Di dunia tempat Surga mengendalikan takdir dan kekuatan menentukan segalanya, Gu Chenxiao adalah anomali yang tidak pernah tercatat dalam Kitab Surga.
Dengan bantuan Arsip Pengamat Abadi, ia menapaki Dao Iblis yang menentang hukum kosmos. Ia bukan pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan manipulator yang mempermainkan takdir, memanfaatkan pengkhianatan, dan menjadikan musuh sebagai bidak dalam rencana jangka panjangnya.
Namun, ketika Fondasi Asal mulai mengoreksi keberadaannya, Gu Chenxiao menyadari bahwa dunia yang ia kenal hanyalah sebagian kecil dari rahasia kosmos.
**Jika Surga menentukan takdir semua makhluk, siapa yang berani menentukan takdir Surga?**
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagas Hirmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 — Nomor yang Tidak Seharusnya Berulang
Pagi itu, Gu Chenxiao menerima tiga lembar dokumen, dua laporan peminjaman arsip, dan satu kabar yang jauh lebih menarik daripada semuanya.
Kabar itu datang dari Paman Fu.
“Permintaan salinan wawancara Zhou Shiming sudah diperiksa,” ujar pria paruh baya itu sambil meletakkan sebuah catatan di atas meja. “Permintaan tersebut diajukan melalui bagian administrasi internal, bukan langsung ke penyimpanan pusat.”
Gu Chenxiao tidak segera mengambil catatan itu.
“Nama pemohonnya?”
“Gu Liang. Pegawai tingkat menengah di bagian pemeriksaan administrasi keluarga.”
“Jabatan?”
“Pencatat permintaan dokumen. Dia bukan pengambil keputusan.”
“Siapa yang menyetujui permintaannya?”
“Belum ada persetujuan akhir. Permintaan itu masih menunggu pemeriksaan dasar kewenangan.”
Gu Chenxiao akhirnya mengangkat pandangan.
“Kalau begitu, belum ada yang perlu dituduh.”
Paman Fu mengangguk. “Namun, waktunya cukup menarik. Dia mengajukan permintaan dua hari setelah wawancara Zhou dicatat.”
“Menarik bukan berarti bersalah.”
Gu Chenxiao mengambil catatan itu, membaca isinya sekali, lalu meletakkannya kembali.
Gu Liang bisa saja penasaran. Bisa juga seseorang menyuruhnya mengumpulkan informasi. Atau dia sedang melakukan tugas rutin yang kebetulan bersinggungan dengan penyelidikan ini.
Masalahnya bukan apakah Gu Liang mencurigakan.
Masalahnya adalah apa yang bisa diketahui Gu Chenxiao dari tindakannya tanpa membuat orang itu sadar bahwa dirinya sedang diperhatikan.
“Jangan hentikan permintaannya,” katanya. “Periksa apakah Gu Liang memang memiliki kewenangan meminta salinan wawancara. Kalau punya, biarkan prosesnya berjalan sesuai aturan.”
“Dan jika dia tidak punya?”
“Catat siapa yang mengajukan, siapa yang meneruskan, dan siapa yang mencoba mengesahkannya. Jangan mengarang pelanggaran hanya agar kita mendapat alasan untuk menahannya.”
Paman Fu menyimpan kembali catatan tersebut.
“Lalu tugas berikutnya?”
Gu Chenxiao menggeser tiga lembar dokumen di hadapannya.
“Kita berhenti mencari orang yang menghilangkan keputusan. Untuk sementara, kita cari cara keluarga ini memberi nomor pada pekerjaan.”
Paman Fu mengerutkan kening.
“Nomor tugas?”
“Jika tugas Xu Ren dan tugas Fang De sebenarnya satu pekerjaan yang berlanjut, sistem pencatatan seharusnya meninggalkan jejak. Jika keduanya pekerjaan berbeda, kita perlu tahu mengapa dua tugas dengan uraian serupa muncul dalam periode yang berdekatan.”
“Dan jika aturan penomorannya tidak konsisten?”
Senyum tipis muncul di wajah Gu Chenxiao.
