NovelToon NovelToon
Sugar Duda Terjerat Cinta

Sugar Duda Terjerat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Balas Dendam / Penyesalan Keluarga
Popularitas:629
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Jenna tak sengaja menyelamatkan seorang bocah kecil yang terkurung bersamanya di gudang bar. Tak disangka, bocah itu merupakan anak kesayangan seorang duda berpengaruh.

Sebelumnya, Jenna tersisih dari keluarganya. Kakaknya bahkan membuat kedua orang tua mereka berbalik memusuhinya. Sementara itu, pria yang dulu ia cintai justru berpihak kepada sang kakak.

Kali ini, Jenna tidak berniat mengalah. Ia ingin membalas semua yang telah dialaminya sekaligus mengejar kembali mimpinya menjadi aktris terkenal. Namun, setiap langkahnya selalu dihadang berbagai rencana licik dari kakaknya yang terus berusaha menjatuhkannya.

Saat Jenna perlahan membantu anak sang duda membuka diri dari trauma, pria itu mulai memperhatikannya dengan cara yang berbeda.

Akankah ia jatuh cinta pada Jenna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan

“Kenapa? Nggak suka?” suara Marco terdengar dari belakang.

Jenna memegang dahinya. “Bukan soal suka atau nggak…”

“Terus?”

“Tuan Alamsyah .…”

“Pakai nama aku.”

“Baik … Marco, kamu nggak ngerasa… Kalau kamu terlalu baik sama aku?”

“Baru sadar?” ekspresinya seperti guru yang berhasil mengajari murid.

Jenna terdiam.

Melihat ekspresinya yang ragu, mata Marco sempat menggelap, lalu kembali normal. “Kamu nyelamatin Juju, dan dia masih butuh kamu. Apa salahnya aku baik sama kamu?”

Dia berhenti sejenak, lalu menatapnya. “Atau kamu mau aku pakai cara lain buat berterima kasih?”

“Nggak, nggak, ini aja cukup… bagus kok…” katanya cepat.

Dia tidak mau membahas cara lain itu.

Jenna sadar, dia dan Marco bukan dari dunia yang sama. Kalau Marco tahu masa lalunya, mungkin dia bahkan tidak akan membiarkannya bertemu Juju lagi.

“Masih pagi, istirahat dulu. Nanti turun buat sarapan.”

“Oke.”

Setelah Marco pergi, Jenna berbaring di tempat tidur besar itu, tapi tidak bisa tidur. Dia sedang menunggu kabar buruk.

Meskipun sutradara suka padanya, belum tentu mereka bisa melawan tekanan investor.

Akhirnya dia tidak tahan lagi.

Jenna duduk dan membuka laptop, lalu login ke Sosmed.

Putri Salju Kesepian: Hii?

Dewa Kematian: Wah, bintang besar Adiputra. Sempat juga hubungin rakyat jelata kayak aku?

Putri Salju Kesepian: kamu punya uang? Bisa pinjemin aku 20 Miliar?

Dewa Kematian: Ada apa?

Putri Salju Kesepian: Tolong jangan tanya.

Dewa Kematian: aku baru invest dana ke winery. Butuh waktu.

Putri Salju Kesepian: Berapa lama?

Dewa Kematian: 3 hari.

Putri Salju Kesepian: Makasih.

Dewa Kematian: Heh, Babby. Baru kali ini kamu minta sesuatu ke aku.

Putri Salju Kesepian: Kapan kamu balik ke Jakarta? aku jemput.

Dewa Kematian: Jenna, kamu kejam.

Melihat dia offline, Jenna merasa sesak. Dia tidak suka berutang budi, apalagi ke mantan.

Dia tahu ini menyakitkan, tapi dia tidak punya pilihan. Dia sudah lama kehilangan kemampuan untuk peduli dengan seseorang. Dan dia tidak ingin merasakannya lagi.

Dia juga tidak ingin meminjam uang dari Marco. Hubungannya dengan keluarga Alamsyah sudah cukup rumit. Dia tidak ingin makin terlibat, apalagi soal uang.

Satu jam kemudian, HPnya berdering.

Lunna.

Jenna menarik napas dalam sebelum menjawab. “Halo?”

“Jangan lupa besok syuting jam sembilan pagi. Datang sendiri. aku harus urus Maoy, nggak sempat ngurus kamu. Lagian kamu kan hebat!” nada Lunna tajam.

