NovelToon NovelToon
Sistem Harem Ku Aktiv

Sistem Harem Ku Aktiv

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Bad Boy
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Karensi

Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Kehancurann instan perusahaan Kevin Group beneran meninggalkan keheningan yang sangat mencekam di dalam aula pesta mewah ini. Kevin masih terduduk bersimpuh di atas lantai marmer dengan tatapan mata yang kosong, seluruh sisa akal sehatnya beneran sudah hilang total digilas oleh kenyataan pahit bahwa dirinya kini jatuh miskin dalam waktu tiga menit saja.

​Namun, di balik wajah keputusasaannya yang pucat pasi, sepasang mata Kevin mendadak berkilat merah penuh dengan urat amarah dan dendam kesumat yang beneran sudah mencapai tingkat gila yang luar biasa parah. Dia menatap tegap tubuh gue dengan pandangan membunuh yang sangat pekat.

​"Raka... lu beneran iblis! Lu udah menghancurkan hidup gue, maka malam ini lu juga harus mati membusuk di tempat ini bersama jalang-jalang lu!" teriak Kevin dengan suara melengking histeris yang sangat gila sambil merogoh ponselnya cepat, menekan satu tombol darurat untuk memanggil bala bantuan terakhirnya dari dunia bawah.

​Gue cuma tersenyum sangat dingin menatap kegilaannya. Namun, baru saja Kevin menyelesaikan panggilannya, indera pendengaran dan insting tajam dari Fisik Level Tiga (Tubuh Kebal Baja Raja) gue mendadak menangkap adanya getaran aneh dan pergerakan massal yang sangat cepat dari arah luar gedung aula.

​Prangggg!

​Suara hancurnya kaca-kaca jendela besar aula terdengar sangat keras memekakkan telinga. Dari balik pecahan kaca tersebut, belasan pria bersetelan taktis hitam dengan topeng penutup wajah merangsek masuk ke dalam aula. Yang membuat seluruh tamu undangan dan para taipan bisnis langsung berteriak histeris ketakutan setengah mati adalah keberadaan senjata api laras pendek berkilau yang digenggam erat oleh setiap penyusup tersebut. Mereka adalah komplotan pembunuh bayaran elit yang paling ditakuti di dunia bawah suruhan Kevin.

​"Semuanya tiarap dan jangan ada yang bergerak! Atau kepala kalian bakal bolong malam ini!" teriak sang pemimpin pembunuh bayaran dengan nada suara yang beneran sangat dingin dan kejam.

​Suasana pesta mewah dalam sekejap berubah menjadi neraka kepanikan yang sangat luar biasa parah. Para penguasa finansial yang tadinya sombong kini merangkak ketakutan di bawah meja. Bella dan Amanda yang berada di samping gue langsung gemetar hebat, kedua tangan halus mereka mencengkeram sangat erat kedua lengan tegap gue dengan tubuh yang berlindung penuh kepasrahan di balik punggung bidang gue.

​"Raka... mereka membawa senjata api! Bagaimana ini, Raka?!" bisik Bella dengan suara yang sangat bergetar menahan tangis ketakutan yang mendalam.

​Amanda juga menatap gue dengan pandangan mata yang dipenuhi oleh rasa takut sekaligus harapan tunggal pada kekuatan gue. "Raka, mereka adalah pembunuh bayaran profesional..."

​Gue tidak menjawab, hanya tertawa kecil yang beneran sangat tenang dan dingin, memancarkan wibawa pembunuh yang ratusan kali lipat lebih pekat daripada para penyusup tersebut. Gue melepaskan perlahan pegangan kedua tangan wanita gue, lalu melangkah maju ke depan memisahkan diri dari kerumunan dengan gerakan yang sangat santai.

​Pemimpin pembunuh bayaran yang melihat gue melangkah maju dengan berani langsung mengarahkan moncong pistol hitamnya lurus ke arah dada bidang gue. "Bocah bodoh! Lu beneran bosan hidup ya?! Rasakan ini!"

​Dorrr!

​Suara letusan senjata api bergema sangat nyaring memotong keheningan malam. Sebuah peluru timah panas melesat dengan kecepatan tinggi membelah udara, mengarah lurus tepat ke arah jantung gue tanpa bisa dihindari oleh manusia biasa. Bella dan Amanda beneran langsung menjerit histeris menutup mata mereka, mengira tubuh gue akan roboh bersimbah darah malam ini.

