yang memang memiliki kemiripan dengannya. Ia tidak ingin mengganggu komunikasi Anindia dan kakaknya itu, terlebih ia pun tidak mengenali sosok yang kini berbicara dengan istrinya itu.
"Alhamdulillah... Nindi juga baik-baik aja, kak," lanjut Anindia dengan seutas senyum, ia merasa bahwa rasa rindunya berkurang sedikit dengan kakak perempuannya itu.
"Alhamdulillah, itu yang utama dik." Ujar Arina kemudian. "Oh, kakak dengar dari Mama sama Papa kalo kamu itu udah menikah. Cepet banget dapat jodohnya, kakak aja belum," lanjutnya.
Anindia hanya bisa terkekeh menanggapinya, ia pun tidak menyangka akan bertemu jodoh secepat ini. Meskipun pernikahannya ini terjadi karena sebuah kesalahpahaman warga.
"Ya gimana ya kak, udah takdirnya," ujar Anindia tertawa kikuk.
Arina terkekeh dan menggelengkan kepalanya, ia tidak menyangka bahwa adik bungsunya itu kini sudah menjadi seorang istri. Sementara Keanu hanya bisa menyimak perbincangan keduanya, ia merasa gugup dengan kakak Anindia yang baru hari ini ia ketahui.
"Selamat ya, kakak cuma bisa doain yang terbaik aja dari sini. Kakak udah tau ceritanya dari Mama," ujar Arina kemudian. "Oh, mana suami kamu dik? Kakak pengen tau dong!"
Anindia langsung mengarahkan layarnya ke arah Keanu, Keanu yang terkejut hanya bisa tersenyum kikuk. Ia merasa canggung dengan perkenalan pertama dengan kakak iparnya itu.
"Makasih ya kak buat doanya. Ini suami aku kak, namanya Keanu," ujar Anindia kemudian.
Mendengar perkataan Anindia jelas saja membuat Keanu merasa salah tingkah. Ia diakui sebagai suami Anindia di depan kakaknya langsung. Namun, Keanu berusaha untuk bersikap biasa saja, ia tidak ingin menunjukkan perasaan salah tingkah itu di depan kakak iparnya.
"Ha-halo kak, assalamualaikum..." Sapa Keanu yang masih terlihat gugup.
Anindia hanya terkekeh menanggapinya, ia tidak menyangka bahwa Keanu ternyata bisa gugup juga seperti ini. Sementara Arina langsung tersenyum, ia mengakui bahwa adik iparnya itu memang tampan secara fisik.
"Waalaikumsalam... Aku Arina, kakak kedua Anindia. Jangan segan-segan sama kakak, dik. Anggap aja seperti kakak sendiri," ujar Arina yang seakan paham bahwa suami adiknya itu sedang gugup saat ini.
Keanu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia benar-benar segan dan canggung saat ini. Tapi ia juga merasa bahwa kakak Anindia terlihat baik dari cara bicaranya.
"Iya kak, terima kasih sebelumnya," ujar Keanu yang kini menyunggingkan seutas senyum.
"Keanu, kakak minta tolong buat jagain Anindia ya? Kakak percaya kamu bisa jagain Anindia, meskipun kakak tau bahwa pernikahan kalian ini masih di rahasiakan," ujar Arina penuh ketegasan.
Anindia terkejut dengan penuturan kakaknya, ia merasa bahwa kakaknya benar-benar protektif terhadap dirinya. Tapi hal itu juga yang membuat Anindia merasa dilindungi oleh orang-orang terdekatnya.
Sementara Keanu, ia langsung menganggukkan kepalanya dengan seutas senyum tulus. Ia pasti akan menjaga Anindia dengan baik, terlebih ia sudah memiliki janji dengan dirinya sendiri.
"Pasti kak, Keanu bakal jagain Anindia dan melindungi dia, selalu," ujar Keanu yang terdengar begitu tulus.
