NovelToon NovelToon
Petualangan Si Penyendiri Di Dunia Lain

Petualangan Si Penyendiri Di Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Balas Dendam
Popularitas:82
Nilai: 5
Nama Author: Hilman padli

fadli seorang siswa penyendiri yang di panggil ke dunia lain bersama teman sekelas nya. namun ia justru tidak memiliki, skil, sihir mau pun kekuatan. setelah itu ia di buly oleh semua teman sekelas nya. akhirnya raja membuang dia ke hutan. saat fadli pasrah di hutan dan menunggu kematian teringat kembali hinaan yang di lontarkan teman- teman nya. ia pun memilih untuk tidak menyerah, ia mulai berpetulang dan mendapatkan skil, sihir dan kekuatan sedikit demi sedikit. sampai akhirnya ia menjadi yang terkuat di dunia itu. bagaimana kisah fadli? silakan di baca sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hilman padli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab. 23 perang melawan bandit

Setelah berjam- jam berkuda. Mereka memutuskan untuk istirahat dahulu, 105 orang itu mulai mendirikan tenda besar. Untuk di tinggali bersama. Namun fadli memilih untuk mendirikan tenda sendiri.

Setelah tenda berdiri mereka semua memakan daging kering. Sementara fadli, hanya memakan roti saja.

Kei.." lapor kapasitas mana pulih, 16000. Hp juga pulih,"

"Ya.. makasih banyak," jawab fadli.

Setelah fadli menyelesaikan makan nya ia langsung masuk ke tenda. "Lebih baik aku tidur saja lah bersiap untuk besok,"

Sementara fadli tidur. Dewi dan kenici sedang bertugas berjaga.

"Kenapa kamu mau ikut?" Tanya kenici tiba- tiba.

"Karena aku lemah, kamu tau kerajaan ini gila sekali, aku takut di buang seperti temanku fadli," jelas dewi dengan santai.

"Apa maksud kamu?" Tanya kenici bingung.

"Aku lemah, aku tidak ingin di buang, makan nya aku harus mencari prestasi, meski pun repot- repot harus mengurus bandit," jelas dewi dengan tegas.

"Tidak, maksud kamu di buang itu apa,?" Tanya kenici penasaran.

"Raja membuang teman aku, dia tidak memiliki skil, sihir atau pun kekuatan, aku tidak ingin seperti dia. Aku lemah meski pun aku memiliki skil dan kekuatan," jelas dewi singkat pada dan jelas.

Mendengar penjesan itu kenici langsung mengerti, namun ia juga cukup kesal setelah mendengar nya.

"Aku masih berharap kalau fadli masih hidup," kata dewi tiba- tiba.

"Fadli? Teman kamu yang di buang?" Tanya kenici.

"Benar nama nya fadli," jelas dewi.

"Fadli ya, eh.. petualang bertopeng itu bernama fadli loh," jelas kenici.

"Ya aku rasa bukan dia bukan teman aku, fadli itu berbeda. Lagian dia dulu budak kan? Dia di beri nama fadli oleh guruku, ya wajar saja guruku masih belum terima fadli dia buang begitu saja. Dia bahkan berharap agar fadli bisa kembali," jelas dewi.

Mendengar itu kenici bingung. Namun ia juga senang karena kini tau apa yang membuat diana tidak mengeluarkan seluruh kekuatan nya untuk kerajaan. "Begitu ya, aku rasa wanita yang bernama diana itu akan berbahaya, dia menyimpan dendam pada kerajaan. Bahkan dia jarang sekali memakai skil penyembuh pada penyihir kerajaan. Dia hanya menggunakan skil nya pada murid nya sendiri," bisik kenici dalam hati nya. melihat kenici yang melamun dewi memilih untuk diam dan tiduran di tikar sambil berjaga.

Ke esokan hari nya tiba. Fadli kembali di bonceng oleh dewi menuju ke markas bandit itu.

Di kuda fadli membuka status nya, "status open," kata nya dalam hati.

(Status fadli)

Hp , 6000, mana 16.000. Skil penguat level 20. Skil penilai level 10. Skil panah air, skil abnormal perampas tidak memiliki level,skil penyembuh tingkat tinggi, item :, pedang karat, pedang kuning, tongkat sihir, dan gelang penyembuh. Keuangan, 3 juta dan 3000 keping perak.

"Hei.. fadli, mereka menambah kecepatan pegangan," kata dewi tiba- tiba.

Fadli mengangguk ia memengang pinggang dewi. Seketika wajah dewi memerah, ia pun lanjut menambah kecepatan mengikuti pemimpin kenici yang ada di depan.

Setelah perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka tiba di markas bandi. Markas bandit itu di kelilingi tembok besar dan para bandit bersiap untuk memanah.

"Kenici sialan dia langsung menyerang tanpa memikirkan strategi dulu," kata fadli dengan kesal.

