NovelToon NovelToon
Air Mata Pengantin

Air Mata Pengantin

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Komedi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: @Alyazahras

Kisah ini dibumbui dengan air mata, emosi, kesabaran, perjuangan, kecerdasan, dan permainan otak.

Berawal dari dilecehkan calon suaminya, hamil, lalu keguguran, dijebak sampai terkena sindrom trauma pelecehan seksual dan dikhianati orang-orang kepercayaan sampai gagal menikah di hari-H. Tidak hanya disitu, setelah dia menikah dengan pemuda kaya nan rupawan dari Negeri Ginseng yang telah menyelamatkan hidupnya, wanita ini harus menghadapi beberapa wanita pengganggu yang sering kali ingin merebut suami berharganya. Namun, saat ini tidak mudah untuk berhadapan dengannya, karena dia wanita tangguh, cerdik dan pandai bersilat lidah.

Aku sarankan jangan mengusik ketenangannya, apalagi sampai berniat merebut suaminya! Kalau tidak, hidup kalian akan dibuat merana seperti para pelakor yang ada di dalam cerita ini. Yuk, simak, cerita yang bikin greget gemes degdeg serrr ini...

...

Mampir juga ke karyaku yang lainnya, 'Istri Kecil Yang Nakal' sangat direkomendasikan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Alyazahras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Club

.

Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya tibalah dipukul delapan malam. Esme sudah bersiap diri, dengan riasan yang cantik, lalu ia memakai gaun hitam dengan belahan rok, di bagian dadanya sedikit tertutup.

Tiba-tiba saja ponselnya berdering. Leo yang meneleponnya.

"Esme, aku sudah berada di depan rumahmu. Apakah dirumah ada ibu dan ayahmu?" tanya Leo dibalik telepon.

"Ah! Tunggu saja diluar. Aku akan segera turun." Esme langsung menutup panggilannya dan berjalan keluar dari kamarnya.

Sebegitu tergesa-gesanya Esme, hingga ia melewati begitu saja ibu dan ayahnya yang sedang menonton televisi.

"Esmeralda! Mau pergi kemana malam-malam begini? Apa kau sudah tidak menganggap ayah dan ibumu lagi?" ucap Tn.Harits dengan nada bicara sedikit meninggi.

Ucapan ayahnya itu membuat langkah kaki Esme terhenti. "Mm... maaf ayah, ibu. Aku akan pergi berkencan dengan Leo sekarang," jawabnya dengan raut wajah panik.

"Kenapa Leo tidak masuk, dan meminta izinku dulu?" geram Tn.Harits.

"Aku yang memintanya untuk tidak masuk, karena pasti ayah akan mengobrol dengannya sangat lama, itu hanya akan menghabiskan banyak waktu," jelasnya sambil berjalan cepat keluar dari rumah itu. "Aku akan pulang sebelum tengah malam," teriaknya.

Tn.Harits dibuat kesal dengan tingkah anaknya itu yang semakin dewasa semakin membangkang dengan pendapatnya sendiri. Tapi, Ny.Hilda langsung mengelus dadanya, meredakan emosi yang mulai bergejolak di dalam diri suaminya.

"Tenang saja, toh Esme bersama dengan Leo. Dia pasti menjaganya !" seru Ny.Hilda sambil menyandarkan kepalanya di bahu Tn.Harits.

...

Di dalam perjalanan.

"Leo, memangnya tidak ada tempat lain? Apa perlu merayakannya di club?" Tanya Esme, terheran.

"Santai saja. Club itu milik Roger, keamanannya pun sangat ketat. Tidak akan ada yang berani membuat kekacauan disana," jelas Leo, ia menoleh ke arah Esme yang terlihat sangat menawan.

Esme memang wanita luar biasa baginya, bukan hanya pintar dan cantik, ia pun sangat pandai merias diri.

Sesampainya di club. Leo langsung memapah Esme memasuki tempat itu. Suasana didalam club cukup ramai, desain clubnya sangat berkelas. Terdengar sangat bising dentuman musik DJ, tercium aroma alkohol yang menyengat, dan kerlap-kerlip lampu diskotek kesegala arah.

