NovelToon NovelToon
Istri Yang Berhenti Mencinta

Istri Yang Berhenti Mencinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:20k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Sudah dua tahun Senja menikah dengan Adam. Pernikahan mereka memang berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu, Adam di tinggalkan oleh calon istrinya bernama Arum satu minggu sebelum pernikahan. Selama pernikhan dua tahun itu kecanggungan sangat terasa di antara mereka. Memang tak ada tuntutan apapun dari keduanya dalam pernikahan itu. Mereka menikah hanya demi menyelamatkan harga diri keluarga Adam.

Pernikahan dingin dan hanya selayaknya seperti orang yang sedang ngkost, karena memang mereka berdua adalah teman kampus. Walau Senja tak pernah mengenal Arum. Namun enam bulan terakhir kedekatan mereka mulai terlihat walau Adam masih memberikan jarak untuk Senja.

Tiga bulan terakhir Adam mulai berubah dan sering pulang larut bahkan sering ada tugas ke luar kota. Hingga akhirnya Senja tahu kalau Adam kembali menjalin hubungan dengan Arum. Dan ternyata Arum juga sudah menikah,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja 22

Mobil SUV hitam yang dikemudikan Rian membelah jalanan ibu kota yang mulai lengang. Suasana di dalam kabin terasa hening, hanya ditemani deru AC yang lembut dan lampu-lampu gedung tinggi yang berkelebat cepat di balik kaca jendela.

Senja menunduk, memandangi pergelangan tangannya yang masih menyisakan sedikit kemerahan. Sensasi cengkeraman kasar Adam tadi seolah masih membekas. Namun, rasa sakit fisik itu tidak ada apa-apanya dibandingkan kelegaan luar biasa yang membuncah di dadanya. Akhirnya, rantai tak kasat mata yang selama dua tahun mengekangnya telah putus berkeping-keping. Lembaran hidupnya yang kelam bersama Adam resmi ditutup malam ini.

Tak lama kemudian, mobil mewah itu memasuki area parkir basement gedung apartemen eksklusif tempat Senja kini tinggal, fasilitas pengamanan khusus yang disiapkan oleh Angkasa.

Rian memarkirkan kendaraan dengan mulus tepat di dekat pilar penyangga nomor empat. Di dekat sana, sebuah mobil sedan Eropa berwarna hitam legam terparkir sunyi. Lampu depannya padam, namun siluet seorang pria yang berdiri bersandar di pintu mobil itu terlihat sangat jelas.

Angkasa.

Pria itu mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, memperlihatkan otot lengannya yang kokoh. Tanpa jas, auranya justru terasa jauh lebih dominan dan berbahaya.

Begitu pintu mobil Rian terbuka, Senja melangkah keluar. Udara basement yang dingin langsung menyambut kulitnya.

Mendengar suara pintu tertutup, Angkasa menegakkan tubuhnya. Tatapan matanya yang tajam bak elang langsung terkunci pada sosok Senja. Ia berjalan mendekat dengan langkah tegap, sementara Rian memilih berdiam diri di dekat kemudi, memberi ruang bagi sang atasan.

"Kudengar konfrontasinya berjalan cukup dramatis di luar sana," buka Angkasa dengan suara baritonnya yang tenang namun mematikan. Pria itu berhenti tepat satu langkah di hadapan Senja, mengamati wanita itu dari ujung rambut hingga ujung kaki.

"Ada bagian tubuhmu yang terluka akibat cengkeraman pria pengecut itu?"

Senja mendongak, menatap mata hitam Angkasa yang menyimpan sejuta kalkulasi. Ia menggeleng pelan, lalu menarik napas dalam-dalam.

"Tidak ada yang terluka secara fisik, Pak Angkasa," jawab Senja dengan suara yang kini terdengar jauh lebih stabil dan berwibawa.

"Hanya sedikit kemerahan. Tapi itu harga yang sangat murah untuk sebuah kebebasan."

Sudut bibir Angkasa terangkat tipis membentuk senyuman sinis. "Bagus. Nyali yang luar biasa untuk seseorang yang baru saja meruntuhkan separuh hidup suaminya."

Senja mendengus kecil, sebuah senyum kecut tersungging di bibirnya.

"Suami? Saya bahkan hampir lupa rasanya memiliki suami, Pak. Adam tadi sempat memohon, merengek dan mengatakan akan menarik talak dan meminta saya mencabut gugatan. Dia pikir saya akan luluh hanya karena dia menjanjikan masa depan palsu."

"Dan apa jawabmu?" tanya Angkasa penasaran, tatapannya menyipit tajam.

"Saya katakan padanya bahwa cinta itu sudah mati sejak hari pertama dia mengkhianati saya, dan dikubur dalam-dalam saat Arum mengirimkan bukti-bukti busuk mereka ke ponsel saya," ucap Senja tegas, menatap lurus manik mata Angkasa tanpa gentar.

