NovelToon NovelToon
My Fake Knight

My Fake Knight

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Roman-Angst Mafia
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit Las Angeles, Scarlett Langford bertarung melawan kemiskinan dengan kecerdasan dan percaya diri.

Demi mempertahankan harga dirinya di High School, gadis yatim ini nekat menciptakan sebuah kebohongan besar sebagai kekasih rahasia Millian Vale-Knight—Pria yang tak pernah ia temui.

Namun, takdir gemar bercanda.

Saat bekerja paruh waktu sebagai pelayan pesta borjuis, Scarlett terlibat bentrokan sengit dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan bermata heterochromia.

Tanpa rasa takut, Scarlett memaki pria tersebut seraya berteriak bahwa ia hanya takut jika pria itu adalah Millian Vale-Knight .

Scarlett tidak pernah tahu bahwa pria 'brengsek' yang baru saja ia maki di depan mukanya justru adalah Millian yang sesungguhnya.

Ketika tameng kebohongan menabrak realitas, akankah kepalsuan ini berubah menjadi jerat cinta, atau justru menjadi awal dari kehancuran Scarlett?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#33

Bus nomor 04 melaju membelah aspal jalanan pegunungan yang berkelok-kelok tajam.

Di luar jendela kaca yang berembun, vegetasi hutan pinus yang padat perlahan-lahan mulai berganti dengan pemandangan lembah gersang dan bentangan jalan tol lintas negara bagian yang lebar, menandakan jarak mereka yang kian terkikis menuju pusat metropolis Los Angeles.

Guncangan ritmis bus berukuran besar itu berpadu dengan dengung mesin yang konstan, menciptakan atmosfer hipnotis yang membuat sebagian besar mahasiswa baru di barisan kursi depan langsung tertidur lelap karena kelelahan fisik yang teramat sangat.

Namun, di barisan kursi paling belakang yang cenderung lebih privat, suasananya terasa jauh lebih hidup.

Millian Vale-Knight masih menyandarkan kepala beratnya dengan nyaman di atas bahu sempit Scarlett.

Kulit leher dan sebagian rahang tegapnya masih dihiasi rona merah akibat iritasi rumput liar semalam, memberikan kesan rapuh yang sangat kontras dengan postur tubuhnya yang tinggi tegap.

Di tengah perjalanan yang sunyi itu, ponsel pintar mahal milik Millian tiba-tiba bergetar kuat di genggaman tangannya, menampilkan notifikasi panggilan video masuk dari kontak bernama 'Mommy'.

Millian mengembuskan napas panjang, lalu menegakkan sedikit posisi duduknya tanpa benar-benar menjauhkan bahunya dari lengan Scarlett. Ia menggeser tombol hijau pada layar digitalnya, menampilkan interaksi visual langsung secara instan.

"Halo, Mommy," sapa Millian dengan nada baritonnya yang serak, khas orang yang sedang menahan demam ringan.

Di balik layar digital beresolusi tinggi tersebut, muncul wajah seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik, anggun, dan memancarkan aura keibuan yang teramat kental—Suzzy Vale-Knight.

Di sampingnya, duduk seorang pria dewasa berwajah tegas dengan beberapa helai rambut perak di pelipisnya yang justru menambah kesan karismatik—Kaelor Vale-Knight, sang ayah.

"Oh, astaga, Millian! Ada apa dengan leher dan wajahmu, Nak?" seru Suzzy seketika dari seberang sambungan telepon.

Wajah cantiknya langsung dipenuhi raut cemas yang luar biasa saat melihat bintik-bintik merah di kulit mutiara putra sulungnya.

"James tadi sempat mengirimkan pesan singkat pada Daddy katanya kau sakit karena alergi rumput hutan? Bagaimana bisa kau seceroboh itu tidur di alam terbuka tanpa alas yang aman, Millian?"

Kaelor Vale-Knight ikut mencondongkan tubuhnya ke arah kamera, menatap putranya dengan pandangan menilai yang sarat akan ketegasan seorang ayah sekaligus kepedulian yang mendalam.

"Kau sudah dua puluh tahun, Millian. Kau tahu persis riwayat sensitivitas kulitmu sejak kecil. Menjadi berandal di sirkuit balap bukan berarti kau bisa mengabaikan kesehatan fisikmu sendiri di tengah hutan."

Mendengar rentetan omelan yang tulus dan sarat akan kasih sayang khas orang tua, Millian hanya bisa mengulas senyuman tipis yang terkesan pasrah.

