NovelToon NovelToon
PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Sistem
Popularitas:82.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Enam tahun lalu, Alisha Husnah melangkah keluar dari kediaman mewah keluarga Raffasyah dengan hati hancur. Sebuah skandal menjijikkan yang dirancang rapi memaksanya percaya bahwa suaminya, Fardan, telah berkhianat. Alisha pergi, membawa rahasia besar tentang janin yang dikandungnya.

Kini, takdir membawa mereka bertemu dalam sebuah proyek besar. Fardan, sang CEO dingin yang menyimpan dendam atas kepergian istrinya, memberikan ultimatum kejam: kembali padanya atau kehilangan hak asuh atas putra mereka, Ghifari.

Namun, baik Fardan maupun keluarga besar Raffasyah tidak menyadari satu hal. Ghifari bukan sekadar bocah biasa. Dibalik wajah imutnya, tersimpan kecerdasan genius yang ia warisi dari ayahnya. Sementara orang tuanya terjebak dalam perang dingin dan sisa-sisa cinta yang luka, Ghifari mulai bergerak dibalik layar.

Dia bukan hanya ingin menyatukan Ayah dan Ibunya saja. Tapi misinya ingin membongkar topeng busuk para penghuni "istana" yang memisahkan keluarganya. Si kecil siap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JEJAK GULA.

"Bunda, aku tidak akan masuk ke dalam kabin pesawat itu kecuali Bunda ikut di sampingku."

Suara Ghifari terdengar datar namun tidak terbantahkan. Pagi itu, di ruang tengah apartemen yang masih beraroma kopi, Alisha berdiri terpaku di depan koper kecil putranya. Ia baru saja meminta Lucas untuk menyiapkan penerbangan darurat kembali ke London. Ketakutannya pada Fardan telah mencapai puncaknya setelah pertemuan di kantor kemarin.

Alisha berlutut di depan Ghifari, memegang kedua bahu kecil itu. "Hanya untuk sementara, Sayang. Bunda harus menyelesaikan kontrak triliunan ini. Setelah itu, Bunda janji akan menyusul."

Ghifari menggeleng perlahan, matanya yang tajam menatap lurus ke dalam manik mata Alisha. "Bunda takut pria itu tahu aku anaknya. Tapi melarikan diri hanya akan membuat dia semakin curiga. Algoritma pemburu selalu bekerja lebih keras saat mangsanya menjauh."

Alisha tersentak mendengar pilihan kata putranya. Ia menatap Sarah yang berdiri di dekat dapur dengan wajah prihatin.

"Al, mungkin Ghifari benar," ujar Sarah pelan. "Asalkan kita memastikan Ghifari tidak berpapasan lagi dengan Fardan selama di Jakarta, semuanya akan baik-baik saja. Jakarta ini luas, tidak mungkin mereka bertemu di setiap tikungan jalan."

Alisha menghela napas panjang, memijat pelipisnya yang mulai berdenyut. "Perasaanku tidak enak, Sarah. Fardan bukan pria yang mudah menyerah jika sudah menginginkan sesuatu. Dia pasti sedang mengerahkan orang-orangnya sekarang."

Lucas, yang sejak tadi berdiri siaga di dekat pintu, melangkah maju. "Aku akan menjaganya dua puluh empat jam, Al. Sistem keamanan portabel sudah kupasang di semua perangkat Ghifari. Jika ada orang asing mendekat dalam radius lima meter, ponselku akan memberi peringatan."

Melihat dukungan dari para sahabatnya, Alisha akhirnya melunakkan pandangannya. Ghifari yang menyadari perubahan suasana hati ibunya segera menyimpan tabletnya ke dalam tas ransel kecil.

"Bunda, Tante Sarah janji akan membawaku ke taman bermain hari ini," ucap Ghifari, mengalihkan pembicaraan dengan nada yang sedikit lebih ceria, meski ekspresinya tetap tenang. "Boleh aku pergi? Aku ingin melihat bagaimana struktur tata ruang hiburan di sini."

Alisha ragu sejenak. "Taman bermain? Tempat itu sangat ramai, Ghifari. Banyak orang yang bisa memperhatikanku lewat dirimu."

"Aku akan memakai topi dan masker, Bunda. Lagipula, Bunda bilang aku harus mencoba menjadi anak kecil biasa sesekali," bujuk Ghifari.

"Biarkan dia pergi, Al. Dia butuh menghirup udara segar setelah perjalanan panjang dari London," tambah Sarah meyakinkan.

Setelah perdebatan singkat, Alisha akhirnya mengangguk. "Baiklah. Tapi Lucas harus berada tepat di belakangmu. Bunda akan menyelesaikan pekerjaan di kantor secepat mungkin dan menyusul kalian di sana."

