NovelToon NovelToon
Penyesalan Zenaya

Penyesalan Zenaya

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kim O

Kehidupan Zenaya berubah menyenangkan saat Reagen, teman satu kelas yang disukainya sejak dulu, tiba-tiba meminta gadis itu untuk menjadi kekasihnya.

Ia pikir, Reagen adalah pria terbaik yang datang mengisi hidupnya. Namun, ternyata tidak demikian.

Bagi Reagen, perasaan Zenaya tak lebih dari seonggok sampah tak berarti. Dia dengan tega mempermainkan hati Zenaya dan menginjak-injak harga dirinya dalam sebuah pertaruhan konyol.

Luka yang diberikan Reagen membuat Zenaya berbalik membencinya. Rasa trauma yang diberikan pria itu membuat Zenaya bersumpah untuk tak pernah lagi membuka hatinya pada seorang pria mana pun.

Lalu, apa jadinya bila Zenaya tiba-tiba dipertemukan kembali dengan Reagen setelah 10 tahun berpisah? Terlebih, sebuah peristiwa pahit membuat dirinya terpaksa harus menerima pinangan pria itu, demi menjaga nama baik keluarga.

(REVISI BERTAHAP)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim O, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 : Kebencian.

"Syukurlah kamu sudah sadar Zenaya!" kata Mrs. Griliana, guru sekaligus perawat medis sekolah.

Zenaya perlahan bangkit dari posisi tidurnya. Tubuh gadis itu kini sudah bersih dari air bekas pel dan seragamnya pun sudah diganti dengan pakaian biasa.

"Ibu sudah membersihkan dan mengganti seragammu. Untung saja di sini ada beberapa pakaian ganti cadangan yang tersedia," ungkap Mrs. Griliana ketika menyadari raut kebingungan Zenaya.

"Terima kasih, Mrs," ucap gadis itu. "Bryan yang membawaku ke sini, kan, Mrs? Sekarang ke mana dia, Mrs?" tanyanya kemudian.

"Bukan Bryan yang mengantarmu ke sini, Zen, tapi Reagen. Dia menitipkanmu pada Ibu dan memberikan jaketnya. Itu dia!" Mrs. Griliana menunjuk sebuah jaket yang tersampir di punggung kursi dekat ranjang.

Zenaya termangu. Seingatnya, Bryan lah yang menggendong, tetapi mengapa tiba-tiba Reagen?

Menyadari raut kebingungan Zenaya, Mrs Griliana meminta gadis itu untuk tetap beristirahat sementara waktu. Namun, Zenaya menolak halus.

"Kamu yakin mau pulang?" tanya wanita itu khawatir.

Zenaya tersenyum ramah dan mengangguk. Mrs. Griliana pun membantunya turun dari ranjang. Wanita itu pun menyampirkan jaket Reagen di tubuhnya agar tidak kedinginan.

Zenaya bisa saja menolaknya, tapi ia tidak ingin membuat Mrs. Griliana berspekulasi macam-macam.

...***...

Keesokan harinya sekolah mendadak gempar dengan kedatangan Liam Chester Winston, ayah dari Zenaya. Begitu mengetahui perundungan yang terjadi pada putri tercintanya, Liam dengan penuh emosi mengancam akan menghentikan seluruh donasi yang selama ini telah ia berikan.

Siapa yang sangka jika keluarga Winston ternyata merupakan donatur terbesar yayasan yang dibangun oleh keluarga Atkinson tersebut.

Liam bahkan dengan berani menghardik kepala yayasan agar segera mengeluarkan para perundung Zenaya dari sekolah, atau dia akan meminta ganti rugi sekaligus menarik seluruh fasilitas sekolah yang sudah diberikan.

Robbin Atkinson, ayah dari Natalie, jelas ketakutan. Ia pun berjanji akan mengurus segalanya, termasuk memecat guru konseling sekolah yang dinilai memihak para pembully sampai menskorsing kedua sahabat Zenaya.

Natalie pun tak kalah ketakutan mendapati kemarahan ayahnya. Terlebih saat mengetahui bahwa keluarga Winston lah yang ternyata menjadi donatur terbesar yayasan keluarganya, bukan keluarga Reagen.

Hanya dalam waktu satu hari para siswi yang membully Zenaya langsung dikeluarkan dari sekolah secara tidak hormat, sedangkan mereka yang ikut-ikutan diberi peringatan keras. Tidak ada lagi yang berani menyentuh Zenaya. Mereka bahkan hanya mampu tertunduk takut saat Zenaya berjalan melewati koridor.

Meski Zenaya tidak suka diperlakukan demikian, tetapi setidaknya ia bisa kembali menjalani sisa-sisa harinya di sekolah dengan tenang

"Ini jaket Reagen, aku minta tolong kembalikan padanya, ya? Maaf sudah merepotkanmu, Bryan," ucap Zenaya saat memberikan jaket Reagen pada Bryan.

