NovelToon NovelToon
Delapan Tahun Dicari Mafia Kejam

Delapan Tahun Dicari Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Lari Saat Hamil / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Malam itu hidup Alena hancur setelah tanpa sengaja menumpahkan minuman ke tubuh Kael Ardion, mafia paling kejam di kota. Satu malam kelam merenggut segalanya, lalu pria itu membuangnya tanpa belas kasih saat Alena datang membawa kabar kehamilan.

Delapan tahun berlalu.

Alena hidup susah membesarkan putranya seorang diri hingga takdir mempertemukannya kembali dengan Kael. Namun pria yang dulu menghancurkannya itu kini justru terobsesi mendekati putra kecil Alena, tanpa tahu bahwa anak tersebut adalah darah dagingnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Malam Pembukaan Penuh Kontraksi

Hari demi hari berlalu bersama deburan ombak yang menghantam bibir pantai, begitu juga dengan kehidupan Alena. Tubuhnya sekarang mulai berubah. Perut ratanya semakin besar, bahkan terasa berat jika di bawa melangkah.

  Hari ini seperti biasa meskipun usia kandungannya sudah memasuki trimester akhir, tapi wanita itu masih tetap bekerja, bukannya tidak khawatir dengan kondisinya, akan tetapi tuntutan hiduplah yang membuat Alena harus tetap berusaha.

 "Lena tolong antar, makanan ini di meja nomor 30 ya," kata seorang teman yang bernama Anne.

  "Iya Mbak Anne," sahut Alena.

  "Hati-hati jangan buru-buru," ujar Anne, seketika tatapannya penuh rasa iba.

  Alena mengangguk pelan, tangannya langsung bergerak cepat mengambil nampan yang tidak terlalu banyak isinya, setelah sampai di meja, tatapan para pengunjung rumah makan tertuju padanya. Sesekali diantara mereka menatapnya dengan tatapan iba, bahkan tak jarang ada yang memberinya tips.

 Alena merasa terharu, meskipun sering kali kerap menolak, karena tidak mau menjadikan kehamilannya ini sebagai belas kasihan terhadap orang lain. Namun sesekali pengunjung rumah makan itu selalu meyakinkan jika mereka tidak merasa kasihan melainkan memberi dukungan untuk semangatnya yang tidak lelah meskipun sedang berbadan dua.

Setelah mengantar makan ke berbagai meja, tanpa terasa keringat deras mulai mengucur di punggungnya, seketika Alena menghentikan langkahnya, tanpa sadar makhluk di dalamnya menendang kuat dan justru itu yang membuat bibirnya terangkat tipis.

  "Tuhan ... dia memberi kode," gumamnya, seolah tendangan itu satu semangat kecil yang disematkan Tuhan untuk dirinya.

  Alena duduk sebentar di ruang belakang jam makan untuk karyawan telah tiba, Alena mulai memilih lauk yang ada, meskipun sederhana setidaknya ia tahu, makanan ini merupakan makanan yang sehat, dan setelah malam-malam pertamanya itu ia sudah tidak lagi memakan mie instan.

  "Lena, makan yang cukup ya, jangan kebanyakan," tegur Senna, meskipun belum pernah jadi ibu tapi ia tahu di semester akhir ini ibu hamil tidak diperbolehkan makan nasi terlalu banyak.

  "Iya Mbak, makasih ya, sudah diingetin terus," sahut Alena.

  "Sama-sama, ngomong-ngomong kapan anakmu lahir, aku sudah tidak sabar untuk melihatnya," ujar Senna.

  "Sabar Ibu Senna, dedek pasti hadir di dunia di hari terbaiknya," sahut Alena.

  Senna mengangguk kecil wanita itu segera mengelus perut besar Alena begitu antusias, dan hal itu selalu membuat Alena merasa bersyukur karena dimanapun ia tinggal selalu dipertemukan dengan orang baik, dan hal ini juga tidak luput dari peran Rina.

  "Tuhan makasih banyak, Engkau sudah menemukan aku dengan orang-orang baik. Seperti Rina, Mbak Senna dan Mbak Anne," gumam Alena di dalam hati.

