Selama bertahun-tahun, Bee Catleen hidup sebagai putri kesayangan keluarga Luwis. Meskipun berstatus anak angkat, Bee selalu menerima cinta dan kasih sayang yang membuatnya merasa tidak pernah berbeda dari anggota keluarga lainnya.
Namun semuanya berubah ketika Jelita, putri kandung keluarga Luwis yang hilang selama lima belas tahun, akhirnya kembali.
Perlahan, perhatian yang dulu menjadi miliknya mulai beralih. Bee hanya bisa tersenyum dan berpura-pura bahagia demi melihat keluarganya kembali utuh. Di balik tawa ceria dan sifat humorisnya, Bee menyimpan luka yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun.
Hari demi hari, Bee hidup dengan topeng kebahagiaan, hingga takdir mempertemukannya dengan seorang pria yang mampu melihat kesedihan yang ia sembunyikan rapat-rapat.
Untuk pertama kalinya, ada seseorang yang memilihnya tanpa ragu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7 KENYATAANNYA AKU BUKAN SIAPA-SIAPA
Bee bersandar di balik pintu dengan tangan yang masih memegangi pipi yang terasa kebas. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh juga.
Bee perlahan turun hingga duduk di bawah lantai. Tangisnya pecah, untuk pertama kalinya sejak jelita kembali, Bee tak mampu tersenyum, tidak lagi mampu berpura-pura. Selama ini ia selalu berpura-pura, selama ini ia selalu berusaha mengerti, menerima, bahkan ketika kelurga mulai sibuk memperhatikan jelita.
Ketika bee masuk rumah sakit dan tidak ada satupun dari mereka yang tahu.
Ketika bee harus menahan alergi agar tidak mengecewakan jelita. Bee selalu tersenyum, selalu berkata bahwa semuanya baik-baik saja. Tapi hari ini….
Tamparan itu meng hancurkan semua pertahanan yang selama ini ia bangun. ‘’ Kenapa? ‘’ Lirih Bee di sela tangisnya
‘’ Aku sudah berusaha .. ‘’ Bee memeluk lututnya ‘’ Kenapa tidak ada yang mau mendengarkan aku hiks… ‘’
Sementara itu di ruang keluarga. Begitu bee pergi, kemarahan mamah lana mulai mereda, ia menatap telapak tangannya sendiri. Tangan yang baru saja menampar putrinya ‘’ Apa… ‘’ Suara mamah lana pelan ‘’ Apa mamah sudah keterlaluan? ‘’
Papah Prans melihat kejadian itu hanya bisa diam dan membuang napas panjang. Bahkan wajahnya terlihat tidak nyaman.
Namun sebelum ada yang menjawab jelita kembali menangis.. ‘’ Maafkan aku, mah. ‘’ Jelita terisak ‘’ Gara-gara aku.. hiks… seharusnya aku tidak ada di sini ‘’
Mamah lana langsung panik ‘’ Jangan bicara seperti itu ‘’
‘’ Aku pulang saja ke desa, aku gak mau membuat mamah dan bee bertengkar hiks… ‘’ Jelita langsung berlari kearah kamarnya.
Jelita membuka lemari dan mulai memasukan pakaian kedalam tas.
‘’ Jelita! ‘’
‘’ Hiks… ‘’
‘’ Jangan pergi sayang.. mamah mohon ‘’
‘’ Biarkan aku pulang ke desa mah. Agar bee nyaman tinggal di rumah ini ‘’
Mamah lana langsung memeluk Jelita ‘’ Mamah yang salah, mamah tidak mendidik Bee dengan baik ‘’ Kata Mamah lana ‘’ Maafkan mamah ya. Jangan tinggalkan mamah lagi ‘’
Bukannya mereda, Jelita semakin menangis di pelukan mamah lana.
Sementara di kamar bee. Bee masih menangis sendirian, tidak ada yang datang, tidak ada yang mengetuk pintu dan tidak ada yang bertanya bagaimana perasaanya saat ini.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, bee benar-benar tersisihkan dan paling menyakitkan bukanlah tamparan di pipi. Melainkan kenyataan bahwa orang yang menamparnya adalah wanita yang selama ini ia panggil mamah.
Malam itu, meja makan keluarg luwis kembali di penuhi berbagai hidangan namun ada satu kursi yang kosong, kursi milik Bee.
Biasanya gadis itu selalu menjadi orang yang paling berisik saat makan malam. Kadang melemparkan candaan receh membuat semua orang tertawa karena kekonyolannya. Tapi mala mini…
Kak darius yang baru pulang dari kantor mengerutkan keningnya ‘’ Bee mana? ‘’
Tak ada yang menjawab. Kak darius menatap satu persatu anggota keluarga.
Mamah lana hanya terdiam dan papah prans juga ikut diam.
Sedangkan jelita yang lebih dulu membuka suara. ‘’ Bee lagi marah. Padahal yang seharunya marah itu aku ‘’
‘’ Marah? ‘’
Jelita mulai menjelaskan kejadian siang tadi menurut versinya. Bahawa bee tidak menjaga dan bahkan mengabaikannya di kampus, jelita juga bilang jika ia ingin pulang ke kampung agar hidup bee kembali bahagia.
