Namanya Zhara Chandrawinata, gadis berusia 20 tahun. Ia punya mimpi hidup tenang, bahagia, dan kaya raya.
Di balik senyumnya yang manis, Zhara tumbuh dari kluarga broken home, ia tidak menyangka hidupnya akan berjalan sulit, mimpi yang ia bangun, keputusan yang di ambil, kisah cintanya, selalu terbentur masalah.
Tahun demi tahun berlalu, Zhara mulai kehilangan arah. Pikirannya lelah, hatinya terluka, pada akhirnya tubuhnya menyerah. Zhara ditemukan meninggal karena Asam Lambung GERD yang ia derita.
Dewa kematian berkata. Jiwanya tidak dapat menyebrang, karena ada seseorang yang menukar jiwanya, agar Zhara hidup kembali.
Dalam gelap Zhara mendengar ada yang manggil namanya, “Zhaa.. bangun.. Jangan tidur dikelas! ” Zhara terbangun di ruang kelas dan melihat Tiara menggoyangkan lengannya.
Zhara kembali hidup dan siapa yang telah menukar jiwanya?
mengapa dewa kematian masih mengikutinya?
Apakah pertukaran jiwa itu tidak sempurna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Belong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keputusan yang dibulatkan
...“Iah ibu, ada apa memanggil Zhara?” Zhara menghampiri ibunya....
...“Memgapa kamu menolak kuliah, jangan membantah lagi, kamu harus mendaftar kuliah?.” Tanya ibunya dengan serius....
...“Iya, Zhara rasa kuliah itu tidak harus.” Jawab Zhara memalingkan wajahnya....
...“Kuliah D1 itu hanya satu tahun. kamu bisa memilih jurusan, yang nantinya mempermudahkan mencari pekerjaanmu.” Kata ibunya menjelaskan....
...“Buu... Zhara serius, sudah Zhara putuskan tidak kuliah. sekarang kita tidak mampu bu.” Zhara meyakinkan ibunya....
...“Apa kamu pikir ibu tidak sanggup menanggung sekolahmu?.” Suara ibunya meninggi...
...“Bu... Biaya Zhara kuliah Diploma itu tidak sedikit, apalagi Biru sebentar lagi masuk SMA sudah pasti uang muka sangat besar...” Jawabnya penuh hati hati....
...“Semua temanmu melanjutkan pendidikannya, apa kamu yakin dengan keputusanmu? Apa kamu tidak malu hanya kamu yang lulusan SMA?...” Tanya ibunya dengan lirikan tajam....
...“Tidak. Zhara tidak malu bu, ibu tenang saja." Jawabnya seraya pergi menuju kamarnya...
...Andai ayahnya tidak berjudi, andai keluarganya tidak banyak hutang, dan tidak ada masalah dalam keluarganya....
...Zhara sangat senang bisa melanjutkan pendidikannya, apa lagi bekerja menjadi Chef di Hotel adalah keinginannya....
...Sayangnya jalan hidup tidak dapat ditebak, keinginan dan usaha terkadang tidak sesuai dengan kenyataan....
...Seminggu setelah kelulusan. Ibunya selalu bertanya apakah Zhara masih mau kuliah, pertanyaan ibunya tidak pernah habis....
...Zhara tau ibunya tidak dapat membiayai kuliahnya. Ibunya merasa malu dengan Orang Tua teman teman Zhara, di desanya hanya Zhara yang tidak melanjutkan pendidikan....
...Zhara memahami kondisi Keluarganya, Ia tidak ingin menjadi penambah beban Keluarga....
...Ia selalu menjawab bahwa keputusannya sudah bulat, tidak mau maupun malu....
...Zhara sangat sadar, ekonomi Keluarganya belum membaik. Dengan Zhara melanjutkan kuliah itu dapat menekan batinnya, dimana Ia akan sulit meminta uang untuk membayar ini dan itu....
