NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:633.2k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Malam sudah jauh lebih larut ketika Lorenzo tiba-tiba terbangun oleh bunyi dering telepon. Kamar dalam keadaan gelap. Hanya cahaya samar dari lampu kota yang masuk melalui celah tirai. Alina masih tertidur di sisi ranjang, membelakanginya dengan selimut menutupi sebagian tubuh. Lorenzo perlahan bangkit agar tidak membangunkannya.

Sejak kejadian kecelakaan beberapa waktu lalu, ada sesuatu yang mengganjal di kepalanya. Awalnya ia mengira kecelakaan itu murni karena hujan deras dan jalan yang licin. Namun, setelah mendengar beberapa hal dari Marcus, kecurigaannya mulai tumbuh.

Sambil memegangi ponselnya Lorenzo berjalan menuju balkon. Begitu pintu balkon tertutup, Lorenzo langsung menekan tombol berwarna hijau. Selama beberapa hari ini, dia menunggu laporan dari Marcus.

“Ada apa, Marcus?” tanya Lorenzo dengan suara pelan. “Kenapa tengah malam begini menghubungi aku?”

Suara Marcus terdengar serius dari seberang. “Tuan, saya baru mendapatkan hasil pemeriksaan tambahan.”

Sejak kejadian kecelakaan beberapa waktu lalu, ada sesuatu yang mengganjal di kepalanya. Awalnya ia mengira kecelakaan itu murni karena hujan deras dan jalan yang licin.

Lorenzo bersandar pada pagar balkon. “Hasil bagaimana?”

“Teknisi menemukan sesuatu pada mobil Anda.”

Lorenzo langsung terdiam..Tatapannya beralih ke halaman rumah yang gelap. “Apa yang mereka temukan?”

Marcus menarik napas sebelum menjawab. “Ada sebuah alat yang sengaja dipasang pada sistem kendaraan Anda.”

Rahang Lorenzo mengeras. “Alat?”

“Ya, Tuan.”

“Untuk apa?”

“Menurut teknisi, alat itu bisa memengaruhi sistem kendaraan ketika mobil melaju dalam kecepatan tinggi. Jika kondisi tertentu terpenuhi, alat tersebut dapat membuat beberapa komponen kendaraan bekerja tidak sebagaimana mestinya.”

Lorenzo menatap kosong ke depan. Jadi dugaannya benar. Kecelakaan itu bukan sekadar akibat hujan. Seseorang telah menyentuh mobilnya.

“Seberapa berbahaya alat itu?” tanya Lorenzo.

“Cukup berbahaya jika kendaraan sedang melaju cepat.”

Lorenzo menggenggam ponselnya lebih erat. Ingatan tentang malam ketika kecelakaan itu terjadi kembali muncul. Selama ini ia mengira dirinya hanya sedang sial. Ternyata ada seseorang yang mungkin sengaja membuatnya mengalami kecelakaan.

“Apa alat itu ada padamu?” tanya Lorenzo akhirnya.

“Ya.”

“Bagaimana kalian menemukannya?”

“Montir harus membongkar beberapa bagian kendaraan untuk menemukannya. Bentuknya kecil sekali. Kalau orang awam tidak memahami sistem kendaraan sport, alat itu hampir tidak akan terlihat.”

Lorenzo mengembuskan napas. Ia menatap langit malam.

“Bagus. Itu bisa menjadi barang bukti.”

“Betul, Tuan.”

“Pastikan jangan sampai hilang.”

“Sudah saya simpan di tempat aman.”

“Jangan berikan kepada siapa pun.”

“Baik.”

Lorenzo terdiam beberapa saat. Pikirannya mulai bergerak cepat. “Sekarang tinggal mencari siapa yang memasangnya.”

Lorenzo mengusap dagunya. “Aku tidak pernah meminjamkan mobil itu.”

Lorenzo mengerutkan kening. Itu justru membuat masalah semakin rumit. Kalau bukan orang yang meminjam mobilnya, bagaimana seseorang bisa memasang alat itu? Kapan alat itu dipasang?

Pria itu menatap pintu kaca yang menghubungkan balkon dengan kamar. Di balik pintu itu, Alina masih tertidur.

