Mutiara Bumi: Sang Kucing Putih dan Sang CEO
Bai Xue adalah makhluk asing berwujud kucing berbulu putih cantik yang datang ke Bumi bersama empat temannya. Misi mereka adalah mengumpulkan Mutiara Energi untuk menyelamatkan planet asal mereka yang terancam punah. Mereka semua bisa berubah wujud menjadi manusia kapan saja.
Di Bumi, Bai Xue berubah menjadi gadis cantik berusia 20 tahun yang mungil, ceria, dan baik hati. Takdir mempertemukannya dengan Xiao Chen, seorang CEO muda kaya raya yang jenaka, tengil, agak ceroboh, dan memiliki keunikan: ia sangat alergi terhadap kucing.
Awalnya pertemuan mereka penuh insiden konyol, namun lama-kelamaan Xiao Chen mengetahui rahasia Bai Xue dan mulai jatuh hati padanya. Bersama teman-teman alien dan orang-orang kepercayaannya, mereka berusaha mengumpulkan energi sambil melawan musuh yang ingin mencuri kekuatan para alien dan menghancurkan perusahaan Xiao Chen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kawaichanopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serangan Dari Bayang-Bayang
Kabar tentang keistimewaan Xiao Chen dan kekuatan misterius Bai Xue ternyata tidak hanya terdengar oleh Guo Feng saja. Di sudut gelap kota, di markas rahasia yang tersembunyi di kawasan industri tua, Guo Feng duduk di kursi besar dengan wajah penuh kemarahan sekaligus kegembiraan. Di hadapannya terbentang berkas-berkas foto dan laporan hasil pengintaiannya selama bertahun-tahun.
"Jadi benar... Dia anak wanita itu. Wanita yang dulu hampir membuatku hancur dan diusir dari lingkaran kekuasaan di planet itu," gumam Guo Feng pelan, matanya menyala penuh dendam dan keserakahan. "Dan dia membawa harta terbesar bangsa itu bersamanya. Mutiara Inti... Kekuatan yang bisa membuat siapa saja menjadi penguasa alam semesta."
Di sebelahnya berdiri seorang pria berjas hitam, wajahnya tertutup topeng setengah, perwakilan dari organisasi gelap internasional yang selama ini bekerja sama dengan Guo Feng demi kekayaan dan kekuasaan.
"Jadi rencananya berubah, Tuan Guo. Kita tidak hanya mengambil kekuatan gadis itu saja. Kita harus menangkap Xiao Chen juga. Darah campurannya sangat berharga. Gabungan keduanya akan memberikan kita sumber energi tak terbatas, jauh lebih kuat dari apa pun yang pernah ada di bumi ini," ucap pria bertopeng itu dengan suara berat.
Guo Feng tersenyum lebar, senyum yang menyeramkan. Ia menunjuk peta kota yang tertempel di dinding, tepat di titik kediaman keluarga Xiao.
"Malam ini. Kita serang malam ini. Sebelum mereka sempat menguasai kekuatan itu sepenuhnya. Aku sudah siapkan segalanya: pasukan bayaran, senjata khusus yang dirancang untuk melumpuhkan energi, dan alat penangkal yang pernah kulihat puluhan tahun lalu. Kali ini... mereka tidak akan bisa lari lagi."
Sementara itu, di kediaman keluarga Xiao, suasana sedang hangat dan penuh harapan. Setelah rahasia terungkap, Ibu Xiao—yang kini dipanggil Ratu Lien oleh Wu Gui dan teman-temannya—mulai mengajari Xiao Chen dan Bai Xue cara mengendalikan energi mereka dengan benar.
Matahari mulai terbenam, langit berubah menjadi ungu kemerahan. Di halaman belakang, Xiao Chen berdiri tegak, liontin di dadanya kini bersinar lembut dan terang, tidak lagi kusam seperti dulu. Cahaya emas mengalir lembut menyelimuti tubuhnya, membuatnya tampak lebih gagah, lebih kuat, dan memancarkan wibawa yang tidak pernah ada sebelumnya.
"Rasakan saja aliran itu, Nak. Itu adalah darahmu, warisanmu. Jangan menolaknya, jangan menahannya. Biarkan ia mengalir ke seluruh tubuh, menyatu dengan napas dan detak jantungmu," ajar Ratu Lien dengan lembut namun tegas.
Bai Xue berdiri di sampingnya, ikut memusatkan energi. Cahaya putih dan emas mereka bercampur menjadi satu, membentuk lingkaran cahaya indah yang perlahan-lahan meluas, menenangkan segala sesuatu di sekitarnya.
