NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tekad

Raya menyalakan showe, air dingin mengguyur kepalanya, menampar kukut, menampar kesadarannya. Dingin. Sakit. Tapi justru itu yang dibutuhkannya sekarang.

 Dia membiarkan air mengalir bersama airmatanya. Tidak ada yang tahu. tidak ada yang dengar. Hanya dia, lantai kamar mandi dan suara gemericik yang menenggelamkan isaknya.

Bau bawang

Sapi perah

Lusuh.

kata kata Andini itu menempel dikulitnya, lengket seperti minyak.

Raya menggosok lengannya kencang kencang, sampai merah, seolah kalau kulitnya terkelupas agar hinaan itu ikut lepas.

Tapi tidak, yang lepas justru yang lain. Marahnya, kasihan pada diri sendiri. Dia mematikan shower. Hening.

Dicermin yang berembun, dia tulis dengan jarinya Cukup. Satu kata itu saja.

Raya bangkit dan segera berjalan ke lemari pakaian. Lemari dibuka. Daster lusuh itu dia lepas, dia remas, dia lempar ke keranjang kotor paling dalam. Seperti membuang versi dirinya yang selalu mengalah.

Dia ambil kaos putih bersih. Celana jens yang dua tahun tidak muat. Dia tarik. kancingnya masuk.Nafasnya sesak, bukan karena sedih, tapi karena tekad.

Sisir, bedak bayi yang biasa dipakaikannya ke anak anaknya saat mereka gatal gatal, dipoleskan tipis kewajahnya, lip balm. Cuma itu, tidak ada parfum mahal. Tapi dia tegak dan bangkit.

 Raya menatap cermin lagi. Mata masih sembab.iya. Tapi kosongnya sudah hilang. Ada bara kecil disana.

11.05 wib- Lapangan SD HARAPAN BANGSA.

" Gol" Galang berlari memeluk teman setimnya. kausnya basah karena keringat, tanah merah menempel di dengkul. Matanya liar mencari di lapangan.

  Dan dia lihat. Mamanya berdiri dengan kaos putih,rambut diikat. Melambai dan senyum padanya. Senyum yang sampai kemata. Bukan senyum yang dipaksa seperti pagi tadi dilihatnya.

Galang bengong seperkian detik. Lalu senyumnya paling lebar sedunia. Dia acungkan dua jempol ke Mamanya.

 Raya balas. dadanya hangat. Untuk pertama kalinya hari ini dia bisa bernafas panjang tanpa sesak.

  HP disakunya bergetar lagi. Nomor tidak dikenal yang sama. Raya tidak buka. Dia matikan HPnya dan memasukkannya kedalam sakunya.

 Drama dikantor biar menjadi urusan Bagas. Drama chat biar menjadi urusan Andini.

  Urusannya cuman satu sekarang, yaitu menjadi tempat pulang paling aman bagi kedua jagoan kecil nya.

 Dikantor Bagas masih duduk dikursi paling pojok ruang meeting. Presentasi sudah diambil alih oleh Andini. Tepuk tangan untuk Andini dan bukan untuk dia.

Satria lewat dan menepuk bajunya sekali. Tidak ada kata. Tapi beratnya seribu kekecewaan.

 HP Bagas menyala Andini." Terimakasih sayang, aku semakin cinta sama kamu!" Isi pesan Andini.

  Bagas melihat kearah Andini yang kini tersenyum lebar kearahnya.

Bagas terdiam sejenak. Dia berdiri, kaki masih goyah. Tapi suara akhirnya keluar. Tidak kosong lagi.

  " Pak Satria, saya mau izin setengah hari," Satu ruangan melihatnya. Andini senyumnya luntur.

   " Alasan?" Tanya Satria datar.

 Bagas meluruskan punggungnya, menatap Andini tepat dimata.

  " Saya mau menjemput anak saya, pak. Saya sudah janji melihat dia tanding bola hari ini."

 Bagas berjalan keluar, meninggalkan flashdisk, meninggalkan Andini yang wajahnya tampak sangat kesal.

  Satria pun hanya bisa memberi izin, bukankah sekarang waktunya juga untuk makan siang, lagian semua pekerjaan tampak sudah selesai.

  Andini berlari keluar mengikuti Bagas yang tergesa gesa.

  " Pak Bagas!" Panggilnya.

  Namun Bagas sudah lebih dulu hilang dari pandangannya.

" Sial" Umpat Raya yang kini mengambil HPnya dan mulai menelpon nomor Bagas.

  Bel pulang, Gilang lari paling depan, tasnya kebesaran tapi tidak menghalangi langkahnya.

" Mama" teriaknya.

 Raya jongkok. Buka tangan. Gilang nyemplung ke pelukannya. Wangi matahari sama keringat anak kecil. Wangi paling mahal sedunia.

