NovelToon NovelToon
Obsession Of Jayden

Obsession Of Jayden

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:942
Nilai: 5
Nama Author: Alyssa Kim

Bagi Jayden Xeno Frederick, perempuan hanyalah makhluk rumit yang membuang waktu. Sebagai ketua VULTURES—geng motor paling disegani di Jakarta—ia punya segalanya: kuasa, ketampanan, dan pengaruh. Namun, sepulangnya dari program pertukaran pelajar di London, prinsip hidup Jayden runtuh dalam semalam. Ia bertemu dengan Elleanor Catleena Smith, murid baru pindahan Amerika yang barbar, gemar membuat rusuh, dan sama sekali tidak mempan dengan pesonanya.

​Elleanor—sang Queen Racer tersembunyi—berpindah ke Indonesia bukan untuk mencari cinta, melainkan karena didepak dari sekolah lamanya akibat merusak fasilitas sekolah. Sifat liar dan tak terkendali milik Elle justru memicu rasa penasaran Jayden. Rasa penasaran yang lambat laun bermutasi menjadi sebuah obsesi gelap dan posesif. Jayden menginginkan Elle, mutlak untuk dirinya sendiri.

​Namun, mengurung seekor burung hantu yang hobi berontak tidaklah mudah. Apalagi di belakang Elle, ada Alkana Putra Adhytama, ketua geng WOLFANGS.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyssa Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 : Sinyal Rival dan Siomay Pembawa Petaka

​Suasana meja khusus VULTURES di sudut kantin terasa berbeda siang ini. Biasanya, perhatian Jayden akan sepenuhnya tertuju pada ponsel, memeriksa laporan pergerakan anak-anak distrik bawah atau sekadar mendengarkan Shaka yang membacakan agenda taktis geng. Namun kali ini, netra hitam Jayden berkali-kali melirik ke arah meja di dekat tiang penyangga kantin.

​Di sana, Elleanor sedang tertawa terbahak-bahak sampai tersedak siomaynya sendiri, membuat Keysha terpaksa menggeplak punggung cewek itu dengan tenaga taekwondonya yang tidak main-main.

​"Bos, lo liatin siapa sih? Serius amat," celetuk Erlan sambil mengunyah mendoan panas. Ditolehkan kepalanya mengikuti arah pandang sang ketua. "Oh, si bule sarap murid baru itu? Cantik sih, tapi sayang, otaknya agak geser kayaknya. Tadi pagi masa Pak Bambang dikasih durian."

​"Gua satu komplek sama dia," sahut Haikal menimpali, jemarinya sibuk mengetik baris kode di laptop tipisnya. "Di Amerika dia terkenal banget di sirkuit balap liar. Julukannya Queen Racer. Tapi ya gitu, kelakuannya ajaib. Lo jangan deket-deket dia deh, Lan. Entar ketularan stres."

​Jayden tidak bersuara. Cowok itu hanya memutar-mutar korek api zippo di antara jemari panjangnya. Queen Racer? Sudut bibir Jayden terangkat sangat tipis, hampir tak kentara. Seorang gadis barbar yang hobi membuat rusuh, ternyata punya dunia yang sama dengannya: aspal dan kecepatan. Entah mengapa, fakta singkat itu membuat rasa penasaran di dada Jayden semakin terusik.

​"Jay, Alka udah mulai pasang badan di perbatasan Jakarta Barat," Shaka mengalihkan pembicaraan, memecah fokus Jayden. Suaranya merendah, memastikan hanya anak-anak inti yang mendengar. "Anak-anak Wolfangs semalem sengaja konvoi di depan bengkel cabang kita. Itu jelas-jelas provokasi terang-terangan."

​Korek zippo di tangan Jayden berhenti berputar. Bunyi klik yang nyaring terdengar saat ia menutup pemantik tersebut. Aura dingin langsung menguar, menggantikan ekspresi tenangnya yang sempat terusik beberapa saat lalu.

