NovelToon NovelToon
Amazing Doctor In The City

Amazing Doctor In The City

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:734
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Lin Xiu returned to civilization confident and proud after training with a master who cannot be named on a celestial island cut off from the real world. In his quest to uphold justice, he courageously picks fights with elites in the community wreaking havoc among the rich and the powerful. Be it ghosts, spirits, or seniors of the daoist association, he is fearless. Will the little girl Xiao Tong stay a little girl as she accompanies him on his journey to track down the rest of his friends from the orphanage they once shared?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4.badai malam

Malam semakin larut, dan langit di atas Kota Jiangnan seolah-olah bersekongkol dengan amarah Lin Xiu. Awan hitam bergulung-gulung menutupi rembulan, menyisakan kegelapan pekat yang sesekali dibelah oleh kilatan petir. Hujan deras mulai turun, membasahi bumi dengan rintik yang kasar, menyamarkan langkah kaki seorang pemuda yang sedang berjalan dengan tenang membelah badai.

Lin Xiu berjalan tanpa payung. Namun, anehnya, tak ada satu pun tetes air hujan yang benar-benar menyentuh kulit atau pakaiannya. Tepat beberapa milimeter di atas tubuhnya, tetesan air itu menguap menjadi uap tipis, tertolak oleh dinding energi spiritual tak kasat mata—*Zhenqi*—yang menyelimuti dirinya.

Di depannya, berdiri sebuah gerbang besi raksasa yang megah dengan ukiran huruf emas bertuliskan: **Keluarga Wang**.

Ini bukan sekadar rumah mewah, melainkan sebuah kompleks kediaman seluas beberapa hektare yang dijaga ketat. Di balik gerbang itu, terdapat taman luas, air mancur, dan sebuah mansion bergaya Eropa klasik yang melambangkan kekayaan mutlak dari salah satu penguasa distrik Jiangnan.

*BUM!!!*

Sebuah kilatan petir menyambar langit, bersamaan dengan langkah kaki Lin Xiu yang menginjak tanah di depan gerbang.

"Keluarga Wang... malam ini, akuntansi neraka kalian dimulai," bisik Lin Xiu, matanya berkilat merah darah di tengah kegelapan.

### **Di Dalam Mansion Utama Keluarga Wang**

Di dalam aula pertemuan yang hangat dan dipenuhi dekorasi mahal, suasana justru terasa mencekam. Wang Jinhai duduk di sofa dengan wajah yang dibalut perban putih tebal. Pipinya bengkak, dan beberapa giginya yang rontok membuat bicaranya terdengar cadel dan penuh amarah.

"Ayah! Kenapa kita harus takut pada gelandangan itu?!" seru Wang Jinhai sambil memukul meja kaca di depannya. "Dia hanya seorang dokter tradisional yang beruntung memiliki sedikit ilmu bela diri! Kita adalah Keluarga Wang! Kita punya uang, kita punya koneksi dengan militer, dan kita punya pengaruh di faksi atas!"

Tuan Besar Wang, Wang Shixiong, duduk di kursi kehormatannya sambil memegang tongkat kepala naga. Wajahnya masih agak pucat, tetapi energinya telah pulih berkat jarum perak Lin Xiu siang tadi. Sebagai seorang rubah tua yang telah hidup puluhan tahun di dunia bisnis dan politik yang kejam, dia memiliki intuisi yang jauh lebih tajam daripada putranya yang bodoh.

"Diam, Jinhai!" bentak Wang Shixiong. "Kau tidak tahu apa-apa! Pemuda itu... teknik jarum yang dia gunakan siang tadi adalah *Teknik Jarum Sembilan Matahari Surgawi*. Itu adalah warisan legendaris yang hanya dikuasai oleh sekte medis tersembunyi! Lebih penting lagi, dia bisa melihat makhluk halus yang mengutukku! Orang seperti itu tidak boleh dijadikan musuh jika tidak terpaksa!"

"Tapi dia sudah memukulku! Dia mempermalukan nama Keluarga Wang di depan umum! Dan dia membawa kabur Xiao Tong, budak pelayan kita!" Wang Jinhai berteriak histeris, egonya yang terluka membuatnya kehilangan akal sehat. "Aku tidak peduli siapa dia! Aku sudah menyewa seseorang untuk mengurusnya malam ini!"

