NovelToon NovelToon
Jadi Janda? Siapa Takut?

Jadi Janda? Siapa Takut?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Rumi sudah tiga tahun menikah dengan Fathur. Sebenarnya rumah tangga mereka baik-baik saja. Hanya saja menjadi tidak baik-baik karena selalu di recoki oleh ibu dan keluarga Fathur lainnya.

Hingga akhirnya saat Rumi kembali hamil, namun untuk kedua kalinya juga dia harus kegu guran karena ulah sang ibu mertua. Bu Sri tak pernah ingin jika Fathur memiliki anak dari Rumi.

Rumi jelas marah dan pun cak amarahnya saat Bu Sri membawa mantan dari Fathur ke dalam kehidupan ruang tangga mereka. Fathur bahkan tak mampu untuk membela istrinya.

Apakah dengan kenyataan seperti ini Rumi siap menjadi janda? Ataukah dia malah lebih memilih bertahan dengan kenyataan seperti itu?

"Jangan banyak membantah jika kamu tak ingin di Jan da kan oleh Fathur!" ancam Bu Sri.

"Jadi Jan da? Siapa takut Bu!" jawab Rumi membuat suami dan ibu mertuanya melongo tak percaya.

Ikuti terus kisah Arumi selengkapnya. Jangan lupa baca sampai akhir, karena ada banyak keseruan dari Rumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Janda? Siapa Takut? 8

"Maafkan Mas ya dek, kita jarang menghabiskan waktu bersama-sama seperti saat dulu kita pacaran dan awal-awal menikah," Fathur menarik tangan istrinya agar lebih mengeratkan pelukannya di atas motor.

Inilah yang membuat Rumi tak bisa marah kepada suaminya. Perlakuan dan juga rasa cinta Fathur padanya benar-benar dia rasakan. Walau minusnya dia tak bisa menolak keinginan ibunya. Dan tak bisa membela dia di depan Bu Sri. Selalu diam di depan ibunya, seperti kerbau di cocok hidungnya.

"Iya, karena waktu aku juga di habiskan untuk mengabdi di keluarga kamu, Mas! Aku tak bisa menolak keinginan kangjeng ratu Sri. Apalagi kamu juga tak bisa membelaku di depan ibu,"

"Kadang aku berfikir apa kamu benar-benar cinta aku atau tidak? Apa kamu benar-benar ingin mempertahankan aku sebagai istrimu atau tidak? Lalu kalau kita punya anak? Apa kamu akan membela kami di depan ibu atas perlakuannya yang tak adil atau sama saja?"

"Setelah aku pikirkan lagi, mungkin inilah salah satu alasan Allah Subhanahu wa taala belum memberikan kita keturunan," jelas Rumi.

Fathur hanya diam saja tak bisa membalas ucapan istrinya. Dalam hal ini memang dia salah, tapi kembali lagi dia tak bisa tegas kepada ibunya. Dia tak bisa menolak keinginan ibunya, dia terlalu menyayangi sang ibu. Dan takut akan berdosa jika membuat ibunya marah atau menangis.

Namun tanpa sadar dia juga sudah berdosa kepada istrinya. Wanita yang bahkan sudah dia ikat janjinya di hadapan Tuhan. Dan justru tanggung jawabnya sekarang yang lebih besar adalah kepada sang istri. Bukan ibunya. Mungkin pelajaran Agama Fathur belum membahas ke sana. Atau sepertinya harus di bawa ke pak ustadz sekalian di rukiyah

"Kita makan di sana ya? Kata teman mas, makanan di sana enak dan tak terlalu mahal," tunjuk Fathur ke sebuah rumah makan di depan mereka.

"Aku ikut aja Mas! Lagian aku nggak tau rumah makan mana yang enak dan tidak! Kita juga tak pernah makan di luar selain di tukang nasi goreng dan pecel lele tenda pinggir jalan," jawab Rumi membuat hati Fathur kembali tercubit dan wajahnya memerah.

Drrrrttt

Drrrrttt

"Siapa Mas? Ibu?" tanya Rumi saat mereka baru saja turun di depan sebuah rumah makan. Fathur mengangguk.

"Iya Bu?" jawab Fathur menerima panggilan dari ibunya.

"Kamu dimana Fathur? Kok kamu belum ngasih ibu uang bulanan? Hari ini kamu gajian kan? Ibu mau belanja bulanan kebutuhan rumah, soalnya sudah pada habis!" jawab Bu Sri.

"Iya Bu, hari ini Fathur gajian. Tapi Fathur akan antarkan uangnya pagi-pagi. Soalnya hari ini Fathur harus lembur," Fathur berbohong kepada ibunya untuk pertama kali.

"Oh ya sudah kalau begitu kamu antarkan sebelum berangkat kerja! Jangan sampai kamu memberikan uang lebih besar kepada Si Rumi! Nanti dia malah makin boros, apalagi dia juga sudah punya gaji! Kamu harus memberikan ibu lebih banyak pokoknya! Lagian dia uang banyak-banyak untuk apa? Tetap saja kampungan dan nggak bisa menyaingi Intan dan Hani," Cerocos Bu Sri.

