Di dunia yang dipenuhi para ahli bela diri dan kultivator kuat, Goo Yoon hanyalah seorang pemuda biasa yang bahkan tidak mampu mengalahkan murid terlemah di sekte.
Namun Goo Yoon memiliki satu hal yang tidak dimiliki orang lain—tekad yang tidak pernah patah.
Setelah terus dipermalukan dan diremehkan, suatu hari ia menemukan sebuah seni bela diri kuno yang telah lama hilang. Seni tersebut dikenal sebagai Teknik Pedang Dewa Gila, sebuah kekuatan yang bahkan para master legendaris tak mampu kuasai.
Dengan latihan yang penuh darah, rasa sakit, dan kegagalan, Goo Yoon perlahan berubah.
Dari seorang pemuda lemah…
Menjadi legenda yang ditakuti seluruh dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jenih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24: Rahasia Kelahiran Goo Yoon
Angin malam masih berhembus di hutan pegunungan itu.
Daun-daun berdesir pelan, seolah menjadi saksi pertarungan yang semakin memanas antara dua pendekar muda.
Goo Yoon berdiri tegak dengan pedangnya di tangan. Aura yang keluar dari tubuhnya masih terasa kuat, bahkan jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
Tubuhnya terasa ringan.
Energi di dalam nadinya mengalir deras seperti sungai yang baru saja terbuka bendungannya.
Di sisi lain, Kang Dae-Rin menatapnya dengan ekspresi yang tidak lagi santai.
Sekarang wajahnya benar-benar serius.
Ia bisa merasakan dengan jelas bahwa kekuatan Goo Yoon telah berubah.
“Energi itu…” gumamnya pelan.
“Tidak mungkin salah.”
Dua murid Sekte Naga Hitam yang berdiri di belakangnya juga merasakan tekanan dari aura Goo Yoon.
Mereka bahkan tanpa sadar mundur beberapa langkah.
“Kenapa auranya jadi seperti itu?”
“Seperti… seperti pendekar tingkat tinggi…”
Padahal sebelumnya mereka mengira Goo Yoon hanyalah pendekar muda biasa.
Namun sekarang, situasinya terasa sangat berbeda.
Kang Dae-Rin akhirnya berkata dengan suara berat.
“Kau… siapa sebenarnya?”
Goo Yoon sedikit mengerutkan kening.
“Apa maksudmu?”
Namun Kang Dae-Rin tidak langsung menjawab.
Ia menatap Goo Yoon dengan tajam, seolah sedang memastikan sesuatu.
Lalu ia berkata perlahan.
“Aura seperti itu hanya dimiliki oleh satu jenis orang.”
Suasana menjadi sunyi.
“Orang yang memiliki darah pendekar legendaris.”
Kata-kata itu membuat Goo Yoon terdiam sejenak.
“Darah pendekar…?”
Ia tidak pernah mendengar hal seperti itu sebelumnya.
Kang Dae-Rin melanjutkan.
“Ratusan tahun lalu, ada seorang pendekar yang dikenal di seluruh dunia bela diri.”
“Namanya… Pedang Langit.”
Nama itu terasa asing bagi Goo Yoon.
Namun entah kenapa, saat mendengarnya, jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.
Kang Dae-Rin terus berbicara.
“Pendekar itu begitu kuat hingga hampir tidak ada yang bisa menandinginya.”
“Konon katanya, ia bisa membelah gunung dengan satu ayunan pedang.”
Dua murid Sekte Naga Hitam yang mendengar cerita itu ikut menelan ludah.
Legenda Pedang Langit adalah cerita yang diketahui banyak pendekar.
Namun itu hanyalah legenda dari masa lalu.
“Kekuatan Pedang Langit tidak hanya berasal dari latihan,” lanjut Kang Dae-Rin.
“Melainkan dari darah yang mengalir dalam tubuhnya.”
Ia menunjuk ke arah Goo Yoon.
“Aura yang kau keluarkan barusan sangat mirip dengan aura yang diceritakan dalam legenda itu.”
Goo Yoon masih diam.
Pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan.
Jika kata-kata itu benar…
Apakah itu berarti dirinya memiliki hubungan dengan pendekar legendaris tersebut?
Namun sebelum Goo Yoon sempat bertanya—
Tiba-tiba ia teringat sesuatu.
Sebuah kenangan lama yang hampir terlupakan.
Saat ia masih kecil.
Saat ia duduk di depan rumah sederhana bersama kakeknya.
Kakeknya yang sudah tua pernah berkata sesuatu.
“Kau harus menjadi kuat, Goo Yoon.”
“Karena suatu hari… orang-orang akan datang mencarimu.”
Saat itu Goo Yoon mengira itu hanya kata-kata biasa.
Namun sekarang…
Mungkin kata-kata itu memiliki arti yang lebih dalam.
Kang Dae-Rin mengangkat pedangnya lagi.
Tatapannya tetap tajam.
“Jika kau benar-benar memiliki darah seperti itu…”
“Biarkan aku melihat seberapa jauh kekuatanmu.”
Namun sebelum ia sempat menyerang—
Goo Yoon tiba-tiba berbicara.
“Kalau aku benar memiliki darah pendekar legendaris…”
Ia menggenggam pedangnya lebih erat.
“Apa itu membuatku lebih kuat?”
Kang Dae-Rin menjawab tanpa ragu.
“Tidak.”
Jawaban itu membuat Goo Yoon sedikit terkejut.
“Kekuatan sejati tidak berasal dari darah.”
“Tapi dari seberapa keras kau melatih dirimu.”
Ia mengarahkan pedangnya ke arah Goo Yoon.
“Namun darah itu bisa membuat potensi seseorang jauh lebih besar.”
Angin malam kembali bertiup di antara mereka.
Suasana hutan terasa semakin tegang.
Dua pendekar muda berdiri saling berhadapan.
Namun kali ini, perasaan Goo Yoon berbeda.
Jika sebelumnya ia hanya bertarung untuk bertahan hidup…
Sekarang ia ingin mengetahui sesuatu.
Siapa dirinya sebenarnya.
Dari mana asal kekuatan dalam tubuhnya.
Goo Yoon menarik napas panjang.
Lalu mengangkat pedangnya.
“Kalau begitu…”
Tatapannya berubah lebih tajam.
“Aku akan menjadi lebih kuat dengan tanganku sendiri.”
Detik berikutnya—
WHOOSH!
Tubuh Goo Yoon melesat maju.
Pedangnya menebas udara dengan kekuatan penuh.
Kang Dae-Rin langsung menangkis.
CLANG!
Benturan pedang kembali menggema di seluruh hutan.
Namun jauh di dalam bayangan pepohonan—
Ada seseorang yang sedang memperhatikan pertarungan itu.
Seorang pria tua berjubah gelap berdiri di atas cabang pohon tinggi.
Matanya tajam menatap ke arah Goo Yoon.
Ia tersenyum tipis.
“Jadi akhirnya darah itu mulai bangkit…”
Ia berbisik pelan.
“Anak dari keluarga itu… benar-benar masih hidup.”
Angin malam berhembus melewati jubahnya.
Dan tanpa seorang pun menyadari—
Rahasia besar tentang kelahiran Goo Yoon perlahan mulai terungkap.
Rahasia yang bisa mengguncang seluruh dunia para pendekar.
yg bner mn nih?
Hubungannya dengan gurunya membuat aku nostalgia sama guruku /Determined/