NovelToon NovelToon
Menaklukkan Om Duda Tampan

Menaklukkan Om Duda Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Dunia Masa Depan
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ell.ellsan

Andreas Bramawijaya, seorang CEO ternama yang tampan dan selalu bersikap dingin. Sikap dingin nya itu, tidak lain karena dia kecewa dengan keluarga nya, dan kehilangan istri dan anak tercinta nya karena kecelakaan.
Akibat kehilangan istri dan anak nya, Andreas menjadi seseorang yang sangat dingin, ketus dan jarang tersenyum sehingga ditakuti banyak orang.
Bu Stella, kepala pembantu di rumah Andreas, yang sudah menemani Andreas sejak kecil, sangat kasihan melihat tuan yang sudah dianggap seperti anak nya itu berubah menjadi pendiam setelah ditinggal anak istri nya.
Akhir nya Bu Stella inisiatif untuk mendatangkan anak semata wayang nya ke rumah Andreas untuk menemani dan merawat Andreas supaya mau berubah menjadi Andreas yang seperti biasa lagi.
Savanna Zelindra anak yang baru lulus SMA, terpaksa harus menuruti kemauan ibu nya untuk ikut pindah kerumah bos nya. Apakah Savanna akan bisa berhasil menaklukkan sang bos duda tampan yang dingin?
Ikuti terus ya cerita nya🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ell.ellsan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilanda kebingungan

Savanna masih terdiam, banyak sekali yang ingin ia bicarakan, tapi harus dari mana dia memulai.

"Nak, sayang, kenapa malah bengong?" Bu Stella mengusap pundak Savanna.

Savanna terperanjat. "Hmm maaf bu, banyak sekali yang aku fikirkan."

"Maaf nak, Ibu tidak akan memaksa. Semua keputusan ada di kamu. Ibu hanya mengeluarkan isi hati ibu."

"Aku sangat sangat menyayangi ibu, aku tau ibu orang yang sangat baik, sehingga ibu menyayangi majikan ibu juga. Tapi bagaimana bu dengan pendidikan ku? Aku ingin kuliah, walau aku tahu ini adalah beban lagi untuk ibu. Dan bagaimana juga dengan nenek? Nenek sekarang makin tua, siapa yang akan menjaga nenek?"

Savanna mengeluarkan semua isi fikiran nya.

"Dan satu lagi bu, aku dengar tadi, majikan ibu jarang bicara setelah kejadian ditinggal istri dan anak nya. Bahkan kejadian itu sudah 5 tahun, dan 5 tahun itu bukan waktu yang sebentar bu? Apakah aku akan bisa meluluhkan kembali sikap dia?"

Savanna terus berbicara mengutarakan semua nya.

"Soal pendidikan mu, kamu bisa menambah uang kuliah kamu dengan membantu ibu dirumah majikan ibu. Dan untuk nenek, seperti nya nenek tidak akan keberatan kalau kamu benar benar serius ingin ikut dengan ibu. Kamu masih bisa melihat nenek setiap hari minggu dan hari libur."

"Apakah iya nenek akan setuju semudah itu?"

"Ibu sangat percaya, nenek mu adalah seorang yang sangat baik. Dia akan merela kan apapun, demi kebahagiaan anak nya."

Savanna mengangguk.

"Terus soal pertanyaan majikan ibu?"

"Majikan ibu pun manusia sayang, dia bisa berubah dan hatinya bisa mencair kalau terus menerus diberi perhatian."

"Apakah menurut ibu, ibu yakin ini yang terbaik buat aku?"

"Ibu sangat yakin nak, ibu akan selalu mendo'akan dan akan selalu mengusahakan yang terbaik untuk kamu."

"Hmm ya sudah kalau menurut ibu itu yang terbaik buat aku."

"Jadi, sekarang kita pulang dulu yu ketemu nenek. Kita minta izin ke nenek." kata Stella sambil mengusap rambut Savanna.

Savanna mengangguk, dan mereka pergi ke rumah nenek nya, rumah lama bu Stella.

"Uhuk.. uhuk..." Andreas terbatuk.

Dengan sigap pak Feri langsung menghampiri Andreas dan memberikan segelas air minum.

"Tuan maaf ini di minum dulu." pak Feri membetulkan posisi Andreas.

Andreas memegang kepala nya yang sedikit pusing.

"Kemana bu Stella?" Andreas langsung teringat dengan bu Stella karena biasa nya, ketika sudah mabuk berat, bu Stella lah yang membantu memberi obat untuk nya.

"Kebetulan bu Stella berangkat menemui anak nya. Kata nya kalau belum janji, bu Stella juga gak akan berangkat karena lihat kondisi tuan seperti ini. Tapi karena sudah janji dengan anak nya, jadi bu Stella tetap pergi menemui anak nya."

Andreas mengangguk, dia ingat, kemarin bu Stella memang meminta izin untuk bertemu dengan anak nya.

"Ya sudah pak Feri keluar, saya mau membersihkan diri saya."

"Oh iya pak, kalau begitu, saya keluar dulu pak, kalau ada apa apa, panggil saja pak."

Andreas tak menjawab, dia langsung turun dari kasur, dan pergi ke kamar mandi.

Setelah mandi, kondisi badan nya mulai agak enakan. Dia langsung turun untuk mencari makan, karena dia teringat ucapan bu Stella yang selalu mengingatkan, setidak nya dia harus makan.

"Tuan, apakah mau saya siapkan makanan nya? kebetulan bu Stella nya sedang pergi." Yuni langsung sigap mendatangi tuan nya ketika tahu tuan nya mau makan.

"Saya bisa sendiri." jawaban Andreas dingin.

Yuni hanya bisa menelan ludah mendengar jawaban Andreas, akhirnya dia memutuskan untuk mundur saja dan pergi ke dapur.

Setelah selesai makan, Andreas lalu pergi ke ruang kerja nya. Karena dia bangun setelah tengah hari, pasti nya dia tidak akan ke kantor hari ini, dan akhir nya bekerja di rumah.

Andrea masih betah duduk di ruang kerja nya, dia melihat jam ternyata sudah menunjukan pukul 03.00 sore.

"Apakah bu Stella belum pulang?" Dia bergumam sendiri, karena biasa nya jika dia berlama lama di ruang kerja, bu Stella selalu menyusul untuk mengingatkan supaya dia tak lupa untuk istirahat, dan banyak minum air putih.

Karena Andreas penasaran, akhir nya dia melihat kebawah. Ternyata belum, bu Stella belum terlihat. Akhir nya dia memutuskan untuk ngegym di rumah.

Bu Stella dan Savanna akhirnya sampai di rumah nenek nya.

Savanna tiba tiba sedih, memikirkan nenek nya yang akan ditinggalkan oleh nya. Dia sangat tidak rela meninggalkan orang yang telah mengurus nya, tapi dia pun sangat ingin bersama dengan ibu nya. Savanna dilanda kebingungan. Dia berharap semoga ada solusi yang terbaik untuk keputusan diri nya.

1
Ell.ellsan
jangan lupa kasih masukan ya teman teman. terimakasih sudah membaca😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!