Lorenzo menundukkan kepala. Jika alat tersebut dipasang tanpa sepengetahuannya, berarti pelakunya mempunyai kesempatan untuk mendekati kendaraan. Mungkin seseorang sudah mengawasi dalam waktu yang cukup lama.

“Tuan.”

Suara Marcus membuat Lorenzo kembali fokus. “Ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan.” Nada suara Marcus berubah lebih serius.

“Apa?”

“Ini penting.”

Lorenzo berdiri tegak. “Katakan.”

“Sepertinya ada orang yang diam-diam mengawasi Anda dan Nyonya.”

Lorenzo membeku. “Apa?”

“Bukan satu orang.”

Jantung Lorenzo berdetak lebih cepat. “Maksudmu?”

“Mereka bergantian.”

Lorenzo berjalan mendekati pagar balkon. “Dari mana kamu tahu?”

“Awalnya saya mengira mereka sedang mengawasi Bianca.”

“Bianca?”

“Ya. Karena saat itu saya memang sedang menyelidiki pergerakan Bianca. Salah satu orang itu beberapa kali terlihat di sekitar tempat Bianca berada.”

Lorenzo mengernyit. “Lalu?”

“Setelah saya mengikuti mereka lebih jauh, saya menyadari mereka tidak memperhatikan Bianca. Tetapi Anda, Tuan.” Marcus menjawab dengan suara rendah.

“Apa?!” Lorenzo terkejut. “Sudah berapa lama?”

“Kami belum bisa memastikan. Tapi berdasarkan pola pergerakan mereka, kemungkinan sudah cukup lama.”

“Apakah mereka pernah mendekati rumah?”

“Belum ada bukti mereka masuk ke rumah.”

Lorenzo menutup mata sejenak. Ia selama ini terbiasa menghadapi persaingan bisnis. Ancaman, tekanan, bahkan orang yang mencoba menjatuhkannya bukan hal baru.

Namun mengetahui ada seseorang yang mengawasinya secara diam-diam terasa berbeda. Apalagi sekarang ia tidak sendirian. Ada Alina. Dan wanita itu sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.

“Marcus.”

“Ya, Tuan?”

“Jangan beri tahu Alina dulu.”

Marcus terdiam sebentar. “Baik.”

“Aku tidak ingin dia panik.”

“Saya mengerti.”

“Dan cari tahu siapa mereka. Jangan bertindak gegabah. Aku ingin tahu siapa yang menyuruh mereka.”

“Baik, Tuan.”

Lorenzo menatap halaman rumah sekali lagi. “Aku ingin semuanya jelas sebelum kita bergerak.”

“Dimengerti.”

Panggilan itu berakhir. Lorenzo menurunkan ponselnya. Ia masih berdiri di balkon selama beberapa saat. Pikirannya dipenuhi banyak kemungkinan.

Siapa yang memasang alat pada mobilnya? Siapa yang mengawasinya? Apakah kedua hal itu berhubungan? Dan yang paling penting, apakah kecelakaan itu memang ditujukan kepadanya?

Lorenzo mengusap wajah. Ia mendengus pelan.

“Haruskah aku punya bodyguard.”

Namun, bayangan beberapa orang asing terus mengikuti dirinya justru membuatnya tidak nyaman. Ia tidak suka orang lain berada terlalu dekat dengannya. Apalagi orang yang tidak dikenalnya.

Lorenzo menoleh ke dalam kamar. “Kalau saja Alina jago berkelahi, maka bodyguard tidak diperlukan,” gumamnya.

Ia membayangkan Alina menghadapi orang yang berniat jahat dengan wajah polosnya. Kemudian ia membayangkan Alina menendang orang tersebut seperti ketika dirinya ditendang beberapa waktu lalu. Lorenzo menahan tawa. Ia menggeleng.

Setelah memastikan keadaan di luar aman, ia kembali masuk ke kamar. Lorenzo berdiri di samping ranjang.

Alina masih tidur pulas. Rambutnya sedikit berantakan. Satu tangannya berada di bawah bantal, sementara wajahnya tampak tenang tanpa sedikit pun tanda bahwa wanita itu baru saja hampir mengalami kecelakaan maut beberapa jam sebelumnya.

