NovelToon NovelToon
Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Rasa percaya diri Refisha benar-benar hilang karena di usianya yang sudah memasuki 29 tahun, orang tuanya berkali-kali menjodohkan, tetapi banyak kendala pria menikahinya dan termasuk banyak orang tua pria yang tidak setuju menikah dengan.

Refisha juga selalu bertentangan dengan adiknya yang sudah berusia 24 tahun dan ingin secepatnya menikah. Banyak sekali permasalahan percintaan dalam hidupnya yang tidak sesuai dengan karirnya dalam dunia pekerjaan.

Sampai seketika orang tuanya kembali menjodohkannya dengan seorang Ustadz, Refisha tidak pernah menolak apapun yang dilakukan orang tuanya, dia setuju, tetapi bukannya kebahagiaan yang didapatkan justru penghinaan dari pria yang memahami permasalahan agama itu membuat kepercayaan dirinya semakin hilang.

Lalu siapa sangka Ustadz pemuka agama itu menolaknya, satu pria pria yang dia temui tidak sengaja dengan usianya yang lebih muda, justru ingin melamarnya, mengejarnya dengan cara ugal-ugalan.

Mari mengikuti ceritanya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27 Ketegasan Refisha.

Refisha pagi ini sudah rapi-rapi yang berdiri di depan Ezra, membantu sang suami memakaikan dasi.

"Sekarang rajin banget pergi ke kantor, jam 07.00 pagi sudah bergerak dari rumah," ucap Refisha.

"Ini sebuah pujian atau ejekan?" tanya Ezra dengan satu alisnya terangkat.

"Tidak dua-duanya," jawab Refisha.

Ezra dengan jahil menarik pinggang sang istri sehingga tubuh Refisha membentur dada Ezra yang membuat Refisha melotot.

"Isss, kamu!" kesal Refisha.

"Kamu jangan suka mancing- mancing Refisha, nanti kalau aku sudah terpancing, kamu juga yang akan repot," ucap Ezra mengingatkan istrinya itu membuat Refisha hanya tersenyum.

"Malah senyum-senyum lagi, kamu pikir aku bercanda?"

"Iya-iya, mana berani mancing-mancing suami sendiri, takut," ucap Refisha dengan mengedipkan sebelah matanya.

"Makanya jangan mancing-mancing suami kamu," ucap Ezra membuat Refisha menganggukkan kepala.

"Ya sudah aku juga sudah selesai dan kita berangkat sama-sama!" ucap Refisha.

"Baiklah, kamu sendiri bagaimana, nanti acara fashion show-nya jam berapa?" tanya Ezra.

"Nanti malam sekitar jam 08.00, kamu lembur?" tanya Refisha.

"Memang ada pekerjaan dengan waktu yang mepet, tetapi insaallah aku pasti hadir," ucap Ezra.

"Kalau tidak bisa jangan dipaksa," ucap Refisha.

"Kalau untuk istri sudah pasti harus dipaksakan," sahut Ezra membuat Refisha tersenyum.

*******

Refisha saat ini benar-benar sibuk di salah satu gedung yang sudah dia sewa untuk acara fashion show dari produk terbarunya. Refisha mengatur beberapa model yang akan catwalk dan juga terlihat pengurus acara yang sejak tadi juga memastikan segala prosesnya benar-benar sesuai dengan rencana.

"Refisha!" setengah kesibukannya tiba-tiba saja seseorang menegurnya yang membuat Refisha menoleh ke belakang dan ternyata wanita itu adalah Nia. Ibu dari Malik pria yang pernah dijodohkan dengannya.

"Tante!" sapa Refisha dengan sangat sopan mencium punggung tangan wanita yang lebih tua darinya itu.

"Kamu ngapain di sini? Kamu menjadi salah satu model ada acara ini?" tanya Nia.

"Hmmmm, kalau saya bagian dari investor acara ini, saya owner dari pemilik gedung ini," belum juga Refisha menjawab pertanyaan itu, Nia sudah memamerkan keberadaannya di tempat itu sebagai apa.

"Padahal keponakan saya termasuk orang yang punya, bisa-bisanya membiarkan istrinya mengambil kerja sampingan seperti ini," lanjut Nia.

"Maaf Tante, Refisha memang menjadi salah satu model catwalk nanti, Refisha membawa brand sendiri, bersama dengan model Refisha, kebetulan Refisha yang menyewa gedung ini untuk acara fashion show nanti," ucapnya.

"Maksud kamu bagaimana? Kamu pengurusnya?" tanya Nia.

"Bukan, tetapi Refisha yang punya acara dengan membawa brand sendiri, Tsyatele adalah brand Refisha sendiri," ucapnya menegaskan kepada wanita yang tidak jadi sebagai ibu mertuanya itu menekankan bahwa merek dari brand yang terpampang itu adalah miliknya.

Nia ketika terdiam, dari wajahnya terlihat malu dan juga tidak percaya jika Refisha calon menantu yang pernah dia rendahkan bukanlah wanita sembarangan.

"Hmmmm, Refisha sangat senang bisa bertemu Tante dan siapa sangka Tante ternyata owner dari pemilik gedung ini, sayangnya waktu adanya pembicaraan kesepakatan dalam penyewaan gedung ini kita tidak bertemu sama sekali, tetapi Alhamdulillah kita bertemu dan Refisha sangat berharap bantuannya untuk menyesuaikan acara ini agar saya dan juga para pengunjung nanti tidak kecewa," ucap Refisha secara blak-blakan dengan apa yang dia katakan sebuah perintah karena memang itu merupakan tanggung jawab.

