"Di puncak tertinggi multisemesta, aku adalah hukum. Namun di dunia ini, kalian memperlakukanku seperti sampah?"
Shen Long telah mencapai segalanya. Sebagai penguasa mutlak multisemesta, tidak ada lagi puncak yang bisa ia daki, tidak ada lagi musuh yang bisa menantangnya. Di tengah kebosanan abadi yang menjemukan, ia memutuskan untuk melakukan tindakan gila: membuang takhta keabadian dan melompat ke dalam siklus reinkarnasi.
Namun, takdir seolah sedang bercanda.
Ia terbangun di tubuh seorang tentara muda berwajah pucat dengan nama yang sama, Shen Long. Bukannya mewarisi kejayaan, tubuh barunya ini justru sedang sekarat di sudut kamp pelatihan militer, babak belur akibat perundungan kejam dari para seniornya.
Saat ingatan sang Penguasa Multisemesta bangkit, roda takdir berputar balik. Dari seorang prajurit yang ditindas, Shen Long siap merangkak naik, menghancurkan konspirasi, dan menunjukkan pada dunia apa artinya kemurkaan seorang Dewa!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1
Bab 1: Terbangun di Lumpur Penghinaan
Kegelapan abadi adalah sesuatu yang biasa bagi entitas yang telah berdiri di puncak tertinggi multisemesta. Di dalam dimensi hampa yang tidak terikat oleh ruang dan waktu, sebuah kesadaran agung melayang dengan tenang. Selama miliaran tahun, kesadaran itu dikenal sebagai Shen Long—sang Penguasa Mutlak Multisemesta. Di bawah kakinya, jutaan galaksi lahir dan hancur seperti gelembung air. Para dewa primordial bersujud memohon belas kasihannya, dan para iblis kuno gemetar hanya mendengar gema namanya. Kekuasaannya tiada tanding, kekuatannya absolut, dan keabadiannya tidak terbatas.
Namun, di balik semua keagungan yang membekukan itu, tersisa satu musuh yang tidak bisa dikalahkan oleh kekuatan kasat mata: kebosanan yang menjemukan.
Ketika segala sesuatu di seluruh alam semesta dapat dihancurkan hanya dengan satu jentikan jari, tidak ada lagi tantangan yang tersisa. Tidak ada lagi gairah, tidak ada lagi ambisi, dan tidak ada lagi kejutan. Hidup dalam keabadian yang statis terasa seperti penjara yang dingin. Karena itulah, sang Penguasa Multisemesta mengambil keputusan yang akan mengguncang tatanan kosmis jika ada yang mengetahuinya. Ia memilih untuk melepaskan takhta keabadian, menyegel seluruh kekuatan absolutnya ke dalam inti jiwanya yang paling dalam, dan melompat ke dalam pusaran jalur reinkarnasi tanpa membawa apa pun selain ingatan dan esensi jiwanya.
Ia ingin merasakan kembali apa artinya merangkak dari bawah. Ia ingin merasakan kembali darah yang berdesir, konspirasi yang licik, dan kepuasan menghancurkan musuh selangkah demi selangkah.
Namun, takdir fana tampaknya memiliki cara yang sangat ekstrem untuk menyambut kedatangan sang penguasa.
"Uhuk! Wek!"
Rasa sakit yang luar biasa tajam tiba-tiba menusuk kesadaran Shen Long. Sensasi terbakar merambat dari dada, menembus tulang rusuk, dan menyebar ke seluruh jaringan sarafnya. Bau anyir darah yang kental langsung menyengat indra penciumannya. Mata yang telah tertutup selama ribuan tahun fana itu perlahan-lahan terbuka, namun pandangannya kabur, tertutup oleh cairan merah hangat yang mengalir dari dahi.
Hal pertama yang ia rasakan bukan lagi takhta emas yang empuk atau sembahan dari jutaan makhluk, melainkan dinginnya tanah berlumpur yang basah. Hujan deras mengguyur malam itu, mencuci darah yang mengalir dari tubuhnya, namun tidak mampu meredakan rasa sakit yang mendera.