Lorenzo memperhatikannya cukup lama. Ia duduk di sisi ranjang. “Kenapa saat tidur pun kelihatan menggemaskan?” bisiknya.

Ada sesuatu dalam dirinya yang terasa lebih ringan hanya dengan melihat Alina tidur dengan tenang. Padahal beberapa menit lalu pikirannya dipenuhi kemungkinan pembunuhan.Sekarang ia justru sibuk memperhatikan bulu mata istrinya. Lorenzo tersenyum jahil.

“Kalau bangun, dia pasti marah.”

Pria itu menunduk. Sebuah kecupan mendarat di kening Alina. Kemudian di ujung hidungnya. Lorenzo tersenyum. “Selamat tidur.”

Alina tidak bergerak. Lorenzo semakin berani. Ia mengecup bibir Alina dengan sangat singkat.

Tidak ada respons. Ia kembali mengecupnya beberapa kali.

Lorenzo baru hendak mencium lagi ketika tangan Alina bergerak cepat. Sebuah pukulan telak mengenai bagian sekitar mata Lorenzo.

“AAAA!” Lorenzo langsung mundur. Tangannya refleks menutupi mata. “Ssssh ... sakit!”

Alina tetap tertidur. Ia bahkan tidak bergerak sedikit pun setelah memukulnya.

Lorenzo menatap istrinya dengan mata sebelah terbuka. “Alina ...!”

Tidak ada jawaban. Lorenzo memijat area sekitar matanya. Ia menatap Alina dengan tidak percaya.

“Dalam keadaan tidur pun kamu bisa menyerang aku.”

Alina hanya menarik selimut lebih tinggi.

Lorenzo menghela napas. Ia ingin marah, tetapi rasa kantuk mulai menyerangnya. Akhirnya ia berbaring kembali. Namun setiap kali matanya mulai terpejam, rasa nyeri di sekitar mata membuatnya kembali membuka mata.

1
Hadi Mulyono
ini bab panjaang
Atik Kiswati
next......
RiriChiew🌺
emang salah nya kamu ed , dulu hrusnya tanya Lorenzo dulu gimana kejadian nya bukan langsung menuduh dan balas dendam kaya beginii 😔
Inooy
setelah semua misteri kematian Xavier terbuka dengan jelas, nyesel kan kamu Ed?
maka nya sebelum kamu benar2 menyalahkan seseorang atas kematian kaka mu..sebaik nya kamu telusuri dulu kebenaran nya sampai sedetail detail nya, jangan hanya meliat sepotong video yg g lengkap kamu langsung menyalahkan orang tanpa tau kebenaran yg sebenar benar nya....
setelah smua nya terbuka, sekarang kamu tanggung konsekuensi dendam mu Ed..karena akibat dendam mu kamu mencelakai Lorenzo yg notabene telah berusaha menyelamatkan kaka kamuu...
jadiiii siap2 hukum yg akan mengambil alih masalah kamu, Ed....
ryuka
haduuhh edgar kamu terlalu sulit mempercayai nya ya
Inooy
Ya Allah aq kira kaka sehat2 aj, pantesan up nya lama..aq pikir lg rehat sejenak utk mengembalikan mood yg suka naik turun, ternyata rehat nya benar2 rehat karena sakit 🥺
cepet sehat dn pulih lg y ka Santi,,biar Alina dn Lorenzo nya g kesepian 🤭
sehat selalu kakaaaa...!!!!
Inooy
sekarang kamu mengakui klo Lorenzo membantu kalian utk bebas dr penyekapan..kenapa waktu om Roberto belum datang dn belum berbicara soal kebebaran tetang kejadian belasan tahun k belakang,,kamu dn Pabio dengan yakin nya menyalahkan Lorenzo..kamu takut ama kemarahan om Roberto yg sangat amat melindungi alorenzo??
maka nya klo mo ngomong kebenaran itu d pikirin dulu baik buruk nya,,jangan hanya demi menyelamatkan diri sendiri kalian mengorbankan orang lain...lagian udh jelas2 4 kluarga udh berbicara tentang kejadian itu dn udh saling menerima dn memahami nya..kenapa kalian tiba2 seolah olah g tau apa2??? 😡
Inooy
nah lhoo saksi hidup lain nya masih ada, dn saksi hidup nya bakalan murka ama kalian Pabio dn Darius..karena pernyataan kalian yg asal bunyi udh bikin seorang Lorenzo d siksa Edgar....
siap siaaaap kalian menerima erupsi nya seorang Robertoo!!!! ha ha haaaa
Inooy
tuuuh kaan kalian g bisa menjelaskan secara rinci, padahal kalian jg korban penculikan tersebut..aneh aj kalian langsung menyalahkan Lorenzo, padahal dr awal kalian d sekap kalian tau Lorenzo jg tertangkap..dn tau jg gimana berusaha keras nya Lorenzo membantu kalian utk bebas,,tp koq sekarang malah seolah olah Lorenzo yg bersalah atas kematian Xavier..ada apa dengan kalian??