“Hah? Syuting?” Jenna kaget.

“Hadeh ... Masih tidur? Bangun! Hari pertama nggak boleh telat!” telepon langsung ditutup.

Jenna terpaku.

Apa yang terjadi?

Dia masih dapat perannya?

Dia langsung bangkit, mondar-mandir, lalu menelepon sutradara. “Halo, Sutradara Mamayo, maaf ganggu pagi-pagi. Aku mau tanya sesuatu.”

“Soal Direktur Adiputra mau ganti kamu?”

“Iya.” Hati Jenna mencelos. Jadi benar … Adiputra Billar sudah bertindak.

“Jenna, Produser Ernest, Penulis Nadd, dan aku semua sangat puas sama kamu. Tapi kenyataannya kejam, perasaan kita aja nggak cukup buat bikin film. Yang paling penting itu dana, jadi soal casting kadang bukan di tangan kita. Siapa yang punya keputusan terakhir? Tentu yang invest paling banyak!”

Hati Jenna perlahan tenggelam saat mendengar itu. Jadi dia tetap diganti? Tapi kenapa Lunna masih memberitahunya soal syuting?

“Semalam, Direktur Adiputra memang bicara sama aku. Dia nggak setuju kamu dipilih karena menurut dia kamu masih terlalu baru. Tapi…” Mamayo berhenti.

Jenna ingin sekali menariknya keluar dari telepon dan mengguncangnya. Kenapa nggak sekalian saja ngomong semuanya?

“Tapi, Jenna, kamu lagi beruntung. Ada investor lain yang tertarik sama kamu. Dia bilang nggak mau orang lain selain kamu yang mainin peran Arimbi. Kerja yang bagus!”

“Serius?” Hati Jenna yang tadinya hancur langsung melayang lagi. Rasanya seperti naik roller coaster. "Mamayo, kamu sengaja ya! aku hampir kena serangan jantung!”

“Hahaha, anak muda sekarang nggak sabaran ya?”

“Udah, jangan muter-muter! aku diganti atau nggak?”

“Nggak. Investor itu masuk 125 miliar, jumlahnya sama kayak total dari keluarga Adiputra dan Royal. Jadi dia yang punya keputusan akhir!”

“Bukannya investor cuma keluarga Adiputra sama Royal? Kok tiba-tiba ada yang baru?” Jenna merasa aneh.

“Dia masuk di saat terakhir. Nanti juga kamu tahu.” Suara Mamayo terdengar sangat senang.

Bagaimana tidak? Tiba-tiba ada tambahan 125 M. Dan dia tidak perlu lagi tunduk pada investor yang tidak paham apa-apa.

“Makasih!”

Begitu menutup telepon, pintu terbuka. Si kecil yang masih mengantuk berdiri di sana.

Jenna langsung berteriak senang, memeluk dan mencium pipinya. “Sayang! kamu pembawa hoki aku! kamu selalu nyelamatin aku!”

Dari luar pintu, sang raja iblis melihat gadis itu mencium anaknya dengan penuh semangat. Padahal jelas-jelas itu semua hasil usahanya.

Tapi sudahlah, tidak ada yang lebih penting daripada melihat senyum cerahnya.

Marco masuk dengan santainya. “Ada kabar baik?”

Jenna memeluk si kecil yang masih linglung. “Sutradara bilang aku nggak diganti! Investor terbesar justru milih aku!”

“Oh? Selamat ya.” Marco mengucapkannya dengan nada serius.

Jenna mengusap dagunya sambil berpikir. “Dia nggak bilang siapa investornya. Tapi pasti orangnya punya selera bagus! Pasti ganteng banget juga!”

Marco tersenyum tipis. “Gitu ya?”

“Jelas!” Jenna sudah seperti membela orang itu. Lalu dia teringat sesuatu. “Kalau aku syuting seharian, bahkan mungkin sampai malam, Juju gimana?”

Marco tidak langsung menjawab, malah menatap anaknya.

Setelah mendapat pelukan dan ciuman dari Jenna, si kecil sedang sangat bahagia. Tapi begitu mendengar itu, ekspresinya sedikit berubah. Dia lari ke kamarnya.

Jenna sempat tegang, takut dia mengurung diri lagi. Tapi tidak lama kemudian, dia kembali membawa papan tulis kecil. Di atasnya tertulis: semangat.

