NovelToon NovelToon
The Reasons

The Reasons

Status: tamat
Genre:Angst / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di balik gemerlapnya Los Angeles, Lara Giger (24) terjebak dalam neraka pernikahan bersama suaminya yang posesif dan manipulatif, Billy Davidson (29). Setiap malam tubuhnya disiksa, namun Lara memilih pasrah.
Alih-alih melarikan diri, Lara memilih bertahan di bawah siksaan suaminya demi menghindari caci maki keluarga besarnya yang sejak lama melabelinya sebagai "Anak Sial" dan pembawa petaka jika ia bercerai.

Namun, rahasia masa lalu perlahan mengusik belenggu pernikahan itu.

Di universitas tempatnya belajar, Lara harus berhadapan dengan Darion Vale Knight (25), dosen hukum muda sekaligus pria masa lalu yang memegang komitmen dengannya.

Darion, yang menyadari luka-luka fisik dan batin Lara, bertekad menggunakan keadilan hukum untuk membebaskannya. Sementara itu, Lara terus berjuang mendorong Darion menjauh demi melindunginya dari "kesialan" dirinya.

Di antara jeratan obsesi kejam sang suami dan perlindungan tulus sang mantan kekasih, mampukah Lara merobek sangkar emas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#18

Seminggu berlalu semenjak malam kelam yang hampir merenggut nyawa Lara Giger. Seminggu yang tenang, hening, dan diisi oleh aroma cairan pemulih medis serta kehangatan yang tak pernah Lara bayangkan sebelumnya.

Di dalam ruang VVIP St. Jude Memorial Hospital, jejak-jejak tragedi itu perlahan mulai menyurut. Lebam pekat kebiruan di pipi kanan dan pelipis Lara kini berubah menjadi nuansa kekuningan yang samar.

Jahitan di sudut bibirnya telah dilepas, meninggalkan bekas luka tipis yang justru menegaskan garis keteguhan di wajah cantiknya. Selang infus dan tabung oksigen yang seminggu lalu mengikat tubuhnya kini sudah sepenuhnya disingkirkan, menyisakan jemari halus Lara yang bebas mengusap lembaran-lembaran kertas di pangkuannya.

Pagi itu, cahaya matahari musim panas Los Angeles menerobos masuk melalui dinding kaca besar, membiaskan sinar keemasan di atas meja saji pasien.

Darion melangkah masuk membawa dua cangkir kopi aroma vanila dari kedai di lantai dasar. Pria itu tampak jauh lebih segar dibanding beberapa hari lalu.

Setelan jas hitam mewahnya terpasang sempurna tanpa cela, menandakan bahwa sang pengacara ulung baru saja menyelesaikan pertarungan hukum penting sebelum kembali ke benteng kecil mereka di rumah sakit ini.

"Bagaimana perasaanmu pagi ini, Lara?" tanya Darion seraya meletakkan satu cangkir kopi tanpa kafein di atas meja samping ranjang, lalu menarik kursi kayu untuk duduk tepat di sampingnya.

Lara menyunggingkan senyuman tipis—sebuah senyuman yang kini tak lagi tertahan oleh rasa takut atau kesakitan fisik. "Jauh lebih baik, Darion. Dokter tim medis tadi pagi bilang, kalau hasil rontgen rusukku membaik, lusa aku sudah diizinkan pulang."

"Bukan pulang ke kondominium itu," pangkas Darion cepat dengan nada protektif yang tegas namun lembut.

"Kau akan tinggal di kediaman utama Vale-Knight di Beverly Hills. Mommy sudah menyiapkan kamar terbaik di lantai atas yang menghadap langsung ke taman mawar. Beliau bahkan sudah memesan tim perawatan swasta untuk mendampingimu selama proses pemulihan trauma."

Lara menatap Darion dengan binar mata yang sarat akan rasa haru. "Darion, aku tidak ingin merepotkan keluarga besar kalian terlalu jauh..."

