NovelToon NovelToon
Gawat Jendral, Istri Gendutmu Ternyata Badas!

Gawat Jendral, Istri Gendutmu Ternyata Badas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:51.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

“Pernikahan ini hanya ikatan di atas kertas. Jangan pernah berharap aku akan menyentuhmu, apalagi mencintaimu.”

Duka membeku di hati Arjuna. Sejak kepergian istri tercintanya, jenderal muda yang disegani itu mengubur rapat hatinya untuk siapa pun. Namun, sebuah wasiat terakhir memaksanya menikahi Arunika, perempuan yang sama sekali tak pernah ia bayangkan menjadi pendamping hidupnya.

Di mata Arjuna, Arunika hanyalah wanita bertubuh gemuk, sederhana dan tak pantas berjalan di sisinya. Ia menerima pernikahan itu semata demi menghormati pesan terakhir mendiang istrinya dan memberikan seorang ibu bagi putra kecil mereka.

Saat Arunika perlahan menaklukkan hati putra kecilnya, sang Jenderal pun mulai goyah.

​Bisakah Arjuna mempertahankan dinding esnya ketika wanita yang ia remehkan justru menjadi satu-satunya alasan jantungnya berdetak kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 17

"Mau ke mana, Jenderal?"

Langkah kaki Arjuna yang baru saja keluar dari ruang komando militer langsung terhenti. Renata berdiri tegak di belakangnya dengan dahi berkerut penuh tanda tanya.

Arjuna tidak menoleh sedikit pun. "Pulang," jawabnya singkat. "Anakku sedang sakit dan butuh aku."

"Pulang? Di saat operasi besar militer ini belum benar-benar selesai? Hanya karena masalah anak sakit? Apa kau serius, Arjuna? Nakula jauh lebih penting daripada tugas negara ini?" Renata mendengus tidak percaya.

Arjuna akhirnya memutar tubuhnya. Tatapan matanya yang tajam menghujam tepat pada Renata, bagaikan bilah es yang siap membekukan siapa saja.

"Ada masalah dengan keputusanku, Renata?"

Renata menarik napas panjang, mencoba menasehati dengan nada setengah memprotes.

"Sebagai seorang jenderal komandan tertinggi, bukankah seharusnya kau mendahulukan tugas dan tanggung jawab pasukan? Bagaimana mungkin seorang pemimpin meninggalkan medan hanya karena urusan rumah tangga?"

Suasana di dalam markas itu seketika mendadak sunyi. Beberapa prajurit yang lalu-lalang langsung menghentikan langkah mereka, saling berpandangan cemas. Tak seorang pun berani menyela perdebatan panas tersebut.

Arjuna melangkah maju perlahan, memangkas jarak hingga kini ia berdiri tepat satu langkah di depan Renata.

"Renata," panggilnya dengan.

"Ya, Jenderal?"

"Kau itu hanya bawahanku di sini."

Kalimat itu diucapkan begitu datar. Namun, efeknya berhasil membuat Renata tercekat hingga kehilangan kata-kata.

"Dan satu hal lagi yang harus kau catat baik-baik," lanjut Arjuna tanpa mengalihkan pandangan tajamnya. "Bagiku, Nakula jauh lebih penting daripada misi apa pun di dunia ini. Tidak ada satu pun operasi militer yang sebanding dengan nyawa dan keselamatan anakku."

"Tapi tugas kita di perbatasan ini—"

"Cukup!" bentak Arjuna. "Aku tidak datang ke sini untuk berdebat kusir denganmu. Aku sudah menyerahkan komando sementara kepada wakilku sesuai prosedur militer yang berlaku. Urusan selebihnya bukan lagi urusanmu!"

Renata menggigit bibir bawahnya erat-erat hingga hampir berdarah. Air muka wanita itu berubah drastis, dari arogan menjadi penuh luka.

"Jadi, kau masih menyimpan kemarahan padaku karena kejadian pengkhianatan enam tahun lalu?"

Arjuna kembali berbalik badan, membuka lokernya untuk mengambil barang. Ia melepas rompi antipeluru serta atribut seragam lapangannya, lalu mengenakan jaket kulit hitam tebal miliknya.

"Aku sama sekali tidak tertarik membahas sesuatu yang tidak penting dan masa lalu."

Jawaban dingin itu menusuk ulu hati Renata. "Bagiku itu penting, Arjuna! Selama enam tahun ini kau selalu menghindariku. Aku kembali dipindahkan ke markas ini karena aku ingin memperbaiki semuanya di antara kita." Renata melangkah mendekat, menyentuh lengan sang jenderal. "Aku tahu dulu aku salah besar karena telah berkhianat. Hubunganku dengan Bima juga sudah lama berakhir. Bisakah kita mulai semuanya dari awal?"

Arjuna menutup pintu lokernya lalu menatap Renata tanpa menyisakan secercah pun emosi di manik matanya.

"Kau pikir aku peduli pada omong kosongmu?"

Kalimat mutlak itu terasa jauh lebih menyakitkan daripada sebuah tamparan keras di muka. Renata membeku di tempat.

Arjuna menyambar kunci mobil di atas meja. Sebelum melangkah keluar, ia memberikan instruksi singkat kepada ajudannya.

"Mayor Dimas. Lanjutkan seluruh rencana pengamanan sesuai protokol."

"Siap, Jenderal!" jawab sang mayor.

Tanpa menoleh sedikit pun lagi kepada Renata, Arjuna berjalan keluar meninggalkan markas besar menuju mobil pribadinya.