"Hei, lihat! Sampah ini masih bernapas!" Sebuah suara kasar dan penuh ejekan terdengar dari atas kepala Shen Long.
Suara itu disertai dengan hantaman keras sebuah sepatu bot militer yang mendarat tepat di perutnya. *Bugh!*
Tubuh Shen Long terseret beberapa meter di atas tanah berlumpur, menabrak dinding batu bata yang retak di sudut terpencil kamp pelatihan militer. Rasa sakit dari organ dalam yang robek membuatnya terbatuk hebat, memuntahkan segumpal darah hitam ke atas lumpur. Pikirannya yang sempat linglung mulai menyatu. Ingatan dari pemilik tubuh yang asli mengalir deras seperti air bah, mengintegrasikan diri dengan jiwa agung sang Penguasa Multisemesta.
Nama tubuh ini juga Shen Long. Seorang pemuda berusia sembilan belas tahun, yatim piatu yang tidak memiliki latar belakang keluarga yang kuat, yang masuk ke dalam kamp pelatihan militer dengan harapan bisa mengubah nasibnya. Namun, nasib buruk justru mengintainya sejak hari pertama. Pemuda ini memiliki sebuah rahasia yang menjadi kutukan baginya: sebuah surat pertunangan kuno dengan Chu Yaoyao, putri tunggal dari keluarga Chu—salah satu keluarga konglomerat dan kultivator papan atas yang menguasai ibu kota.
Pertunangan yang diatur oleh mendiang kakek mereka itu memicu badai kecemburuan. Han Junhao, seorang tuan muda jenius dari keluarga Han yang sangat berpengaruh dan merupakan pengejar fanatik Chu Yaoyao, tidak bisa menerima fakta bahwa seorang gadis surgawi seperti Chu Yaoyao dijodohkan dengan seonggok sampah tak berdaya. Dengan kekuasaan dan uangnya, Han Junhao menyuap para instruktur dan tentara senior di kamp pelatihan ini untuk satu tujuan tunggal: melenyapkan Shen Long secara perlahan, membuat kematiannya tampak seperti kecelakaan dalam latihan militer yang keras.
Malam ini adalah puncaknya. Di sudut gelap di belakang gudang senjata kamp pelatihan, saat badai melanda, tiga tentara senior yang dipimpin oleh seorang pria bertubuh kekar bernama Zhang Wei telah menyiksa Shen Long hingga melampaui batas kemanusiaan. Tulang rusuknya patah, limfanya pecah, dan napasnya sudah hampir putus. Pemuda malang itu sebenarnya sudah mati beberapa detik yang lalu akibat syok traumatis, tepat sebelum jiwa sang Penguasa Multisemesta mengambil alih tubuh yang sekarat ini.
"Sialan, bocah ini benar-benar memiliki nyawa seperti kucing. Zhang Wei, apakah kita memukulnya terlalu pelan?" Pria lain yang berdiri di samping Zhang Wei, bernama Li Dong, meludah ke samping sambil memainkan sebilah belati militer di tangannya.
Pria ketiga, Wang Ba, tertawa terbahak-bahak. "Li Dong, jangan meremehkan kekuatan pukulan Kakak Zhang Wei. Perut sampah ini pasti sudah hancur di dalam. Dia hanya sedang melakukan perjuangan terakhir sebelum mati. Hei, Shen Long! Jika kau ingin menyalahkan seseorang, salahkan dirimu sendiri yang terlahir sebagai cacing tanah namun berani memimpikan angsa surgawi! Nona Chu Yaoyao bukanlah wanita yang bisa disentuh oleh sampah sepertimu. Tuan Muda Han Junhao telah memberi perintah, dan perintahnya adalah hukuman mati untukmu!"
Zhang Wei melangkah maju, membiarkan air hujan membasahi seragam militernya. Matanya dingin, menatap Shen Long yang tergeletak di lumpur seolah-olah sedang melihat seekor semut yang siap diinjak hingga hancur. Ia mengangkat kaki kanannya, bersiap untuk memberikan injakan terakhir yang akan meremukkan tenggorokan Shen Long sepenuhnya.