​"Alka sengaja manfaatin hari pertama gua balik ke LHS," ucap Jayden, suaranya berat dan sarat akan ancaman. "Dia pikir gua bakal lengah. Nanti malam, kita samperin markas cabangnya di dekat perbatasan. Kasih mereka sambutan yang pas dari gua."

​"Siap, Bos!" Erlan menyeringai antusias, sementara Shaka mengangguk paham.

​Sementara itu, di mejanya, Elle baru saja selesai meredakan batuknya akibat geplakan maut Keysha. "Gila lo, Key! Gua bukannya sembuh malah hampir beda alam ini mah!" protes Elle sambil mengusap dadanya.

​"Lagian lo makan gak ada anggun-anggunnya, El. Inget, lo itu punya darah Amerika, muka udah kayak barbie, tapi kelakuan kayak preman pasar induk," sahut Keysha datar.

​Soraya yang sejak tadi sibuk berkaca sambil membenarkan bando pink-nya tiba-tiba menepuk lengan Elle dengan heboh. "Eh, El! Liat deh ke arah pintu kantin. Itu bukannya cowok yang waktu itu lo ceritain? Yang sering bantuin lo pas pertama kali balik ke Indo?"

​Elle menoleh ke arah pintu masuk kantin. Benar saja, seorang cowok dengan seragam Nexus International School (NIS)—sekolah elit yang letaknya hanya terpaut beberapa kilometer dari LHS—sedang berjalan masuk. Cowok itu mengenakan almamater biru tua yang rapi, berwajah tampan dengan senyum ramah yang langsung membuat beberapa siswi LHS di dekat pintu berbisik heboh.

​Alkana Putra Adhytama.

​Alka sengaja datang ke LHS saat jam istirahat, memanfaatkan akses longgar gerbang belakang sekolah yang kebetulan sedang dijaga oleh satpam magang. Begitu matanya menangkap sosok Elle, senyum di wajah Alka semakin merekah. Ia langsung melangkah lebar membelah kerumunan kantin.

​"Elle," panggil Alka lembut begitu sampai di depan meja mereka. "Gimana hari pertama di LHS? Gak ada fasilitas sekolah yang lo rusak lagi, kan?"

​"Alka! Kok lo bisa ada di sini? Bukannya sekolah lo agak jauh?" Elle langsung berdiri dengan wajah berbinar senang. Bagaimanapun, Alka adalah tetangga sekaligus orang pertama yang menyambutnya dengan hangat saat ia baru tiba di Indonesia dalam kondisi linglung.

​"Kangen aja. Sekalian mau mastiin lo gak bikin Pak Bambang jantungan di hari pertama," canda Alka, tangannya bergerak natural mengacak rambut panjang Elle dengan gemas.

​Elle mendengus, tapi tidak menolak perlakuan itu. "Sialan lo. Tapi telat, Ka. Tadi pagi gua udah sukses bikin kumis Pak Bambang naik-turun gara-gara durian."

​Interaksi akrab antara Elle dan Alka itu tidak luput dari perhatian seisi kantin. Namun, yang paling merasakan dampaknya adalah atmosfer di meja Vultures.

​Jayden yang tadinya sedang mendengarkan penjelasan Shaka, mendadak membeku. Matanya menatap tajam ke arah tangan Alka yang masih berada di atas kepala Elle. Rahang tegas Jayden mengeras seketika. Ada rasa tidak suka yang amat besar mencuat di dadanya, sebuah perasaan asing yang terasa membakar hatinya melihat gadis yang sejak tadi menarik perhatiannya, justru tersenyum begitu lepas pada musuh bebuyutannya sendiri.

​Jadi mereka saling kenal? batin Jayden, tatapannya berubah menjadi sangat pekat dan berbahaya. Sisi posesif dalam dirinya yang selama ini tertidur, tiba-tiba terusik secara agresif. Jayden tidak suka melihat milik yang seharusnya menjadi radar taruhannya disentuh oleh orang lain—terutama oleh seorang Alkana.

​"Bos? Itu Alka, ketua Wolfangs. Berani banget dia nginjek area kantin LHS," bisik Erlan, tangannya sudah mengepal, siap bergerak jika Jayden memberi perintah.