Di dalam ruangan, Renata mengepalkan kedua tangannya dengan sangat kuat hingga kuku-kukunya menancap di telapak tangan. Wajahnya dipenuhi oleh amarah dan rasa benci yang membara.

"Sialan!" desisnya. "Alana pengganggu itu sudah mati, tapi kenapa sekarang muncul pengganggu baru lagi?!"

Renata menyeringai. "Jangan pernah berpikir aku akan membiarkanmu merampas posisi dan tempat yang seharusnya mutlak menjadi milikku di sisi Arjuna, Bocah!"

*

*

Empat jam kemudian, mobil Arjuna telah berhenti di pelataran rumah sakit. Pria itu bahkan tidak memedulikan gerimis malam yang membasahi rambut dan jaket kulitnya.

Di depan pintu ruang rawat, seorang wanita bertubuh besar tampak duduk tertunduk di kursi tunggu, dengan kepala bersandar lelah pada dinding.

"Arunika!"

Arunika perlahan mengangkat wajahnya yang tampak sayu. Manik mata mereka langsung beradu beberapa saat.

"Apa aku terlambat datang?"

Arunika menggeleng pelan. "Tidak, suamiku. Dokter baru saja selesai memeriksa keadaannya. Dia memang belum sadarkan diri sepenuhnya, tapi dokter bilang kondisinya sudah stabil dan tidak ada cedera kepala fatal yang mengancam nyawanya."

Mendengar kabar tersebut, bahu Arjuna yang sejak tadi menegang akhirnya sedikit mengendur. "Syukurlah," ucapnya pelan, nyaris tak terdengar.

Tanpa membuang waktu lebih lama, Arjuna segera mendorong daun pintu ruang rawat. Arunika bangkit dan mengekor di belakangnya.

Namun tepat saat mereka tiba di ambang pintu, langkah Arjuna mendadak terhenti. Tubuhnya mematung bak tersambar petir.

"Nakula..."

Pandangan mata jenderal itu jatuh sepenuhnya pada sosok kecil yang terbaring lemah di atas ranjang pesakitan. Wajah Nakula masih dipenuhi oleh lebam kebiruan. Selang infus terpasang di punggung tangan mungilnya. Sebuah masker oksigen transparan menutupi sebagian kecil wajah pucatnya.

Dengan langkah gontai, ia menghampiri sisi ranjang.

Arunika berdiri di belakang sang suami. Ia melihat bagaimana punggung pria yang selalu tampak tegar dan kokoh itu bergetar sangat pelan.

Di balik seragam dinas, pangkat bintang dua dan wajah dingin tanpa senyum yang ia tunjukkan, Arjuna pada akhirnya hanyalah seorang ayah. Seorang ayah yang baru terlambat menyadari bahwa selama ini, darah daging yang paling ia cintai diam-diam menanggung luka seorang diri.

"Bangun, Nakula. Papa sudah pulang Nak."

1
Esther
Yang tegas Juna sama calon ulat bulu, atau serahkan ke Arunika saja😁
Melia Gusnetty
aiss...mantan yg udh d buang pd tempat nya ..dtng mengganggu...buang kembali jauh2 juna...klu perlu lempar ke kandang babi🤭😜😄
Sri Rahayu
hahaha...blm tau mereka kl Arjuna uda nyuruh Dimas memblokir semua.rek dan kartu Wina dan Ibunya 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
waduh...ada pengganggu datang Arjuna...akankah dia perusak rumahtangga Arjuna dan Arunika...jgn kasih celah Jendral...lanjut Thorr😘😘😘
sutiasih kasih
taunya g gablek dwit buat bayar😄😄😄
Senja Susanti
lanjut up
Dede Maesaroh
ulat bulu di mana"
🇦 🇵 🇷 🇾👎
tegas kau sm ulet bulu na.... jgn ngadi
🇦 🇵 🇷 🇾👎
bnr itu nak
Senja Susanti
tegas jun sama Renata itu
Arda Aldi
penasaran juga sama ayahnya damar kemana ya kok semua kebutuhan Wina dan anaknya semua Arjuna yang membiayainya
Ita rahmawati
nah ini bener bner Badas,, ditindas balik nindas 🤣
Ita rahmawati
dih pak jenderal pake ngedipin mata sebagai isyarat segala 🤣
Melia Gusnetty
pasti si damar anak haram...🤭😜
Melia Gusnetty
sdh ku duga..ternyata mak tiri dn kk tiri...
dasar parasit gk tau diri...dh d tampung mlh ngelunjak ..merasa jd nyonya besar...tunggu aja hukuman utk kalian parasit..
sutiasih kasih
lhoooo ibu tiri trnyata.... jgn" wina kakak tiri....
ya elahhhhhhh..... bner" benalau tak tau diri.... 😄😄😄
Esther
Lanjutkan Arunika, jangan biarkan mereka jadi parasit dirumah Arjuna suamimu.

Sejak awal penasaran, kemana bapaknya Damar
Esther
Oalah ternyata bukan keluarga kandung, gitu gayanya kayak penguasa rumah
Sri Rahayu
kok Arunika bisa tau rahasia Wina ya...lanjut Thorr😘😘😘
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: nebak dia kak🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
rupanya Ratna ibu tirinya Arjuna...pantas.saja Ratna kejam sama Nakula...rupanya nenek tiri...
kl Wina kakak kandung atau kakak tiri Arjuna ya 😇😇😇...lanjut Thorr😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!