Di dunia tempat Surga mengendalikan takdir dan kekuatan menentukan segalanya, Gu Chenxiao adalah anomali yang tidak pernah tercatat dalam Kitab Surga.
Dengan bantuan Arsip Pengamat Abadi, ia menapaki Dao Iblis yang menentang hukum kosmos. Ia bukan pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan manipulator yang mempermainkan takdir, memanfaatkan pengkhianatan, dan menjadikan musuh sebagai bidak dalam rencana jangka panjangnya.
Namun, ketika Fondasi Asal mulai mengoreksi keberadaannya, Gu Chenxiao menyadari bahwa dunia yang ia kenal hanyalah sebagian kecil dari rahasia kosmos.
**Jika Surga menentukan takdir semua makhluk, siapa yang berani menentukan takdir Surga?**
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagas Hirmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 — Tiga Jawaban untuk Satu Pertanyaan
He Zong menerima permohonan itu pada pagi hari.
Ia membacanya sekali, memeriksa nomor registrasi, lalu membacanya kembali dengan lebih lambat.
Permintaan tersebut tampak sederhana: tiga contoh berkas historis yang menunjukkan perubahan status dokumen dari sementara menjadi final, lengkap dengan dasar keputusan dan catatan pencatatannya.
Tidak ada nama Gudang Nomor Tujuh.
Tidak ada nama Xu Ren atau Fang De.
Tidak ada pula permintaan untuk membuka lampiran pemeriksaan aset wilayah barat yang belum ditemukan.
Namun, tahun yang diminta sama dengan tahun ketika daftar penghapusan aset wilayah barat diterbitkan.
He Zong meletakkan permohonan itu di samping buku indeks.
Ia telah bekerja cukup lama untuk mengetahui bahwa sebuah pertanyaan administratif dapat memiliki dua wajah. Wajah pertama adalah apa yang tertulis. Wajah kedua adalah alasan seseorang memilih untuk menanyakannya.
Masalahnya, wajah kedua tidak selalu menyimpan niat buruk.
Gu Chenxiao bisa saja sedang melakukan audit biasa.
Atau ia telah menemukan ketidaksesuaian yang belum diketahui He Zong.
He Zong tidak memiliki cukup bukti untuk menentukan yang mana.
Ia memanggil seorang petugas muda.
“Periksa pembatasan akses untuk tiga berkas dari tahun tersebut. Jangan pilih berkas wilayah barat. Cari contoh yang sudah ditutup secara resmi.”
“Apakah saya perlu menyiapkan ringkasan?”
“Tidak. Siapkan salinan jejak administrasinya.”
Petugas itu mengangguk.
“Dan satu hal lagi,” lanjut He Zong. “Jangan mengubah urutan dokumen dalam berkas. Jika ada halaman yang hilang, catat sebagai halaman yang tidak ditemukan. Jangan menyimpulkan bahwa halaman itu tidak pernah ada.”
Petugas muda itu pergi.
He Zong kembali memandang permohonan di hadapannya.
Ia tidak menyadari bahwa kalimat terakhirnya kelak akan menjadi salah satu hal yang paling diingat Gu Chenxiao dari seluruh kejadian tersebut.
Bukan karena kalimat itu membuktikan sesuatu.
Melainkan karena kalimat itu menunjukkan bahwa, setidaknya dalam hal ini, He Zong memahami perbedaan antara ketiadaan bukti dan bukti ketiadaan.
Orang yang benar-benar berbahaya sering kali bukan orang yang tidak memahami aturan.
Melainkan orang yang memahami aturan dengan sangat baik.
---
Gu Chenxiao menerima tiga berkas itu dua hari kemudian.
Ia tidak langsung membacanya.
Sebaliknya, ia meminta Han Yu menyiapkan dua salinan dari daftar penghapusan aset wilayah barat: satu salinan yang telah mereka gunakan selama penyelidikan, dan satu salinan dari register pusat yang dapat diperiksa melalui prosedur resmi.
“Apakah keduanya akan berbeda?” tanya Han Yu.
