NovelToon NovelToon
Aku Pergi Mas

Aku Pergi Mas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

Ani, seorang istri yang selama ini menganggap pernikahannya bahagia dan harmonis, tanpa sengaja menemukan ponsel suaminya, Dimas, yang tertinggal di rumah saat ia pergi bekerja. Rasa penasaran dan firasat buruk mendorongnya membuka kunci layar dan membaca isi pesan di dalamnya.

Hatinya hancur lebur saat menemukan rangkaian percakapan mesra, janji temu, dan ungkapan kasih sayang yang Dimas kirimkan kepada seorang wanita lain bernama Rina, rekan kerjanya sendiri. Di sana tertulis jelas bahwa hubungan itu sudah berlangsung berbulan-bulan, bahkan Dimas sering menjelek-jelekkan Ani dan kehidupan rumah tangga mereka di depan wanita itu, seolah-olah ia hidup dalam penderitaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Angin malam berhembus dingin menerpa wajah Ani saat ia melangkah keluar dari pekarangan rumah yang selama lima tahun menjadi tempat ia menumpahkan seluruh cinta dan pengabdiannya. Di tangannya, tergenggam erat satu koper besar berisi pakaian dan barang-barang pribadinya, tak ada satu pun benda yang merupakan pemberian atau kenangan dari Dimas. Ia sengaja meninggalkannya semua di sana, termasuk barang-barang pernikahan, perhiasan, hingga hadiah-hadiah ulang tahun yang dulu dianggap berharga. Baginya, membawa benda-benda itu sama saja dengan membawa sisa-sisa luka yang belum kering.

Sebelum menutup pagar besi itu rapat-rapat, Ani sempat berhenti sejenak. Ia menoleh ke belakang, menatap bangunan yang kini tampak gelap dan sunyi itu. Di balik dinding-dinding itu, tersimpan ribuan kenangan ada tawa bahagia, ada air mata, ada janji-janji suci, namun ada juga kebohongan besar yang menghancurkan segalanya. Hati Ani bergetar sejenak, ada rasa berat yang menyelinap, rasa sedih karena harus meninggalkan tempat yang pernah ia sebut sebagai surga kecilnya. Namun, ia segera mengingat kembali rasa sakit yang ia rasakan saat membaca isi pesan di ponsel itu, ucapan dingin Dimas, dan kenyataan bahwa ia sudah tidak lagi memiliki tempat di hati maupun rumah itu.

Ani menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan, seolah melepaskan segala ikatan batin yang tersisa. Ia membalikkan badannya, memunggungi rumah itu selamanya, dan melangkah pergi. Tak ada lagi ragu, tak ada lagi menoleh ke belakang.

Jalanan di depan rumahnya sepi, hanya diterangi oleh lampu jalan yang berkedip redup. Malam semakin larut, namun Ani tidak takut. Di dalam tas kecilnya, ada uang tabungan hasil kerjanya sendiri sebelum menikah, yang ia simpan diam-diam dan tidak pernah ia gunakan untuk keperluan rumah tangga. Ada juga kalung dan anting pemberian Ibu Siti, yang kini menjadi harta paling berharga baginya, bukan karena nilainya, tapi karena makna kasih sayang yang terselip di dalamnya.

Ia berjalan menuju persimpangan jalan, berniat mencari angkutan umum yang bisa membawanya pergi dari lingkungan ini. Setiap langkah kakinya terasa berat, namun di saat yang sama terasa juga ada kelegaan yang luar biasa. Seolah beban berat yang memikul pundaknya selama bertahun-tahun akhirnya terangkat juga.

Di sepanjang jalan itu, bayangan masa lalu berkelebat di benaknya: saat pertama kali datang ke rumah ini sebagai pengantin baru, saat menanam bunga di halaman bersama Dimas, saat memasak makanan kesukaannya, hingga momen-momen sunyi saat ia menunggu suaminya pulang yang ternyata sedang bersama wanita lain.

Namun perlahan, bayangan-bayangan itu memudar, tergantikan oleh tekad yang semakin menguat. Aku akan baik-baik saja, batin Ani menguatkan dirinya sendiri. Aku wanita yang utuh, aku punya harga diri, dan aku berhak bahagia.

Tak lama kemudian, sebuah taksi melintas dan berhenti saat Ani melambaikan tangan. Ia masuk ke dalam kendaraan itu, meletakkan kopernya di samping kursi, dan duduk bersandar sambil menatap ke luar jendela. Saat kendaraan itu mulai bergerak menjauh, membawa dirinya makin jauh dari masa lalu, air mata Ani kembali menetes satu kali, lalu berhenti. Itu adalah air mata perpisahan terakhirnya dengan kisah cinta yang kandas itu.

"Tujuan ke mana, mbak ?" tanya sopir taksi itu ramah, melirik sekilas lewat kaca spion.

