NovelToon NovelToon
Cinta Yudha

Cinta Yudha

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: andrea82

Yudha Tama Dewantara adalah seorang tentara, tak banyak yang tahu dia sebenarnya, selain menjadi Abdi Negara, Yudha adalah keturunan seorang pembisnis yang sukses, dia menolak mengelola bisnis keluarganya karena statusnya sebagai abdi negara, karena kisah cinta masa lalunya yang kelam, membuat dia sangat selektif memilih pasangan hidupnya, dan takdir mempertemukan nya dengan wanita bernama Yasmin.
Wanita yang cantik, pintar dan dermawan, mempunyai keahlian yang sama dengan Yudha di Ilmu Pemetaan dan akhirnya mereka menikah, karena sebuah kesalah pahaman Yudha merasa kecewa dan marah pada Yasmin Yudha memilih mempercayai kebohongan sahabatnya yang bernama Claudia daripada istrinya sendiri. Ketika Yudha mengetahui kebenarannya, dia sangat menyesal. Ketika Yudha ingin memperbaiki semuanya, Yasmin dinyatakan hilang dalam sebuah kecelakaan dan yang tersisa hanyalah penyesalan tak berujung.

Apakah Yasmin masih hidup ? dan jika Yasmin masih hidup akankah Yudha dan Yasmin bisa bertemu kembali dan bersatu sebagai suami istri lagi ?

Penasaran ?, ikuti terus kisah nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andrea82, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 07. Permintaan Bunda

Selamat Membaca

Setelah pulang dari kampus Yasmin segera memasuki rumahnya. tak lupa Yasmin mengucapkan salam sambil memangil bundanya

"Assalamualaikum, Bunda !"

"Waalaikumsalam," terdengar jawaban dari dalam rumah.

"Eh, Anak Bunda, dah pulang, gimana kuliahnya?" tanya bunda Yasmin.

"Alhamdulillah, Bund semua lancar kok," jawab Yasmin.

"Kamu sudah makan belum, Yas?, soalnya kamu tadi 'kan dari sekolahan langsung ke kampus," tanya bundanya.

"Sudah kok, Bund, tadi Yasmin sudah makan di warung dekat kampus".

"Ya sudah kalau begitu kamu langsung mandi aja biar seger. Sholat Ashar sekalian terus istirahat, kamu pasti capek," perintah bundanya Yasmin.

"Ya Bund, tapi Bunda juga harus banyak istirahat jangan kecapean," ucap Yasmin.

Bunda Yasmin yang mendengar perkataan anak perempuannya hanya tersenyum sambil membelai kepala Yasmin yang tertutup hijab.

Yasmin segera berlalu, dia berjalan memasuki kamarnya. Yasmin langsung merebahkan tubuhnya di kasur, rasanya hari ini sangat melelahkan baginya. Mengajar enam jam dan langsung berangkat ke kampus. Mata Yasmin menatap langit - langit kamarnya, pikirannya melayang entah kemana. Dia merasakan perih di hatinya, melihat senyum bundanya yang lembut tadi. Membuat Yasmin tak bisa membayangkan kalau sampai hal buruk terjadi pada bundanya.

"*Y*a Allah, aku sangat menyayangi bundaku, rasanya aku tak bisa hidup tanpa bunda di sisiku, jangan ambil bundaku sekarang Ya Allah. Aku belum bisa membahagiakan bundaku, bundaku belum melihat aku menikah dan melahirkan anak-anakku," batin Yasmin, tak terasa bulir bening keluar dari sudut matanya.

Setelah mengistirahatkan sejenak tubuhnya. Yasmin langsung ke kamar mandi, setelah selesai membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian, Yasmin langsung melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim yaitu menunaikan sholat Ashar. Setelah sholat Yasmin keluar kamar dan mencari bundanya.

"Bunda, bunda dimana?" teriak Yasmin mencari keberadaan sang bunda.

"Bunda di dapur, Nak!" jawab bundanya Yasmin.

"Bunda sedang ngapain sih sudah dibilangin jangan kecapean," ucap Yasmin khawatir dengan bundanya.

" Bunda nggak apa-apa, Yas, cuma masak tumis kangkung sama goreng tahu," jawab mama Yasmin sambil tersenyum menenangkan.

