NovelToon NovelToon
Cintai Aku

Cintai Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Orang Disabilitas
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Di balik senyum ceria Nadia, tersimpan ketangguhan luar biasa. Meski ia tidak bisa bicara dan berasal dari keluarga sederhana, kecerdasannya membawa Nadia meraih beasiswa di universitas swasta ternama.

Namun, dunianya yang begitu sempurna seketika runtuh saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan tragis. ​Demi masa depannya, Nadia membalut lukanya dengan senyuman. Sayangnya, badai kembali datang seolah tidak membiarkan Nadia hidup dengan tenang, hingga ia bertemu dengan seorang pria yang membantunya dari kejamnya dunia.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang terjadi pada Nadia? Siapakah pria yang membantu Nadia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

"Aksa! Lo kenapa mukul gue sih?" tanya Anjas tidak terima, sang sahabat memukulnya.

"Lo keterlaluan," jawab Tian, pria yang sejak tadi duduk disamping Aksa.

Pria bernama Aksa tidak mengindahkan bentakan Anjas yang masih memegangi rahangnya, tatapan matanya yang tajam dan dingin menyapu wajah Nadia yang pucat pasi. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Aksa melepaskan jas hitam berpotongan elegan yang melekat di tubuhnya, lalu menyampirkannya ke bahu Nadia dan menutup rapat kerah kemeja putih gadis itu yang terlepas kancingnya.

​Nadia tertegun, kehangatan jas itu menembus rasa dingin dan ketakutan yang sempat melumpuhkan tubuhnya. Ia mendongak dan menatap profil wajah Aksa dari samping, pria itu memiliki rahang yang tegas dan tatapan mata yang pekat tanpa ekspresi, namun tindakan kecilnya barusan menyimpan perlindungan yang tak terbantahkan.

​"Aksa! Lo gila ya? Cuma gara-gara pelayan bisu murah ini lo mukul gue!" teriak Anjas seraya bangkit dari sofa, matanya memerah penuh amarah dan rasa malu di depan para sahabatnya.

​Sandy dan Alex yang duduk tak jauh dari tempat kejadian langsung berdiri, memasang badan untuk menahan Anjas agar tidak memicu keributan lebih lanjut.

​"Cukup, Njas. Lo udah kelewatan. Dia cuma pelayan dan dia nggak bisa bicara, nggak usah pakai main fisik," ujar Jeffry dengan nada tenang namun penuh penekanan dari ujung meja.

​"Gue nggak peduli dia bisa bicara atau nggak! Dia udah merendahkan gue!" amuk Anjas, berusaha menepis cengkeraman Sandy.

​Aksa perlahan berbalik menghadapi Anjas, postur tubuhnya yang jangkung dan tenang menciptakan intimidasi alami di dalam ruangan yang temaram itu.

​"Dia nggak pernah ngerendahin lo, lo sendiri yang ngerendahin diri lo dengan memukul perempuan yang bahkan nggak bisa bela dirinya sendiri lewat suara," ucap Aksa dengan suara berat, dalam dan begitu dingin.

​Aksa kemudian melirik singkat ke arah Tian. Tanpa perlu kata-kata tambahan, Tian langsung mengerti. Tian maju beberapa langkah, menyentuh lengan Nadia secara halus dan memberi isyarat agar gadis itu mengikutinya keluar dari ruangan beracun tersebut.

Nadia sempat terhenti sejenak, ia memandangi punggung Aksa yang berdiri melindunginya dari amukan Anjas. Dengan tangan gemetar, Nadia merapatkan jas hitam mahal milik Aksa di dadanya dan mengangguk perlahan ke arah Tian, lalu melangkah keluar dari ruangan tersebut.

​Begitu pintu tertutup rapat, keheningan di luar ruangan terasa begitu menenangkan. Tian membimbing Nadia berjalan menyusuri lorong berkarpet merah hingga menuju area belakang yang lebih tenang, dekat dengan ruang staf operasional.

​"Kamu tidak apa-apa?" tanya Tian dengan artikulasi bibir yang sengaja diperlambat agar Nadia dapat membacanya.

