NovelToon NovelToon
Script Of Love: The Secret Identity

Script Of Love: The Secret Identity

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Time Travel / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:691
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Dalam permainan naskah ini, siapa yang sedang berakting dan siapa yang benar-benar jatuh cinta?"

Lin Xia hanyalah seorang penulis naskah mystery game yang hidup tenang, sampai suatu malam ia diundang dalam sebuah permainan peran (Script Killing) bertema Era Republik China yang sangat nyata. Di sana, ia bertemu dengan Gu Yan, pria misterius berdarah dingin yang berperan sebagai Kepala Militer.

Masalahnya, Gu Yan bukan sekadar pemain biasa. Ia memiliki identitas rahasia di dunia nyata. Hingga alur permainan tiba-tiba diubah oleh Penulis bayangan yang ternyata Adik Gu jingshen yaitu "Gu Yanran. Saat garis antara naskah dan realita mulai kabur, Lin Xia harus memilih: Mengikuti skenario untuk selamat, atau menulis ulang takdirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Perang Dingin di Parkiran

[Waktu: Senin, 27 April, Pukul 06.00 AM]

[Lokasi: Apartemen Lin Xia, Distrik Bao'an, Shenzhen]

Pagi itu, alarm ponsel Lin Xia berbunyi dengan nada yang sangat berisik. Lin Xia meraba-raba meja samping tempat tidurnya, mencoba mematikan benda itu sambil sesekali menguap lebar. Rambutnya berantakan seperti sarang burung, dan ia masih mengenakan piyama bermotif beruang yang sangat tidak mencerminkan sosok "penulis naskah serius".

"Hari ini... aku harus ke kantor Yanran. Aku harus membuka folder Memory_J_Y itu," gumamnya dengan suara serak.

Ia bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju dapur. Namun, langkahnya terhenti saat ia mendengar suara bising dari arah balkon. Lin Xia mengintip dari balik tirai, dan matanya hampir melompat keluar.

Di bawah sana, tepat di depan pintu masuk gedung apartemennya yang sederhana, terparkir sebuah mobil Rolls-Royce hitam yang sangat ia kenali. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Gu Jingshen berdiri di samping mobil itu, bersandar dengan gaya yang terlalu keren untuk jam enam pagi. Pria itu memegang sebuah kantong kertas dari toko roti ternama dan sebuah buket bunga mawar kecil yang tampak sangat mahal.

"Apa yang dia lakukan di sana?! Ini jam enam pagi!" pekik Lin Xia panik.

Ia segera berlari ke kamar mandi, mencuci muka secepat kilat, dan mencoba menyisir rambutnya yang kusut. Ia tidak ingin terlihat seperti "pisang raksasa" yang layu di depan pria yang kemarin baru saja menyebut naskahnya sampah.

[Waktu: Senin, 27 April, Pukul 06.30 AM]

[Lokasi: Depan Lobi Apartemen, Shenzhen]

Lin Xia keluar dari lobi dengan napas terengah-engah. Ia sudah mengganti piyamanya dengan celana jeans dan kaos putih yang dilapisi jaket denim. Gu Jingshen menoleh, matanya menatap Lin Xia dari ujung kepala sampai ujung kaki.

"Kau lama sekali," ucap Gu Jingshen tanpa basa-basi. Ia menyerahkan kantong roti dan bunga itu ke tangan Lin Xia yang bingung. "Makan ini. Aku tahu kau tidak sempat sarapan."

Lin Xia menatap bunga di tangannya, lalu menatap Jingshen. "Bunga? Di jam enam pagi? Tuan Gu, apakah Anda sedang mengalami gegar otak setelah kejadian kemarin?"

Gu Jingshen berdeham, wajahnya sedikit memerah. "Ini hanya... bentuk apresiasi. Dan aku di sini untuk memastikan kau tidak pergi ke tempat Yanran."

"Sudah kuduga!" Lin Xia mengembalikan bunga itu ke dada Jingshen. "Aku tidak butuh apresiasi atau pengawalan. Aku punya janji penting dengan Yanran untuk sistem permainan itu. Anda tidak bisa melarangku!"

"Aku bisa dan aku sedang melakukannya!" balas Jingshen, suaranya naik satu oktav. "Masuk ke mobil. Kita bicara di kantor."