...Ia harus mencari pekerjaan tambahan di saat jam kuliah yang terbatas, apalagi dengan kondisi Biru yang akan melanjutkan pendidikan SMA....
...Zhara lebih mengutamakan biaya keperluan sekolah Biru daripada dirinya, memilih mencari pekerjaan demi membantu biaya Biru melanjutkan pendidikannya....
...Zhara menghampiri Biru yang sedang duduk melamun di teras....
...“Biru mengapa kamu tadi tidak sarapan? Ibu masak kesukaanmu loh?...” Ucap Zhara seraya duduk disebalah Adiknya....
...“Apa karena aku akan melanjutkan pendidikan ke SMA,... Kak Zhara tidak mau kuliah?.” Potong Biru bertanya....
...Zhara tersenyum melihat raut wajah Adiknya cemas “Kamu dengar dari siapa?...”...
...“Tidak ada.” Jawabannya singkat menundukkan kepala....
...“Apa alasan kakak menolak untuk kuliah?.” Gumanya bertanya....
...“Kakak sangat bosan sekolah sambil bekerja, itu membuat kakak tidak fokus belajar... Apalagi kuliah itu menghabiskan banyak waktu di sekolah...” Zhara meyakinkan Adiknya....
...“Apa kakak tidak iri dengan teman kakak?.” Sorot matanya penuh tanya....
...“Akan lebih iri jika sudah sekolah tinggi tapi sulit mencari pekerjaan. Sudah bekerja dengan gaji minim gengsi, tapi jika tidak bekerja lebih gengi.” Katanya dengan tenang....
...“Kata siapa?... Banyak orang setelah kuliah, pergi bekerja ke kota. Mereka bekerja di Hotel dan di Restoran...” Jawab Biru dengan tegas....
...Zhara tersenyum mendengar pernyataan Adik nya, dengan lembut Zhara menjawab....
...“Nanti Biru semangat sekolahnya, agar bisa bekerja di tempat impian yah. Menurut sama ibu, jangan sering sering ngambek!.”...
...“Tapi Ibu berpikir kakak tidak patuh.” Dahinya mengkerut....
...“Kakak hanya tidak patuh untuk hal ini saja.” Jawabnya dengan senyuman. ...
...Sejak Zhara kecil, Ibunya yang menentukan semua tentangnya, dari warna berpakaian, menentukan hobby, sampai mengambil keputusan....
...Ibunya yang merasa gagal dalam hidupnya, tidak ingin Zhara seperti Ayahnya dan berharap Anak Anaknya tidak mengikuti jejak sang Suami....
...Dengan tegas Ibunya menetapkan pola asuh, dimana Orang Tua selalu mengambil keputusan overcontrolling. Menyebabkan Zhara sulit membuat keputusan mandiri, cemas di keritik, dan tidak percaya diri....
...Mengambil keputusan tidak kuliah saja, sudah membuat Zhara takut salah dan merasa gagal. Merasa setiap keputusannya telah menyakiti perasaan Ibunya....
...“Apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu?ibu bisa meminjam biaya untuk kuliahmu.” Pertanyaan itu masih saja menerornya....
...“Ibu Zhara minta maaf, jika Zhara tidak mau kuliah. Ini keputusan yang sudah Zhara ambil dengan matang.” Zhara menjawab dengan perasaan tidak nyaman....
...“Baiklah! . Apapun itu jangan salahkan ibu jika suatu saat kamu menyesal.” Ibu memperingatinya....
...“Dan jangan iri pada Biru jika ia suatu saat melanjutkan kuliah.... ibu tidak berniat pilih kasih Zhara... Ibu ingin kamu mendapat pekerjaan yang layak.” Ucapnya penuh tekanan....
...“Zhara paham bu.” Jawabnya singkat....
...◦•●◉✿✿◉●•◦...
...Teman sekelas Zhara mengunjunginya. Namanya Tiara Kirana, Dia tinggal di Desa sebelah....