"Baik, Dad... aku akan jauh lebih berhati-hati dan menjaga diriku ke depannya. Ini hanya reaksi alergi ringan, Arthur sudah memintakan obat antihistamin tadi sebelum kami naik ke atas bus," jawab Millian, nadanya melunak drastis, menunjukkan sisi kepatuhan seorang anak sulung yang sangat menghormati otoritas orang tuanya.

Selama percakapan video itu berlangsung, Scarlett yang duduk tepat di samping Millian hanya diam mendengarkan dengan saksama.

Ia sengaja memalingkan wajahnya sedikit ke arah jendela luar agar tidak mengganggu privasi panggilan keluarga tersebut, namun telinga cerdasnya merekam dengan sangat baik bagaimana hangatnya interaksi di antara Millian dan kedua orang tuanya.

Ada rasa iri yang samar namun hangat menyeruak di dalam dada Scarlett saat menyaksikan bagaimana sebuah keluarga utuh saling memberikan perhatian tanpa adanya sekat kasta sosial.

Di tengah-tengah obrolan, tubuh Millian mendadak bergerak gelisah.

Pria itu sedikit menggeliat, tangannya mencoba menggapai bagian tengah punggungnya sendiri namun terhalang oleh posisi duduknya yang terjepit.

Wajahnya tampak mengernyit menahan rasa gatal yang luar biasa akibat sisa-sisa efek alergi yang mulai bereaksi kembali karena suhu hangat di dalam bus.

Melihat ketidaknyamanan pria di sampingnya, insting kepedulian sosial Scarlett kembali bergerak secara otomatis.

Tanpa mengeluarkan suara sedikit pun agar tidak menginterupsi suara Suzzy di telepon, Scarlett mengulurkan tangan kanannya yang bebas. Ia menyusupkan jemari lentiknya ke balik bagian belakang kemeja flanel tebal milik Millian, tepat di area punggung tegapnya yang tertutup kaos dalam.

Scarlett mulai menggaruk pelan bagian punggung pria itu.

Namun, itu sama sekali bukan sebuah garukan yang keras atau kasar yang bisa melukai kulit iritasi Millian.

Melainkan, sebuah gerakan memutar yang sangat lembut—semacam sentuhan magis yang konstan, ritmis, dan menenangkan, sengaja diberikan Scarlett untuk meredakan rasa gatal sekaligus memberikan efek rileksasi darurat pada saraf kulit Millian.

Deg.

Saraf tubuh Millian seketika menegang sesaat ketika merasakan sentuhan lembut jemari Scarlett di punggungnya.

Namun, dalam hitungan detik, rasa rileks yang luar biasa langsung menjalar ke seluruh tubuhnya. Ketegangan di bahu tegapnya perlahan melarut, dan erangan frustrasinya menguap tanpa sisa.

Millian melirik sekilas ke arah Scarlett dari sudut matanya, memancarkan binar terima kasih yang teramat dalam, sementara tangannya tetap memegang ponsel untuk menyelesaikan pembicaraan dengan ibunya.

"Ya, Mom... besok setelah sampai di asrama, aku akan langsung meminum obatnya. Sampaikan salam rinduku untuk Killian dan adik-adik di rumah," ucap Millian menutup pembicaraan setelah menerima beberapa nasihat medis tambahan dari Suzzy.

"Jaga dirimu baik-baik, sayang. Kami mencintaimu," balas Suzzy sebelum akhirnya layar digital itu meredup dan sambungan internasional tersebut resmi berakhir.

Pip.

Millian menurunkan ponselnya, kembali menyandarkan seluruh bobot tubuhnya ke arah kursi kulit bus yang empuk.

Suasana di barisan belakang kembali sunyi, hanya menyisakan suara deru angin dari luar jendela.

Scarlett perlahan menarik kembali tangannya dari balik kemeja Millian, lalu menoleh menatap pria itu dengan binar mata yang sarat akan penilaian positif.

"Orang tuamu... mereka berdua ternyata adalah orang tua yang sangat perhatian dan luar biasa hangat," kata Scarlett dengan cepat, memecah keheningan dengan nada suara yang tulus.

Millian terdiam sebentar, menatap langit-langit bus dengan pandangan mata yang mendadak menerawang jauh ke masa lalu.

Kehangatan sentuhan Scarlett di punggungnya tadi seolah membuka keran kejujuran di dalam hatinya untuk menceritakan sisi lain dari kehidupannya yang selama ini tidak pernah ia ekspos pada majalah atau media kampus.