Wang Shixiong mengernyitkan alisnya. "Siapa yang kau sewa?"

Sebelum Wang Jinhai bisa menjawab, suhu di dalam ruangan mendadak turun drastis. Lampu kristal yang menggantung di langit-langit aula mulai berkedip-kedip, memancarkan cahaya redup yang tidak stabil. Hawa dingin yang menusuk tulang membuat para pelayan di dalam ruangan mulai menggigil.

*Kreeek...*

Pintu besar aula terbuka perlahan secara misterius. Dari balik kegelapan koridor, melangkah masuk sesosok pria paruh baya yang mengenakan jubah hitam longgar bermotif jaring laba-laba. Wajahnya tirus, matanya cekung dengan lingkaran hitam pekat, dan di tangannya, dia memegang sebuah tongkat pendek yang terbuat dari tulang manusia yang dikeringkan.

Begitu pria ini masuk, bau busuk darah dan tanah kuburan samar-samar tercium di udara.

"Tuan Besar Wang, tidak perlu panik," suara pria itu terdengar serak dan melengking, seperti gesekan dua bilah besi berkarat. "Hanya seorang pemuda ingusan yang belajar sedikit bela diri, mengapa harus membuat salah satu keluarga terbesar di Jiangnan gemetar?"

Melihat kedatangan pria ini, ketakutan di wajah Wang Jinhai langsung lenyap, digantikan oleh senyum licik yang penuh kemenangan. "Ayah, perkenalkan. Ini adalah **Master Gui Ji** dari *Asosiasi Daoist Cabang Kegelapan*. Dia adalah ahli mistis yang menguasai ilmu hitam dan ribuan roh terkutuk!"

Wang Shixiong terkejut. Sebagai orang tua yang paham dunia bawah, dia tahu betapa mengerikannya para praktisi dari Asosiasi Daoist, terutama mereka yang bermain di jalur hitam. "Master Gui Ji... jadi Jinhai yang memintamu datang?"

"Benar, Tuan Muda Wang membayar saya dengan harga yang sangat pantas untuk mengambil kepala pemuda bernama Lin Xiu itu," kata Master Gui Ji sambil menyeringai, memperlihatkan giginya yang hitam dan runcing. "Kebetulan, roh peliharaan saya sedang haus akan darah seorang kultivator muda. Energi murni dari pemuda itu pasti akan sangat lezat."

### **Pembantaian di Halaman Depan**

Sementara di dalam aula mereka sedang merencanakan kematian Lin Xiu, di luar mansion, badai semakin mengamuk.

"Siapa di sana?! Berhenti! Ini adalah wilayah pribadi Keluarga Wang!" bentak seorang kepala pengawal yang mengenakan seragam taktis lengkap, mengarahkan senter bersorot tajam ke arah sosok yang berjalan mendekat dari arah gerbang.

Lin Xiu tidak berhenti. Langkah kakinya tetap konstan, santai, namun setiap injakan kakinya di atas tanah menyebarkan getaran frekuensi rendah yang membuat jantung para pengawal berdegup kencang secara tidak alami.

"Tembak! Dia penyusup!" teriak kepala pengawal saat melihat gerbang besi raksasa di belakang Lin Xiu ternyata telah hancur, terbelah menjadi dua bagian rapi seperti dipotong oleh pedang raksasa tak terlihat.

*DOR! DOR! DOR!*

Lebih dari dua puluh senapan otomatis menyalak di tengah kegelapan malam, memuntahkan ratusan peluru tajam ke arah Lin Xiu. Kilatan api dari laras senjata menerangi halaman luas itu.

Namun, pemandangan berikutnya membuat seluruh pengawal Keluarga Wang merasa seolah-olah mereka sedang bermimpi buruk.

Ratusan peluru yang melesat dengan kecepatan tinggi itu mendadak berhenti di udara, tepat satu meter di depan tubuh Lin Xiu. Peluru-peluru itu mengambang, berputar di tempat, tertahan oleh dinding energi *Zhenqi* transparan yang melengkung seperti perisai dewa.

"Apakah ini semua kekuatan yang dibanggakan oleh kaum elite?" Lin Xiu berbicara, suaranya terdengar jernih menembus suara gemuruh hujan dan tembakan. "Sangat lemah."

Lin Xiu mengibaskan tangan kirinya dengan gerakan melingkar yang anggun.

"Kembali," perintahnya dingin.

