NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:263.1k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Malam sudah jauh lebih larut ketika Lorenzo tiba-tiba terbangun oleh bunyi dering telepon. Kamar dalam keadaan gelap. Hanya cahaya samar dari lampu kota yang masuk melalui celah tirai. Alina masih tertidur di sisi ranjang, membelakanginya dengan selimut menutupi sebagian tubuh. Lorenzo perlahan bangkit agar tidak membangunkannya.

Sejak kejadian kecelakaan beberapa waktu lalu, ada sesuatu yang mengganjal di kepalanya. Awalnya ia mengira kecelakaan itu murni karena hujan deras dan jalan yang licin. Namun, setelah mendengar beberapa hal dari Marcus, kecurigaannya mulai tumbuh.

Sambil memegangi ponselnya Lorenzo berjalan menuju balkon. Begitu pintu balkon tertutup, Lorenzo langsung menekan tombol berwarna hijau. Selama beberapa hari ini, dia menunggu laporan dari Marcus.

“Ada apa, Marcus?” tanya Lorenzo dengan suara pelan. “Kenapa tengah malam begini menghubungi aku?”

Suara Marcus terdengar serius dari seberang. “Tuan, saya baru mendapatkan hasil pemeriksaan tambahan.”

Sejak kejadian kecelakaan beberapa waktu lalu, ada sesuatu yang mengganjal di kepalanya. Awalnya ia mengira kecelakaan itu murni karena hujan deras dan jalan yang licin.

Lorenzo bersandar pada pagar balkon. “Hasil bagaimana?”

“Teknisi menemukan sesuatu pada mobil Anda.”

Lorenzo langsung terdiam..Tatapannya beralih ke halaman rumah yang gelap. “Apa yang mereka temukan?”

Marcus menarik napas sebelum menjawab. “Ada sebuah alat yang sengaja dipasang pada sistem kendaraan Anda.”

Rahang Lorenzo mengeras. “Alat?”

“Ya, Tuan.”

“Untuk apa?”

“Menurut teknisi, alat itu bisa memengaruhi sistem kendaraan ketika mobil melaju dalam kecepatan tinggi. Jika kondisi tertentu terpenuhi, alat tersebut dapat membuat beberapa komponen kendaraan bekerja tidak sebagaimana mestinya.”

Lorenzo menatap kosong ke depan. Jadi dugaannya benar. Kecelakaan itu bukan sekadar akibat hujan. Seseorang telah menyentuh mobilnya.

“Seberapa berbahaya alat itu?” tanya Lorenzo.

“Cukup berbahaya jika kendaraan sedang melaju cepat.”

Lorenzo menggenggam ponselnya lebih erat. Ingatan tentang malam ketika kecelakaan itu terjadi kembali muncul. Selama ini ia mengira dirinya hanya sedang sial. Ternyata ada seseorang yang mungkin sengaja membuatnya mengalami kecelakaan.

“Apa alat itu ada padamu?” tanya Lorenzo akhirnya.

“Ya.”

“Bagaimana kalian menemukannya?”

“Montir harus membongkar beberapa bagian kendaraan untuk menemukannya. Bentuknya kecil sekali. Kalau orang awam tidak memahami sistem kendaraan sport, alat itu hampir tidak akan terlihat.”

Lorenzo mengembuskan napas. Ia menatap langit malam.

“Bagus. Itu bisa menjadi barang bukti.”

“Betul, Tuan.”

“Pastikan jangan sampai hilang.”

“Sudah saya simpan di tempat aman.”

“Jangan berikan kepada siapa pun.”

“Baik.”

Lorenzo terdiam beberapa saat. Pikirannya mulai bergerak cepat. “Sekarang tinggal mencari siapa yang memasangnya.”

Lorenzo mengusap dagunya. “Aku tidak pernah meminjamkan mobil itu.”

Lorenzo mengerutkan kening. Itu justru membuat masalah semakin rumit. Kalau bukan orang yang meminjam mobilnya, bagaimana seseorang bisa memasang alat itu? Kapan alat itu dipasang?