"Tidak mau! Anda sudah memecat saya, ingat? Saya bebas pergi ke mana saja!" Lin Xia berbalik dan mulai berjalan menuju halte bus dengan langkah cepat.

"Lin Xia! Berhenti!" Jingshen mengejar dan menarik lengan jaket Lin Xia. "Kau keras kepala sekali! Aku hanya ingin melindungimu!"

"Melindungiku atau melindungi ego Anda yang cemburu?" tantang Lin Xia, berhenti mendadak dan menatap tepat ke mata Jingshen.

Keduanya terdiam di tengah trotoar. Beberapa orang yang lewat mulai berbisik-bisik melihat adegan "drama pagi" tersebut. Tepat saat suasana sedang panas-panasnya, sebuah mobil sport berwarna biru terang berhenti dengan suara decitan ban yang keras di samping mereka.

Jendela mobil turun, dan Gu Yanran muncul dengan kacamata hitam dan senyum kemenangan.

"Wah, wah. Ada pertunjukan apa ini? Kakak, kau terlihat seperti penagih hutang yang sedang mengejar mangsanya," ledek Yanran. Ia menatap Lin Xia dan mengedipkan sebelah matanya. "Hai, Lin Xia. Aku baru saja ingin menjemputmu. Ayo naik, aku sudah menyiapkan akses server yang kau minta."

Lin Xia melihat kesempatan emas. "Tentu! Aku akan naik!"

"Jangan berani-berani, Lin Xia!" teriak Jingshen.

Tanpa memedulikan teriakan Jingshen, Lin Xia melompat masuk ke dalam mobil Yanran. Yanran segera menginjak gas, meninggalkan Gu Jingshen dalam kepulan asap knalpot dan bunga mawar yang kini tergeletak di aspal karena terjatuh dari tangannya.

"Yanran! Sialan kau!" umpat Jingshen parau. Ia segera berlari ke mobilnya. "Ah Cheng! Kejar mereka! Jangan sampai hilang!"

[Waktu: Senin, 27 April, Pukul 07.15 AM]

[Lokasi: Parkiran Gedung Yan Technology, Distrik Nanshan, Shenzhen]

Mobil biru Yanran berhenti dengan gaya di depan gedung, diikuti detik kemudian oleh mobil Jingshen yang mengerem mendadak tepat di belakangnya.

Lin Xia keluar dari mobil, merasa sedikit mual karena gaya mengemudi Yanran yang seperti pembalap F1. Jingshen menyusul dengan wajah merah padam, ia berjalan cepat dan langsung berdiri di antara Lin Xia dan Yanran.

"Jangan berani menyentuhnya lagi, Yanran," desis Jingshen.

Yanran hanya tertawa, ia melepas kacamata hitamnya dan menatap kakaknya dengan sinis. "Kau lucu sekali, Kak. Kau bertingkah seolah kau pemiliknya. Padahal di dunia nyata, kau bahkan tidak punya keberanian untuk mengajaknya kencan secara normal."

"Apa kau bilang?" Jingshen menarik kerah kemeja Yanran.

"Hentikan!" Lin Xia berteriak, ia berdiri di tengah-tengah mereka dan mendorong dada keduanya hingga terpisah. "Kalian berdua bertingkah seperti anak TK yang memperebutkan mainan! Aku ke sini untuk bekerja! Untuk data Yanran dan Jingshen yang hilang! Bisa kalian profesional sedikit?!"

Suasana hening seketika. Para karyawan Yan Technology yang baru datang bekerja mulai berkumpul di parkiran, menonton CEO mereka sedang dimarahi oleh seorang wanita mungil.

"Maaf," gumam Yanran pelan sambil merapikan kemejanya.

Gu Jingshen memalingkan wajah, merasa malu karena emosinya baru saja meledak di depan umum. "Aku akan ikut masuk. Aku tidak akan membiarkan kalian berdua sendirian di dalam ruangan itu."

"Terserah! Tapi jangan berisik!" ketus Lin Xia sambil berjalan masuk ke gedung.