  Galang menyusul dibelakang dan ikut berpelukkan bersama Gilang sambil tersenyum. Medali juara tiga kini dilehernya. Tapi sekarang wajahnya cemberut melihat kebelakang Raya.

 Raya menoleh. Bagas berdiri kaku beberapa meter dari mereka bertiga. Kemeja masih lecek bekas cengkraman Andini. Mata bengkak.

 Galang maju setengah langkah, untuk menghalangi Raya sama Gilang.

 " Papa ngapain?" Nadanya datar.

  Raya terdiam melihat Bagas yang kini sudah ada didepannya, Kenapa? kenapa dia harus ada disini sekarang, bukankah dia sekarang sedang bersenang senang dengan Andini.

  Bagas sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Galang. Dia berhenti tiga langkah dari Raya dan tidak langsung bicara.

  " Papa ada disini juga? mau jemput Gilang sama Abang ya." Gilang tampak girang. Dia sama sekali tidak tahu apa apa.

   " Ayo kita pulang sekarang sayang." Raya menarik tangan Gilang, Galang mengikuti Raya dan adiknya dari belakang.

  Bagas melihat hal itu, Ingin mendekat tapi rasanya sudah tidak mungkin, Nampak sekali Raya tidak mengizinkan dia untuk memegang anak anaknya.

Raya berhenti sejenak di depan Bagas.

   " Jangan mengatakan apa apa, lebih baik kita tidak menampakkan luka didepan mereka."

 Bagas mengangguk, niat hati ingin memperbaiki semuanya justru harus melihat wajah kesal dari Raya.

" Papa mau jemput kita ya ma? kok kita tidak ajak Papa pulang?" Gilang bertanya sambil terus berjalan.

" Papa sibuk dek, Papa tidak bisa mengantarkan kita pulang!" Galang memberikan kata kata yang pas untuk Gilang.

Raya menoleh kepada Galang, seolah olah mengatakan, Mama sangat bangga padamu sayang, karena kamu sudah sangat dewasa sekarang.

Bagas hanya menatap punggung Raya dan anak anaknya yang kini sudah naik motor. Tidak ada lagi sapaan hangat yang keluar dari mulut mereka semua. Yang ada hanya diam membisu yang sangat menyiksa Bagas.

Bagas bingung sekarang. Antara mengikuti Raya dan anak anaknya pulang. Atau tetap diam berdiri ditempatnya.

HP Bagas bergetar, lagi pesan dikirim Andini." Lihat mas, Istri dan anak anakmu sama sekali tidak menganggap kamu ada. Untuk apa lagi kamu mempertahankan rumah tanggamu?"

Bagas membaca pesan dari Andini sambil melihat kesekeliling dan mendapati Andini yang kini sudah ada didepannya.

Andini melambaikan tangan, sambil tersenyum licik, Senyuman licik penuh kemenangan setelah berbuat kecurangan.

" Kamu tidak ada bisa hidup tanpa aku mas, hanya aku yang peduli dengan kamu!" teriaknya.

Bagas menarik nafas kasar, Kini banyak sekali pikiran didalam benaknya. Dia tidak tahu kalau Andini bisa mengikutinya sampai kesekolah.

Bagas berjalan kedepan tanpa menoleh sedikitpun kearah Andini.

" Makan siang yuk!" Ajak Andini saat Bagas Sudan dekat dengannya.

" Andini cukup!" Bagas kini sudah sangat kesal dengan semua kelakuan Andini hari ini." Biarkan aku sendiri." lanjutnya.

" What?" Andini tersenyum canggung saat mendengar ucapan dari Bagas yang kini mengusir nya.

" Aku seperti ini karena aku peduli sama kamu mas. Aku cinta sama kamu, Bukankah kamu juga cinta sama aku?" Andini berusaha merayu Bagas, Kali ini dia tidak ingin melepaskan Bagas, Dia sama sekali tidak ingin kalah dari siapapun.

" Ma, aku mau pipis.." Gilang memegang bagian bawahnya sambil merapatkan kedua kakinya.

Mereka baru saja sampi di parkiran motor, Namun Gilang sudah tidak tahan ingin pipis." Kamu sudah kebelet ya dek?" Tanya Galang.

" Iya bang, sudah diujung."

" Ya sudah ayo kita ke toilet sekolah, kasihan kamu sayang." Raya memegang tangan Gilang, " Biar aku saja ma, Mama disini saja dulu." Galang segera mengajak Gilang ke toilet sekolah.

Sepertinya Galang tidak ingin melihat mamanya sedih lagi kalau bertemu dengan papanya.

Saat mengantar Gilang ke toilet, Galang melihat Bagas bersama dengan seorang wanita, langkahnya terhenti." Aku sudah tidak tahan.." Sementara Gilang sudah berlari menuju toilet.