"Bu, Fathur tutup dulu," Fathur menutup panggilan ibunya.

Dan kembali terjadi, dia tak membela istrinya dengan tuduhan dari ibunya seperti itu. Fathur tak bisa menjadi pria yang memiliki pendirian. Hal itulah yang membuat Rumi merasa ragu dengan perasaan cinta suaminya.

"Ayo dek," ajak Fathur.

Rumi juga memilih diam karena percuma dia ngomong panjang kali lebar hasilnya tetap sama. Nol. Sekarang yang penting dia bisa makan enak dulu, lagian perut dia juga sudah sangat lapar.

Untuk pertama kalinya selama tiga tahun pernikahan, Fathur mengajak Rumi makan di ruang makan seperti ini. Bukan karena tak mampu atau tak ingin. Namun karena Fathur tak mau jika sampai ibunya kekurangan. Sehingga lebih baik dia dan Rumi yang menahan diri.

"Ini uang buat kamu bulan ini dek," Fathur seperti biasa memberikan uang gajinya kepada Rumi sama seperti yang di berikan kepada ibunya. Dan dia menyimpan sedikit untuk pegangannya.

"Kamu lebihkan untuk ibu bulan ini?" tanya Rumi saat melihat jumlah untuk mertuanya berbeda kali ini.

"Iya, katanya ibu ada kebutuhan lain, jadi aku ambil dari uang jatah aku. Kamu tenang saja, dek. Mas tidak mengambil uang jatah untuk kamu," jawab Fathur.

"Terserah kamu saja, Mas! Toh ibu adalah segalanya untuk kamu di banding istri. Ibu punya tiga anak laki-laki, tapi kenapa harus kamu saja yang menanggung beban hidup ibu? Dua kakak kamu sudah punya rumah. Sedangkan kita masih ngontrak. Apa selama pernikahan kita akan ngontrak mas? Kamu sepetinya harus banyak bergaul dengan pak ustad Zaki! Biar tahu jika tanggung jawab seorang suami lebih besar itu kepada anak dan istri, bukan ibu!" jawab Rumi.

"Dek, jangan mulai! Kamu juga ngerti aku ..."

"Iya aku memang harus mengerti kamu dan juga keluarga kamu, Mas!" jawab Arumi.

Arumi memilih masuk ke dalam kamar dan menghentikan perdebatan mereka yang percuma. Dan ini hari Minggu, mereka berada di rumah membersihkan rumah bersama-sama. Fathur juga memang selalu membantu Rumi di rumah.

"Eh ngapain kamu Fathur? Kenapa kamu mengepel lantai? Kemana istri kamu? Jangan bilang kalau semenjak kerja istirahat kamu jadi besar kepala dan bahkan menyuruh kamu untuk mengerjakan pekerjaan rumah! Dasar istri durjanah!" teriakan Bu Sri membuat Fathur kaget.

Sedangkan Rumi yang berada di dalam rumah hanya bisa menghela napas panjang. Padahal mereka berdua sudah biasa melakukan pekerjaan rumah bersama-sama kalau Fathur sedang libur. Lagi pula untuk apa pagi sekali Bu Sri ke rumah mereka.

"Masuk dulu Bu!" Ajak Fathur selalu dengan suara pelan berbicara kepada ibunya.

"Heh Rumi! Jangan kurang ajar jadi istri! Perempuan itu harus bisa mengerjakan perkejaan rumah sendiri! Jangan seperti ini!" teriak Bu Sri menunjuk-nunjuk wajah Rumi yang baru selesai mencuci piring.

"Jika perempuan harus bisa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, lalu kenapa ibu tak mengajarkan hal itu kepada anak perempuan ibu? Kenapa masih nyuruh-,nyuruh aku kerjakan semuanya. Bahkan aku capek pulang kerja pun di paksa harus membersihkan rumah ibu yang sangat kotor! Padahal di rumah itu ada dua orang perempuan!"

Plaaaakkk

"Kurang ajar kamu Rumi!" Emosi Bu Sri dengan da da naik turun.

"Rumiiii ... Kamu nggak apa-apa,?" Fathur mendekat ke arah sang istri.

"Pipiku sepertinya sudah kebal karena selalu di tampar ibu kamu, Mas! Aku memang tak berhak untuk membela diri atau mengatakan perasaan aku di depan kalian, l" jawab Rumi memilih pergi dan masuk ke dalam kamar menenangkan perasananya.

"Dek ...!"

"Terus saja kamu bela Fathur! Bukankah sudah ibu katakan kalau dia bukanlah wanita yang baik dan cocok untuk kamu! Kenapa kamu tidak ceraikan saja dia dan cari perempuan yang jauh lebih baik dan tak membawa si-al seperti dia. Tiga tahun bekerja kamu masih gini-gini aja! Lihat kedua kakakmu ... Mereka..."