"Berakhir sudah, sampah. Di kehidupan selanjutnya, ketahuilah tempatmu," ucap Zhang Wei dengan nada datar tanpa penyesalan sedikit pun.
Namun, tepat ketika sepatu bot Zhang Wei hampir menyentuh kulit leher Shen Long, sebuah perubahan aneh terjadi di atmosfer sekitar sudut kamp tersebut. Udara yang tadinya dingin karena hujan tiba-tiba terasa sangat berat, seolah-olah tekanan atmosfer meningkat ratusan kali lipat dalam sekejap. Tetesan air hujan yang jatuh dari langit mendadak melambat, bahkan beberapa di antaranya tampak melayang di udara sebelum menyentuh tanah.
Sepatu bot Zhang Wei berhenti tepat beberapa sentimeter di atas leher Shen Long. Bukan karena ia berbelas kasih, melainkan karena ia merasakan sebuah kekuatan tak kasat mata yang sangat masif menahan kakinya di udara. Jantung Zhang Wei tiba-tiba berdegup kencang dengan ritme yang tidak beraturan. Rasa takut yang primal, rasa takut yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya bahkan saat berhadapan dengan binatang buas di hutan rimba, tiba-tiba melonjak dari lubuk hatinya yang terdalam.
Di dalam lumpur, kepala Shen Long perlahan terangkat. Rambutnya yang basah dan berlumuran darah menempel di dahinya, namun ketika ia membuka matanya sepenuhnya, tiga tentara senior itu tersentak mundur selangkah demi selangkah karena terkejut.
Itu bukan lagi mata seorang pemuda penakut yang memohon belas kasihan. Itu adalah sepasang mata yang sedalam lautan bintang, memancarkan aura kuno yang dingin, acuh tak acuh, dan membawa keagungan mutlak yang bisa meruntuhkan langit. Di dalam pupil mata itu, seolah-olah ada galaksi yang sedang berputar dan hancur.
Sebuah senyuman tipis, penuh dengan ironi dan keangkuhan yang tak terbatas, mengembang di sudut bibir Shen Long yang berdarah.
"Di puncak tertinggi multisemesta, aku adalah hukum. Namun di dunia ini... kalian memperlakukanku seperti sampah?" Suara Shen Long terdengar sangat rendah, hampir seperti bisikan, namun bagi telinga Zhang Wei, Li Dong, dan Wang Ba, suara itu menggema seperti petir yang menggelegar langsung di dalam jiwa mereka, membuat darah mereka bergejolak hebat.
"A-Apa yang kau katakan?!" Li Dong berteriak untuk menyembunyikan rasa takutnya yang tiba-tiba. "Bocah ini pasti sudah gila karena pukulan kita! Dia mengoceh tentang multisemesta! Kakak Zhang, cepat injak lehernya sampai patah!"
Zhang Wei mengertakkan gigi, mencoba mengerahkan seluruh kekuatan fisiknya sebagai kultivator tingkat awal ranah Penguatan Tubuh untuk menekan kakinya ke bawah. "Mati kau!"
Namun, sebelum kaki itu bisa turun satu milimeter pun, tangan kanan Shen Long bergerak. Gerakannya tampak sangat lambat, namun entah bagaimana, gerakan itu melampaui batas kecepatan persepsi manusia. Jari-jari tangan Shen Long yang kurus dan berlumuran darah menggenggam pergelangan kaki Zhang Wei dengan akurasi yang menakutkan.
*Klek.*
Hanya dengan satu cengkeraman ringan, suara tulang yang retak langsung terdengar dengan sangat jelas di tengah suara gemuruh hujan.
"AAAKHHH!"
Zhang Wei menjerit histeris. Wajahnya yang garang langsung berubah pucat pasi. Ia merasakan pergelangan kakinya tidak sekadar patah, melainkan hancur menjadi bubuk tulang halus di bawah cengkeraman jari-jari Shen Long. Kekuatan macam apa ini? Bagaimana mungkin seorang pemuda yang tidak memiliki basis kultivasi dan baru saja sekarat bisa memiliki kekuatan genggaman yang setara dengan catok besi hidrolik?