☘️☘️☘️☘️

Sementara di kota besar...

Nama Kael Ardion semakin ditakuti. Bisnis hotel, kasino, dan club malam miliknya berkembang pesat. Tidak ada yang berani menentang pria itu.

Namun semakin tinggi kekuasaan Kael… semakin kosong hidupnya. Ia menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Jarang bicara. Jarang tersenyum. Dan lebih banyak menghabiskan malam sendirian di ruang kerja.

Beberapa kali anak buahnya masih datang membawa kabar pencarian.

“Tuan… kami belum menemukan wanita itu.”

Tapi kali ini Kael tidak lagi mengamuk.

Pria itu hanya diam sambil menatap hujan di balik jendela besar ruangannya.

Di dalam laci meja kerjanya… masih tersimpan hasil pemeriksaan kandungan Alena yang sudah mulai kusut karena terlalu sering dibuka, entah kenapa hatinya merasa hancur berkeping-keping dari siksaan manapun.

  ☘️☘️☘️☘️☘️

Malam mulai larut, hujan tiba-tiba mengguyur rumah kayu sederhana milik Alena tanpa ampun. Angin pantai bertiup cukup kencang hingga jendela kayu di samping ranjangnya sesekali bergetar pelan.

Alena yang sejak sore merasakan mulas hanya berpikir itu rasa lelah biasa akibat terlalu banyak bekerja. Namun semakin malam… rasa sakit itu justru semakin menjadi.

“Hngh…”

Alena meringis pelan sambil memegangi perut besarnya. Napasnya mulai memburu, keringat dingin perlahan muncul di pelipisnya.

Ia mencoba berdiri dari ranjang kecilnya tapi baru beberapa langkah saja tubuhnya oleng.

“Ahh…!”

Tubuh Alena melemah saat rasa nyeri kembali menyerang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Tangannya refleks berpegangan pada meja kayu di dekatnya agar tidak jatuh.

Hujan di luar semakin deras. Petir sesekali menyambar langit malam, membuat suasana terasa makin mencekam. Alena menggigit bibirnya kuat-kuat.

“Nak… jangan sekarang…” bisiknya lirih dengan suara bergetar.

Ia benar-benar sendirian malam ini. Pemilik rumah sedang pergi ke rumah saudaranya sejak sore tadi, sementara rumah-rumah warga lain cukup jauh dari tempat tinggalnya.

Rasa sakit kembali datang, kali ini lebih kuat, air mata Alena langsung jatuh membasahi pipi mulusnya.

“Nghh… sa-sakit…”

Tangannya gemetar memegang perutnya. Ia tahu dengan waktunya yang sudah tiba, akhirnya dengan napas tidak beraturan, Alena memberanikan diri mengambil cardigan tebal lalu mengenakannya perlahan.

Tangannya meraih tas kecil yang sejak lama sudah ia siapkan untuk persalinan, langkahnya sedikit hati-hari dan saat tangannya mulai menutup pintu tiba-tiba saja.

Brak!

Petir besar menyambar hingga lampu rumahnya padam seketika, Alena semakin panik tatapannya menyapu seluruh halaman luar, gelap tidak ada cahaya sekalipun. Alena memejamkan mata sambil menahan takut dan sakit yang bercampur menjadi satu.

“Tuhan…” lirihnya sambil menangis. “Tolong aku…”

Tapi beberapa menit kemudian perempuan itu membuka matanya perlahan tatapannya jatuh pada perut besarnya. Persetan dengan rasa takutnya Alena nekat melangkah meskipun ia sendiri tidak tahu datangnya keberanian itu dari mana.

Alena menyusuri jalanan gelap, hujan deras langsung membasahi tubuhnya. Jalanan kecil dekat pesisir tampak sepi dan gelap malam itu. Sandalnya bahkan beberapa kali hampir terlepas akibat jalanan becek.

Perempuan itu tetap melanjutkan perjalanannya sambil menahan rasa sakit yang terus berdatangan seolah tiada henti.

"Nak, kita berjuang sama-sama ya," ucap Alena seolah mengajak calon anaknya berbicara.

