NovelToon NovelToon
Salah Pilih Pengawal Tiga Nona Muda Tak Tahu Siapa Jarot Sebenarnya

Salah Pilih Pengawal Tiga Nona Muda Tak Tahu Siapa Jarot Sebenarnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Penyelamat
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Jarot, sang penguasa dunia bawah tanah yang sedang menyamar untuk menikmati masa pensiun santainya, tanpa sengaja terseret ke dalam masalah saat ia menyelamatkan seorang pengusaha wanita bernama Nisa dari kepungan preman. Terkesima oleh kemampuan bertarung Jarot, Nisa langsung menyewanya dengan bayaran fantastis untuk menjadi pengawal pribadi tiga putri angkatnya—Lyly, Tata, dan Melly—gadis-gadis keras kepala yang selalu sukses mengusir pengawal mana pun dalam hitungan jam. Di balik kemewahan rumah tersebut, sebuah permainan rahasia yang konyol namun mematikan dimulai; ketiga nona muda itu berusaha menggunakan kemampuan rahasia mereka sebagai ratu Wall Street, master bela diri, dan peretas dewa untuk mengerjai Jarot, tanpa sadar bahwa pria santai yang sedang mereka hadapi adalah monster paling ditakuti di dunia bawah. Kini, sambil meladeni tingkah laku mereka, Jarot harus menggunakan insting pembunuhnya untuk membantai ancaman nyata dari rival bisnis Nisa yang mulai mendekat dari balik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Ia berjalan meninggalkan dua pembunuh Rusia yang masih terkapar pingsan berlumuran darah di trotoar tersebut.

Jarot tahu kedua orang itu tidak akan mati dalam waktu dekat, dan informan bawah tanahnya akan segera datang membereskan kekacauan di jalanan ini.

Sepuluh menit kemudian, Jarot sudah sampai di depan pintu rumah mewah Nisa.

Brak.

Jarot menendang pintu depan itu agar terbuka karena tangannya sibuk menggendong Tata.

Lyly dan Melly yang sedang berjaga di ruang tamu langsung terlonjak kaget melihat kepulangan mereka.

"Astaga! Tata kenapa?! Wajahnya pucat sekali seperti mayat!" teriak Lyly berlari menghampiri dengan wajah panik maksimal.

"Tangannya patah karena dipukul pakai tongkat besi sama bule-bule jelek di jalanan tadi," jawab Jarot santai sambil berjalan menuju sofa.

Jarot membaringkan Tata di atas sofa panjang yang sama tempat Lyly direbahkan tempo hari.

"Mbak Melly, tolong ambilkan kotak P3K, kain kasa tebal, dan dua buah penggaris kayu panjang dari meja belajar Tata," perintah Jarot sangat terorganisir.

Melly langsung berlari terbirit-birit menaiki tangga tanpa membantah sedikit pun.

Lyly duduk di lantai samping sofa sambil mengusap air mata yang membasahi pipi pucat adiknya itu.

"Bagaimana bisa dia sampai patah tulang begini? Bukankah dia ini juara bela diri nasional?" tanya Lyly bingung di sela tangisnya.

"Bela diri di ring pertandingan itu punya aturan wasit, Mbak Lyly. Sedangkan di jalanan, musuh cuma tahu cara mencabut nyawa secepat mungkin," jawab Jarot logis mematahkan kesombongan gelar.

Melly turun kembali membawa semua barang yang diminta Jarot dengan nafas terengah-engah.

Jarot segera membalut lengan Tata yang sudah disambung tulangnya itu menggunakan kain kasa dengan sangat rapi dan ketat.

Ia lalu menempelkan dua penggaris kayu di sisi kiri dan kanan lengan Tata sebagai bidai darurat agar posisinya tidak bergeser.

"Selesai, tulang lengannya sudah kembali lurus dan diamankan," ucap Jarot mengelap keringat di dahinya.

"Kapan Tata akan sadar kembali?" tanya Lyly mengusap dahi adiknya dengan sayang.

"Mungkin satu atau dua jam lagi setelah tubuhnya pulih dari syok akibat rasa sakit penyambungan tulang tadi," jawab Jarot membereskan peralatan medisnya.

Jarot berdiri lalu berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air putih dingin dari dalam kulkas.

Glek. Glek.

Ia meminum air itu dengan cepat untuk meredakan rasa haus setelah berolahraga berat di jalanan tadi.

Lyly menyusul langkah Jarot ke dapur dan berdiri tepat di belakang punggung pria tersebut.

"Jarot... aku minta maaf," ucap Lyly pelan sambil menundukkan kepalanya.

Jarot memutar badannya dan menyandarkan pinggulnya ke meja dapur sambil menatap Lyly heran.

