NovelToon NovelToon
Tak Lagi Mencintaimu

Tak Lagi Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor jahat / Tamat
Popularitas:490.5k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Badai datang pelan namun mematikan, menggoyahkan komitmen lima tahun yang Risa yakini abadi. Di bawah langit malam yang sunyi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya, Raga, sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil mereka.

‎Setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga dengan penuh pengorbanan, meninggalkan karir impian untuk mendukung karir suaminya, Risa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang dia anggap tulus telah dipermainkan.

‎Pengkhianatan itu menjadi pukulan terberat bagi hatinya.

‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan. Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah." ~ Risa Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

‎Suara tegas Risa menggema di seluruh ruangan. Tanpa membuang waktu, ia berbalik dan meraih gagang dua koper besar yang sudah tersusun rapi di samping sofa. Semua barang pribadinya yang sudah ia siapkan sejak semalam, karena ia tahu hari ini Raga akan pulang dari dinas diluar kota.

‎‎Melihat gerakan itu, Raga seolah tersadar dari keterkejutannya. Dia segera melangkah cepat menghadang, meraih pergelangan tangan Risa dengan cengkeraman yang kuat.

‎‎"Jangan pergi, Ris! Tolong dengarkan aku sebentar! Kita bisa selesaikan ini dengan kepala dingin, jangan bertindak tergesa-gesa!" bujuknya, nada bicaranya berubah drastis dari amarah menjadi kepanikan. "Aku akui aku salah, aku minta maaf. Aku akan tinggalkan Amelia, aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Tetaplah disini, kita perbaiki semuanya bersama-sama, kita bisa mulai dari nol lagi!"

‎‎Risa menatap tangan yang memegang pergelangan tangannya, lalu perlahan mengangkat wajah menatap mata Raga. Tidak ada air mata, tidak ada lagi raut sakit hati - hanya ketenangan yang dingin dan keputusan yang sudah bulat, sesuai dengan prinsip yang ia pegang teguh.

‎‎Dengan tenang namun tegas, ia melepaskan cengkeraman tangan Raga.

‎‎"Sudah terlambat, Mas," ucapnya pelan namun jelas, tanpa keraguan sedikit pun. "Dan satu hal yang harus kamu pahami. Aku tidak lagi mencintaimu."

‎‎Kalimat itu seperti tamparan keras yang membuat tubuh Raga membeku di tempat. Matanya terbelalak, seolah tidak percaya mendengar kata-kata itu keluar dari mulut wanita yang dulu selalu memandangnya dengan penuh kasih sayang.

‎‎"Apa... apa maksudmu?" gumamnya lemah.

‎‎"Aku sudah berusaha mempertahankan perasaan ini selama bertahun-tahun, tapi perlahan ia mati dengan sendirinya, tergerus oleh kebohongan, pengkhianatan, dan rasa tidak dihargai yang kamu berikan padaku," jelas Risa tegas, tidak ragu sedikitpun. "Aku punya prinsip, aku tidak akan pernah memaksakan diri untuk tinggal bersama seseorang yang tidak bisa menghormati janji dan perasaanku. Sekarang yang tersisa hanyalah rasa lelah dan keinginan untuk hidup dengan tenang. Tidak ada lagi cinta, tidak ada lagi harapan. Jadi lepaskan aku, dan biarkan aku pergi."

‎‎Tanpa menunggu tanggapan lagi, Risa menarik kedua kopernya dan berjalan melewati Raga yang masih terpaku di tempat. Ia melangkah menuju pintu depan, membukanya lebar-lebar, dan melangkah keluar menuju halaman.

‎‎Di kejauhan, tepat di depan gerbang rumah, sebuah mobil sudah terparkir dengan mesin yang menyala. Begitu melihat Risa keluar, jendela samping pengemudi diturunkan, memperlihatkan wajah Sella yang tersenyum mendukung.

‎‎Risa menarik kopernya melintasi halaman, membuka gerbang, dan meletakkan barang-barangnya di bagasi mobil. Sebelum masuk ke dalam mobil, ia menoleh sebentar ke arah pintu rumah yang masih terbuka, disana Raga berdiri mematung, menatapnya dengan pandangan bingung dan menyesal.

‎‎"Selamat tinggal, Mas Raga," ucap Risa untuk terakhir kalinya dengan nada datar, lalu masuk ke dalam mobil dan menutup pintu rapat.

