NovelToon NovelToon
Switch Body, Yuk Nikah!

Switch Body, Yuk Nikah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Nikahmuda / Komedi
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Apa jadinya kalau dua orang yang bahkan tidak saling menyukai tiba-tiba terbangun dalam tubuh masing-masing?

Itulah yang dialami Daffa dan Dinda setelah sebuah kejadian aneh membuat roh mereka tertukar. Kekacauan pun dimulai. Daffa harus menjalani kehidupan sebagai perempuan, sementara Dinda terpaksa menghadapi dunia sebagai laki-laki.

Awalnya mereka berusaha menjalani situasi yang rumit itu. Namun semakin lama, mereka justru menemukan sisi lain satu sama lain yang selama ini tidak pernah terlihat.

Masalahnya, pertukaran roh itu ternyata memiliki satu syarat aneh untuk bisa berakhir. Mereka harus menikah!

Antara kekacauan, pertengkaran, dan perasaan yang perlahan tumbuh, mungkinkah pernikahan yang awalnya hanya sebuah solusi berubah menjadi kisah cinta sungguhan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tugas

BAB 7

Tugas

Sore harinya.

Daffa dan Dinda janjian untuk bertemu di perpustakaan kota. Disana mereka mengerjakan tugas masing-masing. Dinda mengerjakan tugas dari sekolah, dan Daffa mengerjakan tugas dari kampus.

Namun, keduanya justru sama-sama dibuat pusing oleh tugas tersebut. Dinda tidak memahami tugasnya karena ia tidak mengikuti pelajaran di sekolah. Begitu pula dengan Daffa yang kesulitan mengerjakan tugas karena tidak mengikuti perkuliahan.

"Argh... Pusing!"

Keluh Dinda. Tak satupun tugas dapat di selesaikan olehnya.

Daffa menghela napas. Bukan karena Dinda yang tak bisa mengerjakan tugas. Tetapi karena situasi mereka yang membuat semuanya begitu sulit untuk dijalani.

"Sini."

Daffa menyuruh Dinda untuk lebih mendekat padanya. Kemudian dengan sabar, ia mengajarkan pada Dinda pelajaran yang harusnya ia terima di sekolah tadi.

"Paham?"

Dinda mengangguk, lalu tersenyum. Kemudian mulai bersemangat lagi mengerjakan tugasnya.

Berbeda dengan Daffa, Dinda bahkan tak mengerti apa yang harus ia ajarkan pada lelaki itu. Sehingga Daffa mau tidak mau mencari tahu sendiri.

"Bang, di Sekolah tadi aman-aman aja kan?"

Tanya Dinda tiba-tiba saat keduanya hening, fokus mengerjakan tugas masing-masing.

"Hm."

"Bener?"

"Ya."

"Tapi kok, Kania sibuk nanyai keadaan gue?"

Sesaat Daffa menghentikan kegiatan. Kemudian melanjutkan lagi tanpa menjawab pertanyaan Dinda.

"Hah?!"

Beberapa detik kemudian, terdengar reaksi terkejut dari Dinda. Daffa pura-pura tak mendengar. Dan tetap tenang seperti biasanya.

"Abang tiduran terus di kelas?! Kok Abang gitu?!"

Dinda mulai protes.

"Ntar gue dapet teguran sama semua guru gimana?"

Daffa hanya diam. Dan tetap tenang mengerjakan tugasnya.

"Bang Daffa, ih! Kalau orang ngomong dengerin dong....?!"

Dinda mulai emosi.

Daffa menghentikan kegiatannya. Lalu menoleh.

"Iya, denger."

"Terus ngapain Abang tidur di kelas? Mau buat nilai gue anjlok?!"

"Bosen aja."

"What? Bosan?"

"Iya. Bosan harus mengulang pelajaran yang sama. Lagian lu nggak usah khawatir. Setiap guru nanya, jawaban gue selalu benar kok. Tugas-tugas di sekolah juga dapat 100."

Dinda terdiam sesaat. Benar, Daffa sudah melewati masa sekolah. Dan juga pasti paham dan mengerti pembelajaran di sekolah.

"Ya... tapi jangan gitu juga kali Bang. Masa tiduran mulu. Gue nggak pernah bikin masalah di sekolah. Jangan sampai Ayah dan Ibu di panggil sama wali kelas."

Daffa baru terpikirkan soal itu. Ia pun tak membantah ucapan Dinda.

"Tadi di kampus gimana?"

Kini Daffa yang balik bertanya.

"Aman..., aman aja kok."

Meski berkata demikian, gestur tubuh Dinda mengatakan hal yang berbeda.

"Yakin?"

Tanya Daffa memastikan.

Dinda mengangguk cepat. Ia terpaksa berbohong, sebab tidak mungkin ia menceritakan kepada Daffa tentang kejadian memalukan saat dirinya salah masuk toilet.

"Usahakan jangan terlalu dekat dengan Tiwi." Ucap Daffa mengingatkan.

Dinda mendengarkan sambil merapikan buku-bukunya ke dalam tas. Tugasnya sudah selesai. Tinggal menunggu Daffa menyelesaikan tugas kuliahnya.

"Oh ya, untuk seterusnya lebih baik kita ketemu di rumah gue. Anggap aja gue ngasi les ke lu. Jadi kita nggak perlu repot jauh-jauh kesini."

"Boleh."

Dinda setuju. Usulan itu terdengar masuk akal dan mempermudah urusan mereka.