"Tapi hanya anak dan menantu yang gini-gini aja yang selalu ibu andalkan segalanya! Kenapa ibu tak minta kepada dua pasangan anak menantu kebanggaan ibu saja! Bukannya mereka punya segalanya!"

"Eh dasar menantu kurang ajar kau Arumi! Fathur, cepat ceraikan dia! Karena sudah berani sekali bicara kasar kepada ibu!" teriak Bu Sri.

Fathur hanya terdiam sedangkan Rumi berdiri tegak di antara mereka. Tak ada rasa takut lagi dalam dirinya seperti sebelumnya. Dia sepertinya sudah mati rasa dengan sikap dan ucapan mertuanya.

1
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
Naah kan...SM othor si paktur diganti ke setelan awal LG.. wadidaaaaow 👻👻👻👻👻👻🤣🤣🤣🤣
Arin
Nah.... kalau sampai Fathur kebawa drama mereka, berarti bagus..... rencana mereka berhasil. Karena sudah membuat Fathur percaya dengan rencana licik mereka. Gitu aja kok ya gak bisa kasih pembelaan to Fathur..... Itu kakak-kakakmu kenapa gak suruh andil dalam pemberian jatah ibu dan Elisa. Kenapa dirimu dan Rumi aja yang di rong-rong duit dan tenaganya
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kocak ngapain buang duit buat nyewa hal gk penting.. mending patungan buat ngidupin mertua kalian ooii
Muft Smoker
rencana adalah doa ,,
rencana pura2 sakit akhir ny sakit beneran ,, fathur yg kecewa krn di bohongi dg alasan sakit ,, jd gx percaya ( semoga ) dsaat ibu ny sakit beneran ,, gmna tuuuh rasa ny bu sriii Dan kawan2 ,, 😒😒😒😒
punya rencana koq dangkal ,,
semoga rencana mereka gagal total ,, biarin tu si Dona Dan menantu bu Sri yg lain jd babu dadakan ,,
Dan Elisa yg tau rencana ini bisa kasih tau fathur ,,
biar fathur gx ke jebak ,,
gina altira
kapan keluarga ini dapet ganjarannya
nely_48
semoga sakit parah beneran ga sih bu sri itu, biar ga bs ngomong apalagi memaki n berteriak pd rumi,, jahit az mulut bu Sri sekakian🤭🤭
Arin
Ngomong in orang egois, helow..... pada gak merasa ya.... Kalau kalian juga lebih egois dari Fathur dan Rumi
Arin: Betul
total 2 replies
nely_48
semoga hana susah melahirkan bayi na biar habis harta yg d bangga² oleh nya itu,, biar merasakan miskin spt yg rumi rasakan sll d hina n d rendahkan krn miskin,,, muak sangat dgn drama sri family ini 💣💣
Muft Smoker
bu srii gx sadar ,, klo dy udh buang berlian kayak rumii yg rela ngelakuin ap aja buat keluarga mereka ,, uang gaji d bagi 2 , jd pembntu dadakan , penampung cacian dn makian ,, tp liat 2 menantu yg kta ny pengertian ,, semua tggal beres , tinggal makan tanpa harus pusing beres2 rumah dn membagi gaji mereka ,, tp ttap aj manusia gx da puas ny ,, sama Kyak bu srii ,,
nnti penyesalan akn tiba tempat pda waktu ny ,, disaat semua terjadii mungkin Rumi udh pergiii atau udh menjadi sosok yg gx mereka kiraa sebelum ny ,, 😒😒😒😒
Anonim
bunuh
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kira2 di bab BRP Thor si rumi hidup tenang dan diatas angin dan para kuman bakteri Uda PD keok?? 🤣🤣🤣
Arin
Perempuan kampung yang lebih bermartabat dari pada menantu kaya, tapi pelit bin pedit perhitungan dalam soal keuangan dan tenaga.
gina altira
kumpulan orang ga tau malu
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
jiwa merintahnya kntel bgt ya, cocoknya jd orang kaya.. 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kok sekarang berani nyuruh2 ,emang anakmu udH mau nikah sama anaknya siti?
nely_48
jalani nikmati n syukuri az dl yg sedang d lalui y rumi,, blm tentu idup pageto s mak Lampir beneran datang merusak rmh tangga mu,,,,
nely_48
duo orang²an sawah lg mendrama mempermalukan jati diri perempuan,,, ampun dah 💣💣
Muft Smoker
berharap itu yx sama Tuhan Yang Maha Kuasa ,,
bukan sama manusia ,, bner kata Rumi ,, rencana manusia tu baik ,, tp rencana Tuhan tu luar biasa ,,, semangat trus rumii ,, Tuhan tu tdak tidur ,, /Smile//Smile//Smile/
Muft Smoker
jaman sekarang mh galak kn pelakor yx ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,, lebih gx tau diri pelakor ,, 😒😒😒😒
Dew666
🔮🔮🔮
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!