"Ya... mereka adalah orang tua yang hebat. Sangat hebat," tutur Millian dengan suara baritonnya yang rendah dan tenang.

"Aku... adalah anak sulung dari enam bersaudara, Langford. Aku punya Kembaran Bernama Killian, dan keempat adik laki-lakiku yang tadi kubilang menyebalkan itu... sebagian besar dari mereka saat ini masih sangat kecil dan Baru menginjak usia remaja, Dan masih membutuhkan perhatian penuh dari Mommy dan Daddy."

Millian membetulkan posisi duduknya, menoleh menatap Scarlett lurus-lurus.

"Sejak kecil, aku tidak ingin menjadi beban tambahan bagi kesibukan Mommy dan Daddy. Itulah sebabnya, sejak usiaku masih sangat muda, aku memutuskan untuk tinggal dan tumbuh besar bersama Grandma dan Grandpa-ku. Hingga saat ini pun, aku memilih untuk selalu menetap di kediaman besar utama mereka di kawasan Los Angeles pusat. karena... ya, rumah mewah itu terlalu sepi jika hanya ditinggali oleh sepasang kekasih tua."

"Oh, ya?" Scarlett mengerutkan keningnya, ketertarikan intelektualnya seketika terpancing oleh fakta silsilah keluarga tersebut. Ia menyenggol pelan lengan Millian dengan bahunya, mengulas senyuman menuntut yang sangat khas.

"Kalau begitu... setelah semua drama sandiwara 'kekasih palsu' ini selesai, kau berutang satu hal besar padaku, Tuan Knight. Kau harus membawaku secara resmi untuk menemui kakek dan nenekmu yang luar biasa itu. Katakan padaku sekarang... seperti apa karakter mereka?"

Millian tidak bisa menahan senyuman tipisnya mendengar tuntutan Scarlett yang sama sekali tidak tahu rasa takut itu.

"Mereka... Grandpa dan Grandma-ku dari pihak Mommy, sepasang kekasih tua yang paling luar biasa sekaligus paling eksentrik yang pernah kau temui di dunia ini."

Pria itu memajukan tubuhnya, mulai bercerita dengan binar mata yang penuh kebanggaan keluarga.

"Sejak kecil, aku bahkan harus menempuh pendidikan Junior High School di kota Chicago, kota asal kelahiran Grandpa. Dan asal kau tahu saja, Grandma-ku adalah tipe wanita yang sangat eksis di masanya. Bahkan sampai detik ini, di usianya yang sudah senja dengan rambut yang sepenuhnya memutih, dia tetap terlihat sangat modis dan elegan. Wajar saja, karena di masa mudanya dulu... dia adalah seorang mantan aktris papan atas Hollywood yang sangat terkenal."

...ΩΩΩ...

Alur obrolan di antara kedua mahasiswa baru itu mengalir dengan sangat lancar dan menyambung tanpa adanya sekat kecanggungan lagi, seolah-olah insiden ciuman panas di atas rumput semalam telah meleburkan seluruh batas pertahanan emosional di antara mereka.

Scarlett mendengarkan setiap kalimat dongeng keluarga yang meluncur dari bibir Millian dengan mata yang berbinar tertarik, sesekali tertawa kecil saat Millian menceritakan bagaimana jahilnya sang kakek saat mengajarinya menyetir mobil balap untuk pertama kali.

"Kau tahu, Scarlett?" Millian menaikkan sebelah alisnya dengan gaya misterius yang jenaka. "Grandpa-ku... namanya Xander Hayes-Stone. Dia adalah tipe pria tua yang sangat protektif terhadap privasi keluarganya. Di dalam ruang kerja pribadinya, dia bahkan memiliki koleksi beberapa pucuk senjata api legal yang berizin resmi. Dia selalu berkata padaku bahwa seorang pria harus bisa menembak dengan tepat untuk melindungi wanita yang berada di sampingnya dimasa depan."

Scarlett langsung meledak dalam tawa renyah, menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pandangan tidak habis pikir.

"Wah... pantas saja watak berandalmu ini begitu mendarah daging, Tuan Berandal. Ternyata mentor utamamu di rumah adalah seorang kakek tua yang memegang senjata api legal! Lalu bagaimana dengan nenekmu?"

"Kelebihan Grandma Alceena jauh lebih gila lagi," lanjut Millian dengan kekeh rendah, menikmati bagaimana indahnya suara tawa Scarlett yang memenuhi rongga bus pagi itu.

