NovelToon NovelToon
KITA,LUKA DAN DUNIA LUAR

KITA,LUKA DAN DUNIA LUAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:272
Nilai: 5
Nama Author: Selya

Namaku Arsyila Nadira
Keluarga ku masih utuh Namun retak.

Di rumah ini aku punya dua nama,
"beban keluarga"saat piring pecah karena Ayah melemparnya ke Ibu.
Dan "tidak ada"saat mereka berdua lupa, aku masih duduk di meja makan saat mereka bertengkar.

Ibuku yang punya banyak hutang membuat amarah ayah melonjak setiap hari.

Aku terpaksa terjun sebagai 'wanita malam '
untuk merubah ekonomi keluarga ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

Malam yang lumayan menegangkan, Arsyila sampai di rumah hingga larut malam.Ayahnya sudah menunggu di teras rumah,tak habis fikir dengan anak perempuan nya yang selalu keluyuran sampai malam.

Ibunya sudah risau kalau Arsyila akan terkena tamparan lagi,takut tidak memberikan ibunya uang seperti kemarin.Ibunya mencoba merayu ayah Arsyila.

"udah masuk Yah...bentar lagi juga pulang dia,"ucap Ibu dengan nada santai.

"kenapa ibu terlihat biasa saja ? Sekarang ibu sudah tidak peduli lagi dengan anak perempuan kita,"Jawab Ayah sedikit tegas.

"Biarkan dia pulang malam.Kemarin saja dia bisa melunasi hutang ibu pada bank,"Gumamnya sambil masuk ke dalam rumah.

Ayah melongo,dia tidak percaya.Anak gadis bekerja sebagai apa ? Pulang malam bawa uang banyak.Fikiran ayah sudah kemana-mana.

"kerja apa dia.Kamu tidak selidiki dia kerja apa di luar sana selain bekerja di apotik,"Tanya Ayah sedikit risau.

"ah biarkan saja lah... Sekarang siapa lagi yang akan melunasi hutang ibu yang bunga nya terus menumpuk ? Ayah hanya bisa marah-marah setiap hari.Ya kan,"Ibunya berkata dengan nada tinggi.

Ayah terdiam,sedikit khawatir namun ia sedikit berfikir.Dirinya sebagai kepala keluarga yang berpenghasilan pas-pasan sekarang.Mendengar anaknya bisa menghasilkan uang banyak dari pekerjaan sampingan yang entah ayahnya saja tidak mengetahuinya.Dia pun menuruti kata-kata ibu dan masuk ke kamarnya tanpa banyak bicara.

Arsyila yang baru saja turun dari motor ojek nya.Dia melihat suasana rumah yang sunyi sepi,tidak ada tanda-tanda Ayahnya yang menunggu nya di depan rumah dengan wajah penuh ancaman.

Arsyila masuk ke dalam rumah.Membuka pintu pelan-pelan,namun sunyi-sepi.Sepertinya kedua orang tua mereka telah ketiduran,atau sudah tidak peduli lagi dengan kepulangan nya.

"Tumben sekali ayah tidak ada di depan televisi.Biasanya ia bersiap untuk mengomeli ku,"Gumam Arsyila pelan.

Dia melangkah pelan-pelan menuju kamar nya,tetap saja tidak ada respon dari kedua orangtuanya.Kemudian Arsyila langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.

"sudah lah.Besok saja ku tanya kan ibu ada apa malam ini ? Sampai-sampai Ayah tidak menghadang ku pulang,"gumamnya lirih.

Arsyila harus segera tidur karena besok ia akan bekerja seperti biasa menjadi apoteker.

...

Suara Kokok Ayam dan mesin motor Ayah membangunkan nya di pagi hari.Ayah biasanya pergi petang-petang sekali menuju ke pasar.

Arsyila mengucek kedua matanya dan segera keluar menemui ibu yang sedang mencuci piring di dapur.

"Semalam kamu pulang jam berapa Syil ?" Ibu nya bertanya duluan.

"jam dua belas malam Bu,"jawab nya pelan.Takut ibu memarahinya.

Namun ibu hanya terdiam,dia melanjutkan mencuci piring nya.Lalu Arsyila dengan penuh tanda tanya di kepalanya mencoba bertanya pada ibu tentang hal semalam.

"semalam Ayah kemana Bu ?"Tanya Arsyila sambil menyeduh kopi.

"Ayah tidur cepat... Dia merasa kecapean katanya,"jawab ibu lirih.

Entah respon apa barusan yang Arsyila dapat.Arsyila senang ibunya sudah baik lagi dengan dia,namun agak aneh lagaknya.Seperti berharap sesuatu,Arsyila semakin merasa kehadirannya tidak di anggap lagi di rumah itu ketika tidak membawa uang banyak.

"aku ini sebenernya anak mereka atau mesin uang mereka sih,"Gumamnya dalam hati.

Arsyila bersiap-siap akan pergi ke tempat kerjanya.Uang yang ia dapat semalam ia simpan baik-baik di lemari pakaian nya.

Arsyila berdandan rapi.Menggunakan kemeja kerja beserta tanda pengenal yang tidak lupa di gunakan di dada sebelah kanan.

Jantungnya berdetak kencang,ia merasa tidak enak dengan bos nya.Apalagi dengan Rizki yang sudah mengetahui pekerjaan sampingan nya.Tapi sekarang Arsyila mulai cuek dengan Rizki yang menurutnya bawel.Padahal Rizki sangat peduli pada Arsyila.

Sesampainya di tempat kerja.Rizki menatap Arsyila penuh rasa kecewa.Dan putri yang menatapnya biasa saja karena belum tau sesuatu yang di alami Arsyila sekarang.

"Hey... Syil.Kamu sakit ya kemarin ?"Teriak putri pada Arsyila.

"aku ada urusan keluarga,"jawabnya dengan singkat lalu masuk ke dalam toko untuk menaruh tas nya.

"kamu berbohong lagi Syil,"Ujar Rizki dalam hati.

Suasana di pekerjaan nya nampak aman,bos tidak memarahinya sama sekali.Arsyila pun meminta maaf kepada bos nya karena ia merasa bersalah.

"ma-maaf ya bos... Arsyila tidak sempat meminta izin kemarin.Arsyila ada urusan keluarga penting,"ujar Arsyila pada bosnya.

"tidak masalah syil.Yang terpenting gaji kamu kepotong sehari ya ?"Jawab bos sambil bergurau.

"iya tidak apa-apa bos... Arsyila mengerti,"jawabnya kemudian ia kembali bekerja.

Seharian Arsyila diam pada Rizki.Putri menjadi bingung,biasanya mereka makan bersama,bercanda bersama.Tapi semenjak hari ini mereka seperti orang asing.

"kamu marahan dengan Rizki ya ?"Tanya putri pada Arsyila.

"aku cuman pingin sendiri aja put,"jawab Arsyila singkat.

Arsyila tidak mau Rizki menaruh harapan dengan nya.Sedangkan Arsyila sekarang bukan anak baik-baik tapi sudah terjun di dunia malam.

Rizki diam tapi ia diam-diam melindungi Arsyila.Rizki tidak mau terjadi sesuatu dengan Arsyila,karena ia nekat mengambil kerja sampingan nya yang penuh resiko.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!