"Sudah biar Yasmin yang nerusin masaknya, Bunda mandi dan langsung istirahat, tapi ngomong ngomong ayah mana, Bund ?" tanya Yasmin.

"Ayahmu sedang keluar sebentar, katanya ke rumah om Darman mau ambil pohon jeruk purut," jawab bunda Yasmin.

Yasmin langsung mengambil alih masakan bundanya. melihat anaknya mengambil alih masakannya, Bunda Yasmin segera pergi meninggalkan dapur menuju kamar mandi.

Setelah selesai membersihkan diri, Bunda Yasmin menghampiri anaknya di dapur.

"Sudah selesai, Yas masakannya?" tanya Bunda Yasmin.

"Sudah, Bund tinggal naruh di piring," jawab Yasmin sambil menuangkan tumis kangkung ke dalam piring.

"Kalau sudah, duduk sini Bunda mau bicara!" ucap bunda Yasmin

"Ya Bund," jawab Yasmin singkat

"Duduklah!, ada hal yang ingin bunda sampaikan padamu, Nak !."

"Bunda mau bicara apa serius banget kelihatannya," tanya Yasmin menyelidik

"Nak, kamu Putri Bunda satu-satunya dan kamulah yang paling perhatian dengan Bunda di banding saudaramu yang lain. Kamu sudah banyak berkorban untuk kami, kini saatnya kamu bahagia, coba pikirkan kebahagiaanmu sendiri," ucap bunda Yasmin sambil menggenggam tangan putrinya.

"Apa maksud Bunda?, Yasmin bahagia kok, masih ada ayah dan bunda di sampingku, ayah bunda lah sumber kebahagiaanku," ucap yasmin dengan mata berkaca - kaca.

"Yasmin, Sayang, Bunda tahu kamu mengkhawatirkan penyakit Bunda. Tapi jangan sampai kamu mengabaikan kebahagiaanmu sendiri, menikahlah!, segera carilah pasangan hidupmu, jika umur Bunda tak lama lagi, Bunda ingin melihat kamu menikah.

Deg

Mendengar permintaan sang bunda jantung Yasmin rasanya ingin berhenti berdetak dan dunia ini rasanya berhenti berputar. Yasmin tidak menyangka bundanya akan berbicara seperti itu, mengajukan permintaan aneh menurutnya.

"Bunda kenapa bilang gitu?, bukannya Yasmin tidak ingin menikah tetapi bunda tau sendiri Yasmin nggak pernah dekat dengan pria manapun. Lagian, siapa sih pria yang mau sama Yasmin. Yasmin masih pingin sama bunda dan ayah, aku pingin jagain kalian," ucap Yasmin sendu.

Mendengar penuturan sang putri, Bunda Yasmin dengan nafas berat membelai kepala putrinya merasa sangat sedih.

"Kamu jangan bilang begitu, kamu sadar nggak?, kamu itu cantik, pintar, sholehah, gemati ( penuh kasih sayang dan pengertian ) sama orang tua, beruntunglah nanti yang akan menjadi suamimu dan mertuamu, Nak."

Mendengar perkataan bundanya Yasmin tersenyum malu.

"Ah, Bunda bisa aja," ucap Yasmin malu.

Dua wanita beda usia pun terus berbincang sambil sesekali tertawa penuh kehangatan, aktifitas merekapun terhenti ketika mendengar suara salam.

"Assalamualaikum," ucap pak Danu

"Waalaikumsalam," jawab Yasmin dan Bundanya bersamaan.

"Ayah sudah pulang?" ucap Yasmin.

Pak Danu yang melihat putrinya sudah di rumah, langsung tersenyum dan menghampiri Yasmin.

"Iya, Ayah sudah pulang, kamu sendiri kenapa sore baru pulang ?" tanya balik pak Danu pada Yasmin.

" Maaf Yah, tadi dosen pengampu jam terakhir terlambat datang, jadi nunggu agak lama," bohong Yasmin, karena jam kuliahnya berakhir pukul dua siang. Yasmin pulang sampai sore karena dia sibuk menenangkan diri atas masalah penyakit bundanya.

"O, begitu, syukurlah kalo cuma itu masalah kamu pulang sore, Ayah hanya kasihan sama kamu aja, Nak, harus kerja sambil kuliah," ucap pak Danu.

