NovelToon NovelToon
Biang LaLove

Biang LaLove

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Spin-of Baby's breath untuk Aretha

Arlo dan Queena sudah bersahabat sejak kecil, sebenarnya di bilang sahabat juga bukan atau lebih tepatnya musuh bebuyutan. Lebih pada Queena adalah sasaran empuk kejahilan dan kenakalan Arlo, si cantik putri dari pasangan Rega dan Rhea tersebut sudah menjadi target keusilan putra Hana dan Leo sedari Queena masih bayi.

“Apa? Mi-mom jangan bercanda, ya!” Arlo terkejut saat mi-mom Hana memberikan usulan untuk menikahkan Arlo dan Queena diusia mereka yang masih muda.

Arlo mengusak rambutnya frustasi, kecerobohannya memanjat balkon kamar Queena membuatnya terjebak dalam situasi yang membuat kedua orang tuanya dan orang tua Queena murka. Dan satu-satunya orang yang harus di salahkan adalah kakak sepupu Arlo yang tidak lain adalag Gavin.

Lalu apa alasan Arlo dan Queena menyembunyikan pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 # Kenapa harus Queena, mom?

Queena beruntung karena Aretha dan Azura datang menjemputnya ke cafe, suasana hatinya yang buruk perlahan mulai membaik saat menemani dua sepupunya tersebut jalan-jalan.

Aretha membawa Queena dan Azura ke sebuah mall yang ada di Bandung, Aretha sengaja meluangkan waktunya untuk dua princess kesayangannya tersebut.

“Enzo tidak ikut, mbak?” tanya Queena.

“Apatal palcu ikut daddy mengembala, cedang mencali belian. Buat jajan plincess,” sahut Azura yang sering memanggil Enzo Avatar palsu.

“Abang Enzo, princess sayang. Itu abangnya Azura lhoh,” Aretha menegur sang adik dengan lembut.

“Bialin. Calah ci Bambang cuka panggil Zula bakpao gembul,” Azura menggembungkan kedua pipinya.

Aretha dan Queena saling lirik sambil menahan tawa, mereka berdua tidak berani menertawakan si bungsu kesayangan Mansion Damian dan keluarga Regantara tersebut.

“Suka-suka dia saja lah, dek. Dari pada tantrum,” lirih Aretha ucapkan dan diangguki Queena.

“Ekhee ... kakak plincess na abang Gapin cama kakak plincess na abang Allo bandung ndak boleh bicik-bicik,” sahut Azura.

“Ck ... Allo-Allo Bandung buang saja ke kutub,” celetuk Queen.

Kini giliran kakak beradik beda hampir dua puluh dua tahun tersebut yang saling lirik.

“Kak Ueena cedang bloken-bloken hati na,” celoteh Azura.

“Broken heart, baby Cimol.” Aretha menggemas-gemas pipi sang adik.

Queena jadi tertawa gara-gara ocehan Azura, suasana hatinya benar-benar membaik. “Ih ... gemes, pengen kakak gigit itu pipi Cimol.” Queena mencubit gemas udara dengan kedua tangannya.

Mereka bertiga kemudian menuju lantai empat yang ada di mall tersebut, sore itu Aretha membawa kedua adiknya nonton film di bioskop. Mereka bedua menemani Azura menonton film kartun fairy tale.

“Princess duduk di sini dulu sama kakak Ueena, oke! Kakak mau beli popcorn dan minuman dingin dulu,” pinta Aretha pada gadis kecilnya tersebut.

Azura mengangguk. “Zula mau popcoln yang banak cekali,” ucapnya.

“Kakak gak mau ikut habisin popcorn Zura, ya. Kakak Ueena punya sendiri,” sahut Queena.

“Zula makan popcoln na kakak Aletha caja. Puna Zula mau di bawa pulang, mau Zula makan cama Cimi dan Bunny. Kacihan meleka di telantalin daddy na,” Azura sedang membicarakan dua boneka kelinci kesayangannya, lebih tepatnya boneka milik Aretha yang saat ini di kuasai Azura.