​Nadia mengangguk pelan, jemari tangannya bergerak membentuk isyarat terima kasih lalu ia meraih buku catatan kecil dan pulpen yang selalu berada di saku apronnya untuk menuliskan pesan.

​[Terima kasih banyak, Tuan. Saya baik-baik saja. Mohon maaf atas kekacauan di dalam.]

​Tian membaca tulisan itu lalu tersenyum tipis, menggelengkan kepala. "Bukan salahmu, pria yang memukul Anjas tadi namanya Aksa. Dia sedang dalam mood yang buruk, tapi dia baik kok. Jadi kamu tidak perlu merasa bersalah," ucapnya.

Tian meninggalkan Nadia di lorong belakang setelah memastikan kondisi fisik gadis itu stabil. Begitu Tian menghilang di balik belokan menuju area VIP, Nadia bersandar pada dinding lorong yang dingin, tubuhnya merosot perlahan hingga terduduk di atas lantai berkarpet.

​Nadia memeluk lututnya, meremas erat kain jas hitam mahal milik Aksa yang masih menyelimuti tubuhnya. Aroma maskulin yang elegan, campuran antara kayu cendana dan sedikit wangi tembakau halus, menyeruak dari jas tersebut, secara ajaib memberi rasa aman yang sudah lama hilang dari hidupnya.

​Sementara itu. Di dalam ruangan, suasana membeku. Anjas mengusap dar*h di sudut bibirnya dengan punggung tangan, matanya menyalang menatap Aksa.

​"Lo selalu merasa paling benar, kan, Sa? Cuma gara-gara perempuan bisu nggak jelas yang kerja di tempat remang-remang begini, lo rela ngerusak persahabatan kita?" desis Anjas dengan napas memburu.

​Aksa tidak langsung menjawab. ia merapikan jam tangan di pergelangan tangannya dengan gerakan tenang yang teratur, lalu menatap Anjas lurus.

​"Tempat kerja seseorang tidak mendefinisikan harganya," ujar Aksa dengan nada datar tanpa nada provokasi, namun sanggup mengunci mulut semua orang di ruangan itu.

"Dan seseorang yang menyalahgunakan kekuatannya untuk menindas orang yang tidak bisa melawan adalah definisi dari pecundang," lanjut Aksa.

​Tanpa menunggu balasan dari Anjas, Aksa berbalik melangkah menuju pintu keluar. Jeffry dan Sandy menyusul di belakangnya, sementara Alex memilih bertahan untuk menenangkan Anjas yang masih menyumpah-nyumpah.

​Saat Aksa berjalan melewati lorong staf operasional, langkah kakinya terhenti. Di ujung lorong yang temaram, dekat pintu darurat, ia melihat Nadia. Gadis itu sedang berdiri membelakanginya, melipat jas hitam milik Aksa dengan sangat hati-hati di atas meja kecil, mengusap permukaannya agar tidak ada kerutan.

​Aksa melangkah mendekat tanpa suara. Ketika bayangannya menutupi area meja, Nadia terkejut dan membalikkan badan dengan cepat. Matanya yang bulat bertabrakan dengan tatapan mata Aksa yang pekat.

​Nadia segera merapatkan kemeja putihnya yang kancing atasnya telah hilang, lalu meraih jas tersebut dan menyodorkannya kepada Aksa dengan kedua tangan. Kepala Nadia menunduk dalam-dalam, jemarinya bergetar pelan.

​Nadia merogoh saku apronnya, mengambil papan tulisan kecil dan spidol, lalu mengetik kalimat singkat dengan cepat.

​[Terima kasih banyak, Tuan. Maaf sudah mengotori pakaian Tuan.]

​Aksa menerima jas itu, namun bukannya memakainya kembali, ia justru memandangi tulisan di papan kecil itu lalu beralih menatap wajah Nadia yang pucat dan memperhatikan memar tipis di bahu Nadia akibat dorongan Anjas tadi.

​"Namamu siapa?" tanya Aksa, gerakan bibirnya jelas, artikulasinya tegas tanpa perlu berteriak.

​Nadia terpaku sejenak, ia kembali menuliskan namanya di papan.

