Marsya Arcelia Dealova, gadis cantik mahasiswi tingkat akhir yang dijodohkan dengan laki-laki pilihan dua keluarga.
Yang mana, calon suaminya itu adalah sahabat dari pacarnya.
Bagaimana Marsya akan menjani pernikahan itu? Mampukah dia berdiri diantara dua laki-laki, suami dan pacarnya?
Selamat datang di cerita ketiga ku, doain ya semoga cerita ini nggak gantung seperti yang udah udah😄
Dukung aku yaa
Selamat membaca~~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kholifah NH2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kyle Meledak
"Eum, itu, mobil Mama trouble, aku cuma taro mobil Mama disini" Marsya beralasan
Persiapan kepulangan Marsya dan Kyle dari bengkel, terhenti karena kemunculan Erik dan Leo disana. Entah bagaimana bisa keduanya datang tanpa memberitahu Kyle lebih dulu. Situasi yang tidak bisa diprediksi, mereka berdua melihat Marsya bersama Kyle. Dan entah Erik akan percaya dengan alasannya atau tidak, Marsya hanya bisa berdoa semoga Erik tidak menyinggung Kyle yang mengakibatkan Kyle kehilangan kesabarannya.
"Iya, aku percaya. Aku cuma nggak nyangka bisa ketemu kamu disini"
"Aku kangen banget sama kamu" Erik memeluk Marsya dengan erat, sangat erat. Keduanya lengannya melingkar sempurna dipinggang Marsya, dia sembunyikan tubuh kecil Marsya dalam pelukannya.
Mendadak nafas Kyle terasa berat, tangannya mulai mengepal. Apa yang dia saksikan ini? Istrinya dipeluk laki-laki lain? Sahabatnya sendiri? Ingin meledak rasanya. Kyle mengatur nafas sambil memejamkan matanya, menjaga amarahnya yang hampir tumpah. Dia hanya tidak ingin membuat keributan disana, disaksikan banyak orang.
Berdiri disamping Kyle membuat Leo mengernyit, dia tidak paham dengan perubahan Kyle yang mendadak kesal seperti ini. Leo merangkul Kyle, membawanya pergi dari sana. Haruskah Kyle mengikuti Leo? Membiarkan istrinya dipeluk dan dimanjakan laki-laki lain dihadapannya langsung? Tetapi Leo, dia tidak mengerti keadaan yang sebenarnya, dia mengajak Kyle hanya semata-semata tidak mau mengganggu kebersamaan Erik dengan Marsya.
Leo mengeluarkan sebungkus rokok dari saku hoodienya, tawaran rokoknya untuk Kyle ditolak mentah-mentah, Kyle memandang sinis sekotak rokok diatas meja itu, dia tidak tertarik. Yang Kyle pikirkan adalah bagaimana membawa Marsya pulang sekarang. Tetapi pikirannya itu mendadak sirna, Erik lebih dulu membawa Marsya pergi bersama mobilnya.
"Argh!" Kyle berteriak, kakinya dengan sengaja menendang kursi dihadapannya. Barisan kursi diruang tunggu itu jatuh berantakan. Leo pun dibuat panik, dibantu beberapa montir, mereka merapihkan kembali kursi-kursi itu, sedangkan Kyle, dia menyambar kunci mobilnya dan pergi menyusul Marsya. Ya, tidak peduli apa yang akan terjadi nanti, tidak peduli pernikahannya dengan Marsya akan terbongkar, yang jelas, Kyle hanya ingin mengambil Marsya. Marsya adalah istrinya, Marsya adalah miliknya.
Kepergian Kyle membuat Leo bingung, ada apa dengan sahabatnya itu? Jelas sekali Kyle sangat kesal melihat Marsya pergi bersama Erik. Sesaat Leo teringat sesuatu, mungkin kah Marsya perempuan yang dimaksud? Mungkin kah Kyle berniat merebut Marsya dari Erik, seperti yang Kyle katakan beberapa waktu lalu? Jika itu benar, semua akan menjadi bencana, persahabatan mereka akan hancur begitu saja.
"Erik, ini udah malam, aku mau pulang" Entah sudah berapa kali Marsya memohon, Erik tidak mau mendengarkannya juga. Tidak tahu Erik akan membawanya kemana, yang pasti, Marsya hanya ingin turun dari mobil itu sekarang juga.