[Waktu: Senin, 27 April, Pukul 08.00 AM]

[Lokasi: Ruang Kerja Yanran, Shenzhen]

Di dalam ruangan yang dipenuhi cahaya neon, ketiganya duduk dengan suasana canggung yang luar biasa. Lin Xia di tengah, Yanran di kanan depan monitor, dan Gu Jingshen duduk di sofa sambil terus menatap tajam ke arah tangan Yanran setiap kali ia mendekat ke arah Lin Xia untuk menunjukkan kode.

"Nah, ini dia folder Memory_J_Y," ucap Yanran. "Aku butuh kunci kedua untuk membukanya. Kuncinya ada pada... tanda pengenal biometrik Kakak."

Yanran menoleh ke arah Jingshen. "Kau harus memindai matamu di sini, Kak. Ini memori yang sengaja dikunci oleh Papa saat kita masih kecil."

Jingshen ragu sejenak. "Kenapa Papa menguncinya?"

"Mungkin karena di dalamnya ada jawaban kenapa kau selalu merasa asing di rumah sendiri, dan kenapa aku selalu merasa kau adalah musuh," jawab Yanran dengan nada yang tiba-tiba menjadi serius.

Jingshen mendekat ke monitor. Lin Xia menahan napas. Saat pemindaian berhasil, layar monitor berubah menjadi putih bersih, lalu sebuah video lama mulai terputar.

Dalam video itu, terlihat dua orang anak kecil—Jingshen dan Yanran—sedang bermain di taman Suzhou yang asli. Mereka tampak sangat akrab, tertawa bersama sambil memegang pesawat kertas. Tiba-tiba, suara Tuan Gu terdengar di latar belakang, sedang berbicara dengan seorang dokter.

"Hapus ingatan mereka tentang kecelakaan itu. Aku tidak ingin Yanran tahu bahwa kakaknya, Jingshen, yang menyelamatkannya dari api hingga hampir kehilangan nyawanya. Biarkan Yanran percaya bahwa Jingshen hanyalah anak tiri yang beruntung, agar dia tumbuh dengan ambisi untuk bersaing. Persaingan akan membuat perusahaan kita kuat."

Lin Xia menutup mulutnya dengan tangan, air mata mulai menggenang. Jingshen terpaku, seluruh tubuhnya gemetar. Ternyata selama ini, kebencian Yanran dan rasa terasing Jingshen adalah hasil manipulasi ayah mereka sendiri demi "kekuatan perusahaan".

"Jadi... kau menyelamatkanku?" bisik Yanran, menatap Jingshen dengan wajah pucat. "Luka di bahumu yang kau bilang karena kecelakaan sepeda... itu karena api saat menyelamatkanku?"

Jingshen menatap tangannya yang gemetar. "Aku tidak ingat... tapi sekarang, rasanya semua potongan puzzle itu masuk ke tempatnya."

Tiba-tiba, pintu ruang kerja terbanting terbuka. Ah Cheng masuk dengan wajah panik.

"Tuan Gu! Tuan Besar (Papa) sedang menuju ke sini dengan tim keamanan! Beliau tahu Anda membuka folder rahasia itu!"

Lin Xia berdiri dengan berani. "Kita tidak akan lari. Kita akan menghadapi ini bersama. Naskah ini... hidup ini... harus diselesaikan dengan kebenaran."

Gu Jingshen menatap Lin Xia, lalu menatap Yanran. Untuk pertama kalinya, ia meraih tangan adiknya dan meremasnya kuat. "Maafkan aku karena tidak mengingatnya lebih cepat, Yan."

Yanran tersenyum pahit, namun ada kelegaan di matanya. "Jangan minta maaf, Kak. Harusnya aku yang minta maaf karena hampir membunuh pahlawanku sendiri."

Di tengah ketegangan itu, Lin Xia mendongak. "Oke, momen mengharukan selesai. Sekarang, bisakah kita memikirkan bagaimana cara agar kita tidak diseret pulang dan dikurung oleh ayah kalian yang super otoriter itu?"

Komedi di tengah drama, cinta di tengah persaingan. Pagi di Shenzhen itu baru saja mengungkap bahwa musuh yang sebenarnya bukanlah naskah yang rusak, melainkan rahasia yang terkubur terlalu dalam.

...****************...

1
Celine
Keren Author
Ika Anggriani
serem juga😭
Agry
/Hey/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!