XANDER FAMILY SERIES #1
[ Jangan lupa dukungannya dengan Follow, Like, Vote dan Komennya ya! dukung terus cerita ini✔ ]
[ Cerita tamat! Revisi hanya part 1-5 sisanya gak niat di revisi ]
[ Masih banyak kesalahan karna ini novel pertama! mohon kritik dan sarannya di kolom komentar jika menemukan kesalahan dalam tulisan ]
Maura Natalie
Perempuan beparas cantik itu memiliki kehidupan yang penuh lika-liku. Banyak drama yang ia lewati dengan segenap hati. Ia pun kadang mengeluh dengan takdir yang Tuhan berikan, entah apa yang direncanakannya. Hanya waktu yang dapat menjawab itu semua.
Banyak yang menatapnya remeh termasuk Ibu Tiri dan juga Adik Tirinya. Ayah kandungnya pun lebih berpihak pada sang Ibu Tiri, membuatnya semakin hari semakin terpuruk.
Tanpa diketahui semuanya, ia mencoba untuk bangkit. Bermodalan dengan bakat terpendamnya dan menutup semuanya dengan rapat-rapat.
Seketika Ayahnya menyuruhnya untuk menemui seorang pria dan pria itu menjelaskan tentang apa yang terjadi dengan sang Ayah.
Akankah ini awal takdir Maura bahagia? atau malah sebaliknya?
SELAMAT MEMBACA❤
Coppyright 2020
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EvaNurul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon mertua
Rara berjalan keluar kamar sembari membawa tas yang berisi barang barangnya, ia menatap semua orang yang berada di depannya dengan pandangan tersedu.
Kenzo yang melihat Rara membawa tasnya itu pun mengerti "Hans bawakan tas tasnya"
Hans yang mendengar perintah itu hanya mengangguk, ia berjalan kearah Nona nya dan membawa tas yang dipegang Rara, Rara pun mengucapkan terimakasih kepada Hans.
"Pah Mah, aku pamit" Itu yang diucapkan Rara, Walaupun tadi ia kecewa, namun Rara masih tetap menganggap bahwa kedua orang ini adalah orangtuanya.
David yang mendengar itu hanya menatapnya dengan pandangan menyesal entah beneran atau hanya pura-pura ia tidak tau dan tidak mau tau yang jelas Rara masih menyayangi mereka dengan segenap hati.
Rara berjalan menuju tempat dimana ayahnya berdiri "Pah ak..u bo..leh gaa pel..uk papa untuk pertama da..n terak..hir kali"
David hanya diam ia tidak mengeluarkan sepatah katapun ketika melihat anak kandung yang ada didepannya memohon untuk memeluknya, Rara yang melihat tidak ada jawaban dari sang ayah itu tetap memeluknya, ia bahagia ketika ayahnya itu tidak mendorong atau melepaskan pelukannya.
Setelah memeluk, Rara pun menyalami kedua orang tuanya Lalu berjalan kearah Tuan muda yang ada didepannya.
"tu..an muda"
Kenzo yang mendengar itu lantas memegang tangan Rara dan berjalan tanpa berbicara sepatah katapun kepada David dan juga Ratna.
Rara dan juga Kenzo melangkahkan kakinya kearah mobil mewah yang terparkir dihalaman rumah David.
"Masuk" ucap dingin Kenzo
Udah berubah aja ni orang
"Iya" Rara pun masuk kedalam mobil dan duduk disamping tuan mudanya.
"Hans jalan"
"Baik tuan"
Mobil Kenzo melaju keluar dari halaman rumah David diikuti mobil-mobil dibelakangnya.
Ratna yang melihat mobil itu sudah hilang dari pandangannya pun tersenyum, ia sudah mengeluarkan anak gatau diuntung itu dari rumah ini, ia tersenyum penuh akan kemenangan. Lain hal nya dengan David entah mengapa setelah Rara melepaskan pelukannya ia merasakan kehilangan yang mendalam di hatinya.