"Lepaskan! Lepaskan aku, bajingan!" Zhang Wei berteriak sambil memukul-mukul udara dengan tangannya, mencoba melepaskan diri, namun tubuhnya justru kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dalam lumpur.
Shen Long tidak memperdulikan teriakan Zhang Wei. Di dalam tubuhnya, esensi jiwa sang Penguasa Multisemesta mulai beroperasi. Meskipun dunia ini memiliki energi spiritual (*Qi*) yang sangat tipis dan kotor—tipikal dunia urban yang terdegradasi—Shen Long adalah pencipta dari jutaan teknik kultivasi. Dengan menggunakan secuil kesadarannya, ia mengaktifkan sebuah teknik kuno yang disebut *Teknik Pembalikan Kosmos Primordial*.
Dalam sekejap, energi spiritual tipis yang ada di sekitar kamp pelatihan, bercampur dengan energi hujan dan petir di langit, mulai berputar hebat dan mengalir masuk melalui pori-pori kulit Shen Long. Energi tersebut mengalir langsung menuju organ-organ dalamnya yang rusak. Limpa yang pecah mulai menjahit dirinya sendiri dengan kecepatan yang tidak masuk akal; tulang rusuk yang patah bergeser kembali ke posisi semula dengan suara *klek-klek* yang berirama; dan darah segar yang baru mulai diproduksi oleh sumsum tulangnya dengan kualitas yang jauh lebih murni dari sebelumnya.
Hanya dalam waktu beberapa helaan napas, kondisi tubuh yang tadinya berada di ambang kematian telah ditarik kembali secara paksa oleh kehendak sang Penguasa. Walaupun tubuh ini masih sangat lemah dibandingkan dengan tubuh aslinya di masa lalu, bagi ukuran manusia fana di dunia ini, Shen Long baru saja mengalami transformasi yang menakutkan.
Shen Long perlahan berdiri. Gerakannya sangat anggun, seolah-olah ia tidak sedang berdiri dari kubangan lumpur, melainkan sedang melangkah naik ke atas singgasana kebesarannya. Lumpur dan darah yang menempel di tubuhnya perlahan-lahan luruh, terdorong oleh lapisan tipis energi kasat mata yang mulai memancar dari permukaan kulitnya.
Li Dong dan Wang Ba berdiri membeku, memandang Shen Long dengan mata membelalak penuh horor. Mereka melihat seorang pria yang beberapa menit lalu adalah seekor anjing yang sekarat, kini berdiri tegak dengan aura yang menekan mereka hingga sulit bernapas.
"Kau... kau bukan Shen Long! Siapa kau sebenarnya?!" Wang Ba berteriak dengan suara bergetar, tangannya yang memegang tongkat kayu penumpas kerusuhan gemetar hebat.
Shen Long menatap mereka berdua dengan pandangan yang datar, seolah-olah sedang melihat tumpukan debu di jalanan. "Aku adalah Shen Long. Dan aku adalah akhir dari kebodohan kalian."
"Mati kau, monster!" Li Dong yang sudah tidak tahan dengan tekanan mental tersebut berteriak histeris. Ia menerjang maju dengan belati militernya, mengarahkan bilah tajam itu langsung ke arah jantung Shen Long. Gerakannya cepat dan terarah, menunjukkan bahwa ia adalah seorang tentara yang terlatih dengan baik dalam pertarungan jarak dekat.
Namun, di mata Shen Long, gerakan Li Dong lebih lambat daripada siput yang merayap. Ketika belati itu berada hanya satu inci dari dadanya, Shen Long hanya memiringkan tubuhnya sedikit ke samping. Belati itu menusuk udara kosong. Sebelum Li Dong sempat menarik kembali senjatanya, Shen Long mengayunkan tangan kirinya dalam sebuah gerakan menampar yang santai.
*PLAK!*
Suara tamparan itu terdengar sangat nyaring, membelah suara hujan. Tamparan itu mendarat tepat di pipi kanan Li Dong. Kekuatan yang terkandung di dalam tamparan tersebut tidak hanya berasal dari kekuatan fisik, melainkan telah dilapisi oleh sedikit energi spiritual yang baru saja diserap oleh Shen Long.