"Dia adalah seorang pencinta aroma sejati. Di dalam lemari kaca besar kamarnya, dia mengoleksi hampir seratus merek koleksi parfum dari seluruh penjuru dunia—mulai dari ekstrak bunga langka di Prancis hingga wewangian rempah kuno di Timur Tengah. Rumah mereka selalu berbau seperti toko parfum mewah setiap harinya."

Scarlett menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi bus dengan sisa-sisa tawa yang masih menghiasi bibir mungilnya.

"Koleksi senjata api dan seratus merek parfum... kombinasi pasangan tua yang sangat fantastis dan mengagumkan. Aku benar-benar tidak sabar untuk bisa melihat bagaimana aslinya wajah sepasang kekasih tua legendaris itu suatu hari nanti, Millian."

Millian terdiam sejenak, menatap dalam-dalam ke arah senyuman tulus Scarlett yang kini tampak begitu damai di bawah temaram cahaya pagi.

Di dalam hatinya, sebuah janji tak tertulis mulai tertanam kuat—ia benar-benar akan membawa gadis beasiswa ini untuk melintasi gerbang rumah besarnya dan memperkenalkan Scarlett pada kakek dan neneknya, sebagai seseorang yang telah berhasil mengacaukan ritme detak jantung seorang Millian Vale-Knight sepanjang perjalanan pulang ini.

1
Mita Paramita
nih pasti sih Ana yang lagi jadi paparazi dadakan 😈😈😈
Rosdianah 🌷: hihihi author up besok lanjutan nya kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
delaney cemburu liat Scarlett jadi pacar palsu millian 🤨 itu nama Moore mungkin kah masih keluarga sama Scarlett sama sama klan moore
Mita Paramita: kirain mereka satu klan abis nama belakang delaney ada Moore ny sama kayak nama belakang nenek scarlet 🤨
total 2 replies
Mita Paramita
susahkan dapetin hati Scarlett 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk Aman kata yang🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍lovestruck nih mereka
Rosdianah 🌷: semoga tetap stay dan gak bosan ya kak reader
total 1 replies
Mita Paramita
millian bisa jadi gentleman juga🤣🤣🤣🤣 buat dapetin hati scarlet
Rosdianah 🌷: hihihi 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lagi Thor yang banyak 😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author sibuk dunia nyata 🙏🏾🫶🫶 besok Double Up 🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
gk doble up nih kak🤭?
Rosdianah 🌷: huhu maapin author 🫶 author Sibuk dunia nyata 🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
halloooo kak, mana lanjutannya nih???
Rosdianah 🌷: author Up hari ini ya kak🫶
total 1 replies
Debu Nakal
thor... daku lagi mager bgt hari ini
apa bisa up yg banyak biar aku semakin mager
pleaseeee
Rosdianah 🌷: Huhuhu author Hari ini ada acara keluarga. ada si Di Draff nanti author up ya kak. ma'aciww banget kak Readers undah selalu tungguin up🫶🏻🫶🏻🥰
total 1 replies
Mita Paramita
pasti ibu scarlet udah diculik Nene lampir nih😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author silent 🤭🤣
total 1 replies
Ainun Mahya
😍😍😍😍 bagusssss
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
lanjut terus, doble up🤭
Rosdianah 🌷: Huhuhu blm bisa double Up untuk Minggu ini kak🙏🏻🫶
total 1 replies
Mia Camelia
nah gitu dong mereka akur😂🤣
Rosdianah 🌷: sesuai maunya kak Readers 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
wah udah mulai Deket nih pasangan ini🤣🤣🤣 tinggal nunggu jadian aja
Rosdianah 🌷: wkkwkw 🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Pulang kamp scarlett ketempelan,, masak titisan setan ketempelan,, jd yg titisan setan siapa sebenernya🤭
Rosdianah 🌷: entahlah author mau menghilang 🤣
total 1 replies
Ayusha
sekalian modus si kadrun😄
Rosdianah 🌷: modus terus dia 🤣
total 1 replies
Ayusha
kadrun beraksi 🤭
Rosdianah 🌷: plish dia harus dibawa pulang 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
first kiss dua dua nya nih😍😍😍
tinggal ketahap talking stage 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: uhu🥳🤣
total 1 replies
Ayusha
bukan nya "ayo pergi ke altar" /Sleep/
Rosdianah 🌷: Hihihi 😅
total 1 replies
Ayusha
yaelah, belom juga digigit udah sarimaman aja
Rosdianah 🌷: wkwk🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!