"Ayah jangan khawatir!, aku bisa mengatur waktuku, memang akhir-akhir ini Yasmin agak sibuk mengejar mata kuliah semester ini agar bisa segera bisa mengajukan proposal buat skripsi," jawab Yasmin memberikan penjelasan pada ayahnya agar tidak terlalu mengkhatirkannya.

"Kata Bunda, Ayah dari rumah om Darman ambil pohon jeruk purut. Memang mau buat apa yah?" tanya Yasmin melihat ayahnya pulang membawa dua pohon jeruk nipis yang masih kecil.

"Buat di tanam di belakang rumah itu permintaan Bunda mu katanya pingin tanaman jeruk purut sendiri, biar kalau masak masakan yang pakai bumbu jeruk purut bisa petik sendiri," jawab pak Danu.

Pak Danu langsung berjalan ke belakang rumah dan meletakkan dua pohon jeruk purut ke dekat kran air di pojokan rumah. Setelah menaruh pohon jeruk purut Pak Danu mencuci tangan dan kaki lalu berjalan ke arah istri dan anaknya duduk di ruang makan.

"Kalian habis mengobrol ?" tanya pak Danu.

"Iya Yah, lagi ngomongin masa depan Yasmin," jawab bu Ratna bundanya Yasmin.

"Masa depan, Yasmin, maksudnya?" tanya pak Danu bingung dengan perkataan istrinya.

"Begini,Yah, maksud Bunda usia kita sudah tidak muda lagi. Apa lagi dengan kondisi Bunda yang semakin menurun karena penyakit ini. Bunda ingin melihat Yasmin berbahagia dengan pasangan halalnya. Bunda meminta Yasmin segera menikah Yah," jawab istrinya.

"Apa!, menikah!"seru Pak Danu kaget mendengar penuturan istrinya.

"Memangnya, Yasmin, sudah punya calon?, selama ini Ayah lihat Yasmin tidak dekat dengan laki-laki manapun," ucap pak Danu.

"Ya belum ,Yah, tapi kalau Yasmin belum punya calon ya usaha lah gimana biar segera dapat calon suami," jawab bu Ratna.

Yasmin yang mendengar orang tuanya membicarakan nasib cintanya hanya bisa diam, karena dia sendiri tahu harus berkomentar apa.

Bunda, Bunda, memangnya cari calon suami itu seperti beli kacang di pasar, disembarang tempat ada yang jual," ucap ayah Yasmin kesal.

"Sudah-sudah nggak usah bahas jodoh Yasmin. Ayah dan Bunda berdoa saja semoga jodoh Yasmin segera datang, nggak usah di cari, apa lagi dibeli karena nggak ada yang jual jodoh," Yasmin menimpali dengan nada sedikit kesal.

Mendengar perkataan putrinya, ayah dan bunda Yasmin malah tertawa.

"Hahaha, baiklah, Nak, jangan khawatir doa terbaik kita selalu untukmu," ucap pak Danu pada Yasmin.

Jangan lupa like and vote nya ya Readers

Terima kasih

Bersambung....

1
Ros_10
tim baca ulang😄
kusni ati
Terharu
kusni ati
detik² om yudha sedih
kusni ati
haha
kusni ati
detik² kesedihan melanda om yudha
linda
bagus👍
Moh Rifti
semangat...
Oma Umi
aku kasih kado bunga buat axka dan bunda
Oma Umi
horreeeee..... segerakan....
Oma Umi
ya berbunga- bunga dak tak kirim
Ayu Syalwa
Kecewa
Ayu Syalwa
Buruk
Oma Umi
aku aja ingat.. masa' pak tentara nggak..
Enung Samsiah
doa apakah dihati dr fahmi??? jdi pinisirin,,
Enung Samsiah
waah bahagia nyaaa,,, bikin satu dapat 3,,,,
Enung Samsiah
dinda kalau nggk jujur ntar pas raka pulang dah lahiran, terus raka bisa salah faham,,
Enung Samsiah
ampunnn,,, bikin surser,,panas dinginnnn,,, mana suami mana suamiiiiiii???????
Nabila Petta
Luar biasa
Sarita
lebay ama di ewe sampe ga bisa bangun
Enung Samsiah
jlebbbb,,,,, rasain nyesekkaannn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!