NovelToon NovelToon
Sang Dewa Cangkul Sakti

Sang Dewa Cangkul Sakti

Status: sedang berlangsung
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Bereinkarnasi di Era Kultivasi Modern, Yang Chan awalnya hanyalah remaja tanpa bakat yang mendambakan kehidupan damai. Memilih untuk tidak masuk dalam kebrutalan dunia kultivasi.

​Tanpa disangka, rutinitas mencangkulnya justru membangkitkan Sistem Taman Kehidupan. Bukan misi berdarah yang didapat, melainkan keajaiban agrikultur penakluk lahan mati yang kelak melahirkan legenda suci, juga bakat terpendam yang seharusnya tidak ia miliki.

​Saat para penguasa dunia sibuk mencari jejak keilahian, mampukah ia menjaga kedamaian hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Eksperimen Tetesan Pertama

Yang Chan melangkah pelan mendekati batas ladang keluarganya yang gersang. Matanya menyusuri tanah kelabu yang dipenuhi retakan lebar di bawah terik mentari pagi yang mulai menyengat kulitnya.

Teringat ia akan ucapan sang ayah beberapa waktu yang lalu, saat mereka berdua duduk beristirahat di bawah pohon rindang di pinggir lahan ini. Ayahnya yang sering kali mengusap tanah kering itu dengan tatapan penuh kesedihan.

"Tanah ini seperti manusia, Chan. Ia punya rasa lelah, punya rasa lapar. Kalau kau hanya memaksanya melahirkan tanaman tanpa pernah merawatnya dengan sabar, ia akan mati," kenang Yang Chan akan suara serak ayahnya yang selalu terdengar hangat.

Prinsip kesabaran itu kini tertanam kuat di dalam benaknya. Sebagai seorang anak, rasa bakti menuntutnya untuk tidak membiarkan keringat sang ayah terbuang sia-sia begitu saja.

Namun, kesabaran fana saja tentu tidak akan cukup untuk menyelamatkan lahan yang sudah sekarat ini. Perlu ada sedikit sentuhan keajaiban, dan untungnya, ia memiliki sesuatu yang luar biasa di dalam kepalanya.

Langkah kakinya berbelok menuju area sudut ladang, tempat sebuah tong penampungan air kayu yang sudah mulai lapuk berdiri. Air di dalamnya tampak agak keruh, dipenuhi debu-debu halus yang terbawa angin kering dari arah perbatasan desa.

Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan tidak ada satu pun tetangga atau orang asing yang sedang mengawasinya dari kejauhan. Kehati-hatian adalah kunci utama jika ia ingin menikmati hidup yang tenang tanpa gangguan klan-klan besar.

Setelah merasa benar-benar aman, dipanggilnya kembali kotak hijau misterius itu ke hadapan matanya.

[Mata Air Kehidupan]

Sebuah antarmuka sistem sederhana melayang dengan warna hijau yang menenangkan, hanya tampak oleh indra penglihatannya sendiri.

Tanpa suara, setetes air yang luar biasa jernih kembali muncul dan melayang di atas ujung jari telunjuknya. Setetes air itu berkilau lembut, seolah menyimpan kehidupan baru di dalamnya.

Ia tidak berniat meminumnya langsung seperti tadi. Dengan perlahan, ia mengarahkan jarinya ke atas tong penampungan air dan membiarkan tetesan keajaiban itu jatuh ke dalam air yang keruh.

Pluk.

Seketika, air keruh di dalam tong itu bergolak pelan sebelum akhirnya berubah menjadi sangat jernih hingga dasar tong yang berlumut pun bisa terlihat dengan jelas. Aroma segar khas hutan pegunungan yang basah tiba-tiba tercium, menepis bau debu yang menyesakkan.

Yang Chan segera mengambil sebilah kayu patah di dekatnya, mengaduk air tersebut agar keajaiban itu tersebar merata dan tidak terlalu pekat.

"Kalau aku menyiramnya langsung tanpa diencerkan, bisa-bisa besok pagi ladang ini berubah menjadi hutan belantara dalam semalam," gumamnya dengan senyum kecut. "Itu sama saja dengan mengundang klan penindas seperti Klan Li untuk datang dan merampas ladang kami."

Ia tahu betul posisinya sebagai orang biasa. Menunjukkan kekuatan atau keajaiban yang terlalu mencolok di dunia kultivasi ini sama saja dengan mencari mati secara sukarela.

Diciduknya air enceran ajaib itu menggunakan wadah penyiraman dari tanah liat yang biasa ia gunakan. Wadah itu terasa sangat pas di genggamannya.

Ia kemudian berjalan ke tengah-tengah hamparan lahan pertanian yang sekarat. Tanah di Desa Perbatasan ini memang dikenal sangat keras dan memiliki kualitas yang buruk karena lokasinya yang terlalu dekat dengan wilayah luar yang sering dilewati para monster.

Sisa-sisa energi monster yang merembes ke dalam tanah selama bertahun-tahun, ditambah dengan cuaca buruk belakangan ini, membuat tanaman apa pun yang ditanam di sini pasti akan mati sebelum sempat bertunas.

Sambil memegang wadah penyiraman dengan mantap, ia mulai memiringkan corongnya.

Byur.

Aliran air pertama mengalir membasahi gumpalan tanah liat kelabu yang keras.

