Wei Ying adalah wanita single berusia 35 tahun yang memiliki hobi membaca web novel.
Wei Ying merasa iba pada karakter jahat dalam web novel yang ia baca, meski jahat karakter itu memiliki masa lalu yang kelam. Lalu karena terlalu terbawa suasana, ia berkata..
"Jika aku yang menjadi ibunya, aku pasti akan memberinya kasih sayang dan masa kecil yang bahagia.."
Kemudian, seolah menganggap omong kosong itu sebagai doa, layar handphonenya menyeret Wei Ying masuk.
Kini, Wei Ying menyesali perkataannya. Namun, bubur sudah jadi nasi. Ia bertekad untuk mengubah ending novel, dimana dirinya mati mengenaskan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyKucing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7 Sebenarnya Apa Itu?
Di halaman belakang, Lu Shu bermain bersama Lu Bao dan Lu Xue. Ia mengukir di tanah dengan sebatang kayu, menulis beberapa huruf dan kata.
Lu Bao dengan semangat mengeja setiap kata yang di ukir oleh kakaknya, mereka terlihat begitu ceria. Hingga Wei Ying datang dan membuat ke tiganya menatap dengan takut dan mulai melangkah mundur.
Wei Ying yang melihat reaksi itu langsung berhenti, "Oh, Ibu hanya ingin memberitahu jika makanannya sudah siap. Ayo makan." ujarnya.
Tapi ke tiga anak itu hanya diam, Wei Ying melangkah maju tapi mereka kembali mundur. Melihat itu Wei Ying merasa deja vu.
"Sekarang kenapa lagi.." ujarnya dalam hati. Hingga matanya tak sengaja melihat Lu Xue yang terus melirik ke arah tangannya. Wei Ying seketika menepuk jidatnya, ia memegang sutil yang mana itu membuat anak-anak merasa terancam lagi.
Mereka mengira Ibu Wei akan memukul mereka lagi, padahal sebenarnya ia baru selesai masak dan segera bergegas mencari ke tiganya.
"Ah~ Itu... Ibu sudah selesai memasak, ayo makan, anak-anak." ujarnya dengan senyum canggung dan tingkahnya yang gelagapan.
"Ayo!" seru Wei Ying saat tak melihat respon berarti dari ketiga anak itu. Dan dengan langkah hati-hati juga raut wajah yang suram mereka mulai melangkah, mengikuti Wei Ying menuju dapur.
Di meja makan sudah terhidang nasi hangat yang mengepul dengan berbagai hidangan daging kelinci, daging kelinci panggang, daging kelinci tumis dah sate daging kelinci, juga beberapa sayur segar yang hijau.
Lu Shu menatap ibu Wei yang sedang menyiapkan nasi untuk mereka dengan tatapan rumit, selain ini adalah pertama kalinya Ibu Wei bersikap seperti itu. Lu Shu juga tau jika semua makanan itu bukanlah hasil masakannya sendiri, melainkan muncul tiba-tiba dari ruang hampa.
"Wah, makanannya banyak!" seru Lu Bao dengan mata berbinar dan air liur yang hampir menetes.
Lu Xue menatap Wei Ying dan bertanya, "Ibu, apa kami boleh makan ini?"
Wei Ying mengangguk dan menyerahkan mangkuk penuh nasi ke masing-masing anak. "Ini, ambil lauk apapun yang kamu mau. Makan yang banyak!"
Lu Xue meneguk ludahnya, begitupun dengan Lu Bao. Aroma harum dari masakan di hadapan mereka begitu harum dan menggoda.
Melihat kedua adiknya yang begitu gembira melihat makanan lezat, Lu Shu tak kuasa untuk menolak. Akhirnya ketiga kakak beradik itu makan, begitu lahap hingga membuat senyum kecil terbit di sudut bibir Wei Ying.
.
.
Wei Ying duduk termenung di kamarnya, setelah makan malam dan menyuruh ke tiga anaknya untuk tidur kini tinggal dirinya yang tengah di liputi oleh banyak pikiran.
"Aku masih tidak tau.. bagaimana hal yang ku pikirkan bisa tiba-tiba muncul? Jika melihat dari berbagai pengalaman karakter orang yang bertransmigrasi, pasti muncul sesuatu seperti layar transparan atau sebuah guide yang akan membantu melewati setiap masalah." gumam Wei Ying, "Jadi, bagian mana yang muncul padaku ini? Status window atau seorang guide..."
Jarinya memijit pelipisnya, saat matanya terpejam sebuah ide terlintas dalam kepalanya.
"Oh! Status Window.. Open!" serunya dengan menjetikan jari, namun, sepuluh detik berlalu dan tak ada yang muncul.
Wei Ying menepuk jidatnya, merasa malu dengan tingkah cuninbyo nya. Lalu ia kembali berpikir.
"Oh! Sistem, Open!" serunya lagi dengan kedua tangan yang menengadah ke atas seraya kepalanya turut mendongak menatap langit-langit.
"Sial! Bukan juga ya!" makinya kesal.
Wei Ying sudah kehabisan ide dan ia benar-benar jengkel sekarang.
"Jadi apa sebenarnya yang tadi itu!" teriaknya frustasi seraya menjambak rambutnya.
garam sama gula pada burek warna nya🤭🤭🤭