Daniel, Minami dan Latifa. Tiga sahabat yang bermimpi membangun sebuah roket bersama. Impian besar ini mereka rancang sedari mereka masih berada di sekolah dasar. mereka berambisius untuk membangun roket bersama.
Namun kondisi Latifa begitu kritis, disaat-saat terakhirnya, Latifa ingin impian mereka tetap berjalan meski tanpa dirinya.
Daniel dan Minami berjanji untuk menuntaskan misi besar yang diberikan Latifa sebelum dirinya tiada.
ini adalah kisah tiga sahabat yang bermimpi membawa umat manusia selangkah lebih maju.
ManuverNine.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Awazaki Chiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
New Day
Setelah mereka mengingat masa lalu, kini kita akan kembali ke masa kini. di restoran saat mereka kembali bertemu.
...
"Kamu udah nyiapin apa aja nih buat masuk sekolah?" Tanya Minami.
"Kalau itu sih aku belum siapin apa-apa, deh. soalnya aku baru sampai tadi pagi kan, jadi belum sempet beli-beli barang." Jawab Daniel.
"Wah, masa mau sekolah belum siap-siap, sih? gimana deh kamu, Daniel. katanya orang pinter, masa alat-alat sekolah aja gak beli, sih" Minami menyindir Daniel dan tertawa kecil.
"Kau pikir aku bisa sampai sini cuman sejam perjalanan, gitu? dari desa ke kota itu jauh, Minami. Kau mana ingat seberapa jauh rumah lamaku dengan rumah baru, aneh kamu, Minami" Jawab Daniel kesal.
"Ahahaha, Aku hanya bercanda, Aku mau membantu kamu beli barang-barangnya." Minami dengan senang hati menawarkan bantuan untuk membeli alat perlengkapan sekolah berasama.
"Aku terima tawaranmu, tapi aku datang ke sini karna ingin lebih dekat dengan orang-orang" Ucap Daniel percaya.
"Wah-wah-wah. Daniel kecil-ku sudah berubah, ya. dulu sangat susah untuk diajak bicara, sekarang sudah percaya diri nih ceritanya... hahaha" Minami tertawa dengan Daniel saat ia mengingat masa lalunya Daniel.
"Itu kan dulu, sekarang aku sudah bisa sendiri semuanya, Kamu ga tau aja perkembanganku di desa, aku orang paling dipercaya sama Pak. Radi."
Ucap Daniel dengan percaya diri.
"Yakin gak mau dibantuin? nanti dikejar anjing lagi, Lho! huhuhu" Minami kembali mengejek Daniel.
"Kalian sama saja, Kalian saja dikejar juga oleh anjing itu, Jangan menyombongkan diri, deh!" Ucap Daniel.
"Yasudh, kalau kamu gamau dibantu, Aku sama Latifa mau pergi jalan-jalan dulu, ya. kamu hati-hati aja, nanti dikejar anjing lagi. hahaha" Minami dan Latifa pergi membayar makanan mereka dan pergi begitu saja meninggalkan Daniel sendiri.
"Aaahhh, mereka selalu saja begitu" Gumam Daniel. Ia tersenyum kecil dan beranjak keluar dari restoran. Sesaat saja ia menginjakkan kaki keluar restoran, tiba-tiba saja pemilik restoran menarik ia kembali ke dalam restoran, itu membuat Daniel terjatuh.
"Lho, Pak? kenapa menarikku?" Tanya Daniel bingung.
"Hei anak muda tersesat! kamu belum bayar makananmu dan sudah ingin beranjak dari sini? jangan mimpi!" pemilik restoran marah dengan Daniel yang tiba-tiba ingin keluar dari restoran.
"Ahhh... Mereka gak bayarin makananku?" Daniel menarik nafas dan..
"MINAMI BODOHH..." Daniel berteriak. Teriakkannya terdengar oleh Minami yang seketika tertawa mendengar teriakan itu.
"Minami, Kamu jahil, deh." Ucap Latifa.
karena Daniel tidak bisa membayar makananya, ia akhirnya harus membayar dengan tubuhnya, Ia harus menjadi pelayan dadakan di restoran itu.
"Tunggu saja kamu, Minami." Gumam Daniel marah.
Hari itupun dihabiskan Daniel untuk melayani orang-orang di restoran itu. Pekerjaan Daniel begitu bagus, Ia melayani orang-orang dengan sepenuh hati meski sebenarnya itu adalah hukuman baginya untuk membayar apa yang tidak bisa ia bayar.
Tepat pukul 10 malam, Restoran akhirnya tutup, Daniel akhirnya mengerjakan pekerjaan terakhirnya yang disuruh oleh pemilik restoran itu, ia diberi tugas terakhir untuk mencuci piring.