"Aku mengerti. Nanti akan kukembalikan jaket ini pada Rey." Bryan tersenyum ramah.

Semenjak kejadian itu, Zenaya memilih berdamai dengan keadaan. Ia mencoba untuk tidak merasa sakit hati setiap kali melihat Reagen di sekolah. Kini Zenaya menganggap Reagen tidak lebih dari seorang lelaki asing yang kebetulan sekelas dengannya. Namun, disaat Zenaya sedang berusaha menutup lukanya, sikap Reagen tiba-tiba berubah.

Entah mengapa Reagen selalu saja berusaha menarik perhatian gadis itu. Beberapa kali Reagen bahkan berusaha mendekati Zenaya dalam berbagai kesempatan. Beruntung, berkat bantuan ketiga sahabatnya, Zenaya selalu sukses menghindari Reagen.

...***...

Hari kelulusan sekolah pun hampir tiba. Para siswa-siswi kini juga mulai sibuk mengurus pendaftaran ke perguruan tinggi favorit mereka.

Hal yang sama juga dilakukan oleh orang tua Zenaya. Gadis itu yang semula diharapkan dapat mengikuti jejak keluarganya malah memilih berkuliah di bidang manajemen bisnis.

Meski sempat merasa kecewa dengan pilihan sang putri, Liam tetap memberikan dukungan. Lagi pula ia masih memiliki Adrian, putranya yang kini sedang menjalani koas di rumah sakit mereka.

Angan-angan Zenaya untuk kuliah bersama ketiga sahabatnya pun harus pupus ketika Alice memilih kuliah di luar negeri, dan Emily yang terpaksa harus ikut orang tuanya pindah ke Australia. Meski sedih, Grace dan Zenaya harus tetap mendukung apa pun pilihan hidup kedua sahabatnya itu. Lagi pula mereka masih tetap bisa berkomunikasi dan bertemu saat musim liburan tiba.

...***...

"Zen!"

Panggilan Reagen lagi-lagi tidak diindahkan Zenaya. Gadis itu terus saja melangkah pergi meninggalkan ruangan kelas yang sudah sepi.

Sejak dua hari kemarin, Reagen semakin terang-terangan mendekati Zenaya, entah apa maksudnya.

"Zen, tunggu!" Reagen berhasil menyusul Zenaya dan menahan tangannya.

Refleks Zenaya menepis tangan Reagen kasar.

"Kali ini, tolong dengarkan aku bicara," ujar Reagen lirih.

Zenaya tertawa sinis. Dulu ia sama sekali tidak pernah diberi kesempatan untuk bicara atau bertanya. Namun, kini, lelaki itu malah bersikap demikian.

Apa Reagen benar-benar tidak tahu, bahwa Zenaya butuh kekuatan yang sangat besar untuk memulihkan hatinya yang telah hancur?

"Jangan ganggu aku!" desis Zenaya sembari berlalu pergi. Raut penyesalan yang ditunjukkan Reagen sama sekali tidak membuat hatinya tersentuh. Tidak ada lagi perasaan yang tersisa untuk Reagen. Semua rasa cinta yang pernah Zenaya sematkan selama hampir tiga tahun ini sekarang telah menjadi bongkahan sampah tak berarti.

Reagen mengepalkan tangannya sekuat tenaga. Melihat sorot kebencian yang keluar dari mata Zenaya membuat batinnya terluka.

Ia menyadari segala kesalahannya, dan ia juga menyadari bahwa perasaan ini bukan hanya perasaan menyesal belaka.

"Zen," gumam Reagen nyaris tak terdengar.