...Tiara ingin mengajak Zhara melamar pekerjaan bersamanya....
...Setelah lulus SMA Ia tidak lanjut kuliah karena tidak punya biaya, Ia hanya tinggal berdua dengan Ibunya, sedangkan Ayahnya sudah tinggal dengan Istri kedua....
...“Zhara. Aku dengar kamu tidak lanjut kuliah?...” Tanya Tiara....
...“Iya tii, ekonomi keluargaku kurang baik saat ini.” Jawabnya pelan sembari menyodorkan teh hangat di meja....
...“Sama dong.” Tiara tersenyum....
...“Bagaimana kalau kita melamar pekerjaan?... Aku dapat informasi di tempat kerja kakak sepupuku ada lowongan pekerjaan loh..." Ajaknya dengan semangat....
..."Gimana caranya Tiara? ... Kita hanya lulusan SMA?.” Tanyanya dengan kening mengernyit. Otaknya membayangkan, Ia sedang bekerja di pabrik atau garmen....
...“Aku punya dua kakak sepupu, yang satu bekerja di Hotel sebagai Chef dan yang satu lagi bekerja di Restoran sebagai Waitress.” Ujarnya semangat....
...“Dia mau membantu menghubungkan kita... Diterima atau tidak, setidaknya kita bisa coba dulu Zhara.” Kata Tiara dengan penuh percaya diri....
...“Emm gimana yahh...” Jawab Zhara ragu....
...“Ihh Zhara coba dulu yahh, kan kita besfren Zhaa...” Tiara menggoyang goyangkan lengannya sembari merenggek....
...“Baik lah tuan Putri, besok kita meluncur.” Jawabnya sembari meledek....
...Setelah kemarin seharian Zhara membuat surat lamaran, mencetak Foto, dan melengkapi Dokumen lainya....
...Hari ini Zhara dan Tiara menuju Kota untuk melamar pekerjaan. Dalam hatinya gusar, apakah tujuanya akan berjalan lancar....
...Tujuan pertama ke Restoran Lobster melamar menjadi Waitress, Manajer Restoran menolak dengan alasan hanya menerima yang sudah berpengalaman atau yang lulusan SMK yang sudah di Training....
...Mereka menuju lokasi ke Dua, di Hotel yang di tuju Kakak Sepupu Tiara bekerja. Disana mereka juga di tolak dengan alasan yang sama, dengan hati yang berat Zhara dan Tiara pulang ke Desa....
...“Zhara masih semangat kan?.” Tanya Tiara memastikan temanya tidak menyerah begitu saja....
...“Ternyata sesulit itu yah.” Zhara menunduk dengan wajah yang letih...
...“Baru segitu aja Zha!...kita belum ketemu yang lebih menantang loh...” Ledek Tiara sambil terkekeh....
...“Iya... Iya... Iya, Si paling kuat. Nanti kalau sudah ada informasi, kabari lagi ya Tuan Putri.” Jawab Zhara melambaikan tangan perpisahan....
...Zhara yang tidak menyerah mencari lowongan kerja. Dari lowongan di koran, bertanya pada Orang yang sudah bekerja, sampai akhirnya Zhara mendapat informasi pekerjaan dari Pamannya Bara Adik dari Ibunya....
...Paman Bara yang bekerja sebagai Sopir Travel Pariwisata. Menyarankan Zhara bekerja di SPA, tempat Pamanya sering membawa Tamu Wisatawan. Disana sedang membuka lowongan pekerjaan....
...Dengan semangat Zhara dan Tiara kesana untuk melamar, Zhara dan Tiara diterima akan tetapi bulan pertamanya tidak mendapat gaji karena masih di Training, kebetulan Spa itu menerima pemula....
...Tetapi kabar itu membuat Ibunya tidak senang, Ibunya tidak suka Zhara bekerja di Spa, walau Zhara sudah menjelaskan Spa itu profesional...