​Jayden berdiri dari duduknya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Langkah kakinya yang lebar dan tegas langsung membelah kantin, menuju tepat ke arah meja Elle. Shaka, Erlan, dan Haikal otomatis mengekor di belakang, membuat atmosfer kantin mendadak drop hingga ke titik beku.

​Brakk!

​Suara gebrakan meja yang tidak terlalu keras namun sarat penekanan mengejutkan Elle, Alka, Soraya, dan Keysha. Jayden berdiri tegak di sana, menyembunyikan kedua tangannya di dalam saku celana, menatap Alka dengan pandangan menghina.

​"Gua gak tahu kalau serigala jalanan sekarang hobi ngemis perhatian di kandang burung hering," ucap Jayden dingin, suaranya mengalun rendah namun mampu membuat bulu kuduk siapa pun yang mendengar meremang.

​Alka menurunkan tangannya dari kepala Elle. Senyum ramahnya lenyap, digantikan oleh tatapan mata yang tak kalah tajam dan dingin. Ia berbalik sepenuhnya menghadap Jayden.

​"Gua ke sini cuma mau ketemu Elle, Jay. Gak ada urusannya sama urusan geng," balas Alka tenang, namun nadanya sarat akan tantangan.

​"Siapa pun yang menginjak wilayah LHS tanpa izin gua, itu jadi urusan Vultures," desis Jayden. Langkahnya maju satu blok, membuat jarak antara dirinya dan Alka hanya tersisa sekian sentimeter.

​Elle yang berada di tengah-tengah merasa jengah dengan drama adu jantan di depannya. Baginya, ini benar-benar merusak waktu makannya. Tanpa rasa takut sedikit pun, Elle menggeser tubuh Alka ke samping, lalu berdiri tepat di depan Jayden, mendongak menatap cowok titisan es kutub itu dengan berkacak pinggang.

​"Heh, Muka Tembok!" seru Elle lantang, membuat seisi kantin menahan napas berjamaah. Berani-beraninya murid baru mengatai ketua Vultures dengan sebutan 'Muka Tembok'.

​"Alka itu tamu gua. Kalau lo punya masalah sama geng dia, selesain di luar, jangan ganggu jam makan siang gua! Siomay gua belum abis, dan lo berdua malah bikin polusi visual di sini!" semprot Elle barbar, sama sekali tidak peduli dengan aura mematikan yang dipancarkan Jayden.

​Jayden menurunkan pandangannya, menatap gadis yang tingginya hanya sebatas dadanya itu. Alih-alih marah karena dikatai 'Muka Tembok', netra hitam Jayden justru berkilat penuh ketertarikan yang pekat. Keberanian Elle yang meledak-ledak di depannya justru semakin memicu sisi obsesifnya untuk menaklukkan gadis ini.

​Jayden maju satu langkah lagi, mengikis jarak hingga Elle bisa mencium aroma parfum maskulin yang tajam dari tubuh cowok itu. Jayden menundukkan kepalanya sedikit, berbisik tepat di dekat telinga Elle dengan nada yang hanya bisa didengar oleh gadis itu.

​"Gua gak suka milik gua dekat-dekat sama serigala, Elleanor. Mulai hari ini, lo ada di bawah pengawasan gua. Ingat itu."

​Setelah membisikkan kalimat posesif yang membuat bulu kuduk Elle meremang untuk pertama kalinya, Jayden menegakkan tubuhnya kembali. Ia melirik Alka sekilas dengan tatapan penuh kemenangan.

​"Cabut," perintah Jayden pada anak-anak inti Vultures. Cowok itu berbalik dan melangkah pergi meninggalkan kantin, meninggalkan Elle yang masih terpaku memegangi dadanya yang tiba-tiba berdetak dua kali lebih cepat karena kombinasi rasa kesal dan... desiran aneh yang tidak ia pahami.

1
Davina Aurora
lanjutt ka ceritanya seruu🤩🩷
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!