Pria itu menatap pintu kaca yang menghubungkan balkon dengan kamar. Di balik pintu itu, Alina masih tertidur.

Lorenzo menundukkan kepala. Jika alat tersebut dipasang tanpa sepengetahuannya, berarti pelakunya mempunyai kesempatan untuk mendekati kendaraan. Mungkin seseorang sudah mengawasi dalam waktu yang cukup lama.

“Tuan.”

Suara Marcus membuat Lorenzo kembali fokus. “Ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan.” Nada suara Marcus berubah lebih serius.

“Apa?”

“Ini penting.”

Lorenzo berdiri tegak. “Katakan.”

“Sepertinya ada orang yang diam-diam mengawasi Anda dan Nyonya.”

Lorenzo membeku. “Apa?”

“Bukan satu orang.”

Jantung Lorenzo berdetak lebih cepat. “Maksudmu?”

“Mereka bergantian.”

Lorenzo berjalan mendekati pagar balkon. “Dari mana kamu tahu?”

“Awalnya saya mengira mereka sedang mengawasi Bianca.”

“Bianca?”

“Ya. Karena saat itu saya memang sedang menyelidiki pergerakan Bianca. Salah satu orang itu beberapa kali terlihat di sekitar tempat Bianca berada.”

Lorenzo mengernyit. “Lalu?”

“Setelah saya mengikuti mereka lebih jauh, saya menyadari mereka tidak memperhatikan Bianca. Tetapi Anda, Tuan.” Marcus menjawab dengan suara rendah.

“Apa?!” Lorenzo terkejut. “Sudah berapa lama?”

“Kami belum bisa memastikan. Tapi berdasarkan pola pergerakan mereka, kemungkinan sudah cukup lama.”

“Apakah mereka pernah mendekati rumah?”

“Belum ada bukti mereka masuk ke rumah.”

Lorenzo menutup mata sejenak. Ia selama ini terbiasa menghadapi persaingan bisnis. Ancaman, tekanan, bahkan orang yang mencoba menjatuhkannya bukan hal baru.

Namun mengetahui ada seseorang yang mengawasinya secara diam-diam terasa berbeda. Apalagi sekarang ia tidak sendirian. Ada Alina. Dan wanita itu sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.

“Marcus.”

“Ya, Tuan?”

“Jangan beri tahu Alina dulu.”

Marcus terdiam sebentar. “Baik.”

“Aku tidak ingin dia panik.”

“Saya mengerti.”

“Dan cari tahu siapa mereka. Jangan bertindak gegabah. Aku ingin tahu siapa yang menyuruh mereka.”

“Baik, Tuan.”

Lorenzo menatap halaman rumah sekali lagi. “Aku ingin semuanya jelas sebelum kita bergerak.”

“Dimengerti.”

Panggilan itu berakhir. Lorenzo menurunkan ponselnya. Ia masih berdiri di balkon selama beberapa saat. Pikirannya dipenuhi banyak kemungkinan.

Siapa yang memasang alat pada mobilnya? Siapa yang mengawasinya? Apakah kedua hal itu berhubungan? Dan yang paling penting, apakah kecelakaan itu memang ditujukan kepadanya?

Lorenzo mengusap wajah. Ia mendengus pelan.

“Haruskah aku punya bodyguard.”

Namun, bayangan beberapa orang asing terus mengikuti dirinya justru membuatnya tidak nyaman. Ia tidak suka orang lain berada terlalu dekat dengannya. Apalagi orang yang tidak dikenalnya.

Lorenzo menoleh ke dalam kamar. “Kalau saja Alina jago berkelahi, maka bodyguard tidak diperlukan,” gumamnya.

Ia membayangkan Alina menghadapi orang yang berniat jahat dengan wajah polosnya. Kemudian ia membayangkan Alina menendang orang tersebut seperti ketika dirinya ditendang beberapa waktu lalu. Lorenzo menahan tawa. Ia menggeleng.

Setelah memastikan keadaan di luar aman, ia kembali masuk ke kamar. Lorenzo berdiri di samping ranjang.