Queena dan Aretha tertawa, ada saja ucapan random adik mereka tersebut.

“Aku ke sana dulu, dek. Titip Cimal Cimolku,”

“Oke, mbak. Aku tunggu di sini sama Azura Cimol,” jawab Queena.

Azura hari itu begitu antusias karena dua kakak cantiknya menemani bermain hingga menonton film, kesibukan kakak-kakaknya yang sudah dewasa memang terkadang membuat gadis kecil itu ngambek. Azura selalu ingin di temani Aretha, Queena, Dean maupun Enzo. Meskipun Enzo sering membuat sang adik bungsunya tersebut kesal hingga berujung ngambek atau menangis, namun Azura tetap saja lengket dengan sang abang.

Setelah sembilan puluh menit berlalu, film selesai. Mereka keluar dari bioskop dengan Azura yang harus di gendong Aretha, gadis kecil itu rupanya mengantuk. Maklum karena biasanya Azura tidur siang, khusus hari itu si baby Cimol memang tidak tidur siang karena minta jalan-jalan.

“Kita langsung pulang saja, mbak. Zura pules begitu,” selain kasihan pada Azura yang ternyata sudah pulas, dia juga kasihan pada kakak sepupunya tersebut. Queena tahu pekerjaan Aretha cukup padat, entah berapa pekerjaan yang sang kakak tunda karena memenuhi keinginan si bungsu.

“Maaf ya, dek. Kita tidak jadi makan malam,” ucap Aretha.

Queena menggeleng. “Masih bisa lain kali, mbak. Aku sudah cukup puas bisa jalan-jalan sama mbak Aretha dan baby Cimol,” jawab Queena.

Aretha tersenyum. “Jangan memendam apapun sendirian, dek. Kamu sedang marah sama Arlo, kan?” tebak Aretha.

Queena langsung mencebik. “Dia ngeselin,” jawabnya singkat.

“Apapun masalah kalian, bicarakan baik-baik. Meskipun dia sering jahilin kamu, mbak bisa lihat kalau Arlo sebenarnya tidak sejahat itu. Bisa saja itu bentuk cara dia untuk melindungimu,”

“Ih ... melindungi apanya? Rese iya,” balas Queena.

Mereka bertiga kemudian pulang, Aretha lebih dulu mengantarkan adik sepupunya pulang ke rumah. Baru setelah itu dia bersama Azura pulang ke mansion, mereka tidak menginap di rumah Queena karena daddy Axel dan Enzo masih perjalanan bisnis dan mommy Rena di mansion hanya bersama para karyawan mereka.

***

Suasana hati Queena yang membaik justru berbanding terbalik dengan Arlo, sejak makan malam dia hanya diam. Aqila sampai heran dengan sikap abangnya tersebut, biasanya sang kakak akan membalas jika dia meledek ataupun menjahili Arlo. Namun malam itu, Arlo hanya fokus dengan makanan yang ada di piringnya.

“Abang kesambet kodamnya kak Ueena beneran ya, mom? Qila jadi takut,” ucap gadis yang sebentar lagi lulus SMA tersebut.

“Hush ... anak gadis secanti kak Ueena masa di bilang ada kodamnya,” mi-mom Hana mengetuk kening Aqila.

Aqila mencebik. “Habisnya abang diam saja, mom. Biasanya sudah seperti beo,” ucap Aqila.

“Qila, sayang. Biarkan abang selesaikan makan malamnya dengan tenang,” tegur papi Leo dengan lembut.

“Iya, papi. Qila cantik tidak komen lagi,” jawab Aqila sambil melirik sang kakak.

Aqila ke kamarnya setelah selesai makan malam, gadis itu paham jika kali ini kakanya sedang tidak bisa diajak bercanda. Sedangkan Arlo pergi ke taman belakang, dia duduk di gazebo sambil merasakan semilir angin malam. Papi Leo memang sengaja kembali ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan, dia memberi kesempatan untuk sang istri bicara dengan putra sulung mereka.