"Rasanya... luar biasa, Ibu. Seolah-olah ada kekuatan raksasa yang selama ini terkurung, kini akhirnya bebas dan menjadi bagian dariku," kata Xiao Chen dengan mata berbinar. Ia mengangkat tangan kanannya, dan seketika bola cahaya kecil berkilauan muncul di telapak tangannya, melayang dengan ringan.
Namun, Wu Gui yang berdiri di pinggir taman tiba-tiba mengerutkan keningnya tajam. Ia mengangkat kepalanya, menatap langit yang perlahan menjadi gelap lebih cepat dari biasanya.
"Tuan Ratu... ada yang salah. Energi jahat dan gelap bergerak mendekat. Banyak sekali. Dan mereka membawa alat penekan energi yang aku kenal baik."
Ratu Lien segera berhenti mengajar, wajahnya berubah serius dan waspada. Ia mengangguk pada Feng Huang dan Hu Die yang langsung bersiap siaga, tangan mereka sudah memegang senjata energi yang tersembunyi.
"Guo Feng. Dia tidak menunggu lama. Dia datang lebih cepat dari perkiraan kita," ucap Ratu Lien tegas. Ia berbalik menatap putranya dan Bai Xue. "Dengar baik-baik. Musuh ini bukan penjahat biasa. Dia tahu kelemahan kita, dia tahu cara melawan kekuatan kita. Dan dia membawa pasukan yang cukup kuat untuk menghancurkan satu gedung bertingkat."
Tiba-tiba, suara ledakan keras menggema dari arah gerbang depan. Tanah bergetar hebat, kaca-kaca jendela rumah bergetar dan berdering nyaring. Suara mesin berat dan langkah kaki banyak orang terdengar mendekat dengan cepat.
Tu Zi melompat naik ke atas tembok pembatas, lalu berteriak kaget.
"Mereka datang! Banyak sekali! Ada mobil lapis baja, ada alat-alat aneh yang memancarkan cahaya ungu gelap, dan Guo Feng ada di depan sekali! Dia tersenyum jahat sekali!"
Xiao Chen menggenggam tangan Bai Xue erat-erat. Ia tidak lagi merasa takut atau bingung. Kini ia tahu siapa dirinya, kini ia tahu apa yang harus ia lakukan. Ia melangkah maju, berdiri di depan ibunya dan Bai Xue, seolah menjadi perisai hidup pertama.
"Aku akan menghadapi mereka. Ini rumahku, ini keluargaku. Tidak ada yang boleh masuk dan mengambil apa pun di sini," ucap Xiao Chen tegas, suaranya bergetar oleh kekuatan yang kini mengalir deras di dalam tubuhnya.
Ratu Lien menggeleng pelan, lalu berdiri di sampingnya, diikuti Bai Xue dan semua pengikut setianya.
"Tidak sendiri, Nak. Kita satu keluarga, satu bangsa, satu kekuatan. Kita bertarung bersama-sama. Ingat: kekuatan terbesar kita bukanlah cahaya atau ledakan, melainkan ikatan hati dan persatuan kita. Jangan biarkan alat mereka memecah semangatmu."
Pintu belakang rumah terbuka paksa. Guo Feng melangkah masuk dengan santai, diapit oleh dua pria berbadan besar yang membawa alat berbentuk senapan yang ujungnya memancarkan cahaya ungu mengancam. Di belakangnya, puluhan orang bersenjata lengkap mengelilingi seluruh halaman, mengunci semua jalan keluar.
"Wah, wah... Sungguh pemandangan yang indah sekali malam ini," seru Guo Feng dengan nada mengejek, matanya berkilat penuh keserakahan saat menatap cahaya emas yang menyelimuti tubuh Xiao Chen. "Lihatlah... Sang Ratu yang hilang sudah kembali, dan putranya yang hebat akhirnya sadar akan kekuatannya. Dan tentu saja... gadis pembawa cahaya itu juga ada di sini. Lengkap sudah!"
Guo Feng mengangkat tangan kanannya, memberi isyarat. Para anak buahnya segera mengarahkan senjata aneh itu ke arah mereka.
"Kalian pikir cahaya dan kekuatan warisan itu cukup untuk melawanku? Dulu aku diusir, dulu aku kalah... tapi itu dulu. Sekarang aku punya ini!" Guo Feng menunjuk alat di tangan anak buahnya. "Penekan Energi. Alat yang dikembangkan dari sisa teknologi yang kucuri dulu. Alat ini akan membuat kekuatan cahaya kalian menjadi lemah, tidak berguna, bahkan menyakitkan jika kalian menggunakannya. Tanpa kekuatan itu... kalian hanyalah makhluk biasa, mudah sekali ditangkap dan dikendalikan."
