NovelToon NovelToon
Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:288.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zivana dan Aidil sudah menikah tiga tahun. Dan saat itu Aidil adalah seorang duda anak dua, sedangkan Zivana merupakan wanita yang pernah bekerja di salah satu butik ibu Aidil. Selama pernikahan mereka, Aidil memang belum mencintai Zivana, terlebih saat itu mereka menikah karena keinginan ibu Aidil yang kasihan melihat kedua cucunya yang masih kecil. Amora yang saat itu baru berusia dua tahun dan Khaisar lima tahun.

Selama tiga tahun Zivana menjadi sosok ibu dan istri yang begitu mencintai kedua anak-anak Aidil. Namun sayangnya, Zivana belum bisa mendapatkan hati Aidil, walau pria itu selama tiga tahun selalu bersikap baik padanya. Hanya saja, selama itu pula Aidil belum berani menyentuh Zivana.

Hingga menjelang tiga tahun pernikahan mereka akhirnya Stela, mantan istri Aidil yang pernah meninggalkannya kembali. Dan berusaha merebut perhatian kedua anak dan mantan suaminya.

Apa yang akan terjadi dengan pernikahan Zivana dan Aidil? Akankah mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zivana 15

Stela sedikit tersentak melihat reaksi Zivana yang begitu terkontrol. Senyum tipisnya meluntur sejenak sebelum kembali terkembang dengan angkuh.

"Bagus kalau kamu sudah lihat. Jadi aku tidak perlu berbelit-belit," ucap Stela tajam.

"Kamu lihat sendiri bagaimana Aidil meresponsku, kan? Pria itu tidak pernah benar-benar melupakanku, Zivana. Pernikahan kalian itu cuma pelarian. Aidil cuma butuh pengasuh untuk anak-anaknya saat aku tidak ada, dan kamu... kamu cuma wanita yang kebetulan ada di waktu yang tepat untuk dimanfaatkan."

Kata-kata Stela menancap dalam di dada Zivana, namun Zivana menyunggingkan senyum tipis, senyuman paling dingin yang belum pernah Stela lihat sebelumnya.

"Kalau memang Aidil begitu mencintaimu dan menganggapku cuma pengasuh..." Zivana maju satu langkah, menatap Stela dari jarak yang begitu dekat.

"Kenapa semalam dia pulang ke rumah ini? Kenapa dia berlutut di kakiku, menangis, dan memohon-mohon agar aku tidak meninggalkannya?"

Wajah Stela berubah seram, raut anggunnya mendadak sirna digantikan warna merah padam. "Jangan berbohong!"

"Aku tidak perlu berbohong pada wanita yang harus berpura-pura sakit dan memohon perhatian pria beristri cuma untuk mendapatkan ciuman," tembak Zivana telak, suaranya tetap tenang namun menusuk tepat di ulu hati Stela.

"Kamu yang datang memohon-mohon pada Aidil, kan? Dan kamu merekamnya karena kamu tahu, tanpa manipulasi dan trik murahan seperti ini, Aidil tidak akan pernah memilihmu kembali."

"Zivana!" bentak Stela histeris, napasnya mulai berburu emosi.

"Aku ini ibu kandung dari anak-anak di rumah ini! Aku yang melahirkan Khaisar dan Amora! Kamu tidak akan pernah bisa menggantikan posisiku!"

"Ibu kandung?" Zivana tertawa sumbang, menggelengkan kepalanya pelan.

"Ibu mana yang tega meninggalkan anak usia dua tahun dan lima tahun menangis di pintu demi mengejar dunianya sendiri? Kamu pikir Amora ingat kamu? Tidak, Stela. Saat dia takut kemarin sore, dia membuang boneka darimu dan berlari memelukku. Dan Khaisar? Khaisar bahkan menyebutmu wanita jahat."

"Itu karena kamu yang meracuni otak mereka!" jerit Stela, melangkah maju dengan jemari menunjuk tepat ke wajah Zivana.

"Anak kecil tidak bisa dibohongi oleh luka yang ditinggalkan ibunya sendiri," balas Zivana mantap, menepis jemari Stela dari depan wajahnya.

"Kamu boleh saja merebut tubuh Aidil semalam dengan trik murahmu. Tapi kamu tidak akan pernah bisa merebut kembali hati anak-anak yang sudah kamu buang."