“Jika tidak berbeda, kita mendapatkan konfirmasi. Jika berbeda, kita mendapatkan pertanyaan baru.”
Han Yu tidak bertanya lebih jauh.
Ketika ia kembali, Gu Chenxiao telah menyusun tiga contoh berkas historis di atas meja.
Berkas pertama adalah penghapusan peralatan dapur. Dasar keputusannya tercantum pada halaman pertama, sedangkan tanda tangan pengesahan berada di halaman ketiga.
Berkas kedua adalah pemindahan dokumen pemeliharaan bangunan. Ada catatan pengembalian, perbaikan, dan penerimaan ulang.
Berkas ketiga adalah penutupan inventaris alat transportasi lama. Formulirnya berbeda dari dua berkas sebelumnya, tetapi nomor keputusan akhirnya dapat ditelusuri.
Gu Chenxiao menandai empat unsur pada setiap berkas:
- Nomor atau rujukan keputusan.
- Identitas pejabat yang berwenang.
- Catatan perubahan status.
- Hubungan antara keputusan dan dokumen yang diproses.
Ketiganya tidak menggunakan formulir yang persis sama.
Namun, tidak satu pun mengandalkan kalimat umum sebagai satu-satunya dasar untuk menyatakan bahwa sebuah proses telah selesai.
Ia lalu membuka salinan daftar penghapusan aset wilayah barat.
Pada bagian yang menyatakan bahwa penghapusan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan persetujuan administrasi terkait, ia menarik satu garis tipis.
Tidak ada nomor keputusan pada salinan itu.
Tidak ada rujukan eksplisit kepada berkas keputusan yang dapat diperiksa.
Akan tetapi, kolom tersebut berada pada formulir ringkasan. Ada kemungkinan nomor keputusan tercantum dalam lampiran terpisah.
Kesimpulan yang dapat diambil masih terbatas.
Berkas yang tersedia belum menunjukkan dasar keputusan secara lengkap.
Bukan berarti dasar keputusan itu tidak pernah ada.
Gu Chenxiao menuliskan kalimat tersebut di bagian atas catatannya.
Ia tidak ingin siapa pun mengubah kekurangan dokumen menjadi tuduhan hanya karena tuduhan akan membuat penyelidikan terasa lebih menarik.
Kecurigaan yang tidak terkendali adalah bentuk kemalasan berpikir.
Ia lebih suka bekerja.
---
Menjelang siang, salinan register pusat tiba.
Han Yu membuka pembungkusnya dengan hati-hati.
Dua salinan daftar penghapusan itu hampir identik. Nama aset, tanggal pencatatan, nomor penilaian, dan tanda tangan pemeriksa semuanya cocok.
Namun, pada salinan register pusat terdapat satu catatan tambahan di margin.
Rujukan keputusan akhir: lihat daftar keputusan administrasi terkait.
Tidak ada nomor keputusan.
Tidak ada nama pejabat.
Tidak ada petunjuk mengenai lokasi daftar yang dimaksud.
Han Yu menatap catatan itu.
“Ini berarti keputusan akhirnya memang tercatat di tempat lain?”
“Belum tentu.”
Gu Chenxiao mengambil kaca pembesar kecil dan memeriksa bagian tepi halaman.
Tulisan itu berada pada ruang kosong di samping kolom persetujuan. Tinta yang digunakan tampak sedikit berbeda dari tinta utama, tetapi usia dokumen dan kondisi penyimpanan dapat memengaruhi penampilannya.
Ia tidak dapat menentukan kapan catatan itu ditambahkan hanya dengan melihat warnanya.
“Catatan ini memberi kita rujukan, bukan jawabannya,” katanya.
“Jadi, kita harus mencari daftar keputusan administrasi terkait.”
“Ya. Tetapi sebelum itu, cari tahu apakah frasa tersebut digunakan pada dokumen lain dari periode yang sama.”
Han Yu mulai mencatat nomor arsip yang perlu diperiksa.
Gu Chenxiao menahan satu lembar sebelum Han Yu memasukkannya ke dalam map.
