NovelToon NovelToon
Mutiara Hati

Mutiara Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:10.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mitha Rhaycha

Nidia seorang gadis yg cerdas dan mudah bergaul yang hidup disebuah kota kecil. dia juga ramah dan perhatian terhadap orang-orang yang ada disekitarnya. meski kecantikannya dianggap rata-rata, tp dia banyak disukai karena kepribadiannya.
suatu ketika, dia memilih meninggalkan kampung halaman karena pria yang bertunangan dengannya selama setahun, menghamili temannya sendiri.
orang tua Sopian tunangannya itu, memaksa Sopian untuk tetap menikahi Nidia dan hanya memberikan biaya saja kepada anak yg dikandung Sopian dr wanita lain. tapi Nidia menolak. dia tidak mau menikah lagi dengan pria yg nyata-nyata tidak setia bahkan sebelum menikah.
kisah hidupnya dimulai saat dikota besar, meski dia hanya berharap mampu menjalani hidup yang sederhana tp segalanya terasa menjadi rumit.
mulai dari pertemuannya dengan Bu Saraswati dan Putranya Haikal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mitha Rhaycha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bu Saraswati

Ferdi segera memarkirkan mobilnya berjejer dengan kendaraan yang lain, setelah turun dia bergegas membukakan pintu mobil untuk Haikal, pria yang sendari tadi menutup matanya itu sudah membuka matanya dan keluar dari mobil dalam diam. dia merapikan jasnya dan melirik Nidia yang sudah keluar dari mobil terlebih dahulu dan berjalan memutari mobil menuju dirinya dan Ferdi. tapi gadis itu tidak melihatnya, tatapan matanya menyapu ruang IGD seolah sedang mengingat sesuatu.

"kita kedalam.."ajak Ferdi dan dibalas anggukan disertai senyuman oleh Nidia. Haikal sudah berjalan terlebih dahulu sementara Nidia mensejajarkan langkahnya dengan Ferdi. bagi Nidia, bersama Ferdi jauh lebih nyaman dibanding bosnya.

"diruangan mana Nyonya dirawat?"tanya Nidia setengah berbisik kearah Ferdi.

"Beliau ada diruang VIP lantai 5"jawab Ferdi seraya telunjuknya mengarah keatas dan Nidia hanya menjawabnya dengan O, ada ekspresi khawatir yang tiba-tiba muncul diraut wajahnya. Mereka langsung memasuki lift dengan beberapa pengunjung dan perawat didalamnya.

saat lift berhenti dilantai 5 rumah sakit, mereka bertiga pun keluar dengan beberapa pengunjung yang juga menjenguk keluarga mereka. berbelok kearah kanan dengan Haikal yang berjalan dalam diam, Nidia merasa jantungnya lebih berdebar. meskipun dia sudah mendengar suara lembut wanita itu, tapi tetap saja dirinya khawatir jika nantinya sikap sang Nyonya akan sama dengan sikap Bosnya yang dingin bagaikan es.

tok tok tok

Haikal mengetuk pintu tiga kali dan terdengar suara dari dalam yang memerintahkan untuk masuk. pintu pun dibuka, Haikal masuk perlahan diikuti oleh Nidia dan Ferdi dibelakangnya.

"Assalamu'alaikum.."sapa Nidia saat masuk.

"Wa'alaikumsalam.."sahut suara lemah yang terbaring di ranjang. disampingnya ada Bik sumi sedang memegang mangkuk berisi bubur."masuklah Nak,.."Bu Saraswati melambai kearah Nidia, meski masih tampak pucat tapi jelas terlihat binar dimatanya melihat kedatangan Nidia.

Nidia tersenyum kearah Bik Sumi dan Bu Saraswati, dengan berjalan hormat dia mendekati dua wanita paruh baya didepannya dan menyalami mereka dengan mencium punggung tangan mereka. perlakuan ini membuat Bik Sumi serba salah dan membuat raut wajah Bu Saraswati lebih bahagia.

"bagaimana kabar Nyonya?"sapa Nidia dengan hormat

"sangat baik Nak, terima kasih sudah mau datang"jawab Bu Saraswati lembut.