“Berarti kita harus mencari tahu apakah ketidakkonsistenan itu merupakan kebiasaan administrasi atau sesuatu yang dimanfaatkan seseorang.”
Buku Pedoman yang Terlalu Rapi
Ruang administrasi lama berada di sisi timur kompleks keluarga Gu, di antara aula pencatatan pengeluaran dan gedung penyimpanan formulir.
Tidak ada yang istimewa di sana.
Rak-rak kayu memenuhi dinding. Gulungan aturan disusun berdasarkan tahun penerbitan. Setiap perubahan prosedur disertai catatan tanggal, nomor revisi, dan nama pejabat yang mengesahkan.
Tempat semacam ini biasanya dianggap membosankan.
Bagi Gu Chenxiao, kebosanan justru menguntungkan. Orang cenderung lebih ceroboh ketika berhadapan dengan hal yang mereka anggap tidak penting.
Petugas yang berjaga hari itu bernama Duan Cheng, seorang administrator yang telah bekerja cukup lama untuk mengenali perbedaan antara peraturan resmi dan kebiasaan yang tumbuh di lapangan.
Setelah menerima surat permintaan penelitian, Duan Cheng membawa mereka ke meja panjang.
“Untuk nomor tugas, Anda perlu melihat tiga pedoman,” katanya. “Pedoman pendaftaran awal, pedoman pengembalian tugas, dan pedoman pemindahan tanggung jawab.”
“Apakah pernah ada perubahan sistem penomoran?”
“Ada beberapa kali.”
“Perubahan format atau perubahan makna?”
Duan Cheng berhenti membalik halaman.
“Pertanyaan yang bagus.”
Gu Chenxiao tidak membalas pujian itu. Dia hanya menunggu.
Duan Cheng membuka sebuah buku bersampul cokelat.
“Dahulu, nomor tugas diberikan berdasarkan bagian dan tahun pendaftaran. Setelah revisi delapan tahun lalu, nomor juga membedakan tugas baru, tugas yang dibuka kembali, dan tugas yang dialihkan ke bagian lain.”
“Bagaimana cara membedakannya?”
“Melalui awalan kode.”
Dia menunjuk tiga contoh pada halaman yang sudah menguning.
Kode B menandakan tugas baru.
Kode L menandakan tugas lanjutan atau pembukaan kembali pekerjaan yang pernah terdaftar.
Kode A menandakan pengalihan tanggung jawab administratif kepada bagian lain.
“Apakah ketiganya selalu memiliki nomor induk yang sama?” tanya Gu Chenxiao.
“Tidak. Kode pengalihan biasanya mempertahankan nomor induk. Tugas lanjutan bisa memperoleh nomor baru, tetapi harus mencantumkan nomor pekerjaan sebelumnya. Tugas baru memiliki nomor sendiri dan tidak wajib merujuk tugas lain.”
“Biasanya?”
“Dalam keadaan normal.”
Gu Chenxiao menyukai dua kata terakhir itu.
Aturan yang terlalu sederhana jarang menarik. Pengecualianlah yang memberi seseorang ruang untuk bergerak.
Dia meminta daftar revisi pedoman sejak sepuluh tahun terakhir. Duan Cheng menyetujuinya setelah mencatat nomor surat permintaan.
Paman Fu membantu menyusun dokumen berdasarkan tahun. Han Yu, yang ikut mendampingi mereka, membandingkan kode pada daftar dengan catatan tugas Xu Ren dan Fang De.
Mereka bekerja selama hampir satu jam sebelum menemukan sesuatu.
Nomor tugas Xu Ren menggunakan kode B.
Tugas itu didaftarkan sebagai pekerjaan baru: penyusunan keputusan penilaian aset wilayah barat.
Sementara itu, tugas Fang De menggunakan kode B juga.
Namun, deskripsinya adalah peninjauan administrasi aset wilayah barat, dan status akhirnya tercatat sebagai pengembalian untuk melengkapi dasar administrasi.
Han Yu mengetuk kedua nomor dengan ujung jarinya.