“Cari juga dokumen yang menggunakan frasa serupa tetapi memiliki nomor keputusan lengkap.”
Han Yu mengangkat kepala.
“Untuk membandingkan formatnya?”
“Untuk mengetahui apakah rujukan umum ini memang lazim, atau hanya muncul pada berkas yang sedang kita periksa.”
Jika frasa tersebut biasa digunakan pada banyak berkas, catatan itu mungkin sekadar petunjuk yang belum lengkap.
Jika hanya muncul pada dokumen tertentu, ia perlu mencari tahu mengapa.
Namun, bahkan jika catatan itu terbukti tidak biasa, hal tersebut belum membuktikan pemalsuan atau penghilangan dokumen.
Pola yang aneh adalah alasan untuk menyelidiki.
Bukan alasan untuk menghukum.
---
Sore harinya, Gu Chenxiao memutuskan untuk melakukan sesuatu yang tidak ia lakukan sebelumnya.
Ia mengirim dua pertanyaan yang hampir sama kepada dua unit berbeda.
Kepada bagian arsip pusat, ia bertanya:
Dalam prosedur pada tahun yang bersangkutan, apakah rujukan “daftar keputusan administrasi terkait” memiliki nomor indeks tersendiri, atau apakah setiap unit menyimpan daftar keputusan berdasarkan urutan penerbitan?
Kepada unit administrasi aset wilayah barat, ia bertanya:
Untuk keputusan penghapusan aset pada tahun yang bersangkutan, apakah nomor keputusan dicatat dalam daftar penerbitan unit, daftar arsip pusat, atau keduanya?
Kedua pertanyaan itu tidak meminta nama tersangka.
Tidak pula menyebut berkas yang hilang.
Namun, keduanya menyentuh satu masalah yang sama: di mana jejak keputusan seharusnya berada.
Paman Fu memeriksa kedua surat sebelum dikirim.
“Jika kedua unit memberikan jawaban yang berbeda, apakah kita bisa mengetahui siapa yang salah?”
“Tidak.”
Paman Fu tampak sedikit bingung.
Gu Chenxiao melanjutkan, “Mereka mungkin menggunakan sistem pencatatan yang berbeda. Arsip pusat dapat mencatat dokumen yang diterima, sedangkan unit pemilik mencatat keputusan yang diterbitkan. Perbedaan jawaban baru berguna setelah kita mengetahui batas tanggung jawab masing-masing.”
“Lalu apa yang ingin Tuan Muda dapatkan?”
“Peta.”
“Peta?”
“Peta tempat sebuah keputusan seharusnya meninggalkan jejak.”
Gu Chenxiao menyandarkan tubuhnya.
“Jika keputusan itu benar-benar pernah dibuat, ia semestinya meninggalkan setidaknya satu jejak yang dapat diuji. Jika tidak ada jejak, kita perlu mengetahui apakah prosedur saat itu mengizinkan keadaan tersebut. Dan jika prosedur mengharuskan jejak itu ada, tetapi semua salinannya tidak ditemukan, barulah pertanyaan tentang penyebab kehilangan menjadi lebih tajam.”
Ia tidak sedang menunggu seseorang melakukan kesalahan.
Ia sedang mempersempit ruang bagi kesalahan untuk bersembunyi.
---
Jawaban pertama tiba menjelang malam.
Bagian arsip pusat menjelaskan bahwa mereka tidak selalu menyimpan daftar penerbitan keputusan. Arsip pusat mencatat keputusan yang diterima untuk disimpan, sedangkan daftar penerbitan awal berada pada unit yang mengeluarkan keputusan.
Mereka juga menegaskan bahwa pencatatan penerimaan di arsip pusat bukan pengganti bukti pengesahan dari unit pemilik.
Jawaban kedua tiba beberapa saat kemudian.
Unit administrasi aset wilayah barat menyatakan bahwa keputusan penghapusan pada periode tersebut seharusnya memiliki nomor penerbitan di dalam daftar keputusan unit. Dokumen yang diserahkan ke arsip pusat kemudian dicatat melalui proses penerimaan tersendiri.