"Ini sudah tanggungjawab Nidia Nyonya."Nidia tersenyum."terima kasih juga sudah mempercayai Nidia untuk menemani nyonya"

aah anak ini.. sikapnya ini yang selalu terbayang-bayang dimataku selama beberapa hari ini

"aku yang harusnya berterima kasih karena kamu sudah menyetujui untuk menemani wanita tua ini"ujar Bu Saraswati lagi"dan jangan memanggilku nyonya, panggil mama saja biar lebih akrab"

Ferdi hampir tersedak mendengarnya, mama kata itu cukup menggelitiknya. selama ini dia melihat bagaimana dinginnya Bu Saraswati terhadap gadis- gadis yang mendekati putranya. lalu apa yang terjadi didepan matanya ini? bagaimana bisa hanya dengan sekali lihat dia bisa jatuh cinta pada Nidia?. Ferdi melirik kearah Haikal yang duduk di sofa tak jauh darinya, tapi sang bos hanya diam seolah tak terpengaruh dengan apa yang baru saja di dengarnya.

dia bukannya tidak terkejut, hanya saja selama tiga hari ini ibu selalu menyebut nama gadis itu, membuatnya cukup terdengar masuk akal jika ibunya memberi perlakuan istimewa. tatapannya sekilas mampir pada wajah Nidia yang tetap tersenyum menanggapi ucapan ibunya seolah diapun tak terkejut. tapi Haikal juga tak melihat raut kepuasan diwajah gadis itu. dia mengerutkan keningnya, apakah dia orang yang pintar bersandiwara? ataukah sikapnya itu benar-benar tulus?

"Haikal, bukankah kau bilang tadi ada rapat? mengapa masih disini?" Bu Saraswati menatap putranya. seketika mata Haikal berpaling dari Nidia karna gadis itupun berbalik melihatnya.

"karena Nyonya meminta agar Pak Haikal mengantar Nona Nidia sendiri kesini, maka kami menunda rapat selama satu jam kedepan"jawab Ferdi secepatnya. dia memandang Haikal seolah bertanya apakah kita harus pergi sekarang?

"oh Yaa.. besok mama sudah boleh pulang, luangkan waktumu untuk mengurus kepindahan Nidia. dia akan tinggal bersama kita" Bu Saraswati menjelaskan kepada putranya. Haikal terdiam sejenak

"em, tidak apa-apa Nyonya..."sela Nidia cepat

"Nyonya lagi.. bukankah sudah aku bilang panggil mama saja"Bu Saraswati memasang raut tak senang

"eh iya.. maksudnya ma..ma"Nidia tergagap "Nidia nanti pindah sendiri, lagi pula baju Nidia tidak banyak. jadi tidak perlu merepotkan Pak Haikal"Nidia berusaha menjelaskan"Pak Haikal punya banyak pekerjaan di kantor..."

"Mengurus kepindahanmu kerumah kami sudah tentu jadi tanggungjawabnya. kamukan tamu dirumah kami"sela Bu Saraswati

bukaan.. saya bukan tamu nyonyaaa.. saya adalah perawat yang dibayar untuk merawat nyonya Nidia menyela tapi hanya didalam hatinya

"akan aku urus besok ma. Mama jangan khawatir"Haikal menjawab ringan. dia melihat jam ditangannya" aku kembali kekantor dulu. Nona Nidia, saya harap anda tidak keberatan menjaga ibu saya. "Haikal menatap wajah Nidia dan berbicara dengan formal padanya. seolah dia mengatakan, heii jangan lupa posisimu meskipun ibuku memperlakukanmu dengan baik

"jangan khawatir Pak, Insya Allah saya akan bekerja maksimal."jawab Nidia sambil mengangguk hormat seolah diapun menjawab Bapak tak perlu khawatir saya bukan orang yang baperan dengan kata-kata manis."baguslah.."kemudian Haikal bangkit dari tempat duduknya, mendekati ranjang ibunya, merapikan selimutnya kemudian memberikan kecupan dikeningnya"mama istirahat saja, setelah pulang kantor aku kesini lagi"ucapnya

"iyaa.. iyaa.. pergilah bekerja. doa mama selalu bersamamu"tangan lemah sang bunda, mengelus lembut rambut putranya"terima kasih sudah mengabulkan permintaan mama"

ujarnya sambil tersenyum, dan Haikal hanya menanggapi ucapan ibunya dengan anggukan.