“Keduanya memakai kode tugas baru. Kalau aturan ini diterapkan secara konsisten, tugas Fang De bukan pengalihan formal dari pekerjaan Xu Ren.”
“Benar,” kata Gu Chenxiao.
“Jadi keduanya tidak berhubungan?”
“Kesimpulanmu terlalu cepat.”
Han Yu segera terdiam.
Gu Chenxiao menarik buku pedoman mendekat.
“Nomor baru berarti sistem menggolongkannya sebagai tugas baru. Itu tidak membuktikan bahwa orang yang membuat tugas tersebut tidak mengetahui pekerjaan sebelumnya.”
Dia mengetuk meja sekali.
“Seorang pejabat dapat membuka pekerjaan baru untuk masalah yang sama. Itu bisa sah jika ruang lingkupnya berbeda. Bisa juga menjadi cara untuk memisahkan jejak administrasi. Nomor tugas hanya memberi tahu kita bagaimana pekerjaan dicatat, bukan apa yang sebenarnya terjadi.”
Paman Fu memandang kedua dokumen itu.
“Berarti kita perlu membandingkan ruang lingkupnya.”
“Dan urutan waktunya.”
Gu Chenxiao mengambil pena, lalu menulis empat hal di kertas kosong.
Tanggal pendaftaran.
Bagian yang bertanggung jawab.
Dasar administrasi.
Hasil atau status akhir.
“Jika kita hanya membandingkan nama tugas, kita akan tertipu oleh kemiripan kata. Jika hanya membandingkan nomor, kita akan tertipu oleh aturan.”
Dia berhenti menulis.
“Cari isi pekerjaannya.”
Tiga Puluh Enam Tugas
Menjelang tengah hari, mereka memperoleh daftar tugas yang terdaftar dalam bagian persiapan keputusan selama dua tahun di sekitar waktu pemindahan Xu Ren.
Daftar itu berisi tiga puluh enam pekerjaan.
Tidak semuanya berkaitan dengan aset. Sebagian menyangkut pemindahan personel, pembaruan izin perdagangan, penilaian gudang, serta pengalihan tanggung jawab antarbagian.
Gu Chenxiao tidak meminta bawahannya memeriksa semua nama satu per satu. Cara itu lambat, mudah memunculkan kesalahan, dan terlalu mencolok.
Sebaliknya, dia membagi daftar menjadi tiga kelompok.
Kelompok pertama terdiri atas tugas yang selesai sebelum petugas penanggung jawab dipindahkan.
Kelompok kedua terdiri atas tugas yang dialihkan secara resmi.
Kelompok ketiga terdiri atas tugas yang masih berstatus diterima, ditunda, dikembalikan, atau tidak memiliki hasil akhir yang jelas.
Dari tiga puluh enam tugas, sebelas masuk kelompok ketiga.
Hanya tiga yang berkaitan dengan aset wilayah barat.
Tugas Xu Ren adalah salah satunya.
Tugas Fang De adalah yang kedua.
Tugas ketiga merupakan peninjauan daftar bangunan yang tidak lagi digunakan. Tugas itu ditangani oleh bagian berbeda dan diselesaikan dengan catatan lengkap.
Gu Chenxiao membandingkan ketiganya.
Tugas ketiga memiliki nomor induk, daftar lampiran, nama pemeriksa, dan catatan penutupan. Bahkan ketika satu lampiran terlambat diserahkan, sistem mencatat tanggal penerimaannya.
Tugas Xu Ren tidak memiliki catatan penyelesaian, pengembalian, maupun pembatalan.
Tugas Fang De memiliki catatan pengembalian, tetapi tidak memiliki catatan penyelesaian setelahnya.
Dua pekerjaan itu sama-sama berhenti di tengah proses, tetapi dengan cara yang berbeda.
“Ini belum cukup untuk menghubungkan mereka,” kata Paman Fu.
“Benar.”
Gu Chenxiao mengamati halaman tersebut.
“Tetapi kita sekarang tahu bahwa pekerjaan serupa dapat berhenti pada dua tahap berbeda tanpa menghasilkan keputusan akhir.”