Kedua jawaban itu saling melengkapi.
Dan dari keduanya, Gu Chenxiao memperoleh arah pencarian yang lebih jelas.
Ia tidak perlu lagi memulai dari gudang, rak, atau petugas pemindahan dokumen.
Ia perlu mencari daftar keputusan yang diterbitkan oleh unit administrasi aset wilayah barat pada tahun tersebut.
Jika nomor keputusan memang ada, daftar itu seharusnya dapat memperlihatkannya.
Jika nomor itu tidak ada, mereka harus memeriksa apakah keputusan tersebut diterbitkan melalui jalur lain yang sah.
Jika daftar penerbitan itu sendiri tidak lengkap, masalahnya akan bergeser lagi.
Gu Chenxiao mengambil pena dan menuliskan urutan langkah berikutnya:
Daftar penerbitan → nomor keputusan → pejabat pengesah → catatan penyerahan → penerimaan arsip.
Lima titik.
Lima kesempatan untuk menemukan bukti.
Lima kesempatan pula untuk membuktikan bahwa dugaan mereka salah.
Ia memandang catatan tersebut cukup lama.
Kemudian ia melipatnya dan memasukkannya ke dalam lengan jubah.
---
Pada saat yang sama, Gu Mingyuan menerima kabar bahwa penyelidikan Gu Chenxiao mulai meminta catatan penerbitan keputusan lama.
Ia sedang duduk bersama dua anggota muda klan di paviliun timur ketika seorang pelayan menyampaikan informasi tersebut.
“Dia masih mengurus arsip?” tanya salah seorang anggota muda.
“Sepertinya begitu,” jawab pelayan.
Gu Mingyuan mengangkat cangkirnya, tetapi tidak langsung minum.
“Apakah dia meminta nama orang tertentu?”
“Tidak diketahui.”
“Apakah dia mengajukan tuduhan kepada tetua mana pun?”
“Belum ada laporan tentang itu.”
Gu Mingyuan tersenyum samar.
“Menarik.”
Salah seorang pemuda di sampingnya bertanya, “Bukankah dia seharusnya mulai berlatih lebih serius? Dengan tingkat kultivasinya sekarang, dia tidak bisa terus mengandalkan kecerdikan.”
“Siapa bilang kecerdikan tidak membutuhkan latihan?”
Gu Mingyuan meletakkan cangkirnya.
“Dia mungkin sedang mencoba menemukan sesuatu. Atau dia ingin orang-orang mengira bahwa dia telah menemukan sesuatu.”
“Menurutmu, mana yang benar?”
“Kalau aku tahu, aku tidak perlu bertanya.”
Ia menyuruh pelayan pergi.
Setelah itu, ia memandang dua anggota muda yang masih duduk di hadapannya.
“Mulai sekarang, jika kalian mendengar kabar tentang penyelidikannya, jangan langsung menyebarkannya. Catat dari siapa kalian mendengarnya dan apakah orang itu melihat dokumennya sendiri.”
Kedua pemuda itu saling berpandangan.
Mereka mengira Gu Mingyuan akan memanfaatkan kekacauan untuk menyerang Gu Chenxiao.
Namun, ia justru meminta mereka berhenti menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
“Kenapa?” tanya salah seorang dari mereka.
Gu Mingyuan tersenyum.
“Karena jika dia memang sedang mencari sesuatu yang penting, aku ingin tahu apa yang dia temukan. Dan jika dia sedang membuat perangkap, aku tidak ingin menjadi orang pertama yang masuk ke dalamnya.”
Ia tidak berniat membantu Gu Chenxiao.
Ia juga tidak ingin merusak penyelidikan yang mungkin kelak memberinya keuntungan.
Untuk sementara, menunggu adalah pilihan yang lebih menguntungkan.
---
Malam semakin larut ketika Gu Chenxiao kembali ke ruang kerjanya.