Wajah kak darius perlahan berubah serius setelah mendengar semuanya, ia langsung berdiri. ‘’ Apa bee sudah makan? ‘’ Tanya Kak darius kepada pelayan
‘’ Belum tuan muda ‘’ Jawab salah satu pelayan
Sebelum kak darius pergi. Suara papah prans terdengar ‘’ Biarkan saja bee sendirian ‘’
‘’ Kenapa? ‘’ Tanya Kak darius sambil menoleh kearah sang papah
‘’ Suapaya bee bisa merenungkan kesalahannya ‘’ Lanjut papah prans
Rahasia yang tidak di ketahui kak darius adalah… tidak ada yang berani menceritakan soal tamparan itu, Kak darius hanya tau sebagaian cerita dan cerita itulah yang membuatnya mengambil kesimpulan sendiri. Pria itu menghela napas kasar lalu berjalan menuju kamar bee.
Ceklek…
Pintu kamar terbuka begitu saja tanpa harus di ketuk. Kak darius masuk, kamar terligat gelap hanya lampu tidur yang menyala redup.
Bee sedang meringkuk di atas tempat tidur sambil memeluk bantal guling, kedua mata gadis itu tertutup namun kak darius tahu jika bee belum tidur.
‘’ Bee ‘’
Bee tidak bergerak
‘’ Bangun. Kakak tau kalo kamu belum tidur "
Perlahan Bee membuka matanya, mata itu langsung membuat kak darius terdiam sesaat
Bengkak
Merah,…
Terlihat jelas jika Bee habis menangis. Namun amarahnya membuat kak darius mengabaikan itu.
‘’ Ada apa kak? ‘’ Suara Bee terdengar serak
Kak darius berdiri di samping tempat tidur ‘’ Apa sikap seperti ini yang di ajarkan oleh keluarga luwis? ‘’
Bee mengerutkan kening ‘’ Maksud kakak, apa? ‘’
‘’ Menjadi pembangkang. Tidak menjaga saudaramu dan mengabaikan kelurgamu? ‘’
Bee perlahan duduk ‘’ Kak… ‘’
‘’ Besok pagi kamu harus minta maaf kepada jelita ‘’
Bee langsung menatap kakaknya. Orang yang selama ini selalu membelanya, orang yang selalu berada di pihaknya. Kini…. ‘’ Kakak ‘’ Bee mulai mencoba menjelaskan
‘’ Aku tidak mengabaikan jelita… ‘’
Kak darius memotong ucapan bee ‘’ Jelita menangis . dia merasa tidak di terima di keluarga ini ‘’
‘’ Kak dengarkan aku dulu. ‘’
‘’ Kamu yang harus mendengarkan ‘’ Suara kak darius terdengar tegas
Bee memegang ujung selimut erat ‘’ Tapi kak… ‘’
‘’ Jelita baru kembali setelah lima belas tahun, dia sedang berusaha beradaptasi ‘’
‘’ Aku tau ‘’
‘’Lalu kenapa kamu malah membuatnya merasa sendirian ‘’ Bentak kak darius
Bee menundukkan kepala. Air matanya mulai mengenang lagi ‘’ Kakak bahkan belum mendengarkan penjelasanku ‘’
Kak darius terdiam sesaat , namun tetap tidak memberikan kesempatan untuk bee berbicara ‘’ Apapun alasanmu, hasilnya tetap sama ‘’
Bee tersenyum pahit
Jadi seperti ini rasanya… tak di dengar, tak di percaya. Padahal orang yang berdiri di depannya adalah kakak yang paling mengenalnya. ‘’ Kak.. ‘’
Bee kembali mencoba menjelaskan ‘’ Jelita yang pergi sendiri saat makan siang dan jelita juga yang marah lalu meninggalkan aku dengan cristal ‘’ Jelas Bee ‘’ aku tidak pernah… ‘’
‘’ Kamu selalu punya alasan ‘’
Kalimat itu membuat Bee terdiam .
Kak darius menghela napas panjang ‘’ Dengarkan kakak baik-baik ‘’ Ucap kak darius ‘’ Jika kamu tidak meminta maaf kepada jelita dan jika sampai jelita memutuskan pulang ke desa… ‘’
Wajah Bee perlahan memucat
‘’ Maka semua fasilitas yang di berikan oleh keluarga luwis akan di hentikan ‘’
Bee langsung membeku ‘’ Kak… ‘’
‘’ Kali ini kakak harus tegas ‘’ Suara kak darius terdengar dingin ‘’ Karena jika tidak, kamu akan semakin seenaknya sendiri ‘’
Bee merasa dadanya seperti di remas. Sakit, sangat sakit. Namun ucapan kak darius lebih sakit lagi setelah….
Kak darius menatap Bee ‘’ Ingat satu hal… jika kamu adalah anak angkat ‘’ Ucap Kak darius ‘’ dan jelita adalah anak kandung keluarga luwis
" satu lagi... Semua fasilitas yang kamu gunakan saat ini itu, seharusnya milik Jelita " lanjut kak Darius
Bee tidak sanggup berkedip. Dunia bee seolah berhenti berputar..
Hening, sangat hening… Bee hanya menatap kak darius tidak pecaya. Ini kak darius, ini kakaknya? Orang yang dulu memeluknya sambil berkata bahwa bee akan selalu menjadi adiknya.
Tapi sekarang….