1
Rahma Sari
awal baca ceritanya emosi oas mau ending gak kuat aku mewek...
Mei Saroha
loh. bukannya zenaya anak kelas 1 ? koq sebulan pacaran lgs kelulusan??
Hiatus: pelan coba ka diulang bacanya😊
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lah udh tamat aja padahal belum lahiran.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kenapa selalu maen rahasia²an segala sh, kalau mau gitu lbh baik ga usah menikah drpd terbuka jg takut krn alasan menyakiti itu konyol justru krn rahasia kamu nanti bakal jd semua orang lbh trsakiti rey bahkan mgkn saling menyalahkan... ini bkn hanya tntg hidupmu sendiri tp jg istri n jg klwrgamu yg harus kamu pikirkan..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aduuhh thor baru jg bahagia kok malah ditambah lg ujiannya baru sedikit brnafas lega padahal kehidupan zen, rey
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya kebahagiaan datang lg pd kalian berdua, semoga langgeng trs jdkan pelajaran kedepannya utk lbh waspada n saling terbuka.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙠𝙖𝙣𝙙𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙯𝙚𝙣 𝙜𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙩𝙪𝙝 𝙙𝙞 𝙩𝙞𝙢𝙥𝙖 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙟𝙙 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙖𝙣... 𝙢𝙜 𝙖𝙟𝙖 𝙜𝙖 𝙖𝙥𝙖2
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙚𝙩𝙪𝙟𝙪 𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙯𝙚𝙣𝙖𝙮𝙖, 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙧𝙚𝙮 𝙜𝙖 𝙙𝙞𝙖𝙢 𝙨𝙟 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙚𝙣𝙩𝙪𝙝𝙖𝙣 𝙙𝙜𝙣 𝙡𝙚𝙖 𝙙𝙜𝙣 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙖𝙣𝙘𝙖𝙢 𝙠𝙧𝙣 𝙩𝙖𝙠𝙪𝙩 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙞𝙗𝙤𝙣𝙜𝙠𝙖𝙧 𝙩𝙥 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙟𝙪𝙨𝙩𝙧𝙪 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙢𝙗𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙗𝙚𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙜𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙨𝙟 𝙙𝙞 𝙨𝙚𝙣𝙩𝙪𝙝 𝙛𝙞𝙨𝙞𝙠 𝙨𝙢 𝙡𝙚𝙖 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙤𝙡𝙖𝙠 𝙠𝙧𝙣 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙠𝙚𝙖𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙩𝙥 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙢𝙗𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙜𝙣 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞𝙢𝙪 𝙠𝙢 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙪𝙝 𝙨𝙜𝙣 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙧𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙚𝙣𝙩𝙪𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙣𝙩𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙣 𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙚𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙟𝙜 𝙗𝙖𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙡𝙚𝙣𝙖 𝙟𝙚𝙗𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙚𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙧𝙚𝙮
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙚𝙖 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙪𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙚𝙝 𝙙𝙜𝙣 𝙨𝙚𝙣𝙜𝙖𝙟𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙚𝙗𝙖𝙠 𝙧𝙬𝙖𝙜𝙚𝙣 𝙩𝙙𝙧 𝙢𝙜𝙠𝙣🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙢𝙢𝙢 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙛𝙧𝙖𝙣𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙪 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙞𝙠.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙥𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙞𝙩𝙪 𝙮𝙜 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙙 𝙟𝙤𝙙𝙤𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙛𝙧𝙖𝙣𝙨.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙮𝙤𝙤 𝙛𝙧𝙖𝙣𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙗𝙪𝙧 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙗𝙨 𝙣𝙜𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙞𝙣 𝙟𝙜 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙢𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙯𝙚𝙣𝙖𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙙𝙡𝙢 𝙣𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖 𝙢𝙨𝙝 𝙗𝙨 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙟𝙜𝙣 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙗𝙣𝙧 𝙨𝙟 𝙯𝙚𝙣 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙢𝙪 𝙙𝙡𝙢 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙣𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙣 𝙜𝙖𝙧𝙖2 𝙠𝙚 𝙚𝙜𝙤𝙞𝙨𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙧𝙚𝙮, 𝙯𝙚𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙮𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙙 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙨𝙩𝙚𝙧𝙨𝙨
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙙𝙧 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙪𝙡𝙖 𝙨𝙢 𝙧𝙚𝙮, 𝙯𝙚𝙣 𝙖𝙥𝙖 𝙡𝙜 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙞𝙝𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙩𝙞𝙜𝙖 𝙮𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙤𝙗𝙨𝙚𝙨𝙞 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙢𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙜𝙖 𝙟𝙪𝙟𝙪𝙧 𝙨𝙟 𝙯𝙚𝙣, 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙧𝙞𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙪𝙠𝙖 𝙨𝙢 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙩𝙚𝙧𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙚𝙖𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙨𝙢 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙧𝙚𝙖𝙜𝙚𝙣 𝙮𝙜 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙙𝙞𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙮𝙖 𝙖𝙢𝙥𝙮𝙮𝙪𝙪𝙪𝙪𝙣𝙣𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖 𝙚𝙝 𝙩𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙥𝙙 𝙥𝙖𝙣𝙙𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙙𝙞 𝙥𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙩𝙤𝙤𝙝𝙝 𝙧𝙚𝙖𝙜𝙚𝙣 𝙥𝙙 𝙯𝙚𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙖𝙡𝙚𝙭... 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙩𝙪𝙢𝙗𝙪𝙝 𝙙𝙞𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙖𝙨𝙪𝙝𝙖𝙣.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙟𝙜𝙣2 𝙣𝙖𝙩𝙖𝙡𝙞𝙚 𝙟𝙤𝙙𝙤𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙣𝙙𝙧𝙮𝙖𝙣.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙖𝙙𝙖𝙧𝙡𝙖𝙝 𝙖𝙡𝙚𝙭 , 𝙯𝙚𝙣𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙟𝙙 𝙡𝙖𝙥𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙩𝙞𝙢𝙪 𝙪𝙩𝙠 𝙜𝙖 𝙣𝙜𝙚𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙣𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!