Sesekali langkah Alena terhenti karena kontraksi yang datang semakin kuat dan ia tidak bisa menahannya.

“Nghh… hah…”

Tidak ada seorang pun yang menemani, malam ini ia benar-benar sendiri ingin menghubungi dua temannya pun merasa sungkan karena ini sudah larut dan Alena tidak mau merepotkan siapapun.

Tanpa terasa langkah Alena sudah jauh dari area pesisir, hingga samar-samar terlihat cahaya rumah bidan di ujung jalan. Tatapan Alena langsung berkaca-kaca penuh harapan.

Namun tepat saat ia mencoba mempercepat langkah—

“Ahh!”

Tubuhnya limbung. Alena jatuh berlutut di tengah hujan deras sambil memegangi perutnya erat. Rasa sakit itu datang bertubi-tubi hingga membuat napasnya nyaris putus.

“Tolong…” tangisnya pecah. “Tolong anak saya…”

Dengan sisa tenaga yang ada, Alena kembali bangkit perlahan. Langkahnya sempoyongan menuju rumah bidan kecil itu.

Hingga akhirnya…

Tok tok tok!

Tangannya mengetuk pintu dengan lemah.

“Bi…dan…” suaranya hampir hilang ditelan hujan. “Tolong saya…”

Bersambung ....

1
Sugiharti Rusli
bahkan dengan kekayaan yang si Kael miliki berapapun, ga akan membuat Alena silau sejak dulu dan sampai kapanpun,,,
Sugiharti Rusli
meski sekarang dia mengatakan ingin menebus kesalahannya dulu, tapi luka yang Kael buat terlalu dalam bagi Alena,,,
Sugiharti Rusli
padahal dalam rahim Alena saat itu sedang dikandung putra yang dulu tidak dia harapkan kehadirannya,,,
Sugiharti Rusli
dan itu dulu Kael lakukan dengan sadar saat gengsi dalam dirinya terlalu tinggi dan meremehkan perempuan rendah menurut dia seperti Alena,,,
Sugiharti Rusli
yah terkadang manusia tuh baru menyadari kalo sebenarnya dia sudah kehilangan harta paling berharga karena keegoisannya sendiri yah,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya dia harus melakukan pendekatan berbeda kepada Alena sih, karena dia pasti trauma kalo sampai berhadapan kembali sama si Kael
Sugiharti Rusli
masa iya si Kael akan melakukan hal yang sama kepada yang dia yakini kalo Kai adalah putra kandungnya sendiri
Sugiharti Rusli
karena baik Alena dan teman" nya tidak tahu masa lalu Kael yang sangat kelam tentang ibunya yang dibunuh ayahnya sendiri kan,,,
Sugiharti Rusli
padahal di sisi lain justru si Kael takut Alena akan pergi lagi begitu melhat dirinya, apalagi saat melihat dirinya kecil pada wajah Kai,,,
Sugiharti Rusli
di sini Alena dan sahabatnya mengkhawatir kan apa yang akan bisa Kael lakukan terhadap putranya yah,,,
tia
ditunggu kelanjutannya thor
Sugiharti Rusli
entah apa yang nanti Alena akan lakukan setelah kembali bertemu si Kael setelah 8 tahun berusaha hidup dengan tenang meski serba sederhana bersama sang putra,,,
Sugiharti Rusli
kalo si Kai mungkin masih belum nyadar yah kalo wajah laki" itu ada kemiripan dengannya,,,
Sugiharti Rusli
apalagi dulu dia yang menyarankan agar Alena mendatangi si Kael ke kantornya,,,
Sugiharti Rusli
tapi seharusnya Rina tahu kan kalo dulu Alena dilecehkan oleh bos Ardion itu namanya,,,
Sugiharti Rusli
memang jadi semacam ada rasa tegang dan canggung tanpa semua yang di sana ketahui yah,,,
Boby The Blind Massage Entertaiment AND Freelance (BOBY_freelance)
Ayu Alina segera saja kabur lagi sejauh-jauhnya!
tia
hayo gerak kael jgn lemot lemot.
Hesty
good
Hesty
yah thorrr up gi☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!