bikin emosi aj s Pabio ama s Darius inii..😤
Inooy
dn kalian jg jangan asal men-judge Lorenzo..tooh video kalian cuma sepotong d tambah lg kalian keburu pingsan kaan..jd kronologi keseluruhan nya tidak tau pasti.....
hati2 atas pernyataan kalian, orang yg kalian fitnah bukan orang sembarangan..kalian seolah olah menuduh Lorenzo 100% bersalah, kalian menuduh Lorenzo menjadikan Xavier tameng bagi diri nya..padahal kalian tidak tau d balik tubuh Xavier yg tidak secara langsung membentengi tembakan bagi Lorenzo...kalian hanya berasumsi sendiri, ato mungkin kalian hanya berlindung dr kemarahan Edgar?
tp kalian menyepelekan kemarahan nya Alina dn papa Alessandro klo terbukti pernyataan kalian membuat Lorenzo menderita dn terluka!!!
Ummee
iyaa... knp si edgar bebal banget, gengsi kali ya mau ngaku salah

semoga lekas sembuh kak, sehat²...
Arin
Biar Edgar tau sebab dan akibatnya karena berusaha mencelakai Lorenzo. Akibat dendam lama yang salah sasaran
Ummee
lah... ternyata pengkhianat nya orang yg ditolong dulu, apa motifnya coba?
tau gitu dulu jgn ditolong
Inooy
ternyata teman lucknat yg udh bikin Edgar salah paham dn mengakibatkan Lorenzo jd bulan bulanan dendam nya Edgar....
Pabio dn Darius kalian layak nya anjing yg lg kejepit d tolongin, tp ngebalas gigit orang yg nolongin kalian ckckck....
seandai nya dulu kalian g d tolongin Lorenzo, aq yakin kalian g akan hidup kaya sekarang..kalian benar2 teman durjanaa, g mikir apa ketika Lorenzo mati matian nolongin kalian..sampe2 Lorenzo mempertaruhkan nyawa nya jg??? 😡
sekarang malah kalian memutarbalikkan fakta..ingaaat hukum tabur tuai Pabio, Dariuuus!!!! 😤
Halimah
Makanya Gar....Edgar jd orang tuh yg pinter jgn bodoh.Cuma dr potongan sebuah video singkat km lgsg menyimpulkan sendiri tanpa km cari tau kejadian sebelumnya gmn Malu ga Lo skrg???? pasti malu laaaah
Halimah
Emang iya bebal bgt si Edgar...Getok aja thor pake palu biar pinteran dikit🤣🤣🤣
Semangat thor semoga lekas sehat ya
Uba Muhammad Al-varo
Edgar makanya kepintaran otak mu dipakai untuk menyelidiki kebenaran yang sebenarnya terjadi bukan malah pintar kebelingger jadinya salah paham 🤔🤔🤔
Halimah
Tegang bgt bacanya...Itu Pablo n Darius oon apa gmn sih? udah d tolongin malah kek gitu
Pa Muhsid
gak tau bakal dikibulin Sama nyonya muda mu Antonio
Muft Smoker
semoga semua baik2 aj ,, baik Lorenzo atau pun Alina ,,
dn kebenaran biar cepat terungkap ,, meski semua terdengar sulit ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!