Di Kota Chang’an zaman modern, hiduplah seorang pemuda bernama Mu Chen. Ia berusia 22 tahun, bertubuh tegap dan gagah, tapi dikenal sebagai kutu buku yang haus akan pengetahuan sejarah dan filsafat Tiongkok kuno. Suatu sore di pasar loak, ia menemukan sebuah batu giok berwarna hijau pucat yang diukir pola Yin-Yang. Tanpa sadar, ia membawanya pulang. sebuah perjalanan yang merubah hidupnya dari jaman modern ke jaman kuno hidupnya para dewa Dewi dan iblis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon premier MT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Cincin Biasa yang Menyimpan Keajaiban
Dalam perjalanan pulang dari ibu kota, mereka melewati pasar besar yang ramai. Mu Chen melihat banyak pedagang yang menjual berbagai barang — sayuran segar, rempah-rempah, perhiasan, dan peralatan.
"Tetua Qingyun, bolehkah saya berkeliling sebentar? Saya ingin melihat-lihat barang di sini," pinta Mu Chen.
"Boleh saja, tapi jangan terlalu lama," jawab Tetua Qingyun sambil tersenyum.
________________________________________
Mu Chen berjalan santai sambil melihat barang-barang yang dijual. Di sudut pasar, ada seorang pedagang tua yang menjual barang bekas dan barang yang dianggap tidak berharga. Di atas tikar kain, tergeletak berbagai batu, logam tua, dan perhiasan yang sudah kusam.
Di antara barang-barang itu, matanya tertuju pada sebuah cincin yang terbuat dari logam berwarna perak kusam. Bentuknya sederhana, tanpa ukiran indah, dan terlihat seperti barang biasa.
Tapi anehnya, saat matanya melihat cincin itu, Mata Kebenarannya yang terbuka secara otomatis merasakan ada aliran energi yang sangat samar dan halus — hampir tidak terdeteksi, seperti kabut tipis yang berhembus.
"Ini... ada sesuatu yang berbeda dari cincin biasa," pikirnya.
Ia mengambil cincin itu dan memegangnya. Rasanya dingin namun nyaman di telapak tangannya.
"Berapa harga cincin ini?" tanyanya pada pedagang tua itu.
Pedagang itu menatap cincin itu sebentar dan menjawab acuh tak acuh: "Itu? Cuma cincin biasa, logamnya sudah kusam. Kalau kau mau, cukup 5 keping tembaga saja."
Mu Chen terkejut: "Hanya 5 keping tembaga?"
"Ya, tidak ada nilai khusus. Hanya barang bekas yang saya temukan di tumpukan barang tua," jawab pedagang itu.
Tanpa ragu, Mu Chen segera membayar dan memasukkan cincin itu ke sakunya.
________________________________________
Sesampainya di tempat yang sepi, ia memakai cincin itu di jari tangan kirinya. Begitu menyentuh kulitnya, cincin itu bergetar pelan, warnanya berubah menjadi sedikit lebih cerah namun tetap terlihat biasa dari luar.
Di dalam benaknya, Kitab Jalan Bintang tiba-tiba bersuara dengan nada kagum:
"Ini bukan cincin biasa! Ini adalah Cincin Ruang Angkasa — barang langka yang memiliki ruang penyimpanan tersendiri di dalamnya! Dan bukan itu saja, ia juga memiliki formasi penyembunyi khusus!"
"Ruang penyimpanan? Maksudnya?" tanya Mu Chen penasaran.
"Artinya, ada ruang kosong di dalamnya yang bisa menyimpan barang dalam jumlah banyak, tanpa menambah beban berat sedikit pun. Biasanya barang seperti ini sangat langka dan harganya bisa mencapai ribuan keping emas!"
Mu Chen terkejut mendengarnya. Ia segera memusatkan sedikit energinya ke cincin itu. Seketika, sebuah ruangan kosong yang luas muncul di dalam kesadarannya — kira-kira seukuran rumah kecil, bersih dan terang.
"Wah, bisa menyimpan banyak barang ya! Tidak perlu lagi membawa keranjang berat atau tas besar. Sangat praktis," gumamnya antusias.
"Dan ada fungsi lain yang lebih hebat lagi," tambah Kitab itu. "Ini juga Cincin Saksi Penyamaran. Ia bisa menyembunyikan aura, tingkat kekuatan, bahkan keberadaanmu sendiri! Bahkan orang yang memiliki penglihatan tajam atau kekuatan tinggi pun sulit mendeteksi keberadaanmu jika kau mengaktifkannya."
________________________________________
Mu Chen segera mencobanya. Ia memikirkan perintah: "Sembunyikan energiku."
Begitu pikirannya selesai, aura yang biasanya terasa tenang namun kuat di sekitarnya seketika lenyap sepenuhnya. Ia terlihat persis seperti orang biasa yang tidak memiliki kekuatan apa pun — bahkan Tetua Qingyun yang sedang berjalan beberapa langkah di depannya berhenti dan menoleh.
"Aneh... kenapa aku tiba-tiba tidak bisa merasakan keberadaanmu? Apakah kau bersembunyi?" tanya Tetua Qingyun bingung.
Mu Chen tertawa kecil dan mematikan fungsinya. Aura aslinya kembali terasa.
"Ada benda yang saya beli di pasar tadi, sedikit unik saja," jawabnya sambil menunjukkan cincin itu.
Tetua Qingyun menatap cincin itu dan menggeleng: "Tidak ada yang terlihat aneh, terlihat seperti cincin biasa saja."
"Benar, dari luar terlihat biasa saja. Tapi fungsinya lumayan berguna," jawab Mu Chen santai.
________________________________________
Setelah mengetahui fungsi cincin itu, Mu Chen merasa sangat senang.
"Ini benar-benar rezeki yang tidak disangka-sangka. Dijual dengan harga murah, tapi fungsinya sangat berguna," pikirnya.
Ia segera memasukkan semua barang yang dibawanya — tas berisi surat bukti pembayaran, botol-botol kosong, bekal makanan, dan bahkan benih-benih tanaman — semuanya masuk ke dalam ruang cincin itu tanpa menambah beban sedikit pun.
"Sekarang saya bisa berjalan dengan bebas, tidak perlu membawa barang berat. Dan kalau ada orang yang berniat buruk, saya bisa menyembunyikan diri dan menghindari masalah tanpa perlu bertarung," gumamnya puas.
Di dalam benaknya, Kitab Jalan Bintang berkomentar:
"Ini bukan kebetulan semata. Barang seperti ini biasanya memiliki kesesuaian dengan pemiliknya. Ia merasakan energi murnimu dan menjadi aktif saat kau memegangnya. Ini akan menjadi teman yang berguna untuk perjalananmu selanjutnya."
Mu Chen hanya tersenyum lebar: "Apapun alasannya, ini sangat berguna. Kalau begini, saya bisa berjalan ke mana saja dengan nyaman, membawa banyak bahan tanaman dan peralatan memasak sekaligus tanpa repot!"
________________________________________
Sesampainya kembali di Sekte Angin Hijau, Mu Chen langsung mengatur ruang cincinnya — membagi tempat khusus untuk benih tanaman, bahan obat, peralatan memasak, dan barang berharga. Ia bahkan menyisakan ruang kosong yang luas untuk digunakan nanti.
Dari luar, cincin itu tetap terlihat seperti cincin biasa yang tidak berharga. Tidak ada yang tahu bahwa di dalamnya tersimpan ruang yang luas dan kemampuan penyembunyian yang langka — menjadi rahasia kecil miliknya yang akan sangat berguna di masa-masa mendatang