"Saya bilang padanya untuk hidup bahagia bersama selingkuhannya, dan meminta dia tidak lagi mengganggu hidup saya."

Mendengar jawaban telak itu, tawa pendek yang sarat akan kepuasan lolos dari bibir Angkasa. Suara tawa rendah itu menggema pelan di area parkir yang sepi.

"Kalimat yang sangat indah dan mematikan," puji Angkasa, suaranya melembut namun intensitas tatapannya justru semakin menghujam.

"Kamu benar-benar mengejutkan saya, Senja. Di balik tampang tenang dan kepatuhanmu selama di kantor, tersimpan ketegasan seorang petarung."

"Saya hanya lelah menjadi pihak yang selalu mengalah dan diinjak-injak, Pak," balas Senja jujur.

"Dan semua ini... keberanian ini tidak akan pernah ada kalau Anda tidak membuka jalan dan memberi saya perlindungan hukum lewat Raka dan Pak Rian."

Angkasa melangkah maju satu tapak lagi, memperkecil jarak di antara mereka hingga Senja bisa merasakan hawa hangat dari tubuh pria itu. Senja refleks menahan napasnya.

"Saya tidak memberikan jalan cuma-cuma, Senja," bisik Angkasa rendah, tepat di depan wajah Senja.

"Setiap langkah yang kamu ambil adalah buah dari logikamu sendiri yang brilian. Saya hanya memastikan bahwa pion di papan catur saya tidak dihancurkan sembarangan oleh pemain amatir."

Senja terpana. Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat, bukan karena takut, melainkan karena getaran aneh yang diciptakan oleh kedekatan mereka.

"Pion...?"

"Ya," sahut Angkasa dengan mata yang berkilat tajam.

"Dan permainan kita belum berakhir di sini. Panggung utamanya baru akan di mulai... Aku tak berniat bermain terburu-buru dengan mereka, aku ingin melihat mereka hidup dalam ketakutan dulu..."

"Perceraianmu dan Adam akan selesai kurang dari satu bulan. Aku sudah bicarakan dengan Raka, dengan semua bukti, kenyataan jika kamu juga belum eprnah tersentuh dan juga dengan pengaruh yang aku punya. Semuanya akan berjalan dengan cepat. Bersiaplah dalam satu bulan kamu akan menjadi janda. Dan ada tugas lain untukmu setelah selesai putusanmu!"

"Maksudnya, pak Angkasa?"

"Masuklah! Ini sudah terlalu larut!" jawab Angkasa dingin, memotong begitu saja rasa penasaran stafnya.

Tanpa menunggu balasan dari Senja, Angkasa berbalik dengan gerakan tegas. Pria itu melangkah panjang menuju sedan Eropa miliknya. Rian yang bersiap di dekat kemudi segera membukakan pintu dengan gesit.

"Pak Angkasa..." panggil Senja refleks, melangkah satu tapak maju.

Namun pintu mobil lebih dulu terhempas menutup dengan dentuman berat yang mantap. Mesin sedan berkapasitas besar itu meraung halus, lalu perlahan bergerak meninggalkan area basement, meninggalkan kepulan tipis uap knalpot di udara dingin.

Senja berdiri mematung sendirian di dekat pilar nomor empat. Mulutnya sedikit terbuka, napasnya tertahan di tenggorokan. Rasa takjub, kebingungan, dan sisa-sisa adrenalin yang bergejolak malam ini beradu menjadi satu gumpalan besar di dadanya.

"Tugas lain...?" gumam Senja pada dirinya sendiri. Tangannya yang memegang tali tas mencengkeram erat.

"Tugas apa maksudnya? Kenapa dia memotong pembicaraan begitu saja setelah melemparkan teka-teki seperti itu?"

Keheningan basement yang luas itu seolah menertawakan kebingungannya. Dengan langkah gontai dan pikiran yang berkecamuk hebat, Senja berbalik menuju pintu kaca lobi lift khusus penghuni apartemen.

Ting.

Pintu lift terbuka di lantai unitnya. Senja melangkah keluar, menempelkan kartu akses pada gagang pintu digital, dan mendorong pintu kayu tebal itu hingga terbuka.

Unit apartemen eksklusif itu luas, modern, dan teramat sunyi. Lampu-lampu bernuansa warm white menyala otomatis begitu sensor menangkap keberadaannya. Aroma kayu cendana yang menenangkan menyeruak di udara, namun sama sekali tak sanggup mendinginkan kepala Senja yang berdenyut hebat.

Ia melepaskan sepatu tumit tingginya, melempar tasnya sembarangan ke sofa empuk di ruang tengah, lalu menghempaskan tubuhnya di sana. Pandangannya menatap kosong ke arah langit-langit apartemen yang tinggi.

"Satu bulan... janda... dan tugas lain?" desis Senja seraya memijit pelipisnya yang berdenyut.

