Arhan si tukang panggul harus menelan pahitnya hidup, rumahnya terbakar, ia mengalami luka bakar, anaknya pincang karena tertimpa kayu dan istrinya menceraikannya.
Naasnya ia mati di lindas 3 mobil sekaligus. Tapi siapa sangka jika hidupnya berubah saat ia mendapat sistem.
Sistem mengubah hidupnya dan membuat mantan istrinya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
Tidak lama menunggu, pesanan mereka pun datang. Aroma ayam goreng yang gurih dan wangi langsung tercium menggugah selera.
Arka yang melihat makanan enak itu tersaji di hadapannya, matanya langsung berbinar-binar. Tanpa menunggu lama, ia langsung melahapnya dengan lahap dan semangat.
kruuk-kruuk
Suara renyah terdengar saat ia menggigit ayam tersebut.
Arhan hanya tersenyum melihat tingkah lucu putranya. Hatinya bahagia melihat anaknya bisa makan enak seperti ini.
"Makanlah pelan-pelan saja Nak, jangan sampai tersedak. Kalau masih kurang atau belum kenyang, nanti Papa pesankan lagi yang banyak," kata Arhan lembut sambil mengambil jus jeruk dan meletakkan di samping Arka.
"Iya Pa! Enak banget!" jawab Arka dengan mulut penuh.
Saat mereka sedang asyik menikmati ayam goreng, pintu restoran kembali terbuka.
Masuklah dua orang, Gina dan Tomi. Mereka berjalan bergandengan tangan dengan gaya yang sangat sombong dan pamer.
Gina tampak berdandan sangat mencolok dengan pakaian mahal, tertawa lebar seolah dia adalah orang paling bahagia di dunia.
Mereka memilih meja yang berjarak sekitar empat meja dari tempat Arhan dan Arka duduk, sehingga mereka belum ada menyadari keberadaan mereka.
Tapi...
Tiba-tiba Arka berhenti mengunyah. Matanya menatap ke arah belakang dengan tatapan bingung.
Ia lalu menunjuk jari telunjuknya ke arah Gina yang sedang tertawa bahagia bersama Tomi.
"Papa... Itu Mama kan Pa?" kata Arka polos.
Arhan perlahan menoleh dan menatap ke arah yang ditunjuk oleh Arka.
Benar saja, itu adalah Gina, mantan istrinya, yang sedang duduk manis dengan pria yang dulu merebutnya dari dirinya.
Saat Arhan sedang menatap ke arah mereka, Gina yang sedang tertawa tiba-tiba menoleh secara tidak sengaja.
Pandangan mereka bertemu!
Tawa Gina langsung terhenti. Wajahnya yang tadi ceria seketika berubah kaku dan masam.
Arhan...?!
Ia tidak menyangka akan bertemu dengan mantan suaminya di sini. Apalagi melihat penampilan Arhan yang kini terlihat sangat gagah, rapi, dan memancarkan aura orang kaya yang berkelas.
Dan yang membuatnya semakin syok, Arhan sedang duduk santai di restoran mewah ini bersama Arka, makan makanan mahal, dan terlihat sangat bahagia!
"Mereka ngapain di sini sih? apa mereka sedang mengikuti ku?" tanya Gina terlihat kesal.
Ia berjalan ke arah meja Arka dan Arhan. "Heh kalian berdua! Kalian ngikutin aku?" tanya Gina dengan nada sedikit tinggi.
"Ngikutin kamu? Hey, kami ada sejak tadi, nggak lihat Arka sudah menghabiskan dua potong ayam goreng?" kata Arhan menunjuk dua tulang paha ayam di bungkusan.
Gina terdiam sejenak, sepertinya Arhan memang sudah ada di sini.
"Oh kau pasti sudah bekerja keras sehingga bisa makan di mahal di sini ya? Pas pulang nanti jangan sempai ngemis ya," kata Gina tersenyum mengejek.
"Mama," kata Arka dengan mata berkaca-kaca melihat ke arah Gina, sepertinya Arka sangat rindu pada ibunya.
"Mau apa kamu?" tanya Gina menatap Arka tajam.
"Mama, Arka rindu sama Mama...." kata Arka sangat ingin memeluk Gina.
"Arhan, tolong jaga anak ini, aku ngak mau ya hubungan aku dan calon suami ku putus gara-gara anak ini. Jika calon suami ku marah, kalian yang akan ku salahkan, dengarkan itu baik-baik," kata Gina dengan tajam. Ia mendengus seolah-olah Arahan dan Arka tidak ada harganya di matanya.
"Aku bersyukur kau pergi dari hidup ku Gina, kau bukan wanita yang baik-baik untuk anakku sekali pun Arka lahir dari rahim mu, bahkan dengan anak sendiri pun kau begitu kejam," kata Arhan dengan nada dingin
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...