*WUSH!!!*

Ratusan peluru yang mengambang di udara itu berputar balik dan melesat dengan kecepatan dua kali lipat ke arah para pengawal. Namun, Lin Xiu menggeser sudut lintasannya sedikit—dia tidak berniat membunuh para bidak rendahan ini di awal. Peluru-peluru itu tidak mengenai tubuh mereka, melainkan menghantam lutut, pergelangan tangan, dan senjata yang mereka pegang.

*AAAKHHH!!!*

Jeritan histeris memecah malam. Dua puluh lebih pengawal terlatih langsung tumbang ke atas tanah yang basah, mengerang kesakitan sambil memegangi kaki mereka yang tertembak oleh peluru mereka sendiri. Senjata-senjata mereka hancur berkeping-keping.

Lin Xiu melangkah melewati tumpukan tubuh para pengawal yang merayap kesakitan tanpa memandang mereka sedikit pun. Di matanya, mereka hanyalah kerikil di jalanan. Target utamanya ada di dalam gedung megah di depannya.

Dengan satu jentikan jari, pintu kayu jati raksasa setinggi lima meter di hadapannya hancur berkeping-keping, meledak menjadi serpihan debu yang berterbangan masuk ke dalam aula utama mansion.

*BUM!!!*

### **Bentrokan Dua Kekuatan**

Di dalam aula, Wang Shixiong, Wang Jinhai, dan Master Gui Ji tersentak saat pintu mereka hancur berantakan. Dari balik kabut debu dan rintik hujan yang terbawa angin malam, sesosok pemuda dengan jins pudar dan tas kain usang melangkah masuk. Tatapan matanya lurus mengunci ke arah tiga orang di dalam ruangan.

"Keluarga Wang, aku datang untuk menagih utang darah," suara Lin Xiu menggema di setiap sudut ruangan, getaran suaranya bahkan membuat kaca-kaca jendela yang tersisa retak.

"Kau... kau benar-benar berani datang sendiri?!" Wang Jinhai berteriak dari balik sofa, wajahnya pucat pasi melihat bagaimana pengawal luar mereka habis dalam sekejap tanpa bisa menahan pemuda ini satu menit pun. "Master Gui Ji! Bunuh dia! Cepat bunuh dia!"

Master Gui Ji melangkah maju, menghalangi pandangan Lin Xiu dari Keluarga Wang. Dia mengangkat tongkat tulangnya tinggi-tinggi, matanya berkilat dengan kegilaan mistis. "Anak muda yang sombong! Kau memiliki sedikit kemampuan bela diri sekuler dan mengira kau tidak terkalahkan? Di hadapan ilmu gaib *Daoist*, kau tak lebih dari debu!"

"Ilmu gaib?" Lin Xiu menghentikan langkahnya, menatap Master Gui Ji dengan senyum meremehkan. "Kau menggunakan tulang manusia mati untuk mengolah energi negatif, mengorbankan jiwa-jiwa tak berdosa demi memperkuat peliharaanmu. Kau menyebut kotoran menjijikkan ini sebagai ilmu gaib?"

Wajah Master Gui Ji berubah drastis. Dia tidak menyangka pemuda ini bisa mengetahui asal-usul kekuatannya hanya dalam satu kali pandang. "Lancang! Rasakan ini! **Teknik Seratus Roh Kelaparan!**"

Master Gui Ji menghentakkan tongkat tulangnya ke lantai marmer.

*CRASH!*

Lantai marmer itu retak, dan dari celah-celahnya, keluar kabut hitam pekat yang berbau busuk. Dari dalam kabut itu, muncul puluhan wajah mengerikan dengan mata merah menyala dan taring yang tajam—roh-roh penasaran yang dimanipulasi oleh ilmu hitamnya. Roh-roh itu memekik ngeri, menciptakan suara frekuensi tinggi yang membuat telinga Wang Shixiong dan putranya mengeluarkan darah segar.

"Pergi dan cabut jiwanya hingga hancur!" perintah Master Gui Ji sambil menunjuk Lin Xiu.

Puluhan roh hitam itu melesat cepat, menerjang Lin Xiu dari segala arah, siap mencabik-cabik energi kehidupan pemuda itu. Aula mewah itu seketika berubah menjadi seperti neraka jahanam yang dipenuhi jeritan hantu.