Di dalam kepalanya, bayangan tatapan mata Angkasa yang sehitam malam tadi terus berputar. Sorot mata yang dingin, penuh kalkulasi, namun begitu protektif. Mengapa seorang CEO raksasa bisnis seperti Angkasa mau mengurus proses cerainya sampai sedetail itu? Mengapa Angkasa sampai mengerahkan Raka, pengacara kelas atas hanya agar status hukumnya selesai dalam waktu kurang dari tiga puluh hari?

"Apa yang sebenarnya sedang direncanakan pria itu?" Senja bergumam frustrasi. Ia bangkit terduduk, meraih bantal sofa dan memeluknya erat.

Apakah ini masih ada hubungannya dengan audit keluarga Lyra? Atau dia mau menempatkan aku di posisi tertentu dalam konfrontasi mereka nanti?"

Tak ada jawaban. Hanya deru halus pendingin ruangan yang memenuhi ruang tengah yang megah itu.

Senja menarik napas panjang, mencoba merangkai kepingan demi kepingan puzzle. Angkasa adalah tipe pria yang tidak pernah melangkah tanpa tujuan presisi. Setiap kalimat yang keluar dari mulutnya adalah catur yang sudah diperhitungkan sepuluh langkah ke depan. Namun diposisikan sebagai "pion" yang menyimpan misteri seperti ini membuat dada Senja berdebar tak menentu, antara cemas akan ketidakpastian, dan gelombang aneh yang perlahan menyusup di relung hatinya.

Senja mengusap pergelangan tangannya yang sempat memerah akibat benturan emosi dengan Adam tadi sore. Senyum tipis yang getir melintas di bibirnya.

"Apapun tugas itu nanti..." bisik Senja menatap bayangan dirinya di kaca jendela besar yang menampilkan gemerlap lampu kota Jakarta,

"aku tak boleh gagal. Kalau ini harga yang harus kubayar untuk kebebasan dan keadilan ini... akan kuhadapi."

1
Cicih Sophiana
Senja traumo dgn pernikan nya dgn Adam... jd pak bos hqrus sabar menghadapi wanita yg pernah di sakiti suami nya
Cicih Sophiana
sekarang kamu sdh tdk punya apa apa lagi Adam... jelas aja si pe rek udah gak mau lagi sama kamu...
nely_48
jgn sampe senja d tolak mentah² oleh calon mertua nya
nely_48
najis banget sih adam msh tinggal d apartemen arum,, bukan nya pergi tinggalkan apartemen arun n adam bs nge kos, bebas
nely_48
semoga senja ga jd nikah sm angkasa,, bpak n emak na angkasa az aura kunti terasa pisan kitu
sunaryati jarum
waah emak nggak sabar melihat kalian menikah dan melihat kehancuran Lyra bersama keluarga serta kekecewaan dan Penyedalan orang tua Pak Angkasa Tanuwijaya dan Ibu Fransisca
ryuka
aaaduuhhh dduuuhhh.. speechless kan 🤭🤭🤭🤭🤭
Ilfa Yarni
nikmatilah adam hahaha
nely_48
PD sangan ngana ini Lyra,, ngatain senja wanita murahan eh ga tau nya ngana sendiri yg murahan, sana sini boleh masuk✌✌
nely_48
klau udh tau rasa nya n mengalami lgsg az adam lgsg menyesal
Oma Gavin
lama banget nunggu kehancuran arum dan keluarga nya
Muft Smoker
siapin keresek yx nyonya fransiska tuan tanuwijaya ,, kalo kenyataan gx sesuai ekspetasii ,,
Harniati Rifqy
lanjut
Cicih Sophiana
qta liat aja nanti Senja... siapa yg akan hancur sebelum hari bahagia nya...
Cicih Sophiana
ngatain orang murahan... terus dia apa ?
padahal dia yg murahan 🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Apakah Ny Fransisca dan Tuan Tanuwijaya akan sekeras dan seantusias itu setelah tahu kebejatan perilaku Lyra alias Arum
sunaryati jarum
Tak sadar Lyra mengeluarkan kebusukan dirinya sendiri saat melihat Senja.Yang mengobral tubuh itu kamu Lyra kok tidak tahu malunya menyebut jalang pada Senja.Makin ilfil Angkasa, lagian Pak Angkasanya sudah melamar Senja dan direstui Ny Besar, nenek Pak Angkasa.Keahlianku kamu cuma main di ranjang,merayu pria kaya dan morotin uangnya ya Lyra/ Arum
Muft Smoker
mau nangis sambil guling2 juga semua gx bakal bisa balik ke masa lalu dam ,,
mending km bekerja yg baik ,, berubah dg baik ,,
jgn ganggu senja lgii ,,
Muft Smoker
tau aj nii pak angkasa yg fresh2 ,,
lngsung gerak cepat tkut di ambil Rian yx pak 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
falea sezi
🤣🤣🤣mampus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!