“Apakah itu berarti ada orang yang sengaja membuat keduanya menggantung?”
“Belum tentu. Kekurangan administrasi bisa menimbulkan hasil yang sama tanpa adanya rencana.”
Dia mengangkat satu halaman ke arah cahaya.
“Namun, jika sebuah keputusan penilaian aset benar-benar disahkan, harus ada pihak yang memiliki kewenangan mengesahkannya. Jika keputusan itu tidak pernah dibuat, daftar penghapusan yang menyebut keputusan tersebut sebagai dasar perlu dijelaskan.”
Paman Fu mengangguk perlahan.
Itulah celah yang sesungguhnya.
Bukan sekadar dua tugas yang tidak selesai.
Melainkan sebuah daftar penghapusan yang mengaku memiliki dasar persetujuan, sementara jalur administrasi yang seharusnya menghasilkan persetujuan itu masih terputus.
Gu Chenxiao tidak tahu apakah seseorang memalsukan dasar tersebut, menggunakan dokumen lain, atau memanfaatkan prosedur yang saat itu memang memiliki kelemahan.
Tetapi dia tahu satu hal: setiap kemungkinan menuntut jenis bukti yang berbeda.
Dan bukti yang salah bisa menghancurkan seluruh penyelidikan.
Orang yang Bertanya Sebelum Diizinkan
Sore hari, Han Yu kembali dari bagian administrasi internal dengan sebuah laporan tambahan.
“Gu Liang belum menerima salinan wawancara Zhou Shiming,” katanya. “Permintaannya dikembalikan untuk melengkapi dasar kewenangan.”
“Bagaimana reaksinya?”
“Dia tidak memprotes. Dia meminta daftar persyaratan dan mengatakan akan mengajukan ulang jika memang diperlukan.”
Gu Chenxiao menatapnya.
“Apakah dia menyebut siapa yang menyuruhnya meminta dokumen itu?”
“Tidak. Dia mengatakan permintaan tersebut muncul ketika dia memeriksa daftar dokumen yang berkaitan dengan penyimpanan pusat.”
“Apakah itu bisa diverifikasi?”
“Bisa. Ada daftar pemeriksaan administrasi yang dia gunakan, tetapi kami belum memeriksa apakah wawancara Zhou tercantum di dalamnya.”
Gu Chenxiao mengangguk.
“Periksa daftar itu. Jangan menginterogasinya.”
Han Yu menerima perintah tersebut.
Setelah dia pergi, Paman Fu bertanya, “Menurut Anda, Gu Liang benar-benar hanya menjalankan tugas?”
“Menurutku, kita belum memiliki dasar untuk menentukan itu.”
“Anda tidak curiga?”
“Tentu saja aku curiga.”
Jawaban itu membuat Paman Fu terdiam.
Gu Chenxiao menyandarkan punggungnya.
“Curiga adalah alasan untuk mencari informasi. Bukan izin untuk mengubah dugaan menjadi fakta.”
Dia mengambil catatan tentang Gu Liang dan melipatnya sekali.
“Jika dia memang hanya menjalankan tugas, tindakan gegabah kita akan menciptakan musuh tanpa manfaat. Jika dia sedang mencari informasi atas perintah orang lain, membiarkannya melalui prosedur resmi mungkin justru menunjukkan siapa yang ingin mengetahui hasil wawancara itu.”
“Dan jika dia mengetahui bahwa kita sedang memeriksanya?”
“Dia mungkin mengubah perilakunya.”
Gu Chenxiao tersenyum tipis.
“Karena itu, jangan membuat pemeriksaan ini terasa seperti pemeriksaan.”
Di matanya, Gu Liang belum menjadi bidak.
Dia baru merupakan sebuah pintu.
Dan sebelum seseorang menggunakan sebuah pintu, hal pertama yang harus diketahui adalah ke mana pintu itu mengarah.
Nomor yang Dihapus dari Salinan
Malam turun ketika Gu Chenxiao menemukan kejanggalan terakhir.