"Kau tidak pernah merepotkan kami, Lara. Kau adalah prioritas utama kami," sela Darion mantap. Jemari tangannya yang hangat terulur, meraih tangan kanan Lara dan menggenggamnya erat. "Lagi pula, aku tidak akan membiarkanmu berada di tempat yang pernah memberikan memori buruk. Kau butuh lingkungan yang benar-benar bersih untuk memulai lembaran baru."

Lara mengangguk perlahan. Rasa hangat dari cengkeraman tangan Darion merayap lembut ke dalam dadanya, mengikis sisa-sisa rasa cemas yang terkadang masih menghantuinya di kala malam sunyi.

Darion kemudian meraih tas kerja kulitnya yang diletakkan di atas sofa, mengambil seberkas map tebal bersampul merah tua, lalu membukanya di atas meja saji Lara.

Di lembar paling atas, tertera judul tebal bertuliskan: SURAT PUTUSAN PERCERAIAN & TUNTUTAN PIDANA KDRT: GIGER VS. DAVIDSON.

"Ini yang kutunggu-tunggu," bisik Lara, matanya berbinar dengan kilatan tekad yang tak tergoyahkan.

"Pengadilan Negeri Los Angeles telah mempercepat proses persidangan perceraianmu atas dasar bukti kekerasan fisik yang tidak terbantahkan," jelas Darion dengan suara baritonnya yang profesional.

Tangannya menunjuk beberapa poin bertinta hitam di atas kertas hukum tersebut. "Hakim telah mengeluarkan putusan sela. Pernikahanmu dengan Billy Davidson secara resmi dinyatakan gugur dan batal demi hukum."

Gugur dan batal demi hukum.

Dua frasa sederhana itu bergema indah di dalam kepala Lara, bagaikan simfoni terindah yang pernah ia dengar sepanjang hidupnya.

Dua tahun belenggu pernikahan busuk yang menindas jiwanya, mengurung autonomy dirinya, dan meremukkan fisiknya... kini hancur berkeping-keping di atas selembar kertas bertanda tangan hakim.

"Bagaimana dengan tuntutan ganti rugi dan aset?" tanya Lara, menatap lurus ke dalam manik mata Darion.

Darion menyunggingkan senyuman miring yang dingin—senyuman khas pengacara kejam yang puas menggilas musuhnya di persidangan.

"Tim hukumku telah menyita seluruh hak pembagian aset bersama," jawab Darion mantap. "Billy terbukti melakukan penganiayaan berencana, perselingkuhan yang merusak harkat martabat pernikahan, dan penelantaran finansial tertutup. Pengadilan memutuskan untuk menyita lima puluh persen saham pribadinya di Davidson Group, dua unit aset properti di Downtown, serta dana tunjangan perceraian senilai sepuluh juta dolar AS sebagai ganti rugi atas kerusakan fisik dan trauma mental yang kau alami."

Lara menghela napas panjang, mengembuskannya perlahan. Bukan nominal angka bernilai jutaan dolar itu yang membuat dadanya terasa lega, melainkan fakta bahwa Billy Davidson—pria narsisis yang selalu membanggakan kekayaan dan status sosialnya di atas penderitaan orang lain—kini dihantam di titik paling vital dalam hidupnya: reputasi dan hartanya.

"Billy Davidson benar-benar hancur, bukan?" gumam Lara pelan.

"Hancur lebur," pangkas Darion tanpa ragu. "Selain kehilangan aset dan reputasinya di pasar saham, tuduhan penganiayaan berat yang kuajukan tidak bisa dibayar dengan uang jaminan apa pun. Pengacara keluarganya mencoba mengajukan jaminan penangguhan penahanan kemarin sore, namun hakim menolaknya mentah-mentah atas pertimbangan potensi bahaya bagi keselamatan jiwamu. Dia resmi ditahan di penjara negara bagian tanpa hak penangguhan sampai sidang pidana utama digelar bulan depan."

Lara memandangi dokumen di depan matanya. Jemari tangannya mengusap perlahan kolom garis hitam yang disediakan untuk tanda tangannya.