Taman bermain di pusat kota itu tampak sangat meriah. Suara tawa anak-anak dan musik dari komidi putar memenuhi udara. Bagi Ghifari, ini adalah pemandangan yang langka. Selama di London, waktunya lebih banyak dihabiskan di perpustakaan atau ruang kerja kakek angkatnya, Henry. Ia menatap bianglala raksasa dengan dahi berkerut, seolah sedang menghitung beban mekanis pada porosnya.

"Wah, lihat itu Ghifari! Lolipop pelangi!" seru Sarah menunjuk sebuah gerai permen.

Lolipop bulat besar dengan warna-warni cerah itu tampak sangat menggiurkan di bawah sinar matahari. Ghifari menatapnya tanpa ekspresi, namun matanya tidak bisa berbohong bahwa ia tertarik.

"Bunda bilang aku tidak boleh makan gula berlebihan, Tante Sarah. Itu merusak konsentrasi neurotransmitter di otak," ujar Ghifari dengan nada profesor kecilnya.

Sarah tertawa gemas dan langsung menarik tangan Ghifari menuju gerai tersebut. "Ayolah, ini rahasia kita berdua. Satu lolipop tidak akan membuat otak geniusmu melambat. Ini hadiah karena kau sudah mau ikut ke Jakarta."

Sarah membelikan lolipop terbesar dan menyerahkannya pada Ghifari. Bocah itu ragu sejenak, melirik Lucas yang hanya mengangkat bahu sebagai tanda setuju. Akhirnya, Ghifari mengambil permen itu dan mulai menikmatinya. Rasa manis buah-buahan langsung menyebar di lidahnya, membuatnya sedikit rileks.

Namun, di tengah keriuhan itu, sepasang mata sedang mengamati mereka dari balik kerumunan pengunjung. Dewa, asisten kepercayaan Fardan, berdiri tak jauh dari sana dengan pakaian kasual dan topi yang ditarik rendah. Ia sudah mengikuti mereka sejak keluar dari apartemen.

"Sulit sekali," gumam Dewa pada alat komunikasi kecil di kerahnya. "Pengawal campuran itu menempel seperti bayangan. Aku tidak bisa mendekat untuk mengambil sampel rambut."

Dewa terus menjaga jarak aman, menunggu celah sekecil apa pun. Ia melihat Ghifari sedang asyik menghisap lolipopnya sambil berjalan menuju area air mancur. Tiba-tiba, dari kejauhan, sosok Alisha yang baru saja sampai terlihat melambai ke arah mereka.

Ghifari tersentak. Ia teringat larangan ibunya soal permen manis. Dengan gerakan spontan dan cepat, ia mencabut lolipop yang masih tersisa separuh itu dari mulutnya dan melemparkannya ke dalam tempat sampah kecil di pinggir jalan sebelum Alisha sampai di depan mereka.

"Bunda sudah sampai?" tanya Ghifari dengan wajah polos, berusaha menyembunyikan sisa rasa manis di bibirnya.

"Sudah. Apa kalian senang?" tanya Alisha sambil mengusap kepala Ghifari, tidak menyadari apa yang baru saja terjadi.

Dewa yang melihat kejadian itu langsung tersenyum penuh kemenangan. Begitu rombongan Alisha bergerak menjauh menuju area komidi putar, Dewa segera mendekat ke tempat sampah tersebut. Dengan gerakan sigap yang sangat terlatih, ia mengambil sisa permen lolipop yang masih basah oleh air liur Ghifari dan memasukkannya ke dalam kantong plastik bening yang steril.

"Dapat," bisik Dewa. Ia segera berbalik dan menghilang di antara kerumunan, meninggalkan taman bermain secepat kilat.

Satu jam kemudian, Dewa sudah berdiri di dalam ruang kerja Fardan Raffasyah. Suasana di ruangan itu sangat sunyi, hanya terdengar detak jam dinding yang berat. Fardan duduk di balik meja besarnya, menatap jendela dengan tatapan kosong.

"Tuan, saya membawanya," ucap Dewa pelan.

Fardan berbalik seketika. Matanya tertuju pada kantong plastik bening yang diletakkan Dewa di atas mejanya. Sebuah sisa permen lolipop berwarna pelangi.

"Apa ini?" tanya Fardan, alisnya bertaut. "Aku memintamu mengambil rambut atau sampel DNA, bukan sampah."

"Ini sisa permen yang baru saja dimakan oleh bocah itu, Tuan. Pengawal Alisha sangat ketat, mustahil bagi saya untuk menyentuhnya tanpa menimbulkan keributan. Namun, air liur yang menempel pada permen ini mengandung materi genetik yang cukup untuk tes DNA," jelas Dewa dengan detail.

Fardan menatap lolipop itu dengan perasaan campur aduk. Ada rasa jijik, namun lebih banyak rasa penasaran yang membakar jiwanya. Jika bocah itu benar-benar anaknya, maka lolipop murah ini adalah kunci yang akan membongkar semua kebohongan Alisha selama enam tahun terakhir.