"Sudah aku duga, kalian akan datang para kesatria sialan, tembak mereka," teriak pemimpin dari bandit itu

Busur di tarik, seketika ribuan anak panah melesat ke arah fadli dan para kesatria.

"Pakai perisai, "terikan kenici.

Para kesatria langsung melindungi diri dengan perisai mereka masing- masing, sementara 10 panah yang mengarah ke arah fadli segera di hancurkan. "Panah air," kata fadli mengeluarkan skil panah air untuk menghancurkan panah itu.

"Serang..." teriak kenici.

Para kesatria tanpa ragu langsung maju dan menerobos benteng bandit itu. Namun fadli memilih diam di luar.

"Aku akan maju menyerang," kata dewi berlari dengan pedang nya masuk ke area bandit.

Fadli turun dari kuda, ia lalu bertanya, "kei.. aku malas membantu, tapi aku ingn membantu bagaimana menurutmu ada saran?"

Kei..."saran, buat para pemanah di atas tidak bisa bergerak, sisa nya biarkan saja para kesatria itu yang menangani,"

Mendengar saran itu fadli terseyum ia segera menyiapkan ribuan panah air. "Benar sekali dengan menyingkirkan mereka, para kesatria di bawah bisa dengan bertarung tanpa gangguan, bagaimana kei cukup panah ari nya,"

Kei... "menilai.. total pemanah di atas ada 360 total panah air yang di huat 600 sudah lebih dari cukup,"

Fadli pun segera menambah skil penguat pada panah air milik nya. Skil penguat di tambah sebanyak 2 kali lipat. Ia pun segera melesatkan ke 600 panah air itu ke arah kedua tangan para pemanah di atas dengan skil penilai agar akurat. Seketika para pemanah langsung tidak berdaya, bahkan sebagain besar terjatuh karena menahan ras sakit dari panah yang menebus tangan mereka.

"Air?" Tanta salah satu bandit pemenang.

Panah air itu langsung lenyap setelah beberapa detik. Namun luka yang di berikan masih ada. Fadli pun terseyum ia segera masuk ke dalam. Ia dengan santai berjalan di antara bandit dan juga kesatria. Ia masuk ke ruang bawah tamah.

"Sudah aku duga merek pasti ada di sini, apa ini kenapa ada banyak anak kecil?" Tanya fadli menatap para anak keci yang adadi balik penjara.

"Kamu, petualang?" Tanya seorang petualang yang terkunci.

"Kamu, hem. Pasti utusan dari kerajaan angin kan, astaga luka kamu parah. Lalu teman- teman kamu juga, kalau begitu hel... " kata fadli terseyum.

Seketika ketiga para petualang itu langsung sembuh, fadli mengeluarkan pedang dan menebas jeruji besi itu. Ia juga membebaskan anak- anak kecil yang terjebak di balik jeruji besi lain, "semua nya perempuan, mungkin mereka adalah koban penculikan," kata fadli dakan hati nya.

Fadli membebaskan mereka dan memberikan mereka makanan berupa roti. Ia lalu duduk bersantai di ruang bawah tanah itu. Sementara di atas masih ada pelerangan yang terjadi.

Setelah 3 jam berlalu kenici datang, "perang nya susah selesai kita menang, jadi kamu masih mau bersantai di sini?" Tanya kenici dengan kesal.

"Jangan marah gitu dong, aku juga kan membantu melawan mereka. Aku membuat para pemanah tidak berkutik loh," jelas fadli terseyum.

"Sudahlah ayo pulang. Aku juga akan membawa anak- anak itu, mereka mungkin akan di taruh di panti," jelas kenici.

"Baik..baik," jawab fadli.

Mereka lalu keluar dari ruang bawah tanah itu. Kenici segera membakar markas itu dan berpisah dengan para utusan dari kerajaan angin.

"Maaf kami yang akan membawa para bandit ini, kami butuh mereka untuk jadi penambang," jelas kenici.

"Ya bukan masalah. Terima kasih telah menyelamatkan kami, " jelas utusan dari kerajaan angin itu.

Mereka pun berpisah. Sementara fadli berjalan di belakang para bandit bersama kenici.

"Kenapa kamu tidak naik kuda?" Tanya fadli.

"Tidak perlu, aku mau berjaga di belakang. Tapi ya tidak aku sangka kita berhasil menangkap 1200 bandit, padahal kita pergi dengan 100 kesatria saja," jelas kenici terkejut dengan pencapaian itu.

"Hei... kamu bandit, apa yang kamu lakukan kepada paran anak perempuan yang di sandra itu," tanya fadli tiba- tiba.

"Hah... tentu saja untuk bersenang- senang, " jawab bandit itu.

Mendengar itu fadli langsung mengeluarkan pedang kuning nya dan langsung menebas nya.

"Woi.. fadli tenang dulu, ini urusan di kerjaan nanti," kata kenici berusaha menenangkan fadli.

Fadli yang emosi akhir nya memilih tenang dan ikut pulang ke kerajaan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!