Ratu Lien mengerutkan keningnya. Ia merasakan hawa dingin dan berat yang menyelimuti udara, perlahan-lahan menekan energi di dalam tubuhnya. Benar saja, kekuatan mereka perlahan menjadi lebih sulit dikeluarkan. Cahaya yang tadinya terang kini mulai meredup.
"Lihat? Sudah mulai terasa, bukan? Semakin kalian berusaha menggunakan kekuatan, semakin sakit rasanya. Menyerahlah saja. Serahkan Mutiara Inti, serahkan darah kalian, dan aku akan membiarkan kalian hidup sebagai pelayan. Kalau tidak... malam ini, tempat ini akan menjadi tanah kuburan bagi sisa-sisa bangsa yang kalah ini!" ancam Guo Feng dengan suara keras dan penuh kemenangan.
Suasana menjadi sangat tegang. Wu Gui dan yang lain sudah mulai kesakitan, wajah mereka memucat karena tekanan energi itu. Namun, Xiao Chen dan Bai Xue saling pandang. Di mata mereka berdua, tidak ada rasa takut, melainkan keyakinan yang semakin kuat.
Xiao Chen perlahan melepaskan genggamannya, lalu melangkah maju selangkah, berdiri tepat di depan Guo Feng. Meski tekanan itu berat, meski terasa seperti ada batu besar yang menindih dadanya, ia tetap berdiri tegak, kepala diangkat tinggi.
"Kau salah besar, Guo Feng. Kau pikir kekuatan kami hanya berasal dari benda atau teknologi? Kau pikir dengan alat mainanmu itu kau bisa mengalahkan kami?" suara Xiao Chen lantang dan bergetar, cahaya emas di dadanya justru semakin terang, melawan tekanan ungu yang menindihnya.
"Kekuatan kami berasal dari hati, dari kasih sayang, dari keinginan melindungi apa yang berharga. Kau tidak punya itu. Kau hanya punya keserakahan dan kebencian. Dan hal itu... tidak akan pernah cukup untuk mengalahkan kami!"
Xiao Chen mengulurkan tangan kanannya ke belakang, menggenggam tangan Bai Xue kembali. Dan saat jari-jari mereka bersentuhan, seketika itu juga, ledakan cahaya putih dan emas yang sangat dahsyat meledak dari tubuh mereka berdua.
Cahaya itu bukan sekadar terang, melainkan panas, murni, dan sangat kuat. Tekanan ungu dari alat penekan itu hancur seketika, pecah berkeping-keping seolah kaca yang dibanting keras. Para anak buah Guo Feng menjerit kesakitan, senjata-senjata di tangan mereka meledak sendiri, dan mereka semua terlempar ke belakang, jatuh berantakan.
Guo Feng sendiri terguncang hebat, mundur beberapa langkah hingga hampir jatuh. Ia menatap pemandangan itu dengan mata terbelalak tak percaya.
"Itu... itu tidak mungkin! Alat itu seharusnya bisa melumpuhkan segala jenis energi!" teriaknya kaget dan marah.
Ratu Lien maju selangkah, wajahnya penuh wibawa dan keagungan seorang pemimpin sejati. Cahaya di sekelilingnya kini kembali terang, bahkan lebih kuat dari sebelumnya.
"Karena kau tidak mengerti, Guo Feng. Kau tidak pernah mengerti apa yang kau kejar. Energi kami bukanlah energi biasa. Itu adalah energi kehidupan, energi penciptaan. Tidak ada yang bisa menekan atau menghancurkannya, selain diri kita sendiri. Dan malam ini... kau sudah membuat kesalahan terbesar dalam hidupmu. Kau menantang kami saat kami sedang bersatu, saat kami sudah lengkap."
Xiao Chen dan Bai Xue berjalan maju beriringan, langkah mereka ringan namun penuh kekuatan. Cahaya di sekitar mereka membentuk sayap cahaya yang indah dan mengagumkan.
"Kali ini giliran kami yang menyerang," kata Xiao Chen dingin, matanya menatap tajam ke arah Guo Feng yang mulai mundur ketakutan. "Semua yang kau lakukan, semua yang kau rencanakan... semuanya berakhir malam ini."