Suara mendesis samar langsung terdengar, mirip seperti air dingin yang disiramkan ke atas batu bara yang masih panas. Tanah yang tadinya sekeras semen itu perlahan-lahan mulai melunak, menyerap setiap tetes air ajaib dengan sangat rakus.

Warna kelabu yang pucat di tanah itu berangsur-angsur berubah menjadi cokelat tua yang subur dan tampak sangat lembap. Bahkan sisa-sisa energi monster yang terasa dingin dan tidak menyenangkan di sekitar tanah itu perlahan menguap, digantikan oleh hawa bersih yang menyejukkan.

"Luar biasa," bisik Yang Chan dengan mata berbinar puas.

Ia tidak berhenti di satu titik saja. Kakinya terus melangkah, mengitari seluruh ladang sambil menyiramkan air suci tersebut ke setiap sudut tanah yang kering.

Selama proses menyiram dan menggarap tanah ini, sesuatu yang aneh mulai terjadi di dalam tubuhnya sendiri. Setiap kali ia mengangkat tong air yang berat atau mengayunkan cangkulnya untuk meratakan tanah, ia tidak merasa lelah sama sekali.

Sebaliknya, otot-otot di lengan dan punggungnya justru terasa semakin nyaman dan bertenaga.

Berada di ranah Penempaan Tubuh berkat bantuan sistemnya membuat kapasitas fisik Yang Chan meningkat secara signifikan. Setiap kali ia mengalami peningkatan level, kekuatan angkat beban dan ketahanan fisiknya melonjak sebanyak sepuluh persen dari kondisi sebelumnya.

Peningkatan fisik mutlak inilah yang membuatnya bisa bekerja jauh lebih lama dan berkali-kali lipat lebih efisien dibandingkan dengan petani normal lainnya di desa ini.

"Sepertinya jalan kultivasiku memang ditakdirkan untuk bertani, bukan untuk bertarung di garis depan," ujarnya sambil terkekeh pelan.

Napasnya tetap stabil dan teratur, meskipun keringat deras mengalir membasahi kaus tipis yang dikenakannya hingga lepek. Rasa hangat yang menjalar dari dalam perutnya terus menyuplai energi baru ke setiap sel tubuhnya yang lelah.

Ia menancapkan gagang cangkulnya ke tanah yang kini sudah sepenuhnya basah dan gembur, lalu bersandar santai di sana untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak.

Ditatapnya hamparan tanah yang kini tampak jauh lebih segar dan siap untuk ditanami bibit baru. Senyum puas terukir jelas di wajahnya yang kini tampak lebih bersih tanpa adanya sisa noda kotoran dari penempaan tubuh sebelumnya.

'Setidaknya, masalah gagal panen keluarga kami sudah bisa teratasi,' batin Yang Chan penuh rasa syukur.

Namun, saat ia sedang menikmati angin sepoi-sepoi yang bertiup lembut di ladangnya, seberkas cahaya hijau terang tiba-tiba berkedip di sudut pandangannya secara tidak terduga.

[Pemberitahuan Sistem: Perubahan Lahan Terdeteksi]

Kotak hijau itu kembali muncul dengan tulisan yang kali ini berkedip dengan warna merah tipis, membuat senyum di wajah Yang Chan mendadak membeku seketika.

1
ಠ⁠ω⁠ಠ
oke, kalau jurusnya pakai bahasa inggris keren juga ya /Sweat/, tapi aku kembalikan ke kalian. Apakah perlu aku revisi agar jadi bahasa indo saja, atau aku pertahankan perubahannya? /Slight/
ಠ⁠ω⁠ಠ: /Scare//Scare//Scare/
total 2 replies
Sulaeman Effendi
bagaimana selanjutnya ?
Sulaeman Effendi
kapan peningkatan kultifasi nya?
ಠ⁠ω⁠ಠ: Sebenarnya aku lupa perhatiin aspek Kultivasinya /Sweat/
total 1 replies
Sulaeman Effendi
seorang pendekar yang bijak 👍
Sulaeman Effendi
tehnik yang tepat 👍😄
Sulaeman Effendi
Asyik tanpa risiko berhasil memuaskan 👍
Sulaeman Effendi
era baru menjelajahi hutan
Sulaeman Effendi
mulai terasa ada perkembangan pertemanan yg menggetarkan
Sulaeman Effendi
iya boy, hidup tenang, menyenangkan dan berhasil gemilang 👍💪😀
Sulaeman Effendi
awal untuk maju dengan sekolah boy
Sulaeman Effendi
sekolah apa kuliah boy
ಠ⁠ω⁠ಠ: Agak beda ini, nggak mirip sekolah, kuliah juga gak mirip /Sweat/
total 1 replies
Sulaeman Effendi
sekolah Boy ?
ಠ⁠ω⁠ಠ: Iya, sekolah. Tapi enggak fokus ke sekolahnya, lebih ke hal lain di sekolah/akademi /Slight/
total 1 replies
Sulaeman Effendi
sekolah Boy agar pintar dan sakti
Sulaeman Effendi
Tingkatkan terus Boy
M Mugni
ceritanya mantap 💪💪💪
Sulaeman Effendi
terus semangat Boy 💪
Sulaeman Effendi
tak disangka ternyata hebat
ಠ⁠ω⁠ಠ: Udah ada tanda-tandanya /Slight/
total 1 replies
Sulaeman Effendi
waduh bagaimana selanjutnya???
Sulaeman Effendi
bangkitlah petani miskin tunjukkan taring mu
Sulaeman Effendi
mulai seru nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!