“Sepertinya hati anak mi-mom ini sedang gundah gulana,” mi-mom Hana menyusul ke taman dan duduk di samping Arlo, dia memandang langit malam yang hari itu nampak bintang-bintang menghiasi.

Arlo menoleh. “Kenapa mi-mom memilih Queen? Dan kenapa harus dia, mom?” tanya Arlo tiba-tiba.

Mi-mom Hana tersenyum penuh lembut, dia mengusap puncak kepala putranya. “Apa yang Arlo butuhkan ada di Ueena, sayang. Saat ini Arlo mungkin belum bisa melihatnya, tapi perlahan waktu akan membuat Arlo bisa melihat apa yang mi-mom maksud.”

“Berlian yang tak tersentuh dan terjaga. Itu yang Rafa bilang,” ucap Arlo.

“Ueena bukan hanya berlian, sayang. Bukan hanya karena dia adalah putri om Rega dan aunty Rhea, tapi lebih dari itu. Kalian memang masih muda, dengan kalian menikah tidak akan pernah menjadi penghalang untuk mencapai impian. Arlo bisa lihat Jingga dan Galaxy, mereka menikah diusia tujuh belas. Meskipun harus di rahasiakan dan banyak masalah yang muncul, tapi mereka bisa melaluinya. Jingga tetap bisa kuliah kedokteran, Galaxy dengan kuliah bisnisnya. Semua kembali pada diri masing-masing,” mi-mom Hana hanya ingin putranya mendapatkan yang terbaik.

“Jangan lupa dengan Attar dan Kala, sayang. Mereka juga menikah diusia sembilan belas, kamu tahu bagaimana Attar yang selalu kesal dan menolak Kala. Justru Attar sendiri yang akhirnya meminta kala pada om Ran dan aunty Eris,” lanjut mi-mom Hana.

Arlo menatap lurus ke depan, dia memejamkan mata ... merasakan angin malam menyapa dirinya.

“Queen marah padaku, mom. Aku membuatnya tersinggung,”

“Minta maaflah kalau kamu salah, nak. Mi-mom harap kamu bisa mengambil keputusan yang bijak,” mi-mom Hana lantas masuk ke dalam rumah, dia memberikan Arlo waktu untuk berpikir dan menyelami semua perbincangan mereka malam itu.

1
muthia
sehat selalu ❤
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kk... kk jg ya❤️❤️❤️
total 1 replies
muthia
❤❤❤❤❤❤❤
muthia
❤❤❤❤❤❤❤❤
muthia: sehat selalu 🙏❤
total 2 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah...semangat thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): kakak juga ya 💗💗
total 3 replies
Enz99
Bagus
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimakasih kk💗💗
total 1 replies
zhelfa_alfira
keren
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimksh kkk 💗💗💗
total 1 replies
muthia
ayo Arlo
muthia: ❤❤❤❤❤❤
total 4 replies
muthia
gegara itu l akhirnya Arlo nikah sama Queen
muthia: 😂😂😂😂😂😂❤❤❤
total 2 replies
Anto D Cotto
menarik
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimakasih kk.. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up thor
Anto D Cotto: ok,,see 👍
total 2 replies
muthia
semangat dan sehat selalu thor 🙏
muthia: ❤❤❤❤❤❤❤
total 2 replies
muthia
Langsung mampir
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trimaksh kk cntikq ❤️❤️❤️💗
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Waduh dalam sehari udah triple kill aja ngisengin Uena😮‍💨
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤣🤣🤣🤣 emg biang rusuh kan ya dia... anehnya cm ke ueena aja dia gt
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Yuhuuuuu..akhirnya cerita si babang Arlo yang sedari orok ngekeep si neng cantik Uena launching juga🥳🥳.
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ❤️❤️❤️❤️ berkat dkgn kk jg akhirnya mrk bs lauching
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!