"Segera bawa ini ke laboratorium pusat kita," perintah Fardan dengan suara rendah yang bergetar karena emosi. "Gunakan jalur prioritas. Aku ingin hasilnya keluar malam ini juga. Jangan biarkan satu orang pun tahu tentang tes ini, termasuk keluargaku."

"Baik, Tuan. Saya akan langsung berangkat," jawab Dewa, lalu mengambil kembali kantong plastik itu dan melangkah keluar.

Setelah Dewa pergi, Fardan menyandarkan punggungnya ke kursi kebesarannya. Ia memejamkan mata, namun wajah Ghifari terus muncul di kegelapan. Wajah yang begitu mirip dengannya saat ia masih kecil, tatapan dingin yang sama, dan keangkuhan yang serupa.

"Jika kau benar darah dagingku, Alisha... kau telah melakukan kesalahan terbesar dengan menyembunyikannya dariku," bisik Fardan pada kesunyian ruangan.

Di sisi lain kota, Ghifari sedang duduk di dalam mobil dalam perjalanan pulang. Ia tampak sibuk dengan tabletnya, namun pikirannya sedang bekerja keras. Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres saat ia membuang permennya tadi. Sensor keamanan pada jam tangannya sempat mendeteksi pergerakan aneh di belakangnya, namun data tersebut terlalu singkat untuk dianalisis.

"Bunda," panggil Ghifari pelan.

"Iya, Sayang?" sahut Alisha yang sedang menatap jalanan.

"Apa Ayahku orang yang gigih saat mencari sesuatu?"

Alisha terdiam sesaat, hatinya mencelos mendengar pertanyaan itu. "Iya. Dia pria yang tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan. Kenapa kau bertanya?"

"Tidak apa-apa. Aku hanya sedang memikirkan kemungkinan terburuk dari sebuah eksperimen," jawab Ghifari misterius, lalu kembali mengetikkan kode-kode di layarnya.

Ghifari mulai meretas jaringan CCTV taman bermain yang baru saja mereka kunjungi. Ia ingin melihat siapa yang berdiri di dekat tempat sampah saat ia membuang permennya. Jantung Alisha berdegup kencang, ia merasa bayangan Fardan semakin dekat merayapi kehidupan mereka. Dan malam ini, sebuah hasil laboratorium akan menentukan apakah rahasia yang ia simpan rapat-rapat akan meledak dan menghancurkan segalanya.

1
Rahmawati Amma
fardan katanya jenius kok ngak cari tau kebenarannya malah langsung nuduh 🤣
Nanik Arifin
semoga setelah tinggal di Indonesia lagi, Fahmi tahu kebenarannya & berubah sikap + mau hijrah memperdalam agama spt adiknya. bgmnpun ada darah mama Ratih yg lembut mengalir di tubuhnya
Yanrina Savitri
Tikus berdasi ya Ghifari
Yanrina Savitri
Bukankah Maya ini punya anak dr suaminya yg jahat itu. Dimn anak2 nya skrng? Apa dibawa suaminya?
Yanrina Savitri
Abis dr parapat keberastagi lg thor. Daerah pegunungan ini
Yanrina Savitri
Thor mo nanya apakah author orang batak atau orang medan melayu?
Ramanda.: Saya suku Minang, tinggal di Medan kak.
total 1 replies
Yanrina Savitri
Tapi kl naik kebderaan bisa sewa mibil dr medan. Medan parapat ditempuh skitar 2 jam 45 menit dr medan. Skrng sdh ada tol yg menghubungkan medan sp siantar. Dr siantar parapat 30 menit. Hitung2 kl naik pswt dr jakarta bisa lbh lama .
Yanrina Savitri
+5 Bandara terdekat dari Parapat adalah Bandar Udara Sibisa (sekitar 15 km, 30-45 menit). Namun, bandara utama yang paling sering digunakan wisatawan dengan konektivitas penerbangan lebih baik adalah Bandar Udara Internasional Sisingamangaraja XII atau sebelumnya dikenal sebagai Bandara Silangit (DTB) (sekitar 2 jam
Aghitsna Agis
kurung aja trs kasihkan kebuaya darat buat sarapanya biar aman
Lia siti marlia
bener bener yah c fahmi gak ada otaknya ...orang seperti dia harusnya di buang ke artatika🤭
Yanrina Savitri
Wang2 dikorupsi para koruptor dan yg disimpan di bank of Swiss semua balik lagi ke indonesia dibuat ghifari.
Lia siti marlia
selamat yah fajar akhirnya unboxing juga 🤭🤭🤭
Bintang 1016
jos jis pokoknya kak outhor,,,,semangat trs untuk up nya
Bintang 1016
kerennnnn💞💞👍👍👍👍
Julidarwati
badai pasti berlalu tergantung dri org mo pilih badai yg mn
Lia siti marlia
yap semangat fajar buat menghadapi badai di keluarga mu 💪💪💪😄
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Lia siti marlia
uh baru aja sah dah ada bibit pelakor 🤭untung aja langsung di hempaskan😄😄
Gustina Tina
mantap👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!