NovelToon NovelToon
TUNANGAN PALSU

TUNANGAN PALSU

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:663
Nilai: 5
Nama Author: AlinaKS

Hanya karena sebuah kecelakaan, Sophia terjebak dengan Damian -- pria kaya, dingin, arogan, dan sangat posesif.

Damian memaksa Sophia menjadi tunangan palsunya demi kepentingan keluarga. Sebagai gantinya, utang besar Sophia akan dianggap lunas.

Awalnya Sophia pikir itu hanya sandiwara sementara.

Sampai Damian mulai ikut campur dalam hidupnya. Mengatur siapa yang boleh dekat dengannya. Dan perlahan memperlakukannya seperti miliknya sendiri.

“Kalau sudah tahu tidak bisa kabur… berhentilah melawan.”

Di saat Sophia mulai kehilangan kendali atas hidupnya, Arkan -- pria yang selama ini selalu ada untuknya, justru menyimpan rahasia yang menghancurkan semuanya.

Kini Sophia terjebak di antara pria yang terlalu ingin memilikinya… dan pria yang tak pernah benar-benar bisa ia miliki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AlinaKS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TUNANGAN PALSU - Chapter 14

----

Melihat Sophia tidak merespons, Arkan kembali angkat bicara.

"Kau tidak perlu khawatir."

Sophia menoleh.

"Kau bisa mengeceknya sendiri setelah kita menikah nanti. Aku benar-benar belum pernah melakukan apa pun. Dalam hidupku, aku belum pernah berhubungan suami istri dengan siapa pun."

Kedua pipi Sophia memerah. Ia buru-buru memalingkan wajah, lalu menatap makam Julian. Bisa-bisanya lelaki itu mengatakan hal seperti itu di depan makam kakaknya sendiri.

Sebenarnya, di mana otaknya berada?

"Jangan bicara omong kosong! Aku tak memikirkan apapun."

Arkan hanya tersenyum.

Ia kembali menatap makam Julian seolah kakaknya sedang melihat mereka dari sana.

"Kakak," ucapnya pelan. "Kau lihat? Untuk pertama kalinya, lelaki tidak berguna ini membawa seorang gadis ke hadapanmu."

Sophia menatapnya tanpa tahu harus berkata apa.

"Aku ingin menikahinya. Tolong restui kami."

Sophia semakin tidak tahu harus bereaksi seperti apa.

Arkan lalu menoleh kepadanya.

"Jadi, apa kau percaya padaku sekarang?"

Sophia terdiam sesaat sebelum akhirnya mengangguk pelan.

Melihat itu, senyum Arkan semakin lebar. Sebelum akhirnya ia berkata ....

"Sophia, sebenarnya aku menjadi asisten Damian karena berutang budi padanya. Dia ... pernah menyelamatkan usaha keluargaku."

Sophia menatapnya bingung.

Namun Arkan tidak menjelaskan lebih jauh. Ia hanya menggenggam tangan Sophia dan mengajaknya pergi meninggalkan makam itu.

_____

Ruang rapat yang biasanya tenang hari itu terasa mencekam.

Puluhan pasang mata tertuju ke layar presentasi. Seorang manajer divisi pemasaran berdiri di depan dengan telapak tangan yang mulai berkeringat.

"... jadi berdasarkan analisis kuartal ini, kami memperkirakan peningkatan penjualan sebesar delapan persen pada bulan depan."

Damian yang duduk di kursi utama bahkan tidak mengangkat kepala.

"Delapan persen?"

Pria itu menyandarkan tubuhnya.

"Target tahun lalu dua belas persen."

Seketika wajah sang manajer memucat.

"Itu karena kondisi pasar saat ini sedikit berbeda, Pak."

"Kalau kondisi pasar selalu sama, untuk apa saya menggaji kalian?"

Ruangan langsung hening.

Manajer itu membuka mulut, lalu menutupnya kembali.

"T-Tapi kami sudah menyiapkan beberapa strategi tambahan ...."

Damian memotong.

"Kalau strateginya bagus, hasilnya tidak akan delapan persen."