Jenna hampir menangis. “Makasih, sayang. kamu benar-benar malaikat aku!”

Marco melihat mereka berdua, tatapannya lembut dengan kehangatan yang belum pernah ada sebelumnya.

...***...

Hari ini adalah hari pertama syuting di studio pinggiran ibu kota.

Adegan pertama adalah jamuan istana. Kaisar menerima utusan asing. Pangeran Ibrahim, bersama wanitanya, Larasati, akan menggunakan kecerdikan mereka menghadapi tantangan. Sebagai Selir, Jenna tidak perlu banyak berakting. Dia hanya perlu terlihat memesona di sisi kaisar.

Namun tetap saja, memakai kostum berlapis-lapis di cuaca panas seperti ini sangat menyiksa.

Apalagi kostum Jenna paling rumit. Tidak hanya bajunya tebal, aksesori di kepalanya saja beratnya beberapa kilogram.

Setelah satu adegan selesai, meskipun dari luar tidak terlihat, tubuhnya sudah basah oleh keringat.

Begitu sutradara berteriak, “Cut!”, dua asisten Maoy langsung berlari menghampiri. Satu mengipasi, satu lagi memberi minum. Kursinya bahkan sudah dilengkapi alas pendingin.

Sementara di sisi Jenna, tidak ada satu pun asisten. Setelah syuting, dia bahkan tidak sempat minum seteguk air. Karena masih ada adegan, dia tidak bisa melepas kostumnya, jadi ia hanya membuka sedikit kerah untuk bernapas.

Semua orang memuji akting Maoy, bahkan sutradara ikut menambahkan beberapa pujian. Tapi ketika melihat layar, dia terus memutar ulang adegan yang menampilkan Jenna.

Meski tidak banyak dialog dan hanya beberapa kali disorot, ekspresinya sempurna. Tetap memikat bahkan saat bosan, dengan sedikit kesan meremehkan, seolah dia siap menghancurkan seluruh kerajaan.

Bagus. Dia akhirnya bisa tenang.

Tiba-tiba, seorang staf berteriak, “Nona Adiputra, pacar kamu datang!”

Yang dimaksud tentu Maoy.

Zergan berjalan mendekat dengan pakaian santai. Di belakangnya ada dua orang membawa kotak besar, lalu mulai membagikan es krim.

“Wah! Keren! Makasih, Tuan Pratama!”

“Baru hari pertama, pacarnya sudah datang. Beruntung banget!”

“Nasib jomblo kayak kita gimana!”

Maoy tersenyum malu. “Aduh, kalian ini…”

Dia lalu membawa satu kotak es krim ke Jenna. “Junior, makan juga ya.”

“Makasih.” Jenna menerimanya dengan sopan.

Wanita itu selalu bersikap seperti malaikat di depan orang lain, apalagi di depan Zergan. Jenna sudah muak melihatnya, tapi sebagai aktris, dia tetap ikut bermain.

Setelah kembali ke tempatnya, Maoy tampak ragu, lalu berkata pelan, “Zergan, aku khawatir sama Jenna…”

“Ada apa?” Zergan langsung bertanya.

“Semalam di acara pembukaan, Papaku ketemu dia. aku nggak tahu dia ngomong apa, tapi Papa marah besar sampai mau ganti dia…”

Zergan mengernyit. “Kenapa bisa begitu?”

“Aku juga nggak tahu…”

“Terus sekarang? Kayaknya dia masih syuting?” Zergan melihat ke arah Jenna yang sedang membaca naskah di bawah terik matahari, wajahnya tetap bersinar.

“Semalam sudah disetujui untuk diganti. Tapi pagi ini ada investor anonim masuk 125 M, dengan syarat Jenna tetap main…” suara Maoy ragu.

Wajah Zergan makin gelap. “Aku kenal Jenna. Dia nggak mungkin begitu.”

“Zergan, kamu terlalu polos. Dunia hiburan itu kejam. aku beruntung karena punya Papa dan kamu. Tapi Jenna? Tanpa dukungan, cantik lagi… kamu pasti tahu apa yang bisa terjadi.”

“Tapi—”

“Jenna, ada yang nyariin!” staf kembali berteriak, kali ini dengan nada aneh.

Semua orang langsung menoleh. Karena terlalu mencolok.

Mawar merah…

Begitu banyak mawar merah sampai memenuhi seluruh lokasi syuting.

1
tutiana
menarik
Piw Piw: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!