Galang tetap berdiri ditempatnya, menyaksikan pemandangan yang sangat membuat hatinya terluka.

1
sunaryati jarum
Semoga Bu Sri Selamat dan Andini ditangkap
Anonim
BUNUH ANDINI.. SIKSA DIA DENGAN SIKSAAN YANG PEDIH..
MATA DI BALAS MATA.. HIDUNG DIBALAS HIDUNG .. KEJAHATAN DIBALAS KEJAHATAN
sunaryati jarum
Perempuan sakit jiwa seperti itu Bagas , yang kau masukkan dalam rumah tangga kamu yang akhirnya menghancurkan hati Raya.Seharusnya kamu yang harus dapat karma,tapi ini tindakan kamu yang tanpa memikirkan perasaan istri dan anak- anakmu, bahkan sudah cerai masih membayang Raya dan anak- anakmu.Kamu harus tanggung jawab pada keselamatan mereka.Walau konsekuensinya kamu akan kehilangan Kedua putramu, karena pastinya Andini tidak akan membiarkan kamu bertemu.Dan kau sama Andini tidak akan diberikan keturunan.
sunaryati jarum
Syukurin itulah yang kau inginkan dan ibumu? Bahkan kau pernah menghina Raya baju bawang dan kau bandingkan dengan selingkuhan kamu Andinini.Nikmati hidupmu jadi suami boneka yang tak punya kuasa apapun setelah menikahi Andini.Anak - anakmu makin lupa padamu.
sunaryati jarum
Raya mendapatkan masalah karena kamu menerima pelakor yang terobsesi menjadi Ny Bagas.Karena kamu mengabaikan Andini ,maka mantan istri sasarannya,puas kamu Bagas Ibu dari anak- anakmu dirundung masalah karena pelakor itu.
Vivi Zenidar
udah ga guna... sakit hati nya
Anonim
KEADILAN KIRA HARUS DITEGAKKAN...
sunaryati jarum
Kau tahu ya sekarang rasanya bagaimana melihat orang yang kita cintai.bersama orang lain, itulah dulu yang dirasakan oleh Raya, padahal kamu masih berstatus suami,nah sekarang kamu tidak berhak karena Raya telah bercerai denganmu.Satria minta detektif untuk menyelidiki Wijaya, bergerak lebih dulu tanpa mereka sadari
sunaryati jarum
Nah , ceritakan semuanya secara detail.,Raya.Pasti Satria punya solusinya.Tunggu Pak Wijaya, bukan perusahaan Satria yang hancur,bukan Raya yang dipermalukan tapi perusahaan anda yang hancur dan putrimu Andini yang dipermalukan
sunaryati jarum
Emak lega , akhirnya Raya menolak , emak berharap perusahaan orang tua Andini.yang hancur.
sunaryati jarum
Perselingkuhannya kamu dengan Andini membawa kerugian besar.Terutama mental Galang.Karenan pergi meninggalkan istrimu di depan mata putramu Galang
sunaryati jarum
Benar kasih sayang ibu tidak akan putus kita sudah berumah tangga.Semoga harapan ibumu dan kakakmu tentang Satria terkabul.Dan untuk ayah Andini yang ingin membuat usaha hancur dan Raya menderita , gagal dan berbalik pada mereka.
Datu Zahra
Raya 👎
Vivi Zenidar
kejam amat Andini dan papa nya
Datu Zahra
enggak Elegant ah, bego Raya. Harusnya di depan Andini jangan terpancing, panasin, mesra sama Bagas. giliran pelakor pergi baru hajar bagas. Enggak seru,
Datu Zahra
suami keparat kalo udah berani jelekin istri ke perempuan lain.
sunaryati jarum
Yang akan malah perusahaan papamu,Andini.Kalian main- main dengan Satriya , kalian.sendiri.Didikan orang tua Andini sudah salah.Mencintai tidak harus mengabulkan semua permintaannya, apalagi permintaan yang salah sampai menghancurkan rumah tangga orang,maka kehancuran hidupmu yang kau dapat
sunaryati jarum
Jelas- jelas yang gatal itu kamu.Lebih terhormat Raya yang janda bebas menjalin hubungan dengan pria lajang.Sedangkan kamu statusmu gadis tapi berhubungan dengan lelaki beristri hingga berakhir bercerai.Yang akan hancur kamu dan Bagas,Raya makin bersinar
sunaryati jarum
Segera tumbuh subur benih cinta kalian dan merambat saling mengikat kuat.Tak ada lagi pelakor yang berani masuk, karena mereka berdua sama - sama setia tetap kokoh walau banyak godaan
sunaryati jarum
Semua karena akal busukmu ,Andini . Jangan bangga berhasil jadi pelakor dan merusak rumah tangga orang , sebentar lagi karmamu akan datang menghampiri kamu, Ny Sari Dewi dan Bagas.Sedangkan Raya otw bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!