"Minta maaf kenapa lagi, Mbak Lyly? Kan yang nakal kabur keluar rumah itu adikmu, bukan kamu," kata Jarot tidak mengerti.

"Aku minta maaf karena dulu selalu meremehkan dan menganggapmu cuma gembel jalanan yang tidak berguna," aku Lyly jujur mengutarakan penyesalan terdalamnya.

"Padahal kamu selalu menyelamatkan nyawa kami semua berkali-kali tanpa pernah menuntut bayaran tambahan," lanjut Lyly dengan mata yang kembali berkaca-kaca.

Jarot terdiam sejenak melihat kerapuhan hati dari wanita bisnis yang biasa tampil angkuh dan dingin tersebut.

Ia sadar bahwa kejadian beruntun ini benar-benar telah menghancurkan semua dinding ego yang menutupi hati Lyly selama ini.

"Mbak Lyly, dengar baik-baik," ucap Jarot memegang kedua bahu Lyly dengan lembut namun sangat tegas.

Lyly mendongak menatap mata Jarot yang memancarkan aura perlindungan yang sangat kuat dan menenangkan.

"Tugasku di sini adalah memastikan kalian bertiga tetap hidup sampai ibumu pulang dari luar negeri," kata Jarot serius.

"Uang gaji itu cuma formalitas agar aku punya alasan legal tinggal di rumah ini. Jadi kamu tidak perlu memikirkan soal utang budi atau semacamnya," tambah Jarot mencoba menenangkan wanita itu.

Lyly mengangguk pelan namun air matanya justru mengalir deras menetes ke punggung tangan Jarot yang memegang bahunya.

Tanpa sadar, Lyly menabrakkan tubuhnya ke dada bidang Jarot dan memeluk erat pria itu sambil menangis terisak-isak menumpahkan semua rasa takutnya.

Jarot sedikit kaku karena ini adalah pertama kalinya ia dipeluk secara tiba-tiba oleh majikannya sendiri yang sedang menangis.

"Aduh, bajuku yang baru dicuci bisa basah semua ini kena air mata," canda Jarot di dalam hati meski ia tidak berani mengucapkannya secara langsung.

Ia akhirnya mengalah dan membalas pelukan Lyly dengan menepuk-nepuk punggung wanita itu secara perlahan layaknya menenangkan anak kecil.

Di saat yang bersamaan, Melly yang sedang mengintip dari balik tembok ruang makan langsung menutup mulutnya menahan senyum geli.

"Wah, Kak Lyly benar-benar sudah jatuh cinta pada gembel penyelamat kita itu," bisik Melly cekikikan pelan melupakan ketegangannya sesaat.

Dinamika hubungan yang kaku antara majikan dan pengawal itu akhirnya melebur menjadi sesuatu yang jauh lebih hangat dan saling bergantung satu sama lain.

Namun Jarot sadar, momen manis dan damai ini hanyalah jeda istirahat yang sangat singkat sebelum badai besar berikutnya menghantam rumah mereka.

Sindikat Tengkorak Hitam masih memiliki satu pembunuh elit Rusia lagi yang belum menampakkan batang hidungnya di kota ini.

Dan Jarot sangat yakin, sisa pembunuh terakhir itu adalah yang paling mematikan dan licik dari dua temannya yang sudah ia patahkan tulangnya tadi sore.

Malam panjang yang penuh dengan jebakan dan pertarungan berdarah di dalam rumah mewah itu sudah menanti mereka di depan mata.

1
Eko🍤
cerdik 👍😀
Eko🍤
hehehehe...aroma pembantaian nih
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii kasih paham mereka🤣🤣👍
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
hehehehe... bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
hahahahaha🤣🤣
Eko🍤
🤣🤣🤣👍
Eko🍤
hehehehe...baru datang udh pemanasan 👍🤣🤣
Eko🍤
bermain petak umpet semua nya😀🤣👍
Eko🍤
alur ceritanya bagus
Eko🍤: insya Allah suka Thor ..lanjut terus semangat 👍👍
total 2 replies
Hendra Saja
semangat thor
kiyoe: Terimakasih kak Hendra Saja atas dukungan 🥰
total 1 replies
Inez Putri
critanya lama² membosankan thour. maaf seblmnya🙏🙏 dr awal kanyak nya menarik. tp smpe sni mlh kurang menarik.
kiyoe: sekali lagi othor ucapkan terimakasih banyak kak dan semoga kaka selalu 🥰
total 3 replies
lili Permatasari
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
kiyoe: wah terimakasih kaka atas Bintang Lima nya semoga sehat selalu yaa kak 🙏
total 1 replies
Hendra Saja
gazzzzzz 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!