NovelToon NovelToon
Mantan Komandan Muda

Mantan Komandan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyelamat / Fantasi
Popularitas:666
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Bima mengira ia bisa mengubur masa lalunya yang kelam di Desa . Mantan komandan regu pasukan khusus ini memilih hidup bersahaja sebagai petani jagung dan pemancing di tepi sungai demi melarikan diri dari trauma perang. Namun, kedamaian yang ia bangun susah payah runtuh setiap kali ia teringat pada Joni, sahabat sekaligus anak buahnya yang gugur dalam pelukan Bima akibat terjangan peluru senapan mesin musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

titah sang nenek

Tiga bulan sudah berlalu dengan cepat sejak malam pernikahan mereka yang penuh dengan drama dan ketegangan. Kehidupan di villa tepi danau yang mewah itu berjalan sangat datar tanpa ada perubahan berarti yang bisa dibanggakan. Bima masih tetap setia menempati sofa panjang yang terletak di sudut ruangan setiap malam, sementara Viona mendekam sendirian meratapi nasib di atas ranjang besarnya yang sunyi dan dingin. Hubungan fisik mereka sama sekali tidak mengalami kemajuan seujung kuku pun, membuat target utama dari pernikahan ini benar-benar mandek total di tengah jalan.

Sebenarnya, jauh di dalam lubuk hatinya, Bima pun merasakan gejolak yang sama sebagai seorang pria normal. Namun, sebagai mantan komandan prajurit pasukan khusus, dia memiliki prinsip hidup yang sangat kaku tentang kehormatan. Sekali dia membubuhkan tanda tangan di atas draf perjanjian malam pertama mereka, maka aturan "Kamu tidak boleh memaksakan kehendak apa pun padaku" sudah menjadi harga mati yang haram untuk dilanggar. Bagi Bima, mematuhi kontrak itu adalah urusan harga diri hidup dan mati, bentuk komitmen tertinggi untuk menghormati privasi wanita yang kini menjadi istrinya.

Sayangnya, Viona sama sekali tidak menyadari isi pikiran ksatria suaminya itu. Hal ini tentu saja tidak luput dari perhatian tajam Nyonya Besar. Merasa tidak menemukan tanda-tanda kehamilan atau adanya perubahan fisik yang berarti pada cucunya setelah sekian lama, sang nenek akhirnya memutuskan untuk memanggil Viona datang ke mansion utama untuk bicara empat mata secara serius.

Nyonya Besar menatap cucunya dengan pandangan mata yang sayu namun menyiratkan tuntutan yang besar. "Cucuku, kamu tahu sendiri bahwa usiaku ini sudah sangat senja, sudah bau tanah," buka sang nenek dengan nada suara yang sengaja dibuat lirih, dengan cerdik memainkan sisi emosional Viona agar merasa bersalah. "Keinginanku di sisa hidup ini sangat sederhana, tidak muluk-muluk. Aku hanya mau melihatmu memiliki anak, melahirkan penerus darah keluarga kita yang sah. Tak peduli apakah anak itu laki-laki atau perempuan, yang penting aku bisa menimangnya sebentar sebelum mataku tertutup selamanya dari dunia ini."

Mendengar petuah sakral nan emosional itu, Viona hanya bisa terdiam seribu bahasa di tempat duduknya. Wajah cantik kelamnya mendadak terasa kaku bagai disemen. Jauh di dalam lubuk hatinya, ego tsundere milik Viona merontok seketika, berganti dengan rasa frustrasi dan dongkol yang luar biasa besar menembus dada.

Gimana mau punya anak, nek... Kelamin kami aja nggak pernah diadu!' jerit Viona histeris dan penuh emosi di dalam hatinya yang paling dalam, meratapi nasib apesnya yang bahkan belum pernah disentuh seujung kuku pun oleh suaminya yang dikiranya kelewat cuek di atas sofa itu.

Namun di luar, demi menjaga wibawa, Viona terpaksa memaksakan sebuah senyuman tipis yang sangat kaku dan terlihat aneh. "I-iya, Nenek. Saya... saya akan usahakan secepatnya," jawab Viona dengan suara parau yang tertahan di tenggorokan, mencoba menenangkan kegelisahan sang nenek.

Nyonya Besar tidak langsung puas begitu saja dengan jawaban normatif dan formalitas dari cucunya. Pandangan matanya mendadak berubah menjadi sangat tegas, memberikan sebuah ultimatum atau ancaman besar yang tidak main-main. "Dengar, Viona. Jika sampai awal tahun depan kamu masih belum hamil juga, maka lepaskan saja seluruh urusan kantormu tanpa pengecualian. Serahkan semua operasional perusahaan besar kita kepada sekretarismu sekarang juga!"

Deg!

Mata Viona langsung membantun membelalak kaget setengah mati mendengar ancaman telak yang sama sekali tidak dia duga tersebut. "Biar kamu bisa fokus seratus persen di rumah untuk mengurus suami dan menjalankan program keluarga," lanjut sang nenek tanpa kompromi, menatap lurus pertahanan Viona.

"Tapi, Nenek... proyek kantor sedang banyak-banyaknya dan—" Viona mencoba menawar dengan raut wajah panik, membayangkan posisi tingginya di perusahaan harus copot begitu saja karena masalah ranjang.

"Tidak ada tapi-tapi, Viona! Keputusanku sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat!" potong Nyonya Besar dengan nada mutlak, seketika mengetuk palu batin Viona dan membuatnya terpaksa pulang kembali ke villa dengan pikiran yang seratus kali lipat lebih pening dari biasanya. titah dari nenek kini resmi mengincar karier, posisi, serta masa depannya di dunia bisnis.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!