Anindia langsung tersenyum menanggapinya, ia yakin bahwa Keanu bisa membuktikan perkataannya itu. Arina juga terlihat menganggukkan kepalanya di seberang layar, mempercayai kata-kata Keanu sepenuhnya.
"Kakak percaya kamu, Keanu," ujar Arina. "Tapi kakak sedikit iri lho, kalian udah menikah di usia muda. Lah kakak udah 23 gak ada yang lamar," lanjut Arina dengan tawa kecil.
Mendengar itu, Anindia langsung terkekeh sembari menggelengkan kepalanya, merasa lucu melihat tingkah sang kakak. Sementara Keanu hanya tersenyum menanggapinya, ia tidak tahu harus mengatakan apa kepada kakak iparnya itu.
"Nindi doain kak, semoga kakak juga cepat ketemu jodohnya. Tapi Nindi yakin, kakak pasti dapat jodohnya yang sayang banget sama kakak," ujar Anindia menimpali.
"Aamiin, thanks adik ku." Ujar Arina dengan seutas senyum.
Anindia hanya menanggapinya dengan anggukan singkat, rasa rindunya terhadap sang kakak kini benar-benar terobati. Ia sebelumnya ingin menghubungi kakaknya itu, tapi karena kesibukan kakaknya membuat Anindia mengurungkan niatnya. Ia takut akan mengganggu waktu kakaknya itu.
Perbincangan mereka pun berlanjut, dengan membahas hal yang lebih santai. Sebagai bentuk pengenalan, Arina yang ramah juga menanyakan berbagai hal kepada Keanu. Keanu sendiri terlihat lebih santai sekarang, tidak seperti sebelumnya yang masih terlihat gugup dan canggung.
"Ya udah, lain kali kita ngobrol lagi. Kalian juga istirahat, ini udah malam banget," ujar Arina setelah lama berbincang-bincang dengan Anindia dan Keanu.
"Iya kak, kakak juga baik-baik ya di sana?" Ujar Anindia menimpali.
"Iya, pasti. Kalian juga ya? Ya udah kakak tutup dulu telponnya, assalamualaikum," lanjut Arina.
"Waalaikumsalam," sahut keduanya kompak.
Satu jam berlalu, akhirnya panggilan video pun berakhir. Anindia pun langsung mematikan layar ponselnya lalu meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Ia pun langsung menoleh ke arah Keanu yang duduk di sebelahnya.
"Ciee yang udah mulai akrab dengan kakak ipar," goda Anindia sembari menyenggol lengan Keanu.
Anindia merasa bahwa Keanu dan kakaknya sudah akrab saja, padahal mereka baru berkenalan hari ini. Sementara Keanu langsung terkekeh melihat tingkah istrinya itu. Karena merasa gemas, ia pun langsung mencubit hidung Anindia, membuat Anindia juga melepaskan tawanya.
"Ya perlahan sih. Tapi serius, lo dan kak Arina banyak kemiripannya. Salah satunya friendly," ujar Keanu kemudian dengan seutas senyum.
"Itu baru kak Arina, kamu belum kenal sih sama bang Arfan," ujar Anindia kemudian.
"Bang Arfan? Kakak pertama lo?" Ujar Keanu yang merasa bingung.
Anindia langsung menganggukkan kepalanya, membenarkan perkataan Keanu. Ia sangat memahami bahwa mungkin Keanu masih bingung dengan kakak laki-lakinya itu. Terlebih ia pun tahu bahwa Keanu dan kakak laki-lakinya juga belum pernah saling mengenal satu sama lain.
"Iya, dia kakak pertama. Sekarang dia udah jadi dokter di kota Medan. Bang Arfan juga udah punya anak gemes banget, namanya Pandu," jelas Anindia dengan seutas senyum.
Keanu menganggukkan kepalanya, memahami arah pembicaraan Anindia. Lalu ia mencubit gemas pipi Anindia, senyuman nakal pun terukir di wajahnya dengan maksud untuk menggoda istrinya itu.