Mereka berjalan sambil bergandengan tangan.

Kehadiran Esme dan Leo di club, membuatnya menjadi sorotan utama disana. Betul-betul pasangan yang sempurna, cantik dan tampan. Pakaian yang mereka kenakan pun sangat cocok satu sama lain, padahal mereka tidak merencanakannya.

Leo menarik tangan Esme untuk menaiki tangga, dan menelusuri koridor menuju ruangan yang ia maksud. Sesampainya diruangan yang Leo maksud, ia langsung membuka pintu ruangan itu. Nampak disana ada Kadita, Garry dan juga Roger.

Kadita menggerakan tangannya, menyuruh Esme mendekat ke arahnya. Esme pun tak segan-segan, ia langsung berjalan menghampiri temannya.

Tatapan Garry terus tertuju pada Esme, membuat Kadita tidak nyaman.

Esme tak heran jika Kadita sudah mengenal Garry dan Roger, karena mereka sama-sama bekerja di Mord Grup. Ia berusaha mengerti posisi mereka saat itu.

"Esme, aku akan memperkenalkanmu pada temanku yang lain !" seru Kadita dengan langsung menarik tangan Esme, melewati Garry begitu saja.

Perlahan, Esme mulai menikmati keramaian itu, karena teman Kadita sangatlah asik menurutnya.

Cheers ....

Mereka bersulang, untuk merayakan jabatan Esme. Esme langsung menegguk habis wine itu.

Saat Esme akan menegguk wine lagi, tiba-tiba Leo merampas gelas yang berisi winenya.

"Berhenti minum! Aku sangat memedulikan kesehatanmu," seru Leo sambil menyingkirkan minuman itu.

"Tapi, aku baru meminumnya satu gelas. Kembalikan minumanku !" bantah Esme sambil berusaha mengambil minuman yang sudah di simpan di meja. Leo langsung menyeka dengan tubuhnya, hingga Esme seperti akan memeluknya.

"Cih! Kesempatan dalam kesempitan !" gumam Esme sambil mengelak.

Leo malah tersenyum genit ke arahnya.

"Hey ! Kalian sudah tahu kan, dia ini adalah direktur pemasaran di Mord Grup. Jadi jangan membuatnya sampai mabuk," jelasnya dengan suara lantang. "Aku ada urusan dulu. Kadita, tolong jaga dia ya," tutur Leo, kemudian ia berjalan melewati Esme begitu saja dan berbisik pada Roger untuk menjaganya.

Esme membelalakan matanya, ketika mendengar Leo akan pergi. "Leo ! Kau mau pergi kemana?" teriaknya, ia ingin meraih tangan kekasihnya tapi Kadita malah menarik tubuh Esme.

"Sudahlah, biarkan saja. Menjadi direktur utama pasti sangat sibuk ! Ayo, kita lanjutkan minumnya lagi. Kau tidak akan mabuk, kok." Kadita langsung menyodorkan segelas wine pada Esme. Tapi, Esme masih menatap hampa ke arah pintu itu, karena Leo tiba-tiba meninggalkannya di club.

...

Sudah pukul sepuluh malam. Leo tak kunjung kembali, selama itu pula Esme meneguk habis beberapa botol wine. Roger dan Garry sudah berusaha menghentikannya, tapi Esme sangat keras kepala hingga akhirnya ia dalam keadaan mabuk saat ini.

"Sial ! Aku sudah berjanji pada diriku sendiri tidak akan berurusan dengan wanita ini lagi. Tapi, Leo malah menitipkannya padaku dan sekarang dia mabuk," geram Roger. "Garry, dimana Kadita?" tanyanya, dengan raut wajah kesal.

Garry hanya terdiam, sambil melamun.