​[Nadia.]

​Aksa mengangguk pelan, "Aksa," ucapnya memperkenalkan diri singkat, lalu memegang jas hitam itu dan menyampirkannya kembali ke bahu Nadia, menutup rapat tubuh bagian atas gadis itu.

​"Pakai saja sampai kamu pulang. Kerah kemejamu rusak," ujar Aksa singkat, lalu berbalik pergi meninggalkan Nadia yang berdiri membeku di tempatnya.

.

Keesokan harinya, berita mengenai keributan kemarin cepat menyebar di antara staf Eternity Club. Vina, pelayan yang sengaja memindahkan tugas mengantar minuman ke Nadia, tampak panik saat memasuki area istirahat karyawan.

​"Lo serius nggak apa-apa, Nad?" tanya Rima khawatir sambil menghampiri Nadia yang sedang merapikan lokernya.

​Nadia tersenyum manis, memamerkan lesung pipitnya, lalu menggelengkan kepala. Jemarinya bergerak lincah, membentuk isyarat bahwa ia baik-baik saja dan meminta Rima tidak perlu cemas.

​Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama. Pintu ruang istirahat terbuka kasar dan Pak Johan masuk dengan wajah serius.

​"Nadia, ikut saya ke ruangan sekarang," panggil Pak Johan tegas.

.

.

.

Bersambung.....

1
Raisha
kluarga dari pihak Nadia apa gak di kabari & undang ya Thor,kok gak di ceritain? bibinya apa kabar, jadi mo jual rumahnya Nadia? serasa dia ahli warisnya aja,main jual rumah ayahnya Nadia sembarangan, dah kena karmanya lom bik?
Aidil Kenzie Zie
lumayan katanya tapi sampai ludes🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
ada yang masih kangen nich 🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
ah akhirnya Aksa mau juga 🥰🥰🥰
erviana erastus
rajin pulang kerumah aksa eh 🤭
falea sezi
lanjut
falea sezi
anak kuliahan klo ada hutang minta bukti. hutang klo asal ngomong gk ada hitam di atas putih itu sama aj nipu😒
falea sezi
moga aja nadia
erviana erastus
ih aksa 🤣 tuh kan terpesona kamu sama nadia makax jgn sok² nolak gtu 🤭 demi apa coba tetiba mau tidur dirumah 🤣
Raisha
moduuuuuuss...kamu dah gak bisa tahan pengin dekat² Nadia kan meski otakmu menolak tp hatimu berkata lain😂😂...untungnya papamu tau & ngerti apa yg kamu inginkan,makanya kamu gak boleh tinggal di rumahnya lagi...sabar Aksa, tunggulah sampai waktunya tiba
Naufal Affiq
buat emosi bacanya
Naufal Affiq
lanjut kak
Naufal Affiq
lanjut kak,seru ceritanya
erviana erastus
kalo jodoh nggak kemana kan aksa🤣
Rizky Manik
Aksa, kau yg ngajak Nadia nikah ya awas aja kalo kau gkbisa cintai Nadia, bakal kukutuk kau jadi batu😏🤣
Raisha
kalimatnya typo lg Thor🙏🤭....bukan "...teman anak Papa..." harusnya "...anak teman Papa..." krn yg othor tulis itu artinya temannya anak Papa pdhal Nadia kan anak temannya Papa,gitu kan maksudnya? Maaf kalo salah 🙏😃
elaretaa: Siap Kak, nanti author revisi lagi ya🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sartini 02
bagus ceritanya dan selalu ditunggu
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Raisha
sampai di bab ini,masih banyak typo Thor 🙏...seperti kalimat "....dg balapan kemeja hitam yg tergulung....", artinya kata "balapan" itu apa?🤔,aku kurang faham. Maaf ya Thor 🙏😃
Raisha: sama² Thor.... terimakasih untuk ceritanya ini, semangat nulisnya ya Thor 🙏😍😂
total 2 replies
Evi Rachmawati
wadidaw aska... uangku banyak....
Aidil Kenzie Zie
E e e Aksa dijodohkan sama perempuan bisu nggak mau ini malah jadi pahlawan terus 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!