‎Mobil itu perlahan melaju meninggalkan halaman rumah itu, membawa Risa menjauh dari masa lalunya yang kelam. Pintu hatinya sudah ia tutup rapat untuk Raga, dan tidak akan pernah ia buka kembali untuk pria itu.

-

-

-

‎Di sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil terasa hening. Sella tidak banyak bicara, memberikan ruang bagi sahabatnya untuk menenangkan diri, sesekali melirik sekilas untuk memastikan Risa baik-baik saja.

‎‎Setelah sekitar tiga puluh menit perjalanan, mobil berhenti di depan sebuah rumah sederhana, dikelilingi pagar besi dan halaman depan yang dipenuhi tanaman hias.

‎‎"Ini dia," ucap Sella sambil mematikan mesin. "Rumah ini cukup sederhana, tapi aman dan nyaman. Aku sudah menyiapkannya sejak kamu memutuskan untuk mengambil langkah ini."

‎‎Risa menatap rumah itu dengan perasaan yang sulit dijelaskan - sedikit cemas, namun lebih banyak lagi rasa lega dan bebas. Ia turun dari mobil, diikuti Sella yang membantu mengangkat kopernya.

‎‎Mereka masuk melewati gerbang yang terbuka, lalu Sella membukakan pintu depan. Begitu masuk, Risa melihat ruang tamu yang bersih dan tertata rapi, dilengkapi perabotan sederhana namun lengkap. Ada juga kamar tidur, dapur, dan kamar mandi yang sudah siap digunakan.

‎‎"Semua kebutuhan dasar sudah ada disini," jelas Sella sambil meletakkan koper di sudut ruangan. "Kasur, lemari, peralatan makan, dan peralatan mandi sudah aku siapkan. Kalau ada yang kurang, kita bisa membelinya besok. Pengacara yang aku rekomendasikan juga sudah aku hubungi, dia siap bertemu kapan saja kamu mau."

‎‎Risa berjalan perlahan mengelilingi ruangan, menyentuh meja dan jendela dengan lembut. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa bisa bernapas lega. Tidak ada bayang-bayang kebohongan, tidak ada ketidaknyamanan, hanya ketenangan yang ia cari selama ini.

‎‎"Terimakasih banyak, Sel," ucapnya tulus, menoleh ke arah sahabatnya. "Tanpa bantuanmu, aku tidak tahu harus mulai dari mana. Aku tidak akan pernah bisa melakukannya sendirian."

‎‎Sella tersenyum hangat, mendekat dan memegang bahu Risa. "Ini bukan apa-apa. Kita sahabat, kan? Aku tidak akan membiarkanmu berjuang sendirian. Rumah ini bisa kamu tempati selama yang kamu butuhkan, tidak perlu memikirkan biaya dulu, kita bicarakan nanti saat semuanya sudah lebih jelas."

‎‎Risa menggeleng pelan, matanya berkaca-kaca namun dengan senyum yang tulus. "Tidak, aku akan membayarnya. Sel, aku butuh pekerjaan. Aku tidak bisa hanya mengandalkan tabungan saja, apalagi untuk biaya hidup dan mengurus proses perceraian nanti. Aku ingin bisa menghidupi diriku sendiri dengan usahaku sendiri,"

‎‎Sella mengangguk mengerti, lalu tersenyum sedikit sambil mengusap bahu sahabatnya. "Tentu saja. Nanti aku akan tanya suamiku. Dia bekerja di bagian SDM dan administrasi di RTF Corp. Kemarin dia cerita divisi desain mereka sedang butuh tenaga baru. Mungkin ada kesempatan yang cocok untukmu."

‎‎Mendengar itu, mata Risa langsung berbinar. Ia menatap Sella dengan penuh harapan.

‎‎"Benarkah, Sel? Apa perusahaan sebesar itu mau menerima orang yang sudah lama tidak bekerja seperti aku?" tanyanya, ada sedikit keraguan.

‎‎Sella mengangguk meyakinkan. "Juna bilang yang dilihat disana bukan cuma pengalaman kerja, tapi bakat dan kualitas karyanya. Lagipula kamu lulusan terbaik di jurusan desain busana dulu, bukan? Cuma butuh kesempatan untuk membuktikannya saja. Nanti aku akan bicara lagi dengan suamiku itu, minta dia menyampaikan rekomendasimu ke atasannya."

‎‎Risa menarik napas panjang. Ia mengusap sudut matanya yang sedikit basah, lalu tersenyum lebar.

‎‎"Terimakasih sekali lagi, Sel. Kalau benar ada kesempatan itu, aku akan berusaha sekuat tenaga. Aku tidak akan menyia-nyiakannya," ucapnya tegas.