Pada salinan daftar tugas Xu Ren yang mereka gunakan, nomor induk pekerjaan tercatat lengkap.
Pada salinan daftar Fang De, nomor tugasnya juga lengkap.
Namun, pada sebuah indeks silang yang menghubungkan tugas dengan dokumen pendukung, satu kolom nomor rujukan tampak kosong.
Bukan terhapus.
Bukan pula rusak.
Kolom itu memang tidak diisi.
Gu Chenxiao meminta Han Yu memeriksa buku aslinya.
Hasilnya sama.
“Apakah kolom kosong berarti tidak ada dokumen pendukung?” tanyanya.
Han Yu membuka pedoman indeks.
“Tidak selalu. Kolom itu digunakan jika sebuah tugas mengacu pada pekerjaan terdahulu atau dokumen yang sudah terdaftar. Untuk tugas baru yang tidak memiliki rujukan, kolom boleh dikosongkan.”
“Siapa yang mengisi indeks ini?”
“Petugas pencatatan bagian terkait. Pemeriksa kedua seharusnya memastikan nomor dan uraian cocok.”
“Apakah nama kedua pemeriksa tercatat?”
“Di halaman pengesahan, ya. Namun, halaman ini hanya mencantumkan petugas penyusun indeks dan pengesah keseluruhan. Tidak ada catatan pemeriksaan per baris.”
Gu Chenxiao menelusuri halaman-halaman sebelumnya.
Sebagian indeks memiliki catatan koreksi. Ada nomor yang salah tulis, deskripsi yang diperjelas, bahkan satu tugas yang dipindahkan ke kategori berbeda dengan alasan tertulis.
Kolom kosong bukan bukti penghilangan.
Namun, cara pemeriksaan yang hanya mengesahkan keseluruhan halaman juga berarti sebuah rujukan yang seharusnya dicantumkan dapat luput tanpa meninggalkan catatan koreksi.
Sistem itu tidak membuktikan adanya manipulasi.
Sistem itu hanya menunjukkan tempat manipulasi mungkin terjadi.
Gu Chenxiao menutup buku.
“Buat daftar semua indeks yang berkaitan dengan tugas aset wilayah barat. Cari apakah kolom rujukan kosong juga muncul pada pekerjaan lain yang kemudian dinyatakan selesai.”
“Kalau banyak?”
“Kita punya pola administrasi.”
“Kalau hanya muncul pada tugas-tugas ini?”
“Kita punya sesuatu yang patut diperiksa lebih jauh.”
Paman Fu melihat tumpukan dokumen yang belum selesai mereka teliti.
“Dan jika hasilnya tidak menunjukkan apa-apa?”
“Berarti kita membuang satu hipotesis.”
Gu Chenxiao berdiri dan merapikan lengan bajunya.
“Penyelidikan yang baik bukan penyelidikan yang selalu menemukan pelaku. Penyelidikan yang baik adalah penyelidikan yang membuat kemungkinan salah semakin sedikit.”
Dia melangkah menuju pintu, lalu berhenti ketika melihat sebuah amplop tipis di meja dekat jendela.
Amplop itu tidak ada ketika mereka mulai bekerja.
Tidak ada cap pengiriman.
Tidak ada nama penerima.
Paman Fu segera memeriksa sisi luar, kemudian sudut ruangan.
“Siapa yang membawa ini?”
Tidak ada yang menjawab.
Gu Chenxiao tidak menyentuh amplop itu dengan tangan kosong. Dia meminta Han Yu mencatat letaknya, memeriksa apakah ada saksi yang melihat seseorang memasuki ruangan, lalu baru membuka lipatannya menggunakan penggaris tipis.
Di dalamnya terdapat satu lembar kertas.
Hanya ada dua kalimat.
“Nomor baru tidak selalu berarti pekerjaan baru.”
“Periksa daftar pengembalian sebelum mencari daftar pengalihan.”
Gu Chenxiao membaca kalimat itu dua kali.