Setelah selesai, ia ke ruang ganti dan mengambil barang-barangnya dan akan segera pulang. namun ia dihadang oleh pemilik restoran, pemilik restoran memuji kineja Daniel yang sangat rapih.
"Pekerjaanmu cukup bagus, aku suka bagaimana caramu bekerja" Ucap pemilik restoran tersebut.
"Ini bagianmu, Aku tidak bisa mempekerjakan orang dengan gratis" Ucapnya lagi.
Daniel terdiam dan bingung apa yang dimaksud oleh pemilik restoran tersebut.
"Ini... bagianku?" Tanya Daniel heran.
"Tentu, Kamu boleh mengambilnya" Jawab Pemilik restoran.
"Bukankah aku bekerja di sini karna hukuman?" Daniel memberi tahu alasannya kenapa ia bisa di sini.
"Aku gak masalah itu, Lagipula kau cuman meminum matcha, itu gratis untukmu" Ucap Pemilik restoran itu.
"Gratis? mengapa" Daniel kebingungan.
"Aku melihat kamu meminumnya dengan nikmat, aku yakin kamu suka dengan matcha, kan?" Jawab pemilik restoran.
"Dan kalau kamu bersedia, kamu bisa meminum itu di sini setiap hari, tapi dengan syarat kamu bekerja paruh waktu di sini, soal bayaran aku akan membayarnya setiap hari!" Ucap pemilik restoran tersebut
"Bekerja? kau yakin? aku tidak sebaik itu jika bekerja!" Ucap Daniel.
" jangan bodoh, coba kau lihat, pekerjaan sepenuh hatimu. meja dan yang lain begitu rapi, tak mungkin seorang amatir bisa melakukan hal ini dengan baik hanya dalam satu kali percobaan, kan?" Ucap pemilik restoran.
"Ka-kau yakin, aku bisa bekerja di sini?" Tanya Daniel kaku.
"Tentu! kau bisa datang besok jam 6 pagi dan jam 8 kau bisa berangkat sekolah dan kembali ke sini jam 5 sore sampai jam 10 malam. aku akan bayar itu setiap hari" Ucapnya.
"MAU" teriak Daniel.
"Wah wah, anak muda yang bersemangat, aku suka itu" Ucapnya.
"Kamu bisa makan pagi di sini dan membawa makanan sisa jika ada" Ucapnya lagi.
"Ah aku lupa memberi tahu namaku, Namaku Mile. panggil saja Pak. Mil." Ucapnya .
"Ba-baik pak Mil, Aku bersedia bekerja di sini paruh waktu" Daniel tampak senang dengan ajakan dari pak Mil.
"Ah, Seperti yang aku bilang tadi, kamu bisa membawa makanan sisa hari ini,. ini ada match dan dessert yang sayang kalau dibuang, jadi ini untukmu, dan aku akan tunggu kedatanganmu besok pagi, Ya!" Pak Mil memberikan Minuman Matcha sisa yang belum sempat diterima costume dan sebuah dessert yang indah dan tampak enak.
"Terimakasih pak. Mil. besok aku akan membantu pagi hari, Jadi mohon bantuannya!" Ucap Danel.
"Kalau begitu, aku pulang dulu, pak! makasih!" Daniel berlalu dan segera pulang.
"Hati-hati"
...
Diperjalanan Daniel bergumam tentang hari ini.
"Aku gak nyangka bisa dapet kerjaan di hari pertamaku di kota"
"Aku bisa membeli buku dan barang yang aku butuhkan tanpa meminta uang dari ayah!"
"Aku harus bisa mengemat uangnya sebisaku, aku gak akan pakai untuk macam-macam."
"kira-kira berapa uang yang dikasih pak Mil, ya? aku penasaran!"
ia membuka amplopnya dan terkejut melihat uang Rp. 200.000 di dalam sana.
"ASTAGA!!! SERIUS 200 RIBU? PER HARI?".
"Memang restoran pak. mil sangat ramai didatangin, aku saja sampai kewalahan, tapi aku gak nyangka bisa dapet uang sebanyak ini, ini sih aku bisa beli banyak barang hanya dalam 1 bulan."
"Anak magang dapet 200k, itu sangat gila!"
"Tapi aku kayaknya melupakan sesuatu deh."
"sepertinya tadi aku harus membeli sesuatu, deh, tapi apa ya?"
"aku lupa! ah besok saja lah aku pikirkan itu, untuk hari ini cukup capek, jadi aku mau pulang dan tidur, ah ya, aku mau ngasih ini ke ayah dan ibu. pasti mereka suka!"