*Bugh!*
Tubuh Li Dong berputar di udara sebanyak tiga kali sebelum terlempar sejauh lima meter dan menghantam tumpukan kotak kayu persenjataan hingga hancur berantakan. Seluruh gigi di bagian kanan mulutnya rontok seketika, rahangnya bergeser parah, dan ia langsung pingsan dengan mata memutih, mengeluarkan busa bercampur darah dari mulutnya.
Satu tamparan! Seorang tentara senior yang memiliki kekuatan fisik di atas rata-rata manusia biasa dihancurkan hanya dengan satu tamparan santai!
Wang Ba yang menyaksikan adegan itu merasa lututnya lemas. Tongkat kayu di tangannya jatuh ke dalam lumpur dengan suara kecipak kecil. Ia memandang Li Dong yang terkapar tak bergerak, lalu memandang Shen Long yang kini sedang mengalihkan pandangan dinginnya ke arahnya.
"S-Ampun... Ampun, Kakak Shen! Kami hanya menjalankan perintah! Kami tidak memiliki dendam pribadi dengan Anda!" Wang Ba langsung berlutut di dalam lumpur, membenturkan kepalanya berkali-kali ke tanah hingga dahinya berdarah. Rasa bangga sebagai tentara senior dan kultivator muda lenyap tanpa bekas, digantikan oleh naluri bertahan hidup yang mutlak. "Ini semua adalah perintah dari Tuan Muda Han Junhao! Dia yang memberi kami uang dan menjanjikan promosi jabatan jika kami bisa melenyapkan Anda di sini! Tolong ampuni nyawa anjingku!"
Zhang Wei, yang masih merangkak di tanah sambil memegangi pergelangan kakinya yang hancur, juga menatap Shen Long dengan tatapan penuh ketakutan yang mendalam. Ia menyadari bahwa situasi telah berubah total. Pemuda di depan mereka ini entah bagaimana telah menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya, atau dia telah dirasuki oleh iblis kuno dari pegunungan terlarang.
Shen Long melangkah mendekati Wang Ba yang sedang bersujud. Setiap langkah kakinya terasa seperti ketukan lonceng kematian di telinga pria itu. Shen Long berhenti tepat di depan Wang Ba, menatap ke bawah dengan ekspresi acuh tak acuh.
"Han Junhao?" Shen Long menyebut nama itu dengan nada ringan, seolah-olah sedang mengeja nama seekor serangga yang tidak berarti. Melalui ingatan tubuh ini, ia tahu siapa Han Junhao. Seorang penerus dari keluarga Han di Jiangnan City, sebuah klan yang memiliki pengaruh besar di pemerintahan dan dunia kultivasi urban. Han Junhao terkenal jenius, sombong, dan kejam, terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan dengan menghancurkan siapa pun yang menghalangi jalannya.
"Ya! Ya! Tuan Muda Han Junhao dari Keluarga Han!" Wang Ba menjawab dengan cepat, berharap nama besar Keluarga Han bisa membuat Shen Long gentar. "Dia sangat kuat, Kakak Shen! Keluarganya memiliki banyak master ranah Pengumpulan Qi, bahkan ada leluhur yang berada di ranah Fondasi Jiwa! Jika Anda mengampuni saya, saya berjanji tidak akan mengatakan apa pun kepada Tuan Muda Han! Saya akan mengatakan bahwa Anda terluka karena kecelakaan latihan!"
Shen Long menghela napas pendek. Sungguh sebuah konspirasi tingkat rendah yang sangat membosankan jika dibandingkan dengan perang antar-galaksi yang biasa ia pimpin di masa lalu. Namun, di sisi lain, ini adalah awal yang sempurna untuk kehidupan barunya. Sebuah kanvas kosong yang siap ia warnai dengan darah para musuhnya.
"Kau pikir nama sebuah keluarga kecil di sebuah kota fana ini bisa melindungimu dari tanganku?" Shen Long berkata dengan nada dingin yang menusuk tulang. "Kalian telah mencoba membunuh tubuh ini. Di bawah hukumku, berutang nyawa harus dibayar dengan nyawa. Namun, karena aku baru saja tiba di dunia ini dan suasana hatiku sedang cukup baik karena menemukan hiburan baru... aku akan memberikan kalian sebuah kesempatan."