Di atas meja, catatan-catatan lama tersusun menurut urutan yang telah ia tetapkan.
Nama Xu Ren.
Nama Fang De.
Nama Lin Qiao.
Nama Duan Cheng.
Nama Gu Hengyuan.
Nama He Zong.
Setiap nama terhubung dengan pekerjaan yang berbeda. Beberapa saling bersinggungan, tetapi belum ada bukti yang menyatukan semuanya menjadi satu tindakan.
Ia tidak menandai siapa pun sebagai pelaku.
Sebaliknya, ia menandai dokumen yang masih dibutuhkan.
Daftar penerbitan keputusan.
Catatan penyerahan keputusan.
Nomor penerimaan arsip.
Dan, jika tersedia, daftar pejabat yang memiliki kewenangan pengesahan pada tahun tersebut.
Paman Fu masuk membawa laporan terakhir.
“Permohonan daftar penerbitan telah diterima. Unit administrasi aset wilayah barat meminta waktu untuk memeriksa apakah daftar tahun itu masih berada dalam penyimpanan aktif atau sudah dipindahkan ke arsip lama.”
“Berapa lama?”
“Mereka belum memberikan tanggal.”
“Baik.”
Paman Fu tidak langsung pergi.
“Tuan Muda, jika keputusan itu ternyata tidak pernah diterbitkan, apakah kita sudah cukup dekat dengan jawaban?”
Gu Chenxiao memandangnya.
“Jika keputusan itu tidak pernah diterbitkan, kita baru menemukan satu ketidaksesuaian. Kita masih perlu mengetahui bagaimana daftar penghapusan menyatakan bahwa persetujuan telah diberikan.”
“Dan jika keputusan itu memang diterbitkan?”
“Kita harus menemukan siapa yang menerbitkannya dan apakah keputusan itu sesuai dengan dasar administrasi yang tersedia.”
“Jadi, apa pun jawabannya, penyelidikan belum selesai.”
“Benar.”
Gu Chenxiao tersenyum tipis.
“Itulah mengapa kita menyelidiki, bukan menebak.”
Paman Fu akhirnya membungkuk dan meninggalkan ruangan.
Gu Chenxiao mematikan satu lampu, menyisakan cahaya kecil di atas meja.
Ia telah belajar sesuatu dari dokumen-dokumen tua itu.
Sebuah keputusan tidak menjadi sah hanya karena banyak orang memperlakukannya sebagai sesuatu yang sah. Namun, sebuah catatan yang hilang juga tidak otomatis membuat keputusan itu tidak sah.
Kebenaran berada pada hubungan di antara keduanya.
Dan hubungan itu harus ditemukan.
Di luar ruangan, angin malam menyentuh lonceng kecil di bawah atap.
Gu Chenxiao menutup mata sejenak, lalu kembali membuka buku catatannya.
Di halaman terakhir, ia menuliskan satu kalimat:
Jangan mencari orang yang paling mungkin mengubah catatan. Cari terlebih dahulu catatan yang hanya dapat ada jika perubahan itu benar-benar terjadi.
Ia meletakkan pena.
Untuk pertama kalinya sejak penyelidikan dimulai, ia tidak lagi mengejar sebuah dokumen yang hilang.
Ia sedang mengejar bukti bahwa sebuah keputusan pernah ada.
Dan bila bukti itu ditemukan, seseorang mungkin harus menjelaskan mengapa jejaknya tidak pernah muncul pada berkas yang seharusnya menyimpannya.
Namun, Gu Chenxiao belum mengetahui apakah penjelasan itu akan mengungkap kelalaian biasa, kesalahan prosedur, atau sesuatu yang jauh lebih disengaja.
Ia hanya tahu satu hal.
Ketika daftar penerbitan itu akhirnya tiba, semua orang yang selama ini berlindung di balik kalimat persetujuan administrasi terkait akan kehilangan satu tempat untuk bersembunyi.
Bukan karena ia sudah mengetahui siapa mereka.
Melainkan karena ia akhirnya tahu pertanyaan apa yang harus diajukan kepada mereka.