"Sya, asal kamu tau? Aku hampir gila seharian ini. Kamu jauhin aku, cuekin aku, kamu nggak balas chat aku. Salah aku apa sih?"
"Ini bisa dibahas nanti, Rik, aku mau pulang, Papa pasti nyariin"
"Nggak bisa. Aku tau kamu bakal hindarin aku lagi"
"Erik, please. Aku mau pulang"
"Enggak!"
"ERIK!" Marsya menjerit, tangannya dengan sadar mencengkram lengan Erik dengan sangat kuat. Erik meringis kesakitan dan menghentikan mobilnya disisi jalan. Sedikit lega karena berhasil membuat Erik menghentikan lajunya, tetapi, sepertinya Marsya sudah membuat Erik marah. Tatapan Erik berubah tajam, kedua bola matanya memerah. Seketika, Erik mencengkram leher Marsya sampai terbatuk-batuk, nafasnya mulai menipis. Entah setan apa yang merasuki Erik sekarang, dia bukan lah Erik yang Marsya kenal. Marsya dibuat ketakutan setengah mati.
"Erik..uhuk...uhuk...lepasin..."
"Marsya, Sayang, jangan pernah berpikir buat tinggalin aku. Atau aku bakal nekat"
"Erik...jangan...aku- hmphh..." Marsya terbelalak, Erik mencium bibirnya secara paksa, me-lu-matnya dengan sangat kasar seakan kerasukan. Tidak, ini bukan Erik, Erik yang dia kenal tidak pernah menciumnya seperti ini. Ciuman kasar itu semakin membuat nafasnya menipis, Marsya hampir tidak bisa bernafas.
Sekuat tenaga Marsya mendorong Erik, melepaskan tangan laki-laki itu dari lehernya.
BRAK, dua mobil yang berhadapan saling bertabrakan. Ya, dengan sadar Kyle mengadu banteng mobilnya dengan mobil Erik. Marsya terkejut bukan main. Dengan emosi tak terbendung, Kyle menghampiri Erik dan menyeretnya keluar dari mobilnya. Kata-kata kasar keluar dari mulut Kyle sebelum dia menghujani Erik dengan pukulan berulang diwajahnya.
Erik dibuat babak belur seketika, wajahnya hampir tidak dikenali, tubuhnya terkulai lemas, pontang-panting menghadapi tinjuan dan tendangan Kyle tiada henti. Perlawanan yang Erik lakukan seakan tidak berarti, nyatanya dia kalah telak, Kyle lebih handal dalam berkelahi.
Kejadian didepan matanya itu membuat Marsya sangat shock dan takut, Marsya merasa lemas. Dia tidak pernah menyangka akan melihat sisi menyeramkan dari Kyle seperti ini, bagai monster yang siap menghabisi lawannya. Namun Marsya tidak bisa diam saja, dia harus segera menghentikan Kyle.
"Kyle! Stop! Dia bisa mati!" Marsya berteriak, dia tidak bisa membiarkan Erik sampai kehilangan nyawanya, atau Kyle akan dalam masalah nanti. Berhasil menjauhkan Kyle dari Erik, Erik pun tersungkur ke aspal, tidak bergerak. Entah laki-laki ini masih bernyawa atau tidak, Marsya semakin takut. Dengan gemetar, Marsya berjongkok, dia harus memastikan keadaan Erik.
"Syukurlah" Marsya bergumam, sangat-sangat lega bisa merasakan hembusan nafas Erik dijemari yang dia tempelkan di hidungnya. Marsya sungguh bersyukur Erik masih selamat. Wajah Erik sangat memprihatinkan, Marsya merasa sedih menatapnya. Meski sikap Erik begitu kasar, Marsya masih mengasihani Erik sebagai sesama manusia. Tentu tidak tega melihat keadaan Erik sekarang.
"Marsya..." Kyle memanggilnya dengan lirih. Marsya yang masih bersimpuh disamping Erik, mendongak dan menatap Kyle. Wajah laki-laki itu tampak sendu, bibir yang pun gemetar menahan tangis. Ingin rasanya Kyle memeluk Marsya, namun melihat reaksi Marsya sekarang, sepertinya Marsya masih ketakutan. Istrinya itu menunduk dengan tangan mengepal. Ah, Kyle dibuat bingung, tidak seharusnya dia menampakkan sisi gelapnya dihadapan Marsya. Namun apa boleh buat, dia kehilangan kendali, emosinya tersulut melihat Erik memperlakukan istrinya seperti tadi.