Namun, Guo Feng belum menyerah. Ia menyeringai lagi, meski wajahnya pucat dan gemetar. Ia menekan tombol kecil di jam tangannya.
"Jangan terlalu sombong, anak muda. Aku sudah siapkan segalanya. Kalau aku tidak bisa memilikinya... tidak ada yang boleh memilikinya!"
Tiba-tiba, dari segala penjuru halaman, dari bawah tanah dan di balik pepohonan, munculah makhluk-makhluk aneh. Tubuh mereka berwarna abu-abu gelap, mata merah menyala, gerakan kaku namun sangat cepat dan ganas. Itu adalah hasil eksperimen Guo Feng, makhluk buatan yang terbuat dari sisa energi gelap dan teknologi yang rusak, dikendalikan sepenuhnya oleh kehendak jahatnya.
"Serang! Habisi mereka semua! Tangkap hidup-hidup kalau bisa, hancurkan saja kalau tidak!" teriak Guo Feng sambil berlari mundur, bersembunyi di balik makhluk-makhluk itu.
Pertempuran pun meletus hebat. Makhluk-makhluk gelap itu melompat menyerang dengan ganas. Feng Huang dan Hu Die bergerak cepat, pedang energi mereka berkilat membelah udara, memotong dan menghancurkan makhluk-makhluk itu satu demi satu. Wu Gui dan Tu Zi bertindak sebagai pendukung, menembakkan gelombang cahaya untuk menahan serangan musuh yang terlalu banyak.
Namun jumlah mereka terlalu banyak, dan mereka tidak bisa mati kecuali hancur sepenuhnya. Salah satu makhluk itu melompat menyerang Ratu Lien dari samping dengan kecepatan tinggi.
"Ibu, awas!" teriak Xiao Chen. Ia melesat secepat kilat, menabrak makhluk itu hingga terpental jauh, lalu dengan satu gerakan tangan, bola cahaya emas menghantam makhluk itu hingga lenyap menjadi asap hitam.
Xiao Chen berdiri di depan ibunya, napasnya sedikit terengah namun matanya semakin tajam.
"Pergilah masuk ke dalam rumah, Ibu. Lindungi diri dan orang-orang di dalam. Biarkan kami yang mengurus ini," perintah Xiao Chen tegas.
Ratu Lien mengangguk, meski khawatir, ia tahu putranya sudah dewasa dan kuat. Ia mundur perlahan, namun tetap mengeluarkan perisai cahaya besar yang melindungi seluruh rumah agar tidak hancur terkena serangan.
Di tengah pertempuran yang makin sengit, Bai Xue melihat Guo Feng berusaha menyelinap pergi ke arah gerbang samping, membawa sebuah kotak hitam besar yang memancarkan energi sangat buruk.
"Dia mau kabur! Dan dia bawa sesuatu yang berbahaya sekali!" seru Bai Xue.
"Aku yang kejar. Kau bantu yang lain, tahan makhluk-makhluk ini!" perintah Xiao Chen. Ia melesat secepat kilat, melompati pagar dan rintangan, mengejar Guo Feng yang sudah hampir sampai ke mobil pelariannya.
"Berhenti di sana, Guo Feng! Kau tidak akan lari lagi!" teriak Xiao Chen sambil mengulurkan tangan, menarik energi dari sekitarnya.
Guo Feng berbalik, wajahnya penuh kebencian dan keputusasaan. Ia mengangkat kotak hitam itu tinggi-tinggi.
"Jangan mendekat! Kalau kau satu langkah lagi... aku akan memecahkan ini! Ini adalah bom energi yang kubuat dari sisa-sisa kekuatan yang kutemukan. Kalau meledak, seluruh lingkungan ini akan rata dengan tanah, dan tidak ada yang selamat, termasuk kau dan orang-orang yang kau cintai!"
Xiao Chen berhenti mendadak, jaraknya hanya sekitar sepuluh meter dari musuhnya. Ia menatap kotak itu dengan hati berdebar. Ancaman itu nyata. Ia bisa merasakan energi yang sangat tidak stabil dan mematikan di dalamnya.
"Kau gila?! Kau mau bunuh diri juga?!" bentak Xiao Chen.
"Daripada aku mati konyol atau melihat kau makin hebat... lebih baik hancurkan semuanya! Kalau aku tidak bisa menguasai dunia ini, biarkan saja hancur!" teriak Guo Feng histeris, matanya melotot gila.
Situasi menjadi buntu. Di belakang Xiao Chen, suara pertempuran masih terdengar keras, namun makhluk-makhluk itu makin sedikit dan makin lemah. Tapi di sini, nyawa ratusan orang dan seluruh tempat tinggalnya terancam bahaya maut.