Namun, Lin Xiu tetap berdiri diam di tempatnya. Dia bahkan tidak mengangkat tangannya untuk menangkis.

"Hanya segini?" Lin Xiu menggelengkan kepalanya kecewa. "Jika faksi mistis di kota ini hanya sekelas pengemis sepertimu, maka pemburuan ini akan menjadi sangat membosankan."

Lin Xiu menarik napas dalam-dalam. Energi spiritual murni di dalam dantian-nya berputar dengan kecepatan tinggi. Di mata Master Gui Ji yang tiba-tiba membelalak ketakutan, sekeliling tubuh Lin Xiu mendadak memancarkan cahaya emas berkilauan yang sangat terang—cahaya murni *Dao Surgawi*.

"**Penghancur Kegelapan: Cahaya Sembilan Matahari!**" gumam Lin Xiu pelan.

*BOOOM!!!*

Gelombang cahaya emas meledak dari tubuh Lin Xiu seperti matahari kecil yang terbit di dalam ruangan. Cahaya murni itu sangat menyilaukan dan membawa hawa panas yang membakar.

Begitu roh-roh hitam itu menyentuh cahaya emas tersebut, mereka bahkan tidak sempat menjerit. Mereka langsung menguap menjadi abu, tersucikan oleh energi murni tertinggi yang menjadi musuh alami segala jenis ilmu hitam. Kabut busuk di dalam ruangan sirna dalam sekejap, digantikan oleh hawa hangat yang bersih.

*KRETEK... PANG!*

Tongkat tulang di tangan Master Gui Ji retak dan hancur menjadi serpihan kecil. Pria paruh baya itu memuntahkan seteguk darah hitam pekat, tubuhnya terlempar ke belakang, menabrak pilar beton hingga muntah darah untuk kedua kalinya.

"Kau... kau bukan petarung biasa..." Master Gui Ji menatap Lin Xiu dengan horor yang mutlak, seluruh tubuhnya gemetar hebat hingga dia kesulitan berbicara. "Cahaya murni itu... energi *Zhenqi* tingkat tinggi... Kau... Kau adalah seorang *Grandmaster Kultivator*?!"

Di dunia mistis dan bela diri, seorang *Grandmaster* adalah sosok legenda yang setara dengan dewa perang, mahluk yang bisa menghancurkan satu faksi kecil hanya dengan lambaian tangan. Dan di hadapannya sekarang, ada seorang pemuda berusia awal dua puluhan yang memiliki kekuatan setingkat itu!

Lin Xiu berjalan perlahan mendekati Master Gui Ji yang sudah tidak berdaya di lantai. "Siapa yang memberimu hak untuk menyebut dirimu dari Asosiasi Daoist dengan kemampuan sampah seperti ini? Katakan padaku, siapa pemimpinmu di Jiangnan, dan apa hubungan kalian dengan penggusuran panti asuhan tiga tahun lalu?!"

Master Gui Ji menggelengkan kepalanya dengan panik, wajahnya dipenuhi keringat dingin. "Aku... aku tidak tahu banyak! Aku hanya anggota luar! Yang mengatur penggusuran tanah dan penculikan anak-anak panti asuhan adalah **Penatua Mo** dari faksi utama Asosiasi Daoist Jiangnan! Dia bekerjasama dengan Konsorsium Empat Besar untuk mencari anak-anak dengan bakat spiritual!"

"Penatua Mo..." Lin Xiu mencatat nama itu di dalam benaknya. Satu nama lagi telah masuk ke dalam daftar kematiannya.

"Aku... aku sudah menceritakan semuanya! Tolong... tolong ampuni nyawaku!" ratap Master Gui Ji, kehilangan seluruh harga dirinya sebagai ahli mistis.

"Kau sudah membunuh banyak jiwa tidak berdosa untuk latihanmu. Hukum dunia mungkin tidak bisa menyentuhmu, tapi jarumku tidak akan pernah meleset," kata Lin Xiu dingin.

Dengan gerakan kilat yang tidak bisa ditangkap oleh mata manusia, selembar jarum perak surgawi melesat dari jari Lin Xiu, menembus titik meridian utama di dahi Master Gui Ji. Pria hitam itu langsung kaku, matanya memutih, dan detak jantungnya berhenti seketika tanpa mengeluarkan setetes darah pun. Dia mati dalam keheningan yang mutlak.

