Kayla terpaksa menjadi pengantin pengganti akibat ulah dari Kakaknya Silvira yang melarikan diri dari pernikahannya sendiri.
Lantas bagaimakah Kayla menjalani perannya sebagai istri dari Adrian, Pria egois juga angkuh dan bagaimana jugakah Kayla menjalani perannya menjadi ibu sambung dari Miya putri Adrian yang amat menyebalkan serta berlaga layaknya sudah dewasa padahal Miya sendiri masih bocah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 7
*Sebelum membaca jangan lupa tekan like dan tinggalkan komentar.
Mohon dukungan Vote*-nya juga ya.
Happy Reading**!
Selain melayani pelanggan Kayla juga memasak membuatkan pesanan di pantry kafe tempatnya bekerja. Jelas saja dari hal ini ucapannya pada Adrian tadi pagi adalah kebohongan mengingat dia juga salah satu juru masak di kafe.
Sebenarnya omongan Kayla soal dirinya yang tidak pandai memasak bukanlah sengaja untuk membohongi Adrian tapi dia melakukan agar Pria itu berhenti protes dan mengoceh. Adrian saja yang menanggapinya serius bahkan mengeluarkan ucapan yang menyinggung Kayla.
Ouchhh,
Kayla yang melamun tidak sengaja memegang wajan panas hingga membuat jarinya melepuh.
'Ini gara-gara Pria menyebalkan yang anggkuh yang kelewat bawel itu. Huhh... Kenapa aku terus-terusan memikirkannya?? Bahkan aku jadi tidak fokus begini.' Batin Kayla.
"Heyy sayang kau kenapa? Astaga Key jari tanganmu terluka." Anggie sahabat Kayla sekaligus pemilik kafe tiba saja menghampiri Kayla.
"Tidak perlu secemas itu Anggie, jari tanganku tidak apa, hanya tidak sengaja mengenai wajan panas sedikit terasa panas. Dan ya.. Kumohon hentikan memanggilku dengan sebutan sayang."
"Jangan banyak protes ini harus segera kita obati. Kalau tidak nanti bisa infeksi." Anggie menyeret Kayla masuk keruangannya lantas dia pun mengobati luka Kayla dengan telaten.
Setelah jari tangannya diobati oleh Anggie, Kayla menatap tidak yakin pada jarinya yang di lapisi oleh perban.
"Benarkah luka bakar diobati seperti ini?" Tanya Kayla diselimuti keraguan.
"Tentu saja, kau jangan ragu!! Aku ini istri seorang dokter Kayla." Jelas Anggie dengan bangga.
"Jadi kau sudah mengakuinya kalau seorang Gibran Malik Abinaya, Dokter ganteng dan sangat keren itu adalah suamimu?"
"Sudahlah Key, jangan bahas Pria banyak aturan itu, gak boleh ini, gak boleh makan itu. Kau tahu dia itu membuatku jadi ingin mengamuk setiap saat. Lebih baik kita bahas Adrian calon Kakak Ipar yang kau benci tapi kini dia jadi suamimu.. Hm bagaimana malam pertamanya?"
"Hal menarik apa dari malam pertama hingga kita harus membahasnya? Sudahlah aku ingin bekerja kalau tidak nanti karena keasikkan mengobrol gajiku kau potong."
"Baiklah begini saja, kalau kau cerita tentang malam pertamamu. Gajimu akan aku tambah."
"Deal."
"Deal, sekarang ceritalah.."
Kayla menyandarkan dirinya ke sofa yang dia duduki. "Bagian mana yang ingin kau tahu Nggie?"
"Seberapa hot Adrian si duda incaran dedek gemes itu? Berap..." Kayla memotong ucapan Anggie sebab tidak terima dengan perkataannya yang mengatakan Adrian duda.
"Adrian bukan duda, dia punya istri yaitu aku." Jelas Kayla dengan wajah sebal.
"Ok, Adrian bukan duda tapi suamimu. Sekarang coba ceritakan."
"Tidak ada yang hot seperti ucapanmu." Pikiran Kayla tidak sejalan dengan ucapannya tiba saja melayang pada kejadian dimana Adrian keluar dari kamar mandi dalam keadaan setengah telanjang dan itu membuatnya emmm entahlah, itu sedikit sulit dijelaskan.
"Kami hanya tidur, bangun dan pagi tadi sarapan bersama."
Anggie kehilangan semangatnya. "Ck, kau masih gadis. Huhh tidak seru, penonton kecewa." Ungkapnya
Anggie melirik jam tangannya. "Ucapanku menambah gajimu, aku tarik. Ck, ceritamu mengecewakan."
"Janjinya manis amat tadi, aku jadi terinfeksi diabetes." Sindir Kayla sambil beranjak. "Sudalah lebih baik aku mengerjakan pekerjaanku.."
"Kau masih mau melanjutkan kegiatan memasakmu yang tadi?"
"Tentu saja. Kenapa?"
"Ini sudah jam pulangnya Miya. Kalau kau tetap melanjutkannya dan masih disini siapa yang menemani Miya di rumah." Beritahu Anggie.
Sebelumnya Kayla memang tidak pernah bekerja sehari penuh di kafe. Kalau sebelumnya itu dikarenakan dia masih kuliah, kini karena kewajibannya sebagai istri dan ibu dan tentu saja Anggie menyetujuinya.
"Terima kasih sudah memberitahuku, hampir saja lupa."
"Sudah sana pulangkah.. Jangan biarkan putrimu menunggu hingga kesepian. Aku memang baik, sahabatmu yang sangat baik."
Kayla hanya terkekeh mendengar Anggie memuji dirinya sendiri. Sahabatnya satu itu memang kelewat percaya diri.
•••
TO BE CONTINUED
21-02-2020