​Namun, dalam pandangan mata tajam gue, gerakan peluru itu beneran tampak sangat lambat sekali. Gue sengaja tidak menghindar, membiarkan peluru tersebut menghantam telak dada bidang gue untuk menguji ketahanan murni dari sistem dewa gue.

​Tinggg!

​Suara benturan logam yang sangat nyaring terdengar di dalam aula, memancarkan percikan api kecil di permukaan jas hitam gue. Peluru timah panas yang berkecepatan tinggi itu beneran langsung ringsek gepeng dan jatuh berdentang di atas lantai marmer tanpa bisa menggores sedikit pun kulit dada gue yang kini sudah sekeras baja raja. Jas mewah gue bahkan hanya menyisakan lubang kecil tanpa ada setetes darah pun yang mengalir keluar.

​Seluruh pembunuh bayaran, termasuk Kevin yang menonton kejadian aneh tersebut beneran langsung melongo kaku dengan sepasang mata yang melotot lebar seolah-olah baru saja melihat hantu di siang bolong. Mental mereka beneran runtuh lebur dalam sekejap mata menyaksikan kekebalan fisik manusia yang tidak masuk akal sehat ini.

​"Ba... bagaimana mungkin?! Lu beneran monster! Dia kebal peluru!" teriak sang pemimpin pembunuh bayaran dengan suara yang sudah gemetar hebat dipenuhi oleh ketakutan gila yang luar biasa dahsyat.

​Gue meregangkan otot-otot leher gue hingga terdengar suara gemertak tulang yang cukup nyaring di tengah keheningan yang mencekam ini. "Cuma segini batas kemampuan maksimal dari senjata api mainan lu untuk menembus tubuh seorang raja, hm?" tanya gue dengan nada suara bariton rendah yang sangat dingin, tenang, namun menggema penuh wibawa pembunuh mutlak.

​Di dalam kepala gue, layar hologram biru milik sistem mendadak muncul terang benderang dengan alarm pertempuran fisik yang sangat mantap memicu adrenalin sore ini.

​"Misi Utama Pembantaian Dunia Bawah Diaktifkan! Hancurkan, lumpuhkan total, dan bantai belasan pembunuh bayaran bersenjata api dalam waktu kurang dari dua menit menggunakan kekuatan Fisik Level Tiga (Tubuh Kebal Baja Raja). Tunjukkan dominasi mutlak Tuan Rumah di depan mata seluruh taipan bisnis dan target harem. Hadiah Penyelesaian: Poin Sistem bertambah Enam Ratus Poin, Tambahan Saldo Uang Tunai Empat Ratus Juta Rupiah, dan Membuka Fitur Baru Kecepatan Kilat Level Satu. Hukuman Jika Gagal: Poin kasih sayang seluruh harem akan anjlok sebesar tiga puluh persen."

​Gue tersenyum sangat puas membaca notifikasi tersebut di dalam hati. Gue menatap belasan samsak bersenjata api di depan gue dengan pandangan mata penuh penghinaan mutlak yang tak tertandingi.

​"Karena lu semua sudah repot-repot mengantarkan nyawa malam-malam begini, maka dengan senang hati gue bakal tunjukin ke lu apa arti neraka dunia yang sesungguhnya. Serang gue bersamaan, kecoa kurap!" tergah gue dengan kejam.

​"Tembakkk dia! Tembakkk sampai hancurrr!"

​Dorrr! Dorrr! Dorrr!

​Belasan senjata api langsung menyalak serempak memuntahkan puluhan peluru timah panas ke arah posisi gue berdiri secara membabi buta dari berbagai arah.

Gue meregangkan otot-otot leher hingga terdengar suara gemertak yang nyaring, siap menghabisi belasan pembunuh bayaran ini dalam sekejap mata. Namun, belum sempat gue melangkah maju, indera tajam dari Fisik Level Tiga gue mendadak menangkap suara desisan aneh yang sangat mencurigakan dari arah ventilasi langit-langit aula pesta.

Atmosfer di dalam ruangan mewah ini beneran mendadak berubah menjadi sangat mencekam, dingin, dan dipenuhi oleh firasat buruk yang luar biasa pekat hingga membuat bulu kuduk semua orang meremang hebat.

1
ayrhte
mokondoonya/Smile/
Karensi: Terimakasih sudah membaca kak🥰.pantau terus perjalanan kisah ini ya kak🥰🥰🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!