Sebenarnya Kadita sudah pulang duluan, ia bertengkar dengan Garry karena Garry terus saja memandangi tubuh Esme. Bukan hanya sekedar memandanginya, Garry pun menanyai beberapa pertanyaan tentang Esme dan hubungannya dengan Leo. Tingkah Garry itu membuat Kadita muak dan sangat marah padanya.

"Garry, aku memanggilmu dari tadi kenapa kau diam saja !" Bicara Roger itu membuat lamunan Garry membuyar. "Cepat, bantu aku membawa wanita ini ke kamar atas. Leo yang membawanya kesini, dia juga yang harus mengantarnya pulang." Roger mengaitkan tangan kiri Esme ke bahu Garry.

Mereka berdua saling memapah tubuh Esme yang sudah tak sadarkan diri, membawanya masuk ke sebuah kamar.

Esme tergeletak lemah di atas ranjang dengan riasan yang berantakan. Roger terus saja menelepon Leo, hingga akhirnya Leopun mengangkat telepon darinya.

"Leo ! Wanita ini mabuk. Aku akan sangat marah padamu jika kau tidak segera menjemputnya !" geram Roger, ia langsung menutup panggilan itu.

...

Tak lama, Leopun akhirnya datang. Ia langsung membuka pintu dan melihat ada Garry dan juga Roger disitu yang masih sigap menjaga wanitanya.

"Kalian tidak menyentuhnya kan?" tanya Leo sedikit ragu.

Garry adalah sosok lelaki yang pendiam, ia hanya tersenyum sinis pada Leo. Tapi, Roger langsung menepis dugaan Leo. "Cih! Menyentuh? Tertarik saja tidak, apalagi menyentuhnya !" gumam Roger sambil beranjak dari duduknya. "Cepat kau urus wanitamu itu. Jangan libatkan aku dengannya lagi !" geramnya dengan berlalu meninggalkan Garry dan Leo.

"Bukankah pekerjaan dikantor sudah selesai? Dan tidak ada yang perlu di kerjakan lagi. Lalu, kau dari mana?" tanya Garry dengan tatapan curiga.

Garry sudah mengetahui kisah cinta Leo dan Esme dari Kadita, maka hubungan mereka itulah membuatnya sedikit tertantang. Sepertinya, Garry tertarik pada Esme.

Leo terhentak kaget dengan keraguan Garry.

"Ah ! Kau seperti ibuku saja. Sangat cerewet ! Syuh... syuh...." Ia mendorong tubuh Garry, mengusirnya keluar dengan raut wajah gugup.

Leo langsung menutup pintunya dan berjalan menghampiri Esme.

Leo menggoyang-goyangkan tubuh wanitanya itu, yang sedang terlelap. Tiba-tiba Esme mengigau, entah apa yang ia ucapkan. Sepertinya Esme masih dalam keadaan mabuk.

"Esme, ayo kita pulang !" ucapnya, sambil terus menggoyangkan tubuh Esme.

Akhirnya Esme membuka sedikit kedua matanya, tapi ia langsung merangkul tubuh Leo, hingga Leo terjatuh di atas tubuh Esme.

Leo terhentak kaget, ia merasakan panas dingin ditubuhnya karena buah dada Esme terasa jelas menyentuh dadanya.

"Uh. Esme, jangan seperti ini. Apakah kau tidak menganggapku sebagai lelaki?" bisiknya ditelinga Esme, sambil berusaha melepaskan pelukan keras wanitanya itu.

"Leo ! Kenapa kau meninggalkanku." Esme mengigau, hingga tanpa sadar ia menggigit telinga Leo yang ia kira sebagai daging panggang.

Leo terhentak kaget, ia terjeda sesaat dengan mata yang membulat.

Ia menelan salivanya, karena tingkah Esme ini menurutnya adalah serangan yang mematikan. Tubuh Leo langsung memanas.

"Baiklah. Tapi, jangan salahkan aku ya, karena kau yang memulainya duluan !" gumam Leo, dengan tatapan mesumnya. Ia langsung menutup jendela, mengunci pintu dan mematikan penerangan dikamar itu.

...

BERSAMBUNG !!!