Suasana semakin menekan.

Orang berikutnya segera maju menggantikan presentasi.

Namun hasilnya tidak jauh berbeda.

Laporan keuangan dianggap terlalu konservatif.

Proposal kerja sama dianggap tidak memiliki nilai jual.

Rencana ekspansi dianggap terlalu lambat.

Bahkan desain iklan yang biasanya dipuji hari itu ikut menjadi sasaran.

"Siapa yang menyetujui desain ini?"

Seorang staf wanita cantik berdiri dengan gugup.

"S-Saya, Pak."

Damian melihat layar beberapa detik.

"Lalu kenapa masih bekerja di sini?"

Gadis itu langsung membeku.

"Kalau pelanggan bisa membuat desain yang lebih baik menggunakan aplikasi gratis di ponsel mereka, untuk apa perusahaan membayar Anda?"

Mata gadis itu langsung memerah.

Ia berusaha menahan diri, tetapi air mata tetap jatuh. Namun, tak seorang pun berani membelanya. Semua orang tahu. Hari ini suasana hati Damian sangat buruk, rasanya apapun yang mereka lakukan tidak ada benarnya di mata atasannya itu.

Bahkan Jack yang duduk di samping pun hanya bisa mengusap dahinya berkali-kali.

Sudah satu jam lebih rapat berlangsung.

Selama satu jam itu, tidak ada satu pun pekerjaan yang berhasil memuaskan Damian.

"Tuan, mungkin kita bisa ...."

"Rapat selesai."

Damian berdiri.

Semua orang langsung ikut berdiri.

Tanpa menoleh sedikit pun, pria itu keluar dari ruangan rapat.

Meninggalkan para bawahannya yang hanya bisa saling berpandangan.

Beberapa menghela napas lega. Sebagian lainnya masih menundukkan kepala, sedangkan gadis yang tadi dimarahi diam-diam menghapus air matanya.

Mereka kesal.

Mereka merasa diperlakukan tidak adil.

Tetapi tidak ada yang bisa berbuat apa-apa.

Alasannya jelas Damian adalah atasan mereka.

-----

Begitu sampai di ruang kerja, Damian langsung menjatuhkan tubuhnya ke kursi.

Tangannya memijat pelipis yang terasa berdenyut. Kini, waktu tersisa empat hari lagi sebelum pertunangan. Seharusnya banyak hal yang perlu dipersiapkan. Namun Damian berusaha untuk tidak memikirkannya.

Apa yang perlu dipikirkan?

Sophia sudah menyerahkan seluruh tabungannya.

Itu sudah cukup membuktikan bahwa wanita itu memang berniat memutuskan semua hubungan dengannya.

Sempat terlintas di pikirannya untuk menculik dan mengurung Sophia sampai hari pertunangan tiba.

Namun setelah dipikir-pikir lagi, dengan sifat keras kepala wanita itu, tindakan seperti itu hanya akan membuatnya semakin memberontak.

Wanita seperti Sophia ....

Apa bisa diperlakukan sesuka hati?

Pandangan Damian jatuh pada celengan ayam yang berada di atas mejanya.

Ia menepuk kepala celengan itu pelan.

Seolah sedang memperingatkan pemiliknya agar tidak macam-macam.

"Tuan!"

Damian mengangkat kepala.

B e r s a m b u n g ....

Jangan lupa tinggalkan jejak, yah. Makasih 。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。

1
falea sezi
mending ma Damian 🤣 dripada si goblok arkan kayaknya Sintia licik bgt ini jalang🤣
falea sezi
jangan mau sopii🤣 ada yg singgle. kok milih jd pelakor
Rumia Dell: Sopii food kah😭
total 1 replies
falea sezi
klo ma arkan pasti di nanti sintya ge recokin
falea sezi
ini mah bukan hemat tp medit buat diri sendiri😒
Rumia Dell: Gak boleh gitu, demi rumah impian 🤣
total 1 replies
Juli Rosan
keren
Rumia Dell: Ikutin terus ceritanya yah😍
total 1 replies
Dede Kurniawan
Seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!