"Kamu jangan meragukan gedung ini, gedung ini sudah sering dipakai dan tidak ada yang komplain," ucap Nia masih memperlihatkan kesombongannya.

"Alhamdulillah kalau begitu dan besar Refisha juga sama, semoga saja kerjasama kita baik," ucap Refisha.

"Ya sudah Tante kalau begitu Refisha lanjutkan untuk kerja dulu, permisi!" Refisha dengan sangat sopan menundukkan kepala dan kemudian langsung berlalu dari Nia.

"Hah!"

"Jadi dia sebagai penyewa gedung ini untuk acara brandnya sendiri?" Nia masih tidak percaya, seolah-olah kesombongannya Dita Refisha.

Nia terlalu banyak berbicara dan tidak mengetahui Refisha bukanlah wanita sembarangan dan seharusnya yang tidak pantas itu putranya menikah dengan Refisha.

*******

Acara fashion show dari brand Refisha tampaknya sebentar lagi akan dimulai, para tamu sudah datang yang duduk di tempat masing-masing, Refisha juga pasti kehadiran keluarga tercintanya kedua orang tuanya bersama Laudya adiknya.

Karena acara belum mulai jadi Refisha menyapa tamu terlebih dahulu dan termasuk kedua orang tuanya.

"Refisha senang Mama dan Papa akhirnya datang," ucap Refisha.

"Ini acara besar putri kami dan mana mungkin kami mengabaikan acara ini," sahut Mila.

"Mama sama Papa memang seperti itu, kalau berhubungan dengan kak Refisha saja waktu akan di kosong-kosongkan, coba saja kalau Laudya pasti ada saja alasannya dan menganggap tidak penting," celetuk Laudya terlihat begitu iri dengan keberhasilan sang kakak dan juga support yang besar dari kedua orang tuanya.

"Astagfirullah Laudya, kapan Mama dan Papa seperti itu kepada kamu. Mama dan Papa tidak pernah membedakan kamu dan Kakak kamu, segala sesuatu yang kamu inginkan pasti akan kami support dan hanya saja kamu terkadang aneh-aneh, kamu melibatkan orang tua kamu dalam hal yang tidak masuk akal, mana mungkin diberi support jika itu salah," sahut Mila mencoba memberi pengertian kepada putri bungsunya itu.

"Alasan saja, bilang saja memang sejak kecil selalu pilih kasih, buktinya ketika aku mau menikah tidak diizinkan dan harus terlebih dahulu kakak, sekarang lihatlah aku diputusin," ucapnya.

"Laudya itu artinya kamu memang tidak boleh pacaran, pacaran itu hanya membuang waktu, kalau sudah putus tidak ada gunanya, seharusnya kamu ambil semua ini hikmah bahwa ini teguran dari Allah!" tegas Tio.

"Kalau saja ada musibah yang terjadi padaku akan selalu dikatakan teguran, kalau kak Refisha pasti jawabannya tidak seperti itu," Laudya terlihat semakin kesal dengan kedua orang tuanya selalu berpihak pada kakaknya dan Refisha tidak bisa mengatakan apapun atas kesalahpahaman adiknya itu.

"Mas Tio!" di tengah pembicaraan itu kedua orang tua Ezra datang menghampiri mereka dan terlihat saling menyapa satu sama lain.

"Padahal jarak rumah kita tidak terlalu jauh, tetapi tidak pernah saling berkunjung satu sama lain!" ucap Dellon.

"Benar sekali, Insaallah kapan-kapan kita harus bertemu atau paling tidak makan bersama," sahut Tio yang mengundang tawa kecil di antara mereka.

"Refisha acaranya belum mulai?" tanya Bitha.

"Belum. Ma, sebentar lagi pasti akan dimulai," jawab Refisha.

"Lalu di mana Ezra Refisha?" tanya Mila yang sejak tadi memang tidak melihat menantunya itu.

"Mungkin saja tidak punya waktu untuk acara-acara seperti ini," celetuk Laudya membuat Mila menyenggol putrinya itu terlalu lancang berbicara dan benar saja langsung ditatap oleh Bitha.

Dia sepertinya sangat kesal dengan celetukan itu seolah-olah putranya tidak peduli.

"Maaf jika membuat kalian menunggu!" untungnya orang yang dibicarakan sudah muncul membuat Refisha tersenyum melihat kedatangan suaminya yang langsung menghampirinya dan merangkul pinggang istrinya membuat Laudya semakin kekal dengan keromantisan pasangan suami istri itu.

"Tadi memang ada rapat penting, tetapi Alhamdulillah sudah selesai dan bisa langsung ke tempat ini, acaranya belum dimulai, Kan?" tanya Ezra.

"Alhamdulillah sebentar lagi akan dimulai, yang terpenting kamu sudah ada di sini," ucap Refisha

"Aku mana mungkin tidak hadir di acara penting kamu," ucap Ezra kalau sudah pamer keromantisan di depan orang itu sudah menjadi rajanya.

Bersambung.....

1
Dew666
Belah durenya di cut nanggung nih
Yasinta Niken
saya suka dengan cerita2nya tapi kenapa selalu putus 2
Dew666
🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!