Ini adalah kisah seorang pengusaha sukses yang bernama Aryan Bram Wijaya, yang menyamar sebagai pelayan Restoran untuk mengejar cinta seorang wanita cantik.
Karena ia ingin mencari wanita yang benar benar tulus mencintainya, bukan cinta dengan hartanya saja.
Sampai pada akhirnya ia bertemu dengan wanita karir yang cantik yang bernama Calista Mahendra, mereka sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama.
Wanita itu sangat mencintai Aryan tanpa memandang statusnya yang hanya sebagai pelayan.
Tapi disisi lain Louis Mahendra ayah Calista sangat tidak menyukai pelayan tersebut, dia tidak mau kalau anaknya hidup susah dengan lelaki yang tidak tepat.
Akankah cinta mereka berakhir bahagia? ikuti terus ceritanya ya.
mohon dukungannya semua.🙏🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Sinar mentari mulai menampakkan cahayanya dari ufuk timur, orang orang pun sudah mulai di sibuk kan oleh aktivitas masing masing.
Di kediaman wijaya
Para pelayan pun mengerjakan pekerjaan masing-masing.
Seperti biasanya Aryan sudah bangun pagi pagi, tapi tidak langsung mandi. Dia meminta pelayan untuk membuatkan teh hangat dan menikmatinya di atas balkon depan kamar.
Tiba tiba ponselnya berdering, Aryan pun meletakkan cagkir teh nya di atas meja dan menghampiri ponselnya yang di atas ranjang, lalu dia pun menggeser tombol hijau.
"Selamat pagi tuan" terdengar suara lelaki di sebrang sana.
"pagi Thomas, ada apa? " tanya aryan
"Maaf tuan, saya mau menyampaikan hari ini meeting di undur jam 10, tadi klien kita menelfon"
"Baiklah urus semua keperluan nya, nanti kamu jemput saya sekitar jam 9 ya" Ucap Aryan.
"Baik tuan" Ucap Thomas kemudian memutuskan sambungan telfon nya.
tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu, lalu Aryan pun segera membukakan pintu.
"Aryan sarapan dulu, sarapan nya sudah siap hari ini kamu ada meeting kan" Ucap Calina.
"Iya nanti aku menyusul, aku mau mandi dulu" Dengan nada rendah kemudian Aryan langsung menutup pintu kamarnya, dan langsung bergegas untuk mandi.
"Dasar anak tidak tau sopan santun, belum selesai langsung menutup pintu".Gumam Calina dalam hati, dan masih di depan pintu kamar Aryan.
Lalu terdengar suara pintu kamar yang bersebelahan dengan kamar Aryan, dan keluar lah Arnes.
"Arnes ayo sarapan dulu, papah juga mau bicara sama kamu" Ajak mama Calina.
"Maaf mah arnes buru buru, nanti arnes makan di luar saja" Ucap Arnes dan langsung beranjak turun.
Ketika Arnes sudah sampai di bawah kemudian dia bertemu dengan papahnya.
"Arnes apa kamu gak mau sarapan dulu? sekalian papah mau bicara sama kamu tentang perusahaan papah" Ucap papah.
"Maaf pak, Arnes buru buru. permisi pak" Arnes pun langsung beranjak keluar.
"Pah maafin Arnes ya mungkin dia belum siap bekerja di perusahaan papah" Ucap mamah sambil turun dari tangga.
"Iya mah tidak apa apa, ayo kita sarapan dulu mah"
Mereka pun menuju ke ruang makan dan memulai sarapan. Setelah mereka selesai sarapan Aryan baru turun dari kamarnya dan menuju ke ruang makan menghampiri mereka.
"Pah aku berangkat dulu ya" Ucapnya, kemudian dia hanya meminum susu yang sudah di siapkan di meja.
"Kamu gak sarapan dulu?" Tanya papah.
"Gak pah nanti aku makan di luar saja, soalnya aku buru buru pah ada meeting, ya udah aryan pamit ya pah". Kemudian dia menjabat tangan papahnya dan mencium punggung tangannya, tapi tidak dengan calina, lalu dia pun langsung beranjak pergi.
Di halaman rumah Aryan sudah di tunggu oleh thomas.
"Selamat pagi tuan, silahkan masuk" Ucap Thomas dengan hormat, kemudian membukakan pintu mobil nya.
"Iya Thomas sebentar ya" Dia menengok ke kanan dan ke kiri seperti sedang mencari sesuatu.
"Pak Marco! bisa kesini sebentar?" Panggil aryan kepada pak Marco asisten pribadinya papah, yang kebetulan keluar dari rumah.
"Iya tuan kenapa ada yang bisa saya bantu? " Ucap Marco mendekati Aryan.
"Kamu gak lagi sibuk kan,gak ada pekerjaan dari papah? "
"Tidak ada tuan"
"Ya sudah kalo begitu saya minta tolong kamu bawain motor itu ke kantor saya ya" Ucap Aryan sambil menunjuk motor Jery yang sudah terparkir di halaman rumah.
"Loh untuk apa tuan? itu kan motor_" Belum selesai bicara Aryan pun langsung memotongnya.
"Tidak apa apa pak turuti saja permintaanku" Ucap Aryan.
"Iya baik tuan saya akan mengikuti keinginan tuan". Lalu mereka pun berangkat menuju ke kantor di ikuti oleh pak Marco yang membawa motor Jery.
Sesampainya di kantor, iya pun langsung turun dari mobilnya.
"Ini tuan motornya di taruh dimana". Tanya Marco.
"Di parkirkan saja di tempat parkir sepeda motor pak, bapak boleh pulang atau nanti menunggu kita selesai meeting biar thomas yang antar" Ucap Aryan.
"Tidak usah tuan saya pesan taxi online saja, ya sudah saya permisi dulu ya tuan, mari" .Pak marco pun pulang.