Tiba-tiba, suara lembut namun tegas terdengar dari samping. Bai Xue sudah berdiri di sana, tepat di samping Xiao Chen, matanya tenang namun berkilat tekad.
"Jangan khawatir, Xiao Chen. Aku bisa menahannya. Kau tangkap dia, ambil kotak itu. Aku akan serap energi ledakannya sebelum sempat meledak."
"Tapi itu terlalu berbahaya! Energi itu sangat kotor dan jahat, bisa merusak dirimu!" tolak Xiao Chen cemas.
Bai Xue tersenyum lembut, menggenggam tangannya erat. "Kita sudah janji, kan? Saling melindungi, saling menguatkan. Aku percaya padamu, dan aku percaya pada kekuatan kita berdua."
Guo Feng yang melihat mereka berdua berbisik, makin marah. "Cukup! Hancur saja semuanya sekarang!"
Ia mengangkat tangan hendak memecahkan kotak itu ke tanah.
"SEKARANG!" teriak Xiao Chen dan Bai Xue bersamaan.
Xiao Chen melesat maju dengan kecepatan yang hampir tak terlihat, sementara Bai Xue mengeluarkan gelombang cahaya putih raksasa yang langsung menyelimuti kotak hitam itu.
Tangan Guo Feng terpukul hingga kotak itu terlempar ke udara. Namun saat jatuh ke tanah, kotak itu retak dan suara gemuruh dahsyat terdengar, energi di dalamnya mulai meledak.
Bai Xue mengerahkan seluruh kekuatannya, cahaya putih keluar dari seluruh tubuhnya, menyelimuti ledakan itu, menyerap, menenangkan, dan mengubah energi jahat itu menjadi cahaya murni yang aman. Tubuhnya terguncang hebat, keringat dingin bercucuran, namun ia tidak mundur barang satu langkah pun.
Sementara itu, Xiao Chen menangkap Guo Feng, membekap kedua tangan musuhnya di belakang punggung dengan kekuatan emas yang kuat dan tak terlepaskan. Guo Feng meronta-ronta, berteriak marah dan ketakutan, tapi tidak berdaya sama sekali.
Ledakan besar itu tidak terjadi. Hanya ada kilatan cahaya putih yang indah lalu perlahan menghilang, menyatu dengan udara malam.
Suasana menjadi hening seketika. Makhluk-makhluk gelap yang tersisa runtuh menjadi debu abu-abu, karena sumber kendali mereka—Guo Feng—sudah tertangkap dan kehilangan kekuasaannya.
Xiao Chen menghela napas panjang, melepaskan rasa tegang yang menumpuk. Ia menoleh ke arah Bai Xue yang masih berdiri diam, wajahnya pucat dan tubuhnya sedikit gemetar kelelahan.
Ia segera berlari mendekat, menangkap tubuh gadis itu yang hampir jatuh, memeluknya erat-erat.
"Kau hebat sekali... Kau selamatkan kita semua lagi," bisik Xiao Chen lembut di telinganya.
Bai Xue tersenyum lemah, bersandar lemas di dada pemuda itu. "Kita... kita berhasil, Xiao Chen. Kita kalahkan dia."
Di belakang mereka, Ratu Lien, Wu Gui, dan yang lain berjalan mendekat, wajah mereka lega dan bangga. Guo Feng duduk bersimpuh di tanah, kepalanya tertunduk lesu, hancur sepenuhnya baik secara fisik maupun mental. Ambisi jahatnya akhirnya berakhir di tangannya sendiri.
Malam itu, di bawah langit malam yang kembali tenang dan bersih, pertempuran besar pertama telah dimenangkan. Rahasia terungkap, kekuatan ditemukan, dan persatuan keluarga semakin kokoh.
Namun, di kejauhan, di langit yang gelap, ada kilatan cahaya samar yang sangat jauh, cahaya yang bukan berasal dari bintang, melainkan dari benda asing yang sedang mendekat perlahan.
Misi mereka belum selesai. Bahaya yang lebih besar, yang datang langsung dari asal mereka, masih menanti di depan mata. Tapi malam itu, mereka tahu satu hal pasti: selama mereka bersama, selama mereka bersatu, tidak ada yang tidak bisa mereka hadapi.
Dan petualangan besar untuk menyelamatkan dua dunia ini pun berlanjut, dengan kekuatan baru, kebenaran yang terungkap, dan cinta yang makin tumbuh di antara mereka.