Stela mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat, tubuhnya bergetar hebat oleh rasa malu, amarah, dan kekalahan yang tak tertahankan. Rencana untuk membuat Zivana menangis dan bersimpuh memohon ampuh justru berbalik menghantam dirinya sendiri.

"Kamu pikir kamu menang, Zivana?!" desis Stela dengan mata mendelik tajam.

"Kita lihat saja berapa lama Aidil bisa bertahan bersamamu setelah aku menariknya kembali!"

"Aku tidak sedang bertanding denganmu, Stela," ucap Zivana lirih namun tegas.

"Jika Aidil memang ingin kembali padamu, ambillah. Pria yang tega membohongi istrinya demi wanita yang pernah membuangnya. Pria seperti itu sama sekali tidak bernilai untuk kuperjuangkan."

"Lihat saja, dalam waktu dekat aku akan merebut Aidil!"

"Ambilah dengan cara yang benar, Stela. Jangan rendahkan harga dirimu sebagai wanita. Aku sangta miris melihat kelakuan kamu, sebagai sesama wanita melihat cara murahanmu! Kalau memang kamu benar-benar ingin kembali kepada suami dan anak-anak kalian! Mintalah Aidil untuk segera mentalak dan menceraikan aku! Memangnya kamu mau hanya menjadi wanita yang pada akhirnya di panggil pelakor, walau kamu adalah ibu kandung dari Khaisar dan Amora?"

Zivana membalikkan badan, melangkah masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu kayu tebal itu tepat di depan wajah Stela. Suara kunci berputar terdengar nyaring.

Di luar teras, Stela berdiri bersimpuh dalam amarah yang meledak-ledak. Ia menghentakkan kakinya kasar, berbalik melangkah menuju mobilnya dengan rasa hina yang membakar dada, sementara di balik pintu yang terkunci, Zivana meluruhkan tubuhnya ke lantai, membiarkan tangis kepedihannya yang pecah dalam kesunyian rumah yang hampa.

Sejak kepulangannya dari rumah Aidil dengan rasa malu yang membakar dada, Stela makin gila-gilaan melancarkan aksinya. Ia tahu betul celah terbesar Aidil,rasa bersalah dan cinta masa lalu yang belum sepenuhnya padam. Stela mulai gencar mengirim pesan-pesan bernada manis dan bernostalgia, menyusup ke sela-sela jam kerja Aidil, hingga sengaja mengirimkan makan siang ke kantor pria itu dengan catatan-catatan kecil yang mengingatkan masa-masa indah mereka dulu.

Aidil yang lemah dan masih menyimpan rasa untuk Stela tak mampu menolak sepenuhnya. Pria itu terus terjebak dalam dilema, antara rasa bersalah pada Zivana yang kini makin dingin kepadanya, dan sisa-sisa cinta untuk Stela yang terus diusik.

Hingga pada suatu sore, Stela melancarkan taktik berikutnya. Ia menghubungi Aidil dengan nada suara yang bergetar penuh haru, meminta izin untuk bertemu Khaisar dan Amora di sebuah kafe ramah anak di pusat kota.

"Dil... aku mohon," bisik Stela di seberang telepon dengan nada begitu memelas.

"Aku tahu aku punya banyak salah di masa lalu. Tapi tolong... beri aku kesempatan untuk memeluk Khaisar dan Amora. Aku ini ibunya, Dil. Setiap malam aku menangis merindukan mereka... Tolong, izinkan aku bertemu anak-anak kita, sebentar saja."

Hati Aidil yang rawan kembali luluh. Tanpa berkonsultasi atau meminta izin pada Zivana, Aidil menjemput Khaisar dan Amora dari sekolah lalu membawa mereka langsung menuju kafe tempat Stela menunggu.

Di dalam kafe berpencahayaan hangat itu, Stela sudah bersiap dengan akting terbaiknya. Ia mengenakan pakaian yang tampak keibuan dan bersahaja, tanpa riasan tebal, dan membawa dua kotak hadiah besar berpita merah di atas meja.

Saat pintu kafe terbuka dan Aidil melangkah masuk menuntun Khaisar serta memegang jemari kecil Amora, mata Stela mendadak berkaca-kaca secara dramatis. Ia bangkit dari duduknya, menutupi mulutnya dengan kedua tangan seolah menahan tangis kebahagiaan yang meluap.

