Dulu Queen cuma anak manja yang hidupnya aman di bawah sayap orangtuanya. Sampai malam itu, kedua orangtuanya dibunuh berdarah dingin oleh rival keluarga, Don King. Queen selamat, tapi dunianya hancur. 15 tahun kemudian dia kembali, bukan sebagai korban. Dengan taktik licik, pasukan setia, dan dendam yang membara, Queen merebut satu demi satu apa yang menjadi haknya dari musuhnya sampai seluruh dunia bawah berlutut di kakinya. Tapi dendam yang dia jalankan harus dia korban juga dengan darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Surat Gugatan
Happy Reading
❤❤❤❤❤❤
Queen mengambil koper 200 Miliar yang tadi pagi mau dia pakai untuk modal yayasan.
"Koper ini... Tidak akan jadi modal kapal ikan. Koper ini akan aku bakar. Di depan semua anak-anak. Sebagai simbol bahwa uang dari darah tidak boleh di pakai untuk masa depan anak-anak." Lanjut Queen. Semua terkejut.
Queen menyuruh Bruno ambil bensin. Dia siram koper berisi 200 Miliar itu dengan bensin, di tengah halaman sekolah, di depan 30 anak, di depan Daniel, King, Lucas.
"Anak-anak, lihat! Uang jahat harus di bakar! Supaya tidak ada lagi bom hadiah!" kata Queen keras.
Dia menyalakan korek api. Api menyambar koper itu. 200 Miliar terbakar. Menjadi abu. Di depan mata semua orang.
30 anak bersorak, mereka pikir ini pesta api unggun. Daniel menatap api itu, api yang membakar dosa terakhirnya.
Stella bertepuk tangan, "Hore! Uang jahat hilang!"
King berbisik ke Queen, "Queen, itu 200 Miliar... kau bakar beneran?"
Queen berbisik balik, "Tidak. Yang aku bakar hanya 10 miliar palsu di atas nya. 190 Miliar yang asli sudah aku transfer pagi tadi ke rekening sekolah Vatikan atas nama Suster Agatha, untuk lindungi sekolah dari serangan hukum. Tapi biar Daniel pikir semua hangus, biar dia kapok."
King tersenyum. Adik nya memang sudah jadi ratu yang cerdik. Tidak hanya berani, tapi licik seperti Ratu seharus nya.
Di kejauhan, mobil hitam yang kemarin parkir di depan Hotel Excelsior, sekarang parkir di depan pelabuhan, melihat api yang membakar koper. Di dalam mobil, pria Arab berjenggot yang ada di foto Daniel, menelepon lagi.
📞"Pak Al-Rashid, Ratu Queen bakar uang nya sendiri. Dia tidak takut bom kita." Lapor nya.
Suara di seberang menjawab,
📞"Bagus. Aku suka Ratu yang tidak takut mati. Kalau begitu, kita tidak kirim bom lagi. Kita kirim... pengacara. Kita gugat yayasan nya secara internasional. Kita hancurkan dia secara legal. Karena di dunia ini, hukum lebih kejam dari bom."
Mobil hitam itu pergi lagi. Perang bom selesai. Perang hukum akan di mulai.
************
Tiga hari setelah pembakaran 200 Miliar di halaman sekolah. Queen kira setelah bom gagal, semua nya selesai. Ternyata, itu baru permulaan. Musuh yang pakai bom adalah musuh bodoh. Musuh yang pakai pengacara adalah musuh pintar. Dan Al-Rashid Group adalah musuh yang sangat pintar.
Jam 08.00 pagi. Queen baru saja selesai ajari 30 anak menulis huruf A sampai Z di papan tulis. Tangan Queen masih penuh kapur tulis. Stella duduk di pangkuan Queen, ikut menulis huruf A yang miring.
Tiba-tiba, sebuah motor gede Ducati hitam berhenti di depan gerbang sekolah Kasih Amanda. Bukan motor pengantar paket biasa. Motor itu di kendarai pria bule tinggi, jas mahal, rambut di sisir rapi, bawa tas kulit hitam.
"Apakah ini Yayasan Stella? Saya cari Nona Allexa Queen Alessandro," kata pria itu dengan logat bahasa khas negara nya.
Queen keluar, masih pegang kapur tulis. "Saya Queen." Jawab Queen.
Pria itu membuka tas kulit nya, mengeluarkan sebuah amplop tebal, segel lilin merah, dengan lambang pengadilan internasional: timbangan dan pedang.