Tidak lama, Leo datang menyusul. Leo sangat terkejut melihat keadaan Erik. Leo mengumpat, dia menghampiri Kyle sambil berteriak. Leo meminta penjelasan tentang apa yang dilakukan Kyle sampai Erik babak belur dan jatuh pingsan seperti ini, namun Kyle tidak menjawab, dia malas berurusan dengan Leo. Kyle memilih untuk membawa Marsya pulang, namun Marsya menolak. Marsya lepaskan tangan Kyle begitu saja dan membantu Leo membawa Erik masuk kedalam mobil untuk dibawa kerumah sakit terdekat.
Sepeninggal Marsya, Kyle berteriak histeris. Marsya meninggalkannya, Marsya memilih bersama Erik, menemani Erik untuk mendapatkan perawatan intensif. Kyle yang merasa tidak terima, memukul kaca jendela mobilnya sampai pecah dengan satu kepalan tangan, sangat kencang. Pikirannya kacau, perasaannya campur aduk. Otaknya bekerja keras mencari cara untuk membawa Marsya kembali ke pelukannya.
Disisi lain, Erik sudah mendapat perawatan, dan Leo pun sudah menghubungi keluarga Erik untuk memberikannya kabar. Leo biarkan Erik beristirahat didalam sementara dia akan menghampiri Marsya yang duduk diruang tunggu. Dengan perlahan, Leo mencoba bertanya tentang apa yang terjadi antara Erik dan Kyle sampai Kyle berani dan tega melakukannya. Sebab menurut Leo, sikap Kyle sangat berlebihan, tidak seharusnya Kyle berbuat begini. Apa yang ada dipikiran sahabatnya itu? Kenapa dia terlalu ikut campur pada hubungan orang lain? Batin Leo.
"Leo, Kyle itu suami aku"
"Apa?"
***
Malam itu, Leo mengantar Marsya pulang. Bukan kerumah Kyle, melainkan kerumah orang tuanya. Leo antar Marsya dengan selamat diwaktu yang hampir menunjukkan tengah malam itu. Dan cerita serta fakta yang Marsya ungkapkan tadi, membuat Leo mengikat janji dengannya untuk tidak memberitahu siapa pun tentang statusnya dengan Kyle, termasuk Erik. Dan semua kejadian itu membuat Leo sadar bahwa sangat pantas jika Kyle merasa marah pada Erik. Namun Leo juga tidak membenarkan sikap 'main hakim sendiri' yang Kyle lakukan. Setidaknya, Kyle tidak perlu mengirim Erik kerumah sakit jika ingin memberikannya pelajaran.
Semuanya terasa rumit dipikiran Leo. Bagaimana bisa kedua sahabatnya itu mencintai perempuan yang sama? Dan tunggu, Leo baru menyadari sesuatu, barang-barang perempuan yang dia lihat dikamar Kyle beberapa hari lalu, sudah pasti barang-barang itu milik Marsya. Bagaimana Leo tidak menyadarinya sejak kemarin? Dan satu hal lagi, cincin yang tersemat dijari manis Kyle adalah cincin nikahnya dengan Marsya. Ah, Leo merasa bodoh karena baru menyadari semuanya sekarang.
Tiba dirumah, Marsya langsung memeluk Hendry yang baru saja keluar dari ruang kerjanya. Hendry dibuat bingung melihat kedatangan Marsya malam-malam begini tanpa sosok sang menantu bersamanya. Puterinya itu terlihat menangis, tubuhnya bahkan tidak mampu menopang diri sendiri, terlihat sangat lemas. Merasa ada yang tidak beres, Hendry menyuruh Marsya masuk kedalam kamar dan beristirahat sementara dia akan keluar untuk menghubungi Kyle.
"Kamu dimana, Kyle? Kenapa Marsya pulang sendiri kerumah Papa?"
"Cepat kesini, Papa tunggu penjelasan kamu"
...••••...
To be continued
wah wahh.... gimana episode kali ini??? Komen yaaaa!!! Makin seru, menegangkan, atau boring???😮💨
Siapa yg penasaran sama kelanjutannya? jangan lupa klik favorite biar gak ketinggalan cerita yg makin seru yaaaa