Alina masih tidur pulas. Rambutnya sedikit berantakan. Satu tangannya berada di bawah bantal, sementara wajahnya tampak tenang tanpa sedikit pun tanda bahwa wanita itu baru saja hampir mengalami kecelakaan maut beberapa jam sebelumnya.

Lorenzo memperhatikannya cukup lama. Ia duduk di sisi ranjang. “Kenapa saat tidur pun kelihatan menggemaskan?” bisiknya.

Ada sesuatu dalam dirinya yang terasa lebih ringan hanya dengan melihat Alina tidur dengan tenang. Padahal beberapa menit lalu pikirannya dipenuhi kemungkinan pembunuhan.Sekarang ia justru sibuk memperhatikan bulu mata istrinya. Lorenzo tersenyum jahil.

“Kalau bangun, dia pasti marah.”

Pria itu menunduk. Sebuah kecupan mendarat di kening Alina. Kemudian di ujung hidungnya. Lorenzo tersenyum. “Selamat tidur.”

Alina tidak bergerak. Lorenzo semakin berani. Ia mengecup bibir Alina dengan sangat singkat.

Tidak ada respons. Ia kembali mengecupnya beberapa kali.

Lorenzo baru hendak mencium lagi ketika tangan Alina bergerak cepat. Sebuah pukulan telak mengenai bagian sekitar mata Lorenzo.

“AAAA!” Lorenzo langsung mundur. Tangannya refleks menutupi mata. “Ssssh ... sakit!”

Alina tetap tertidur. Ia bahkan tidak bergerak sedikit pun setelah memukulnya.

Lorenzo menatap istrinya dengan mata sebelah terbuka. “Alina ...!”

Tidak ada jawaban. Lorenzo memijat area sekitar matanya. Ia menatap Alina dengan tidak percaya.

“Dalam keadaan tidur pun kamu bisa menyerang aku.”

Alina hanya menarik selimut lebih tinggi.

Lorenzo menghela napas. Ia ingin marah, tetapi rasa kantuk mulai menyerangnya. Akhirnya ia berbaring kembali. Namun setiap kali matanya mulai terpejam, rasa nyeri di sekitar mata membuatnya kembali membuka mata.

1
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
Apa yg mengeras Al/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Kanyuri atmi
ceritanya lucu dan menggemaskan.. romance dewasa yang menarik dan ceritanya ringan untuk dibaca..
Sastri Dalila
😅😅🤭
Uthie
Wadduuhhhh... apakah musuh mulai menampakkan dirinya?!???
Ummee
mantannya Alina kah?
Halimah
Lorenzo trauma🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
menantu jadi gak bisa punya jati diri donk kalau mengikut semua perintah mu
Wulan
astaga ,, dah mlm ,, malah ngakak sendiri aq 🤣🤣,, bisa bisa ny suami ny ketinggalan 🤣🤣
Inooy
akhir nyaaaa g jadi hareudaaang wkwkwkwk
Inooy
skarang banyak gombal nya Ren, kemarin2 malah banyak dengerin pikiran dn hati Aliiinaa 😁
Inooy
kamu mah malu malu meong Aal, hhadeuuuuhh..mulai hareudaaang!!!
Inooy
diih pura pura padahal kepengen jg...🙂‍↔️🙂‍↔️

aduh Gustiiiii,,,adegan nya 21+ mulu niih mentang2 Lorenzo ama Alina udh bestiean /Facepalm/
bikin hareudang mulu ka Santiii...😂
Inooy
jangankan Alina, Ren..aq aj suka gugup padahal cuma baca doaang 😂
Inooy
cerita nya kamu mulai terabaikan nih Reen, waktu 3 tahun k belakang kamu baik2 aj tuh waktu g ketemu Alina dalam waktu lama 🤭..skarang malah jd alay iiiih /Facepalm/
Kinara Widya
lanjutkak
Arin
Apakah Edgar mantan Alina? apakah orang itu berbahaya?
RiriChiew🌺
jgn sampaii goyahh yaa Alina .
ryuka
jangan2 edgar itu dr masa lalu nya alina bukan lorenzoooo /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Slight//Slight//Slight/
Ita rahmawati
jgn jgn si Edgar ini mantannya Alina ya 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!