‎‎"Baiklah, untuk malam ini istirahatlah yang cukup. Kamu sudah melewati hari yang berat. Besok kita atur jadwal bertemu pengacara sekaligus persiapkan apa saja yang dibutuhkan kalau nanti dipanggil wawancara," kata Sella sambil merapikan sedikit barang-barang di meja.

‎‎Setelah memastikan semuanya aman dan nyaman, Sella berpamitan pulang. Risa mengantarnya sampai ke gerbang, lalu berdiri sebentar menatap langit malam yang terlihat lebih terang dari biasanya. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, ia merasa benar-benar bebas.

-

-

-

Bersambung...

1
Heny
Bagus risa pergi yg jauh biar waktu yg menentukan mrk akan menyesal
Turi77 Turi77
selesai ini km akan menyesali semua perbuatan mu raga,
fatmiatun sahono
begitu suami nya pergi ke luar kota. mending lah tinggal pergi saja itu suami nya
toh barbuk sdh ditangan
lsg cerai....wanita skrg hrs kuat percaya diri dan mampu berdiri di atas kaki sendiri...hehhehehe💪
Edy Sulaiman
inilah yg namanya manusia serakah SDH merusak rmh tangga orang tapi masih tetap m rasa kurang
Edy Sulaiman
masih menyimak saja dulu nmpknya bagus nih cerita.
Ranny
Amelia dasar perempuan perek murahan gampangan lobang mu itu sdh seperti wc umum ya 😄😄😄
Ranny
mandul teriak mandul 😄😄😄 nanti setelah terbongkar kalau dia sendiri yg mandul malu gak ya 🤭
Ranny
dasar pak Harun ortu lucnat ayah kandung berasa ayah tiri woiii punya otak kagak kok malah membela anak mantu tak beradab yg suka obral perkututnya his jijik deh dengan kelakuan mu itu
Ranny
Amelia kau mau dapat kecebong dr mana...paling kau akan dapat dr selingkuhan ya soalnya sekali kau merebut suami orang pasti akan ketagihan dan penasaran mau merasakan burung perkututnya pria lain lagi 😄😄😄
Ranny
lah dah betul kan perkiraan ku kalau Regan itu cucunya Oma yg hampir di tabrak dan di tolong Risa ☺️
🔥Violetta🔥: /Ok//Ok//Grin/
total 1 replies
Reni Setia
makasih untuk novelnya ya
🔥Violetta🔥: Sama-sama kakak 🙏😁
total 1 replies
Ranny
mungkinkah Regan ini cucunya Oma yg hampir di tabrak oleh Risa
Murni Sumiarti
Dibawah kendali asisten suami kok di noveltoon nggak ada?
🔥Violetta🔥: Iya kakak... saya hapus dulu karena kemarin sempat gak lolos kontrak.. mau direvisi total. Nanti saya up ulang kalau sudah direvisi 🙏😁
total 1 replies
Violet
Bersyukurlah utk para wanita yg bisa merdeka bercerai dr suami modelan Raga. Tetangga kompleks rumah sini ada sprti Risa yg sehat tp dicaci maki mandul pdhal sp*rma suaminya encer, nikah 20thn pilih cerai mlh ditekan mentalnya oleh suami & kluarga mlh sang ortu wanitanya jg ga dukung, smuanya blg kalo cerai ga ada yg bakalan mau sama janda yg ga bisa kasih anak. Sedih bgt tiap kali didoktrin gitu menciut lg nyalinya utk cerai 😭
🔥Violetta🔥: Amin... Kita doakan sama-sama untuk kakaknya yang disana... semoga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menjalani ujian kehidupan 🙏😊
total 3 replies
Khansa Andini
kak buatin versi Raga untuk bisa nemuin wanita tulus lagu
🔥Violetta🔥: Nanti coba ya kak 😁🙏
total 1 replies
Agus Tina
Kamu menjaga harga diri suami kamu tapi kamu tifak jujur padanya Risa, seharusnya kamu jujur pada suamimu duku baru outuskan untuk menutupi semuanya pada mertuamu ...
Yunita Asep
uuhh serru..! author kerren..., suxes dan sehat slalu, lov yu...
🔥Violetta🔥: Terimakasih kakak 😁🙏
total 1 replies
Yunita Asep
ahaay deh., jadi malu2.., Gas langsung Regaann...!
Yunita Asep
lanjuutt..
Yunita Asep
syukurriin... makanyaa jangn ambil suami orang..!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!