Wang Ba mendongak dengan mata penuh harapan, tubuhnya masih bergetar. "K-Kesempatan apa, Kakak Shen?"
Shen Long tersenyum tipis, sebuah senyuman yang membuat bulu kuduk Wang Ba berdiri. "Kembalilah kepada tuan mudamu itu. Katakan padanya bahwa Shen Long yang asli telah mati di lumpur ini. Dan katakan padanya... untuk mempersiapkan lehernya, karena dalam waktu dekat, aku sendiri yang akan datang ke Keluarga Han untuk mengambil nyawanya dan menghapus seluruh klannya dari muka bumi ini."
Wang Ba menelan ludah dengan susah payah. Kata-kata Shen Long terdengar sangat gila. Menghapus Keluarga Han dari muka bumi? Di Jiangnan City, bahkan walikota pun harus memberikan penghormatan kepada kepala Keluarga Han. Namun, melihat aura tirani yang memancar dari tubuh Shen Long saat ini, Wang Ba tidak berani meragukan satu patah kata pun.
"Dan untuk kalian berdua..." Shen Long melirik Zhang Wei dan Wang Ba. "Sebagai harga dari tindakan kalian malam ini, tinggalkan satu tangan kalian di sini."
Sebelum Wang Ba sempat memproses kata-kata tersebut, Shen Long bergerak maju selangkah. Dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata fana, ia menginjak lengan kanan Wang Ba yang bertumpu di atas lumpur, dan di saat yang sama, ia menendang lengan kanan Zhang Wei yang sedang merangkak.
*KRAK!* *KRAK!*
Dua suara patahan tulang yang mengerikan bergema bersamaan dengan jeritan kesakitan yang memecah keheningan malam di sudut kamp pelatihan tersebut. Lengan kanan kedua pria itu kini telah tertekuk ke arah yang salah, hancur total dan tidak akan pernah bisa disembuhkan kembali bahkan dengan obat kultivasi terbaik sekalipun. Mereka telah cacat permanen.
Shen Long berbalik, tidak lagi memandang ketiga orang yang kini meratap dan mengerang kesakitan di atas tanah berlumpur. Ia melangkah pergi dengan santai, membiarkan hujan deras membasahi tubuhnya, membersihkan sisa-sisa darah lama dari kulitnya yang kini memancarkan kilau samar energi spiritual yang sehat.
Sambil melangkah kembali menuju barak pelatihan, Shen Long menatap telapak tangannya sendiri. Jiwa agungnya merasakan bahwa basis kultivasi tubuh ini saat ini baru saja menyentuh tingkat pertama ranah Penguatan Tubuh—tingkat paling dasar dalam hierarki kultivasi dunia fana ini. Namun, fondasi yang baru saja ia bangun dengan *Teknik Pembalikan Kosmos Primordial* adalah fondasi yang paling sempurna, ribuan kali lebih murni dan padat daripada kultivator mana pun di dunia ini pada tingkat yang sama.
"Han Junhao... Keluarga Han... Keluarga Chu... dan Chu Yaoyao," Shen Long menggumamkan nama-nama itu di dalam hatinya dengan ketenangan yang menakutkan. "Kalian semua mengira bisa memainkan takdir seorang manusia lemah sesuai keinginan kalian. Kalian tidak tahu bahwa kalian baru saja mengusik seekor naga purba yang sedang terbangun dari tidurnya."
Roda takdir di dunia fana ini telah bergeser dari jalurnya. Penguasa Multisemesta telah kembali, bukan di atas takhta awan, melainkan dari sudut kamp pelatihan militer yang kotor. Dan badai yang akan ia bawa akan menjungkirbalikkan seluruh tatanan dunia ini tanpa ada satu pun kekuatan yang mampu menghentikannya. Perjalanan baru telah dimulai, dan panggung pertunjukan berdarah ini baru saja membuka tirai pertamanya.