Nidia mengikuti langkah Haikal dan Ferdi keluar dari ruangan untuk mengantar mereka. bagaimanapun dia adalah bawahan dan mereka berdua adalah atasannya, sudah menjadi tugasnya untuk bersikap hormat.

"em.. pak Haikal.."Nidia berbicara agak ragu saat kedua orang itu hendak memasuki lift. Haikal dan Ferdi sama-sama berbalik"untuk besok, biar saya naik taksi saja. Bapak tinggal sebutkan saja alamatnya saya pergi sendiri saja. bapak tidak perlu menjemput saya" ujar Nidia dengan rasa tak enak dihati

sejenak Haikal menatap lekat wajah Nidia"itu permintaan ibu saya, apapun yang dimintanya akan saya lakukan"jawabnya dingin. hati Nidia serasa membeku"besok jam 9 saya akan menjemput anda setelah itu kita kerumah sakit dan membawa ibu saya pulang"

"baiklah.."jawab Nidia pelan

Haikal sudah hendak memasuki lift yang terbuka saat dia berbalik kembali menghadap gadis didepannya "ibu saya wanita yang sangat naif, saya harap anda bisa menempatkan diri anda bagaimana harus bersikap didepannya"

1
R7L0v3
👍
anita dyah
keren...sy baca dg serius bab pernikahan scr adat ini..sambil nebak² ini daerah mana sih??
Stlh baca komen²ny, baru tau klo ini adat Sulawesi Utara.
Thor, sedikit saran..utk nama kota/lokasi tdk perlu lah ditulis inisial kota A, daerah B dst...lebih baik ditulis lgsg dg jelas...agar kita sbg pembaca lebih paham..😄😄😄😄
rinny
karya ya luar biasa, walau sudah baca beberapa kali tetap tidak bosan aka ceritanya
TongTji Tea
ya apapun itu kalo benar ,Bapak nya Nidia itu Dajjal .sudah hamilin 2 orang wanita .Lalu seenaknya pergi begitu saja
TongTji Tea
ko jadi begini ya ceritanya? Dari awal ceritanya logis banget,plot nya,intrik nya ,walau lambat tapi masi mengalir ..lha kok tiba2 ...
rahel
Lumayan
Niar Zahniar
semangat brkarya
Memyr 67
ternyata banyak ular betina, di novel ini
Memyr 67
menurut bu saraswati, bela menabrak reyfan sampai reyfan mati. kenapa tidak ada tuntutan untuk bela?
Memyr 67
bela beneran tidak bisa hidup tanpa haikal? atau tanpa hartanya haikal?
Memyr 67
safira sebagai adik cerdas, analisanya tajam, kok kakaknya ceroboh, ngomong nggak liat kondisi
Memyr 67
hiks nyesek
Memyr 67
dah cocok haikal ma nidia. sama sama overthinking ke masinh masing.
Memyr 67
kok aq curiga kalau sopian dijebak teman wanitanya? teman wanitanya yg mungkin sudah hamil, tapi ingin menikmati rumahtangga dengan kekayaan sopian. kekayaan yg dianggapnya bisa mrmbahagiakan dia dan anaknya.
Divi Bilqis
bagus ceritanya
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Fita Alfiany
airmata keluar sendiri pas baca proses nadia melahirkan....
masya Allaah....
orang baik maka akan d mudahkan oleh Allaah......
makasi umi.......
jd ingat cerita2 yg dikau buat dulu saat masih SMK.... menjadi penggemar setia yg selalu menunggu kelanjutan kisah dari novel yg d tulis d catatan buku akuntansi mu....
sayang dlu tidak seperti sekarang ya.../Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mitha Rhaycha: Iya, sekarang sdh lebih banyak peluang untuk menulis, sayang kesibukan membuat jadi jarang buka aplikasi ini lagi😇😇
total 2 replies
Fita Alfiany
keren...
syh 03
Luar biasa
Dewa Hang Kang
sweet 🥰😚
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!