" Nona Allexa Queen Alessandro, saya adalah kurir resmi dari Pengadilan Arbitrase Internasional Den Haag, Belanda. Anda di gugat." Ucap pria itu.
" Hah?!! Di gugat? " Gumam Queen terkejut.
Queen menerima dan membuka amplop itu. Di dalam nya ada 40 halaman, semua bahasa Inggris dan Arab, dengan kop surat: *AL-RASHID GROUP LTD. - TRIPOLI, LIBYA vs. STELLA ALLESANDRO & ALLEXA QUEEN ALESSANDRO - GENOA, ITALY*
Isi gugatan, halaman pertama, membuat tangan Queen yang masih pegang kapur tulis jadi gemetar sampai kapur nya patah.
*GUGATAN WANPRESTASI KONTRAK INTERNASIONAL SENILAI 2 TRILIUN RUPIAH.*
Al-Rashid Group menggugat Queen dan Stella 2 Triliun karena Queen membatalkan sepihak kontrak pengiriman 5000 unit AK-47 dan 2000 unit RPG yang sudah di tandatangani oleh Herman Adijaya atas nama Yayasan Amal Amamada Dewi Alessandro tahun 2020. Kontrak itu berlaku 5 tahun, sampai 2025. Herman sudah kirim 200 unit AK-47 tahun 2020-2021, sisa 4800 AK-47 dan 2000 RPG belum di kirim karena Herman di penjara. Sekarang Al-Rashid Group menuntut Queen sebagai pewaris sah yayasan untuk melanjutkan kontrak atau bayar denda 2 triliun.
Queen tidak punya uang itu. Seluruh warisan keluarga Alessandro yang 60 persen itu pun kalau di jual semua, hanya sekitar 800 Miliar. Tidak cukup bahkan untuk 5 persen denda nya.
King yang baca halaman kedua, langsung melempar kertas itu ke tanah.
"Gila! Ini kontrak ilegal! Kontrak senjata untuk teroris! Pengadilan mana yang mau terima kontrak ilegal ini!" Ucap King.
Pria kurir Ducati itu menjawab dingin, "Pengadilan Den Haag menerima semua kontrak internasional, legal atau ilegal, selama ada tanda tangan dan materai. Dan tanda tangan Herman Adijaya ada di sini, dengan stempel Yayasan Amal Amanda Dewi Alessandro. Secara hukum internasional, Queen sebagai pewaris yayasan harus tanggung jawab."ucap nya.
Lucas yang jago keuangan, baca halaman 15, halaman denda. "Queen, mereka pakai pasal jebakan. Di kontrak Herman tertulis, jika pengiriman telat 1 hari, denda 100 ribu dolar per hari. Herman telat 3 tahun, dari 2022 sampai sekarang 2026, jadi sekitar 1095 hari. 1095 x 1juta \= 1.9 triliun lebih. Plus mereka hitung kerugian perang di Libya karena tidak dapat senjata, mereka klaim 1,9 triliun. Total 2 triliun." Jelas Lucas.
Carla menangis, "Nona Queen, sekolah kita... akan di sita?" Tanya Carla.
30 anak yang tidak mengerti apa itu gugatan 2 triliun, hanya melihat kakak Queen menangis dan ikut diam.
Daniel Russo yang baru datang bawa ikan tuna segar, melihat kertas gugatan itu, langsung pucat. Dia kenal lambang Al-Rashid Group. Dia pernah tanda tangan kontrak yang sama juga dulu.
"Queen, ini... ini taktik mereka. Mereka tidak butuh uang 2 triliun itu. Mereka butuh... yayasan mu. Kalau kau tidak bisa bayar 2 triliun, pengadilan akan sita semua aset yayasan mu, termasuk gudang sekolah ini, dan... mereka akan pakai gudang ini lagi untuk kirim senjata secara legal lewat putusan pengadilan. Ini cara mafia modern cuci tangan. Pakai hukum." Ucap Lucas.
Queen duduk di lantai kelas, di antara 30 anak yang menatap nya. Untuk pertama kali nya sejak jadi Rati, Queen merasa kalah. Bukan kalah karena bom. Tapi kalah karena kertas. Kertas yang lebih tajam dari pisau.
Stella, yang duduk di pangkuan Queen, menyentuh pipi Queen yang basah air mata. "Kakak Queen, kenapa nangis? Uang 2 triliun itu banyak ya? Lebih banyak dari 200 Miliar yang kemarin di bakar?" Tanya Stella.
Queen memeluk Stella."Lebih banyak, sayang. Jauh lebih banyak." Jawab Queen.
************
Happy Reading Guys. 🥰🤗