Ayo dong Like, komen & vote nya ❤

1
Eni Etiningsih
BEST POKOKE..!!
Eni Etiningsih
hadeehhh..🤦‍♀️
Eni Etiningsih
thor, menyunggingkan senyum, bukan nungging
Eni Etiningsih
jengkol...ooo.... jengkol..!!
Eni Etiningsih
jengkol berbentuk 🤎🤎🤎🤎
Eni Etiningsih
GOOD..!!
Eni Etiningsih
seh bengung aku nya..
Nurma sari Sari
apa alucard gk tau kalau Ara juga sdh hampir menjerumuskan Esme dengan memberii obat perangsang untuk diserahkannya pada Leo, seharusnya alucard tau seberapa jahatnya Ara ingin menghancurkan esme
Nurma sari Sari
hadeeew......yg katanya kuat bisa mengatasi segalanya ternyata oleng juga 🤭🤭
Nurma sari Sari
Esme sok jagoan kalau trauma lagi bisa2 langsung masuk rumah sakit jiwa
Nurma sari Sari
Esme bukan wanita yg pintar, cuma nasibnya aja yg lagi baik, seandainya gk ada Hanabi selesai sudah Esme disantap sama laki2 bangkotan, jadi Esme itu gk ada pintar sedikitpun kalau BODOH iyaaa......
Nurma sari Sari
sebenarnya Esme itu bodoh bukan pintar, cuma keberuntungan aja yg menyelamatkan dia.
Nurma sari Sari
apa mungkin Leo yg begitu mencintai Esme sanggup untuk menyakiti Esme, kalau hanya untuk merampas Esme dari alucard mungkin dia setuju
Nurma sari Sari
ya ampun sampai kering gigi ketawa,....
Nurma sari Sari
ya ampun dari bab diatas aku ngakak sampai GK bisa komen...🤣🤣🤣
Nurma sari Sari
nah begitu baru tegas, jangan terlalu kemah dengan pelakor, jangan dikasih hati nanti dia malah minta jantung, dikasih pundak semakin ngelunjak dia akan naik lagi nginjek kepala....
Nurma sari Sari
kok pelakor GK ada habisnya pelakornya itu2 juga, anak yg baru lulus SMA aja sdh pintar main trik mau jadi pelakor, Esme yg bodoh mau aja dikadali sama Loly, sdh tau penghianat masih juga dikasih hati.
Nurma sari Sari
Esme belagak seperti jagoan aja yg bisa mengatasi setiap masalah, kejadian pemerkosaan itu apa GK dijadikan sebuah pelajaran yg hampir membuat Dia gila, seharusnya kalau sdh pernah troika itu dia akan takut pergi kemana2 sendirian, berada didalam rumah sendirian pun Asti akan ketakutan, ini malah menantang ingin pergi sendiri tanpa pengawalan, berrti Esme ini bukan trouma dengan kejadian kemaren, aneh.....
Nurma sari Sari
Leo GK akan nyakiti secara fisik pada ismi, karena Leo juga sebenarnya sangat mencintai ismi, karena ambisi Leo yg ingin menjadi orang sukses dan kaya raya membuat dia menghalalkan segala cara secara tidak langsung menyakiti perasaan Esme juga, karena trouma Leo dikehidupan dimasa kecilnya yg hidup miskin disaat ada peluang dan kesempatan membuat dia lupa diri dan salah melangkah.
Nurma sari Sari
Leo percaya diri banget kalau dia menganggap Esme begitu ciinta matinya sama dia sampai dia menganggap Esme GK mungkin berpaling dari dia. seenaknya kamu menghianati Esme karena kamu merasa Esme begitu mencintai kamu, makanya kamu berulang kali menyakiti dan menghianati Esme, kamu anggap hati Esme terbuat dari batu karang yg gk akan hancur sekalipun berkali2 diterpa ombak, percaya diri banget Leo kalau cuma hanya dia yg bisa memiliki Esme. kamu pasti menyesal setelah Esme berpaling dari kamu Leo..,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!