"Khaisar... Amora..." panggil Stela dengan suara parau bergetar. Ia langsung berlutut di atas lantai kafe, merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.

"Anak-anak Mama..."

Khaisar yang kini berusia tujuh tahun menghentikan langkahnya seketika. Bocah laki-laki itu menarik tangannya dari genggaman Aidil, menatap Stela dengan pandangan penuh selidik dan benteng pertahanan. Sementara Amora yang berusia empat tahun hanya bersembunyi di balik kaki Aidil, mencengkeram celana bahan ayahnya dengan erat.

"Khaisar, Sayang... ini Mama, Nak," tangis Stela pecah dengan sangat alami, air matanya menetes melewati pipinya. Ia maju merayap dengan lututnya, meraih jemari Khaisar.

"Maafkan Mama ya, Nak... Mama kangen sekali sama Khaisar. Setiap hari Mama doakan Khaisar..."

Aidil yang berdiri di belakang anak-anak menatap pemandangan itu dengan ulu hati yang linu. Keharuan terpancar jelas di matanya. Pria itu menunduk, mengusap kepala Khaisar pelan.

"Khaisar... ini Mama kamu, Nak. Sapa Mamamu dengan baik, jangan seperti ini, Khaisar," bujuk Aidil lembut, berharap putranya mau menerima wanita yang pernah mengisi separuh jiwanya itu.

Namun Khaisar justru menarik tangannya kasar dari genggaman Stela. Matanya yang polos menatap Stela lurus-lurus.

"Kenapa anda baru datang sekarang?" tanya Khaisar dengan suara bocah yang menahan amarah dan kekecewaan mendalam.

1
Desifa Juni Raya
zivana janda tp masih bersegel resmi
Dewa Nara
kok sutet Thor, sutil kali 🤭🤭🤭
Mety Haula
padahalnga usah diundang dtang jeperkumpulan krluarga udah aja yg fiundang itu anaknya kakek subroto aja nga usah dua2nyaduduhdayangkangdaj betcerai ini
Mety Haula
aah ziva kenapa fiterima talak dayu bukan srkalian talak 3 aja jadi bebas cari pasangan kalau talak satu dgn ucap rujuk bisa bslik lg
Desifa Juni Raya
laki² pengecut aidil ni
Mursidahamien
Stela itu hamil anak org lain dan Aidil bodoh yg diminta pertanggung jawaban
Dewi Yanti
bukannha orag tua aidil udh janji sm zivana kalo mereka yg akan mengurus langsung cucu" nya.. tp ko malah di biarin tinggal di rmh aidil sih
Dewi 1234
Aidil laki2banciii
PNC
bisa ngurus perceraian anaknya pake pengacara
masak ngerebut hak cucunya dr ibu gila ga bisa

aneh kakek neneknya ini
PNC
kok nganu ya
si kakek ma neneknya kok ga itu
PNC
kok ga kepikiran utk diselidiki ya
tinggal jjr Ama orangtuanya klo dia diancam dan mohon bantuan Ama orangtuanya utk cari jalan keluar
si Bapak jg kok diam aza ga dibuka kedok si perempuan iblisnya
Rina Arie
good
Dewi 1234
anak2pintar...👍
Ma Em
Akhirnya cerita Zivana berakhir juga dgn happy ending bahagia bersama Melvin yg sangat mencintai dan menyayangi Zivana , terima kasih Thor semoga othor selalu sehat bahagia dan sukses dgn karya karyanya 🤲🤲.
nely_48
hapy ending, terimakasih atas cerita novel mu kk outhor
sukses untuk semua cerita² novel baru mu yg lain nya kk outhor favorit ku 🥰🥰🥰🥰🥰
nely_48
semangat berbenah para hama n membukanlahan baru ya Melvin n zivana
Yul Kin
terimakasih kak, sukses terus ya😍💪
Fitria Syafei
kk cantik terimakasih 😍 terimakasih 😍 sukses yaa 😘
Yam_zhie: kak 😘
total 1 replies
Sri Angga
sebagai pasangan ,sebagai tim yg solid.💪👍
Yam_zhie: betul akk 💃
total 1 replies
nely_48
kata nya s Siska bukan ibu kandung Melvin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!