Tiba- tiba Nindi masuk kedalam rumahnya itu sembari membawa tas kuliahnya dan juga tas belanjaannya "Pahh mahh ini ko pada diluar? nungguin Nindi ya? hehehe"
David yang melihat anak kesayangannya itu pulang dari kuliahnya hanya tersenyum "Kamu dari mana sayang?"
Nindi duduk diruang tamu tersebut dan menunjukan beberapa sepatu yang dia beli tadi sepulang kuliah.
"Belanja sepatu, bagus kan pah?" ucap Nindi senang ia tadi pagi mendapatkan uang jajan lebih dari papah tirinya.
"Wah bagus banget, ko mamah ga dibeliin sihh" timpal Ratna ketika melihat sepatu yang dibeli Nindi.
"Aku ga bawa uang lebih mah, besok minta uang lagi yaa pah, ada yang aku mau beli"
"Uang yang papah kasih kekamu habis? itu kan papah kasih buat seminggu, ini baru satu hari dan kamu udah minta lagi?" ucap David ketika mendengar anak tirinya itu meminta uang lagi.
"Duit 4 juta mana cukup sih Pah buat seminggu! Nindi tuh pengin punya barang-barang baguss kayak temen-temen aku" Setelah mengucapkan itu Nindi berjalan menuju kekamarnya dengan menghentakan kedua kakinya.
"Udah sih pah, kasih aja sama anak sendiri juga" sahut Ratna kepada suaminya itu.
Itu anak kamu, bukan anak aku.
♣
Sepanjang jalan Rara hanya mengalihkan pandangannya kearah luar jendela, ia kecewa dengan papahnya yang semudah itu membayar hutangnya dengan anak kandungnya sendiri, Rara merasa bahwa dirinya tidak ada harga dirinya sama sekali didepan laki-laki kejam ini.
Drtt!Drtt!
Ratna merasa jika ditasnya ada yang bergetar, ia mengambil benda yang ternyata hpnya itu.
Aisyah is calling...
Ratna melihat ada sambungan telepon dari aisyah, ia pun beralih menatap Kenzo, yang ditatap pun ternyata sedang fokus kearah layar depan ponselnya. dengan segera Rara mengangkat telepon tersebut.
"Hallo"
"....."
"Duh, nanti malem ya, kayaknya aku gabisa Syah ini soalnya ada urusan" ucap Rara tidak berbohong karna memang dia sekarang ada urusan dengan lakilaki yang berada disampingnya.
"....."
"Iya, walaikumsalam"
Rara pun menutup sambungan telepon itu dan memasukkan hp nya kedalam tasnya.
"Siapa? karyawan butik kamu?"
Rara yang mendengar itu pun tersentak kaget, ia kaget karna suara itu dan ucapan Kenzo tentang butik nya.
Apa dia tau?
Kenzo yang melihat tatapan kaget dari wanita disampingnya itu hanya terkekeh "Rara rara kamu lupa siapa saya hm?"
Aku lupa kalo dia bisa tau segalanya!
"Kau! tidak sopan mencari informasi pribadi seseorang" ucap Rara dengan marah, namun orang yang didepannya itu malah terkekeh.
"Aku kan hanya mencari informasi tentang calon istri ku" jawab Kenzo dengan santai tanpa mengalihkan pandangannya dari Rara.
"Tetap aja tidak sopan!" bentak Rara
"Kau beraninya membentak ku!"
Rara yang mendengar itu pun terdiam, ia menatap takut Kenzo. "M..aaf"
Kenzo yang mendengar itu hanya terdiam, ia mencoba meredam amarahnya, berani sekali perempuan ini membentaknya namun Kenzo masih memiliki akal untuk tidak melukai Rara.
Mobil itu pun tiba didepan rumah mewah bergaya klasik ini, Rara melihat kearah pemandangan yanga da didepannya.