Ani terdiam sejenak. Ia belum memiliki tujuan pasti. Ia hanya tahu ia harus pergi dari sana, harus memulai hidup baru. Di benaknya terlintas nama kota kecil tempat orang tuanya tinggal, tempat ia dibesarkan, tempat di mana ia akan bisa merasa aman dan tenang. Di sana, ia bisa memulai semuanya dari awal, jauh dari segala kenangan pahit dan orang-orang yang pernah melukainya.

"Ke terminal antar kota, Pak," jawab Ani dengan suara tenang dan tegas.

"Siap, mbak ," jawab sopir itu, lalu kembali fokus ke jalan.

Perjalanan itu berlangsung hening. Di luar jendela, lampu-lampu kota berderet berjalan mundur, seolah membawa serta sisa-sisa masa lalunya menjauh. Ani memejamkan mata, membiarkan angin malam yang masuk dari celah kaca membelai wajahnya. Ia memikirkan ucapan Ibu Siti, dukungan dan kasih sayang wanita itu yang menjadi penopang terbesarnya saat ini. Ia bersyukur, di tengah kehancuran rumah tangganya, ia tidak benar-benar sendirian. Ada cinta lain yang tulus, yang datang dari orang yang tak disangkanya, yang mengingatkannya bahwa ia masih berharga.

Saat taksi itu tiba di terminal, suasana di sana masih cukup ramai meski sudah larut malam. Ani turun, membayar ongkos, lalu menarik kopernya masuk ke dalam gedung terminal. Ia membeli tiket ke kampung halamannya, untuk perjalanan malam itu juga. Ia tidak mau menunda lagi, ia ingin segera sampai di tempat di mana ia bisa merasa damai.

Duduk di ruang tunggu sambil menunggu keberangkatan, Ani mengeluarkan ponsel genggamnya. Ia membuka daftar kontak, menemukan nama "Dimas" yang tertulis di sana. Dulu, nama itu adalah yang paling spesial, nama yang selalu membuatnya tersenyum saat berkedip di layar. Kini, nama itu hanya menjadi kenangan buruk yang harus dihapus. Tanpa ragu sedikit pun, Ani menekan tombol hapus, lalu memblokir semua nomor dan akun media sosial Dimas. Ia juga menghapus semua foto mereka berdua, semua pesan-pesan manis yang dulu pernah dikirimkan.

Bukan karena ia benci, tapi karena ia ingin benar-benar melepaskan. Ia ingin membuang segala hal yang bisa mengikatnya kembali pada rasa sakit itu. Ia sadar, memaafkan itu mungkin butuh waktu lama, atau mungkin tidak akan pernah bisa, tapi melupakan dan melangkah maju adalah hak mutlak yang ia miliki untuk dirinya sendiri.

Suara panggilan petugas terdengar, mengumumkan bahwa bus tujuan kotanya sudah siap berangkat. Ani bangkit berdiri, mengangkat kopernya, dan melangkah menuju pintu keberangkatan. Langkahnya kini lebih ringan, lebih mantap, dan penuh harapan.

Saat ia duduk di kursi penumpang dan bus mulai melaju membelah kegelapan malam, Ani menatap ke luar jendela sekali lagi. Di ufuk timur, samar-samar mulai terlihat cahaya pucat pertanda fajar akan segera datang. Sama seperti hidupnya, yang setelah melewati malam yang begitu gelap dan penuh badai, kini perlahan mulai menyambut cahaya baru.

Ani tersenyum tulus untuk pertama kalinya sejak kemalangan itu menimpanya. Ia tahu, perjalanan ke depan tidak akan mudah. Mungkin akan ada hari-hari sulit, mungkin ada rasa rindu yang datang tiba-tiba, atau rasa sakit yang menyelinap kembali. Namun, ia juga tahu satu hal pasti: ia akan melewati semuanya. Ia akan bangkit, ia akan menata hidupnya kembali, dan ia akan membuktikan bahwa wanita yang dikhianati pun masih bisa bersinar lebih terang dari sebelumnya.

" aku harus bangkit , dan aku akan buktikan , aku bisa berdiri dikaki ku sendiri ." bisik ani pelan .

Bus itu terus melaju, membawa Ani menjauh dari masa lalu, menuju tempat baru, dan menuju dirinya yang baru yang lebih kuat, lebih tegar, dan lebih menghargai dirinya sendiri.

bersambung,,,,,

1
partini
very good ani👍👍👍
partini
yah lagi penasaran ini Thor
Re _ ara: terimakasih sudah mampir ya KA 🙏🙏🙏
total 1 replies
partini
ayo ani to tunjuk kan taring mu bikin mereka nangis darah karena malu
Re _ ara: siap ka😄😄😄
total 1 replies
reza atmaja
sangat bagus .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!