Tidak ada tanda tangan. Tidak ada penjelasan. Tidak ada bukti bahwa pengirim mengetahui dokumen yang baru mereka temukan hari ini, meskipun pilihan katanya cukup dekat dengan persoalan yang sedang mereka teliti.
Paman Fu mengerutkan kening.
“Orang ini ingin membantu kita?”
“Bisa jadi.”
“Bisa juga ingin mengarahkan kita.”
“Lebih mungkin daripada yang pertama.”
Gu Chenxiao meletakkan surat itu di samping indeks silang.
Kalimat pertama terlalu umum untuk dijadikan bukti. Dalam sistem administrasi mana pun, nomor baru dapat merujuk pada pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lama.
Kalimat kedua lebih menarik.
Mereka telah memeriksa catatan pemindahan Xu Ren dan tugas Fang De. Mereka juga telah memeriksa sebagian daftar penyelesaian.
Tetapi mereka belum membandingkan secara menyeluruh daftar pengembalian tugas dengan daftar tugas lanjutan.
Jika suatu pekerjaan dikembalikan karena dasar administrasinya belum lengkap, ada kemungkinan pemilik dokumen mengajukan ulang pekerjaan tersebut melalui jalur lain. Dalam keadaan demikian, nomor baru mungkin sah.
Pertanyaannya adalah apakah pengajuan ulang itu seharusnya mencantumkan nomor tugas lama.
Dan jika memang harus, siapa yang bertanggung jawab memastikan hubungan itu tercatat?
Gu Chenxiao menatap api lampu minyak.
Seseorang sedang mencoba membuatnya melihat ke arah tertentu.
Dia tidak tahu apakah orang itu menginginkan kebenaran terungkap, ingin menjebak seseorang, atau sekadar ingin memastikan bahwa penyelidikan berjalan sesuai rencana mereka.
Karena itu, dia tidak akan mengikuti petunjuk tersebut secara membabi buta.
Dia akan memeriksanya.
Dan jika petunjuk itu benar, dia akan mencari sumbernya.
Jika salah, dia akan mencari tahu siapa yang diuntungkan oleh kesalahan itu.
“Paman Fu,” katanya.
“Ya?”
“Besok, kita minta daftar pengembalian tugas selama periode yang sama. Bukan hanya dari bagian persiapan keputusan. Sertakan bagian pemilik dokumen.”
“Apakah kita akan mencari tugas Fang De?”
“Kita akan mencari semua tugas yang dikembalikan karena dasar administrasinya tidak lengkap, lalu membandingkannya dengan tugas baru yang muncul sesudahnya.”
“Cakupannya akan besar.”
“Bagus.”
Gu Chenxiao memandang tumpukan dokumen di meja.
“Jika kita hanya mencari nama yang sudah kita kenal, kita mungkin menemukan jawaban yang ingin diberikan seseorang kepada kita.”
Senyumnya nyaris tidak terlihat.
“Aku lebih tertarik pada jawaban yang mereka lupa sembunyikan.”
Di luar ruangan, angin malam menggesek jendela kayu.
Untuk pertama kalinya sejak penyelidikan dimulai, Gu Chenxiao tidak hanya memiliki sebuah dokumen yang hilang, tugas yang tidak selesai, atau tanda tangan yang belum dijelaskan.
Dia memiliki sebuah kemungkinan mekanisme.
Sebuah cara yang memungkinkan pekerjaan dikembalikan, dibuka kembali, atau dicatat sebagai pekerjaan baru tanpa hubungan yang terlihat pada indeks biasa.
Itu belum menjelaskan siapa yang melakukannya.
Belum pula membuktikan bahwa seseorang melakukannya dengan sengaja.
Tetapi sekarang, ia tahu ke mana harus melihat.
Dan siapa pun yang meninggalkan surat itu telah melakukan satu kesalahan kecil.
Mereka mengira Gu Chenxiao membutuhkan petunjuk.
Padahal yang benar-benar dia butuhkan hanyalah alasan yang sah untuk memeriksa tempat yang belum diperiksa orang lain.
Sekarang dia memilikinya.
Bersambung — Bab 25: Daftar Pengembalian