Besar sekali
Rumah itu lebih besar dari rumah yang ditinggali nya dulu, ia menatap kagum rumah bergaya klasik itu.
Kenzo pun turun dari mobil dan diikuti Hans yang membukakan pintu untuk nona nya itu.
"Nona?" Rara yang mendengar itupun tersenyum dan turun dari mobil.
Kenzo berjalan sembari menggandeng tangan Rara, Rara yang merasa tangannya dipeganggang itupun tidak berbicara apa-apa , ia hanya berjalan mengikuti pria yang ada didepannya.
Ketika memasuki rumah, Rara masih memandang penuh kekaguman rumah ini, ternyata berita yang terdengar tentang betapa kayanya pemilik Xandercrop ini benar-benar nyata.
"Kenzo sayang! kau pulang" Rara mendengar ada seorang perempuan yang menyapa Tuan muda nya ini.
Sekarang ia berada diruang tamu yang tidak jauh dari pintu utama, ia menatap siapa yang berbicara tadi, entah mengapa sekarang Rara merasa deg-deg an sekaligus takut.
"Hm"
Rara terkesima melihat wanita cantik yang didepannya, Apa ini istri dari tuan Kenzo?
Cantik sekali, tadi ia memanggil lakilaki ini dengan sebutan sayang, apa dia istrinya? terus kenapa laki-laki ini mau menikahiku, apa aku dijadikan istri kedua?!
"Loh, dibelakang kamu siapa?" ucap perempuan itu ketika melihat bahwa Kenzo tidak sendirian.
"Calon istri aku mom"
Hah? mom? jadi perempuan ini ibunya?
Puspita lia xander yang biasa dipanggil dengan sebutan Lia itu sudah memasuki kepala 4 ia adalah nyonya Xander, Lia adalah istri dari Georgi AleXander yang tak lain adalah ayah kandung Kenzo.
Lia menatap dari atas sampai bahwa perempuan yang ada disamping anaknya itu. yang dipandang pun mengikuti arah pandangannya.
Apa aku keliatan aneh ya pakai baju ini?
Rara masih mengenakan dress yang diberikan Kenzo pada waktu itu.
Lia berjalan mendekati calon menantunya itu dengan pandangan yang sama seperti tadi. Rara yang melihat itu pun tertunduk, ia sekarang benar-benar takut, tanpa Rara sadari tangannya itu memengang erat tangan Kenzo yang masih digenggam sejak tadi.
Sesampainya didepan Rara, Lia menatap binggung kenapa perempuan ini malah menunduk "Siapa namamu"
Rara pun menatap orang yang ada didepannya.
"M..aura Natalie"
"Marga mu Natalie?" tanya Lia
"Bukan tapi san..toso" ucap gugup Maura, ini baru pertama kalinya ia mengakui Marga ayahnya itu.
"Ohh, Kenapa tidak disebutkan?"
Kenzo yang mendengar itu terdiam, ia hanya menatap Rara tanpa mau membantunya menjawab pertanyaan dari ibunya.
"Emm" Rara binggung harus menjawab apa, apa dia harus menjawab bahwa ayahnya itu tidak menganggap nya anak jadi tidak diberikan marga sang ayah?.
"Kau yakin memilih wanita ini jadi calon istrimu?"
▫▫▫▫▫▫
Lanjut?
tinggalkan saran ad like nya yaa, Tengkyu suportnya!😘
*rara tidak peduli perasaan suaminya dia dengan enteng melawan kata2 suaminta tapi dengan lelaki lain dia begini peduli bahkan lelaki itu berbuat jahat saja dia sok pengertian dan sedih
dan parahnya novel ini malah membenarkan kelakuan rara
miris
kosakata nya juga baik dan alur cerita nya tidak fullgar dibagian yg untuk 17+ 🤭👍
semangat terus ya author 💪🥰 dengan cerita nya yg lain ...