NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Fantasi / Iblis
Popularitas:827
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Vince adalah seorang guru sekaligus pemilik saham terbesar di SMA Taruna. Awalnya ia mau untuk menjadi kepala sekolah, namun setelah kedatangan murid dengan paras yang begitu mirip dengan cinta pertamanya.
Vince mengurungkan niatnya untuk menjadi kepala sekolah.
Ternyata muridnya itu adalah anak kandung dari cinta pertamanya yang bernama Naura, Naura di paksa menikah dengan vampir.
Murid Vince yang menjadi cinta pertamanya adalah Maura, Maura tidak tahu jika dia bukanlah anak kandung dari Stela.
Maura adalah anak dari raja vampir Liam, Lian dan juga Naura.
Lian maupun Liam dulu sangat mencintai Naura, namun Naura meninggal dunia setelah beberapa hari melahirkan bayi Maura.
Naura meninggal dengan cara mengenaskan dengan menjadi tawanan raja vampir.
Lian sendiri menikah dengan Stela, namun detik detik meninggalnya Naura. Lian mengatakan hal yang menyakitkan Stela, membuat Stela menaruh dendam kesumat bahkan kebencian pada Maura, apalagi wajah Maura itu sama persis dengan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30.

Tiba-tiba, Cherly merasa bersalah, seakan-akan kebahagiaan yang sedang dia rasakan telah membuat Maura terluka.

Maura tiba tiba membalikkan badannya, lalu berlari ke arah pintu keluar kamarnya.

"Maura ... Tunggu sayang! Kamu mau kemana?" teriak Cherly kala melihat Maura akan membuka pintu kamarnya.

Maura menghentikan aksinya sejenak, kala ibu angkatnya itu meneriaki namanya.

Namun, akhirnya Maura memilih pergi dari kamar ibu angkatnya itu dengan sebuah rasa sakit yang tidak tertahankan.

"Maura ..." Suara Cherly benar benar menghilang, kala pintu kamarnya di tutup Maura dengan sangat keras.

Jderr!

"Astaga, aku kira Maura akan ikut berbahagia. Ternyata dia marah!" gumam Cherly dengan wajah sedih. Akhirnya ia memilih untuk mengirim pesan pada suaminya, perihal apa yang terjadi pada Maura sekarang ini.

****

Maura berlari ke arah kolam renang yang terletak di dalam rumah mewah orang tua angkatnya. Dia tahu bahwa ia sendiri tidak bisa berenang, namun tempat itu selalu menjadi pelarian saat ia ingin meluapkan emosi.

Biasanya, Maura akan duduk di tepi kolam di rumah Cherly, ketika perasaannya tersakiti oleh orang tua kandungnya.

"Ya Tuhan, kenapa perasaan ini datang kembali? Apakah aku tak pantas merasakan bahagia karena berita kehamilan Mamih Cherly?" gumam Maura pada dirinya sendiri. Hatinya terbelah, seharusnya ia merasa senang akan kehadiran saudara baru, namun rasa cemas dan takut mulai menghantuinya.

Sebagai anak angkat, Maura merasa bahwa ia mungkin akan kehilangan kasih sayang yang selama ini ia terima dari Mamih Cherly dan Papih Aron.

"Mereka pasti akan lebih memprioritaskan anak kandungnya nanti, bukan aku. Apakah aku tak berharga lagi bagi mereka?" keluh Maura dalam hati, merasakan beratnya beban pikiran yang melanda dirinya.

Maura mencoba merenung, mencari jawaban atas pertanyaan yang menghantuinya. Namun, semakin ia berpikir, semakin ia merasa terpuruk dalam ketakutan akan masa depannya di rumah itu. Sepanjang hidupnya, yang ia inginkan hanyalah menjadi bagian dari sebuah keluarga yang bisa memberinya kasih sayang tanpa batas, tetapi kini ia merasa kehilangan pegangan.

Maura hanya bisa berharap agar segala kekhawatiran ini akan terbukti salah, dan ia akan tetap menjadi anak kesayangan bagi orang tua angkatnya. Karena di rumah orang tua kandungnya sendiri, selama ini Maura selalu merasa tersisihkan.

Setelah beberapa saat merenung. Tiba tiba ada tetesan air yang jatuh mengenai wajah Maura.

Maura pun terlihat mendongakkan wajahnya, seraya berkata.

"Padahal tadi langitnya sangat cerah, tapi kenapa tiba tiba menjadi sangat gelap begini?" gumam Maura bergegas bangkit dari duduknya.

Namun, tetesan air yang tadinya sedikit. Lama kelamaan menjadi banyak. Bahkan gerimis itu berubah menjadi hujan lebat di sertai petir yang menyambar.

Maura pun menjadi panik, alhasil dirinya malah terpeleset dan jatuh ke dalam kolam setinggi 2 meter itu.

"Tolong!" teriakan Maura, ia reflek menggerak gerakkan kaki dan tangannya. Namun, hal yang ia lakukan malah membuat tubuhnya semakin jatuh ke dasar kolam.

10 menit berlalu.

Nafasnya tercekat, bahkan pandangannya semakin lama semakin kabur.

"Apakah ini memang akhir hidupku?" gumam Maura, ia pasrah.

Karena di dalam rumah ibu angkatnya hanya ada Cherly, pembantu baru dan juga anaknya.

Maura pikir, tidak akan ada yang lewat atau mengetahui kalau dirinya itu jatuh ke dalam kolam renang.

Air kolam semakin lama memenuhi paru parunya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!