"Kita juga bisa bikin yang lebih gemes lagi," ujar Keanu dengan maksud bercanda, namun justru mendapat pukulan kesal di dadanya oleh sang istri.
"Ih Keanu, kamu nakal! Aku belum siap untuk itu," ujar Anindia dengan memasang wajah memelas sembari memukul-mukul dada bidang suaminya itu. "Ihhhh nyebelin!!"
Melihat hal itu jelas saja membuat Keanu merasa gemas sendiri, ia membiarkan Anindia memukulnya seperti itu. Ia merasa berhasil membuat istrinya itu kesal, terlebih badannya yang mungil membuat Keanu merasa bahwa Anindia seperti boneka yang sangat menggemaskan.
Tanpa aba-aba, Keanu langsung mendaratkan ciuman tepat di bibir Anindia, membuat Anindia langsung terdiam tanpa kata. Bahkan, tubuhnya pun langsung terpaku dengan momen tiba-tiba itu.
Melihat Anindia yang terdiam, Keanu pun mengambil kesempatan untuk menciumnya lebih dalam, seakan mengambil kembali momen yang sempat tertunda tadi. Anindia sendiri pun tidak melarang, ia yang sebelumnya merasa kesal kini perlahan luluh dengan momen manis bersama suaminya itu.
Setelah beberapa saat, Keanu pun melepaskan pautan bibirnya. Ia mengusap lembut bibir Anindia, lalu menatapnya dengan tatapan yang teduh.
"Iya gue tau kok, gue cuma bercanda." Ujar Keanu kemudian.
"Ihh nyebelin, terus kenapa tadi ngomong kayak gitu?" Ujar Anindia menatap Keanu serius.
"Ya karena lucu liat reaksi lo, lo kesal gitu bikin gue makin gemes," ujar Keanu dengan senyuman tampannya.
"Apa sih Keanu?" Ujar Anindia berpura-pura kesal, padahal ia sedang menahan malu saat ini.
Keanu hanya menggelengkan kepalanya, lalu mengacak pucuk kepala Anindia sejenak. Ia merasa sudah terlalu berlebihan dalam membuat Anindia kesal malam ini.
"Ya udah, istirahat lagi. Udah malam nih, besok gue ajak lo keluar, sesekali refreshing kita. Lo juga butuh ketenangan setelah belajar terus," ujar Keanu dengan nada yang sangat lembut.
"Kemana?" Tanya Anindia dengan nada yang sangat penasaran.
Keanu hanya tersenyum misterius, ia tidak ingin memberitahunya sekarang. Ia ingin membuat Anindia benar-benar menikmati hari esok dengan mengajaknya ke tempat-tempat yang ia yakini akan disukai oleh Anindia.
"Ada deh," ujar Keanu singkat.
"Kamu mah gak asyik," ujar Anindia kemudian.
Keanu lagi-lagi hanya bisa terkekeh sembari menggelengkan kepalanya. Anindia yang penasaran pun akhirnya memutuskan untuk tidur saja. Anindia yakin bahwa besok ia akan mendapatkan jawabannya. Ia pun langsung membaringkan diri di atas tempat tidur, diikuti dengan Keanu yang juga berbaring di sebelahnya.
Keduanya bertukar pandang untuk sejenak. Tidak ada lagi drama di antara mereka, tak seperti hari pertama ketika mereka berdua tidur bersama. Rasa penerimaan sudah terlihat dari keduanya, tanpa adanya rasa keterpaksaan lagi.
Keanu memeluk Anindia erat dengan satu tangannya, ia pun langsung memejamkan matanya di samping istrinya itu. Sementara Anindia hanya tersenyum tipis melihat perubahan Keanu, ia hanya membiarkan Keanu memeluknya seperti ini. Anindia pun memejamkan matanya, membiarkan reaksi tubuhnya mengambil alih rasa kantuk yang mulai menguasai.
^^^Bersambung...^^^