### **Keputusan Akhir untuk Keluarga Wang**

Melihat Master Gui Ji yang mereka anggap dewa pelindung tewas begitu mudah seperti ayam yang disembelih, Wang Shixiong dan Wang Jinhai benar-benar kehilangan seluruh keberanian mereka.

Wang Jinhai langsung berlutut di lantai yang basah, menangis histeris sambil membenturkan kepalanya ke marmer hingga berdarah. "Ampun! Ampun, Kak Lin Xiu! Aku salah! Aku yang bodoh! Aku yang memerintahkan cambukan pada Xiao Tong! Tolong jangan bunuh aku! Aku akan memberikan semua uangku! Semua asetku!"

Lin Xiu berjalan melewati mayat Gui Ji dan berhenti tepat di depan Wang Jinhai. Dia menatap pemuda kaya yang sekarang terlihat menjijikkan itu dengan pandangan dingin.

"Uangmu tidak bisa membeli kembali air mata Xiao Tong, juga tidak bisa menghidupkan kembali Ibu Panti yang kalian bakar," kata Lin Xiu, suaranya sedingin es dari kutub.

Lin Xiu mengangkat kaki kanannya, lalu dengan satu hentakan cepat, dia menginjak kedua lutut Wang Jinhai secara bergantian.

*KRETEK!!! KRETEK!!!*

"AAAKKKHHHHH!!!!" Jeritan melengking Wang Jinhai mengguncang malam saat tulang lututnya dihancurkan sepenuhnya oleh energi Lin Xiu, memastikan bahwa pemuda sombong ini tidak akan pernah bisa berdiri atau berjalan lagi seumur hidupnya. Dia pingsan seketika karena rasa sakit yang teramat sangat.

Wang Shixiong yang melihat putranya cacat permanen di depan matanya sendiri, hanya bisa memejamkan mata dengan air mata mengalir. Dia tidak berani marah, dia tahu jika dia menunjukkan sedikit saja niat membalas dendam, seluruh silsilah Keluarga Wang akan dihapus dari muka bumi malam ini oleh pemuda di depannya.

"Tuan... Tuan Lin Xiu..." Wang Shixiong perlahan turun dari kursinya dan berlutut dengan gemetar di hadapan Lin Xiu. "Kesalahan Keluarga Wang teramat besar. Putraku telah menerima hukumannya... Saya, Wang Shixiong, bersumpah demi leluhur... mulai hari ini, seluruh aset, bisnis, dan jaringan Keluarga Wang di Jiangnan akan tunduk sepenuhnya di bawah perintah Anda. Kami akan menjadi anjing setia Anda untuk mencari informasi tentang adik-adik Anda yang lain..."

Lin Xiu menatap pria tua itu sebentar. Membunuh seluruh Keluarga Wang sangatlah mudah baginya, tetapi memiliki seekor anjing peliharaan yang kaya dan memiliki jaringan luas di kota ini akan jauh lebih berguna untuk mempercepat pencarian adik-adiknya yang hilang.

"Bagus. Kau lebih pintar dari putramu yang cacat itu," kata Xiu sambil merapikan tas kainnya. "Aku beri waktu tiga hari. Gunakan seluruh pengaruh Keluarga Wang untuk mencari tahu di mana pelelangan bawah tanah tempat Er Gou dan Mei Mei akan dijual. Jika dalam tiga hari aku tidak mendapatkan informasi yang akurat..."

Lin Xiu berbalik memunggungi Wang Shixiong, melangkah keluar menuju pintu yang hancur.

"...maka pemakaman berikutnya di kota ini adalah pemakaman seluruh Keluarga Wang."

Setelah kata-kata itu terucap, sosok Lin Xiu lenyap di dalam kegelapan malam yang diguyur hujan deras, meninggalkan aula yang hancur, mayat seorang ahli mistis, dan faksi penguasa kota yang kini gemetar di bawah bayang-bayang ketakutannya.

Badai di Jiangnan baru saja dimulai, dan nama Lin Xiu akan segera menjadi mimpi buruk bagi seluruh elite yang korup.

1
Abady Ehm
kurang mantap, kenapa gak diambil hartanya ya? apa karena karena lupa? atau bodoh othornya?...
EAGLE EZ: hallo bree bisa katakan pada saya bagian mana yang kurang mantap untuk di baca agar sebagai media evaluasi diri saya dalam membuat novel bree🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!