***

Setelah selesai mengerjakan tugas, mereka pulang bersama.

Namun sejak tadi, ada hal yang terus menganggu pikiran Dinda. Ia bingung harus memulai dari mana.

"Bang..."

Panggil Dinda ragu-ragu.

Daffa menoleh, dan menunggu apa yang ingin Dinda katakan.

"Nggak jadi."

Ucap Dinda kemudian membuat Daffa menghela napas.

Dinda tidak dapat menahan Daffa karena dirinya malu untuk membahas masalah menstruasinya kelak. Ia pun mengikuti langkah kaki Daffa menuju rumah.

Daffa dan Dinda sebelumnya tidak lah dekat. Usia mereka pun berjarak 3 tahun. Mereka hanya kenal sebagai tetangga yang sudah lama hidup berdampingan sejak kecil saja

Setelah beranjak dewasa, sikap Daffa semakin hari semakin berubah jadi pendiam dan dingin. Meski kadang bertemu tanpa sengaja, baik Daffa maupun Dinda jarang bertegur sapa. Padahal dulu waktu kecil mereka sering main bersama.

Daffa memasuki rumahnya sendiri dengan santai nya. Namun baru sampai pintu gerbang, Dinda menahan langkahnya.

"Pikun lu, Bang." Kata Dinda, kemudian masuk ke halaman rumah Daffa.

Daffa menggaruk kepalanya meski tak gatal. Ia benar-benar lupa, mereka harus bertukar rumah juga.

Namun belum sampai kaki Dinda masuk ke rumah dengan sepenuhnya, Daffa mendatangi dirinya dengan langkah tergesa-gesa.

"Tiwi mau kesini. Dia udah di jalan."

"Hah?"

"Sebenarnya ada apa?" Tanya Daffa mulai curiga.

Dinda menghela napas berat. Rasanya baru dua hari mereka bertukar raga. Namun sudah segunung masalah yang tercipta.

"Temen-temen lu pada ngira lu sakit. Gue kan nggak bisa ngeles banyak. Apalagi gue belum tahu sifat temen-temen lu kayak mana, Bang."

"Kenapa bisa gitu?"

"Itu karena... Emm karena...,ah nggak tahu deh!"

Dinda masih belum bisa mengatakan tentang frustasinya dirinya memikirkan perihal datang bulan yang menyebabkan teman-teman Daffa mengira dirinya sakit.

"Pasti ada sesuatu sampai Tiwi maksa mau kemari." Ucap Daffa, sambil melirik Dinda.

Daffa terlihat bingung dan sedikit kesal. Namun ia pun tidak dapat menyalahkan Dinda yang tidak terlalu mengetahui situasi dalam persahabatannya dengan teman-temannya.

"Gue disini aja kalau gitu."

Daffa berjalan memasuki halaman dan nyaris membuka pintu rumahnya jika saja Dinda tidak menghentikan dirinya.

"Mau ngapain?!"

"Gue nggak mau lu gegabah."

"Gegabah gimana? Gue nggak ngapa-ngapain kok."

"Jangan sampai bikin Tiwi baper. Bisa runyam persahabatan gue."

"Kalau gitu tinggal di jauhin aja kan."

"Nggak bisa gitu juga. Pada dasarnya dia baik. Cuma gue tahu dia nyimpan rasa ke gue, dan Evan juga menyukai dia."

"Dan lu juga menyukai dia, Bang?"

Tanya Dinda yang masih sedikit bingung dengan hubungan ketiganya.

"Nggak lah. Gue cuma nganggap dia sebagai sahabat, nggak lebih."

Bantah Daffa. Dan itu benar.

"Ya udah. Kalau gitu, yakin sama gue. Gue bisa kok ngatasinnya." Ujar Dinda percaya diri dan mencoba menenangkan Daffa.

Sebenarnya Dinda tidak nyaman jika ada anggota keluarga Daffa di rumah dan melihat dirinya ada dalam rumah itu. Dinda masih canggung untuk berkomunikasi dengan kedua orang tua Daffa. Dan untungnya tidak ada Adrian, kakak Daffa di rumah itu.

"Nggak. Gue tetap harus masuk!"

Daffa tidak mempedulikan saran Dinda dan masuk kerumahnya sendiri.

-

-

-

Bersambung...

Jangan lupa like dan komen ya, terima kasih 🙏😊

1
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
abis luh dicubit dap
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ribed
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
udhan dong marahan nya
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
emang kalo pacaran nggak ada bumbu asem manis asin nggak seru suh wkwkwk

gelud aja dinnnn 🤣🤣🤣🤣
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
lah baru aja pacaran udh marahan lagi
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
laki2 selalu salah
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
Alhamdulillah mereka jadi pacaran
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
duh bengek
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
awalnya pacaran nih ye wkwkwk
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
pasti Lo bakalan diterima
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
Alhamdulillah akhirnya tubuh mereka kembali lagi sprti semula
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ciee mangat bgt dapp
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
bayangin juga gada yg tegang 😂
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
bu mayang ternyata udah suka sama dinda jadi mantunya ya 🤣
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ngebet amat bang
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
harusnya kamu percaya anakmu dulu sii
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
jangan lupa undangan nya 🤣
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
berawal dari kesalahan pahaman Maslaah nya jadi rumit.
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
lah salah paham ternyata 🤣🤣🤣
salahin nggak pake kacamata itu
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
ribet kan jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!