"Kau membawa pulpennya, Darion?" tanya Lara.

Darion tersenyum tipis, merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah pulpen berujung emas yang elegan. Pria itu menyerahkannya ke tangan Lara.

Dengan jemari yang tenang dan tanpa ada sedikit pun keraguan, Lara membubuhkan tanda tangannya di atas dokumen perceraian tersebut. Tinta hitam mengalir lancar, mengukir namanya: Lara Giger. Bukan lagi Lara Davidson. Tidak akan pernah lagi menjadi milik pria iblis itu.

Saat goresan terakhir tanda tangan itu selesai, Lara menyandarkan punggungnya pada bantal ranjang. Sebuah kepuasan murni merayap di jiwanya. Ia telah menang.

Rencana nekat yang ia rancang dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri minggu lalu telah membuahkan hasil manis yang sempurna. Ia tidak hanya berhasil melarikan diri dari neraka itu, tetapi juga membalikkan keadaan dan menghancurkan sang penyiksa sampai ke dasar bumi.

"Terima kasih, Darion..." bisik Lara dengan mata yang berkaca-kaca oleh rasa lega. "Tanpa bantuanmu... tanpa perlindunganmu dan tim hukummu, aku mungkin sudah membusuk di dalam penjara tak terlihat itu."

Darion mengambil kembali pulpen tersebut, merapikan berkas-berkas map merah itu, lalu menatap Lara dengan pendar kasih sayang yang teramat mendalam.

"Kau yang menyelamatkan dirimu sendiri, Lara," pangkas Darion lembut. "Kau yang menolak untuk tetap menjadi korban. Kau yang berani mengeluarkan taringmu dan melawan. Aku hanya bertindak sebagai jalan dan pelindungmu."

Darion berdiri, melangkah mendekati sisi ranjang, lalu merengkuh kepala Lara dengan lembut dan mengecup dahinya lama. Kecupan hangat yang mengalirkan rasa aman, memupus seluruh bayangan kelam masa lalu yang pernah menghantui pikiran wanita itu.

"Sekarang," bisik Darion tepat di depan wajah Lara saat ia melepaskan kecupannya, "fokus utamamu adalah menyembuhkan dirimu. Kita akan melangkah ke babak berikutnya... babak di mana kau akan merebut kembali seluruh impianmu yang sempat tertunda."

Lara tersenyum lebar, menyentuh pipi Darion dengan telapak tangannya yang hangat. Di dalam ruang rawat yang kini disinari hangatnya matahari musim panas, Lara Giger menyadari bahwa kebebasannya kini bukan lagi sekadar mimpi indah di tengah malam yang kelam—melainkan kenyataan indah yang siap ia jalani.

1
Mita Paramita
jangan seneng dan bahagia dulu lara🫣 mungkin aja nanti Billy kabur dari penjara terus menculik dan memisahkan lara & dorian🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: kak reader paling bisa deh🤭🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Takut banget billy kabur, trus menyakiti lara,, 😬
FoxVault
Cerita nya sangat seru kak 😁
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
Mia Camelia
kenapa kisah cinta keluarga knight selalu ber liku liku berkelok kelok meliuk liuk🤔🤔🤔
jadi gemes nih baca nya thor
Rosdianah 🌷: hihihi maaf ya kak🤭🤣
total 1 replies
Mia Camelia
keluarga knight , sukses semua ya thor...
ada pebinis, pembalap, doesen muda🥰🥰🥰kalo ini ada di dunia nyata, pasti sempurna banget nih🤔😄
Rosdianah 🌷: Lancar halu Author 🤣
total 1 replies
Mia Camelia
jangan2 billy punya 2 kepribadian kali nih🤔🤔🤔masa gampang banget berubah2 nya🤣🤣🤣haduh kasian lara😔
Rosdianah 🌷: huhuhu🥲
total 1 replies
Mia Camelia
ya ampun ini kejam sekali billy😂😂😂
Rosdianah 🌷: Modal gampar🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!